TMCBLOG.com – Walaupun derajat kemiringan saat menikung tidak masuk dalam satupun catatan resmi statistik MotoGP, namun tetap ini adalah sesuatu yang ramai dibicarakan. Seperti Kita ketahui di beberapa race yang lalu ( Sachsenring) Marc Marquez diketahui berhasil  Menorehkan sudut kemiringan 65 derajat saat menikung rebah (Marc Marquez sempat menginfokan 66 derajat. Nah Salah satu orang penting di divisi Teknis HRC Takeo Yokoyama angkat bicara mengenai catatan ini.

Kepada Motorsport-total Takeo bilang : “65 derajat sangatlah banyak, ini benar benar impresif. Saat Marc melakukan kemiringan pada sudut ini, ia mau tidak mau akan menyentuh sesuatu seperti misalny Fairing. Jika Kamu tanyakan lima tahun ke depan, Marc akan bisa mencapai angka kemiringan 70 derajat Wow ini artinya nambah 5 derajad lagi dong? Namun begitu Takeo menduga ada faktor atau peran dari Michelin yang bisa membuat marc Bisa menorehkan angka ini.

Menurut Marc Marquez di Debrief setelah Sesi Jumat di Sachsenring pernah mengatakan bahwa Menikung rebah sampai pada sudut kritis seperti 66 derajad lebih dikarenakan bahwa itu adalah suatu kebutuhan ( Needs) dan Bukan Hanya sekedar keinginan ( Wants). Marc Buka Bukaan Resep cara menikung dengan Honda RC213V bahwa biar Motor ini bisa nikung lebih baik maka derajat kemiringan terhdap garis normal Permukaan sirkuit harus ditambah/ harus lebih miring.

Secara umum nikung pake skutik itu 40 derajat, Nikung pake SBK bisa 61 Derajat, nikung Pakai MotoGP awalya diperkirakan hanya 64 derajat saja . . . lha ini 70 derajat ?? warbiasyah

Taufik of BuitenZprg

82 COMMENTS

  1. Lagi mabok nih takeo. brno 2014 yg sampe tiduran aja mentok 68.3 degree, 70 degree itu bukan lagi lean angle, tapi very very unbeliavable save from crash.

    Guest
    • Sudah kodratnya ilmuan itu selalu di anggap gila, sinting atau mabok oleh orang awam kayak kita

      karena yg tidak kita ketahui dan sangat mungkin diperkirakan Takeo adalah….

      Bentuk motor dan teknologi seperti apa yang akan diimplementasikan di RCV lima tahun kedepan

      Guest
  2. Kami segenap keluarga predator turut berbela sungkawa atas meninggalnya bapak bj habibi
    Semoga amal dan ibadah beliau diterima di sisi allah subhaanahuwataala amin yaarobbalaalamiin

    Guest
  3. Menurut gw mereng-mereng 70 derajat itu bisa tapi harus di tikungan panjang sektor 1 ala Catalunya tapi tikungannya harus lebih tajam lagi. Yang sekarang kan bentuknya hiperbolis.

    Guest
  4. perkara resep agar RCV bisa nikung lebih baik, meskipun udah dikasih tau sama marquez, tetep aja gak ada yang bisa niru. susah banget kayaknya bagi para rider motogp juga…

    Guest
  5. Membicarakan 5 tahun kedepan.. Berarti ini adalah bocoran sedikit dari takeo.. Kalau 5 tahun ke depan.. Honda akan menggunakan teknologi giroscopis yg motor tdak akan bisa terjatuh.

    Guest
  6. Berarti mesin inline4 hampir dipastikan gak bisa mencapai 70 bahkan 68 derajat,apalagi boxer ??

    Dan rcv harus dirampingin bagaimana lagi?,sekarang aja kan udah jadi motor paling mungil dan ramping di grid MotoGP

    Guest
    • AHM aja bisa buat mesin twin yg mungil dan ramping tapi powerfull.. Apalagi HRC.. Mesin v4 screamer 1000cc yg ramping dan mungil, powerfull dan di kendalikan dngn teknologi asimo serta teknologi giroscopis.. Dan meraka sudah memiliki semuanya.. Hanya tinggal menerapkan dan mungkin meningkatkannya lagi..

      Guest
    • Entahlah tapi kayaknya masih belum sampai 70° sih,kan rabatnya doang yg tiduran itu,sedangkan derajat kemiringan diukur dr motornya

      Guest
  7. Sudut kemiringan ini berbanding lurus dg corner speed.
    Kayaknya menarik juga kalo ada perbandingan sudut kemiringan vs corner speed, dan bila perlu pada Tikungan dg radius berapa meter?

    Guest
        • Kurang lebih seperti itu, karena crankshaft inertia mesin pada Inline membantu motor untuk melibas tikungan. sehingga tanpa merebahkan motor sampai maksimal pun mereka bisa memperoleh rolling speed di corner yang lebih baik dibandingkan mesin V4 yang harus squaring untuk melibat tikungan.

          Guest
  8. Kl g salah ingat, pernyataan Takeo ini g jauh berbeda seperti yg disampaikan saat factory press conference pasca FP1 (FP2, sy kurang ingat pasnya -ini lg coba browsing video di situs motogp.com buat nyari lagi) seri Brno.

