Tmcblog.com – Sebelum Race Weekend Misano, Alberto Puig Via Podcast Motogp sempat mengatakan bahwa masa depan Jorge Lorenzo di Repsol Honda hanya bergantung pada kemauan dan keberaniannya untuk mengambil resiko. ”Β  Untuk Jorge ini adalah permulaan lagi. Ketika ia mau, ia punya keinginan dan motivasi. Untuk memulai kembali mengambil resiko dan memahami di dalam diri bahwa di olahraga ini kita bisa membahayakan diri sendiri. Ini seperti mereka yang masuk ring (tinju). Permasalahan Jorge bukan soal teknis, melainkan keinginan dan keingintahuan. Kami sangat ingin melihat dia secepat saat bersama Yamaha, ini merupakan impian. ”

Dan ternyata Jorge menyimak ucapan ini dan menjawab pada sebuah debrief pra Misano di Repsol Honda hospitality ” Well, beliau bosnya dan seseorang yang saya sangat hormati karena menurut saya ia tahu soal Motor dan Dunia (MotoGP ) ini, namun (bagaimana) seseorang bisa tahu saya tidak berusaha dan ambil resiko dengan motor ini. Saya crash hebat selalu karena saya ingin berusaha memperoleh hasil yang baik.

Pict-Simon Patterson

Mungkin itu masalahnya, Saya mungkin terlalu keras berusaha tanpa mengenal secara tepat motor ini, serta itulah mengapa saja Crash dan mendapatkan cidera sehingga ini menjadikan semuanya makin sulit “ Jorge mencoba kembali mencari akar permasalahan Struggle dirinya selama ini di atas RC213V ” Karena semuanya berasal dari cidera. Tanpa cidera, saya yakin saya bisa. Mungkin bukan juara, Namun finish podium dan Top 5 “

Ketika di tanya soal perbandingan situasinya saat ini dengan situasi saat tahun pertama di Ducati, Lorenzo menjawanb ” Saya Juga kesulitan di tahun pertama Ducati, Namun saya lebih kesulitan lagi kali ini karena sebelum musim mulai saya memperoleh dua kali cidera parah tahun lalu (2018). Cidera kaki di Aragon dan cidera tangan di Thailand. Lalu di Pramusim saya memperoleh cidera scaphoid. Di Qatar Cidera tulang rusuk dan yang terparah di Assen. Saya Tidak pernah 100% fit untuk mengendarai Honda, sehingga saya tidak pernah bisa maksimal. Dengan situasi seperti ini di MotoGP adalah sulit, ditambah lagi belum nyaman berada di atas Motor.

Itulah perasaan yang saya rasakan dengan Honda saat ini. Saya tidak pernah merasa benar benar aman terutama bagian depan ( front end) dari Motor. Semua ini, khususnya Soal cidera membuat situasi dan hasil saya buruk “ Setelah itu Jorge Juga menjelaskan kepada Crash.net alasan kenapa ia tidak bisa maksimal dalam test Misano yakni karena cideranya makin Parah.

Karena Jorge merasa bahwa Itu hanya sekedar test yang hanya akan menghasilkan hasil laptime tiga detik lebih lambat dibandingkan catatan waktu tercepat maka ia merasa hasilnya tidak akan terlalu signifikan. Sehingga ia putuskan untuk tidak memaksakan diri di Test Misano. Jelang Race weekend Misano, Lorenzo bilang bahwa kondisi recovery cidera patahnya sudah semakin solid dan ini membuatnya akan lebih bisa fous di Hal hal lain. Lagian, menurut Jorge tiga bulan tanpa Motor adalah sesuatu yang terlalu lama.

Taufik of BuitenZorg

82 COMMENTS

    • Jorge terbiasa rapi dan enggak radikal kaya Marc.
      Elbow & knee down gradakan untuk nahan motor; sangat aneh kalo Jorge ngelakuin itu.

      Sayangnya (atau mungkin secara kebetulannya) tindakan radikal tsb. bisa jadi Marc lakukan untuk memenuhi kebutuhan ngendarai RCV supaya menjuara, termasuk selalu menerapkan racing line yg mengkotak & out of the box.