    Cuma di press conference tersebut bukan Takeo yg memunculkan angka 70 derajat pertama kalinya, justru jurnalis yang bertanya -kurang lebih- “D sesi sebelumnya Marc bisa mencapai 66 derajat, apakah konfigurasi RC213V bisa dibawa oleh Marc hingga 70 derajat?”

    Dan Takeo pun cuma ketawa sebelum akhirnya menjawab “Apa yg Marc lakukan memang impresif. Tapi dr sisi teknis, saat HRC merancang RC213V, motor tersebut tidak dirancang untuk bisa rebah hingga 66 derajat di tikungan. Pasti ada part yg terdampak dari lean angle Marc. Kl memang diperlukan, HRC bisa mencoba membuat motor seperti itu, dan mungkin Marc bisa rebah hingga 70 derajat”

    *But again, informasi saya hanya berasal dari ingatan samar-samar (karena videonya blm ketemu), jadi jangan terlalu dipercaya juga

    Guest
  9. Klo cm 64 derajat paje michelin itu kurang extrim wak. Saya pernah pake swallow nikung rebah sampai 90 derajat. Dengkul pada lecet. Kaki keseleo

    Guest
  10. Betul itu kebutuhan dan keberanian ,karena tanpa kemiringan itu mesin v4 bakal gak bisa belok cepat mengimbangi mesin i4. Dan tentu hanya MM yg brani melakukannya dgn mulus sampai saat ini.

    Guest
    • Bisa jadi ini sebab kenapa dulu marq suka nyenggol2 sampe melebar di tikungan, (vs lorenzo jerez 2013, vs rossi argentina 2018) kurangnya sudut kemiringan bagi rc213v untuk berbelok

      Guest
      • Betul sekali,MM perlu mensledingkan ban belakang sebelum merebahkan motor. Sehingga sering kalau duel satu lawan satu atau menyalip bakal kliatan agak kasar pada lawan. Padahal itu karakter motornya. Beda dengan i4 bisa motong tikungan secara halus. Meski diakui kalah akselerasi dan topspeed.

        Guest
    • Kalo ane baca di web motogp sih krna teknologi ban nya beda, gp dengan michelin wsbk dengan pirelli diablo dan juga kombinasi dari fleksibilitas frame motor tsb.

      Guest
    • Saya rasa bukan. Faktor kecepatan mesin motogp dan wsbk berpengaruh. Trus gaya berkendara MM yg dirt bike kental yg brani ambil sudut tikungan lbh besar dr pembalap v4 lainnya. Sedangkan mesin i4 gak butuh sudut sebesar itu untuk menikung dengan kecepatan yg jauh lebih tinggi ditikungan dr v4.

      Guest
      • Coba deh om tonton di youtube motogp.com yg judulnya “motogp lean angle experience” yg ada jorge lorenzonya disitu dijelasin kenapa beda limit treshold lean angle wsbk dan motogp, salah duanya adalah tire technology (takeo sendiri di atas bilang diatas paragraf kedua) “Namun begitu Takeo menduga ada faktor atau peran dari Michelin yang bisa membuat marc Bisa menorehkan angka ini.” dan faktor selanjutnya adalah “kekakuan atau fleksibilitas frame” yang sering disebut2 sama mat oxley. Itulah kenapa di gp banyak menggunakan frame carbon di wsbk afaik hanya bmw hp4.

        Skill rider special seperti marquez tidak masuk dalam hitungan karena itu subjektif tidak mewakili secara keseluruhan dan pastinya mereka sudah punya datanya berapa maks lean angle tiap rider di wsbk.

        Entahlah kalo marq bertarung di wsbk mungkin angka maks lean angle 61° bisa berubah. Who knows?

        Cmiiw

        Guest
  11. Untuk diameter sama2 pake ring 17. Lebar tapak juga sama cuma beda di ketinggian ban.
    Sebagai perbandingan :
    WSBK : front 120/70-17 rear 200/60-17
    Motogp : front 120/60-17 rear 200/69-17
    Jauh lebih tinggi ban depan wsbk daripada gp. Imho, kalo tinggi ban depan lebih rendah lebih enak buat cornering. Faktor ecu dan sensor2 yg lebih banyak di motogp juga mungkin berpengaruh..

    Guest
      • Itukan sudah saya tulis imho mas, sy sendiri ngerasain, pake ban depan dengan profil lebih rendah lebih pede buat cornering imbasnya bisa lebih rebah. Lagipula itu linear dengan fakta dilapangan. wsbk dengan profil lebih tinggi 10, treshold lean anglenya limit di 61°.. (motogp.com)

        Guest
  12. Inikah yg di sebut Marc ubh ridding style wak? Pake rcv 2018 belok mesti slide ban belakang, mungkin pake RCV 2019 mesti di tekuk dengan rebah se rebah rebah nya Dan ckup stabil Dan itu ga bisa di gunakan di rcv2018? Buktinya jarang banget Marc lakukan aksi penyelamatan? Cmiiw

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.