      Guest
  1. selain recovery, yg paling penting merehab rasa trauma insiden2 yg jl alami selama pake rcv.
    trauma jl sprt penyakit asma
    jd akan jd momok menakutkan selama hidupnya

    mengerikan gilak 😏😱😱😱😱

    Guest
    • Motor yg mengerikan tapi kalo bisa pake dgn benar bisa jadi juara,daripada yg manusiawi tapi meski dipake sampe njengking,mleding,mlumah susah buat juara,,hanya pelengkap 5 besar 😏

      Guest
    • Aku yakin jl99 adl pembalap yg cerdas yg mampun menempatkan antara trauma dan pengalaman..
      Dari pernyataannya nampak jl99 sangat termotivasi ingin segera bisa tampil maksimal.. Disna kita g ada melihat sisi trauma dari jl99.
      Apalagi HRC juga fokus dlm pengembangan sasis agar lebih fleksibel dalm melahap tikungan.. Itu jadi indikasi bahwa HRC juga berjuang untuk membuat motor yg sekiranya bisa mudah di kendalikan oleh jl99.
      Jgn tanya mm93 lagi.. Karena dgn sasis yg sekarang pun mm93 selalu juara dan podium..
      You know what i mean..?? 😁😁😁

      Guest
      • Mungkin kata kata puig yang kemarin secara ga langsung juga dipake buat ngasih motivasi ke hohe biar dia usaha lebih keras lagi, cuma caranya aja yang lain dari yang lain. Mirip mirip cara orang tua ngedidik dan ngasih semangat ke anaknya, sekalian buat asah mental juga

        Guest
  2. Numpang ngoceh
    Semua orang percaya jika jl99 adalah pembalap yang bagus.. Dan develop yg handal.. Dan semua orang berharap jl99 bisa segera membalap dgn maksimal dgn hasil terbaik.. Tidak juara namun finish dan podium.. Dari sana jl99 belum yakin bisa mangalahkan mm93 yg memang sudah sangat mampu menjinakkan RCV..
    Go jl99..

    Guest
  3. Yakin banget bisa top 5 kalo udah benar2 sembuh, Lorenzo kalo lagi fit susah ngejarnya. Cuma dia yg bisa lawan Marquez di 2 motor berbeda.

    Guest
  4. setuju c ane, ngeliat progres pas karambol tuh udh keliatan sebenernya tp malah ambrol pas cedera lg next race.

    Guest
  5. minimal lorenzo lebih baik dari si ‘itu’ dan bisa membuktikannya. misalnya saat si ‘itu’ dan lorenzo di tim dikiti. si ‘itu’ pergi dari tim dikiti, tim dikiti cuek bebek dan malah sujud syukur. berbeda saat lorenzo pergi dari tim dikiti, tim dikiti sangat kehilangan.
    jadi sudah jelas ya jawabannya (bani kalau) saat ditanya perbandingan kedua sosok ini dan si ‘itu’. hehe..

    Guest
    • klo si onoh lebih jelek ketimbang si odah, kok si onoh poinya lebih banyak ketimbang si odah ya?? dan klo si odah emang disayang, kok kontrak digantung gitu?

      Guest
      • mereka selalu gagal paham sama artikel bung πŸ˜… maklum, mungkin nilai Bahasa Indonesianya cuma …. sekian πŸ˜…

        Guest
      • Siapa sih si onoh si Odah?
        Sumpah nggak ngerti apa yg kalian bicarain 🀨

        Malah lebih gampang dipecahin inisial tempat tempat di “Penari didesa KKN” 😁

        Guest
      • kita plezbek ke belakang sebentar, rc211v tidak hanya si β€˜itu’ yang bisa bawa kencang, ada tohru ukawa, alek paros, capirosi, daijiro kato, marco melandri, sete geberno, biagi, dll.
        artinya hadno si β€˜itu’ lebih unggul karena part-part terkini sudah terpasang, sedangkan di tim lain belum di update.
        coba semua *update berbarengan, cukup bersaing dengan rider tua alex paros saja bisa seimbang (*skb). hehe…
        saat ini si β€˜itu’ sebenarnya ikut race atau tidak kalau di race day ?
        ingat amanat di awal pramusim 2019, kalau si β€˜itu’ kalah lagi musim ini, ini murni kesalahan yimihi, bukan si β€˜itu’. walaaa… lha iniparuh musim kedua si β€˜itu’ sudah jelas kalah, artinya jelas-jelas kesalahan ada di β€˜itu’. hehe..

        Guest
      • si ‘itu’ tidak hanya pernah juara dengan hadno mas, tapi juga pernah menjadi anak emas nya hadno, meskipun tidak kriuk-kriuk. hehe…

        Guest
    • ini saya perbandingannya saat si ‘itu’ dan lorenzo ngekost di tim dikiti loh ya, bukan saat ngontrak di hadno. tolong dipahami benar-benar. hehe..
      jaman keduanya di hadno, ya jelas sangat jomplang sekali prestasinya to mas. si ‘itu’ tentu lebih unggul daripada lorenzo…ketika keduanya disewa hadno. hehe..
      tapi, ada tapinya ini, tapi hadno yang dahulu bukanlah hadno yang sekarang. sekali lagi.. saya hehe…

      Guest
    • kita plezbek ke belakang sebentar, rc211v tidak hanya si ‘itu’ yang bisa bawa kencang, ada tohru ukawa, alek paros, capirosi, daijiro kato, marco melandri, sete geberno, biagi, dll.
      artinya hadno si ‘itu’ lebih unggul karena part-part terkini sudah terpasang, sedangkan di tim lain belum di update.
      coba semua *update berbarengan, cukup bersaing dengan rider tua alex paros saja bisa seimbang (*skb). hehe…
      saat ini si ‘itu’ sebenarnya ikut race atau tidak kalau di race day ?
      ingat amanat di awal pramusim 2019, kalau si ‘itu’ kalah lagi musim ini, ini murni kesalahan yimihi, bukan si ‘itu’. walaaa… lha iniparuh musim kedua si ‘itu’ sudah jelas kalah, artinya jelas-jelas kesalahan ada di ‘itu’. hehe…

      Guest
    • Melihat ulah tim manajemen JL99 (yang kecil kemungkinan tanpa sepengetahuan JL99) yg diam-diam menemui manajemen Ducati saat seharusnya dia masih terikat kontrak dengan Honda, saat dimana seharusnya dia dalam masa pemulihan, tapi malah liburan di Maldives (MM93 aja doubled his physio scheduled dr yg orang normal lakukan, agar bisa sembuh lebih cepat). Wajar kl sebagia bos mulai menanyakan komitmen anak buahnya. Di akhir MotoGP Podcast, dia Puig masih mengungkapkan kl HRC masih berharap JL komitmen dengan kontraknya (we don’t want it to happen, obviously, right here and now I would tell you no, we’re not ready because we’ve not thought about a replacement or anything) -yg jadi artikel di sini kemarin.

      Dan yang dilakukan Puig,masih jauh lebih baik dibandingkan tim lain yang ridernya cuma dianggurin, didiemin g dikasih kejelasan lanjut ap g. Setelah rame, ato pembalapnya ngemis kontrak di tempat lain baru bereaksi. Dan entah kenapa, situ cuma ngomentarin kaya gini terhadap Puig……….

      Guest
      • Lha, justru itu.

        Sekalian mau ngajakin gulat biar makin kenal dan makin dekat. Tapi g pernah ditanggapin……………………….

        Guest
      • @1N

        hehe, kemarin gw jelasin maksud dari coefficient of drag kamu ke mana? πŸ˜… “gak pernah ditanggapin” πŸ˜…

        Guest
      • Sebenarnya omongan lorenzo banyak benarnya. Balapan di kelas motogp itu ga cuma fisik, tapi juga mental.

        Rider top lawas malah sangat menekankan aspek mental. Mental juga berhubungan dengan cedera. Karena cedera merusak mental. Apalagi dalam waktu dekat, dalam masa adaptasi.

        Kalau dengan liburan ke maladewa membantu pemulihan secara psikis dan tidak mengurangi pemulihan secara fisik, jelas itu akan sangat baik bagi recovery lorenzo…

        Sampai sekarang tidak ada satu bukti validpun kalo lorenzo di maladewa party heboh, ngeganja, makan junk food atau hal gila lain.

        Tidak ada satu bukti validpun selama ke maladewa dia meninggalkan aspek pemulihan fisik. Dengan uangnya dia bisa membiayai pelatih fisik pribadi.

        Jadi tudingan dengan liburan ke maladewa adalah bukti lorenzo tidak serius recovery ; tidak berdasar dan sangat tendensius.

        Lorenzo satu satunya rider yg terbukti memutus siklus kemenangan beruntun Marc. Kita butuh lorenzo yang fit fisik maupun mental…

        Kalo gw sih, mau dia ke maladewa terus sampe disana beli apem 80jt pun ya terserah. Asal balik balapan n menggairahkan syahwat penonton dengan adegan panas di lintasan.

        Guest
        • Omongan dia benar, if we stand on his boots. Dan omongan Puig pun benar -again- if we stand on his boots also.

          Sebagai rider, JL99 emang sudah giving it all, begitupun Puig sebagai team manager. HRC dan team sudah memfasilitasi segala hal yang JL99 perlukan untuk bisa mengoptimalkan RC213V. Sebagai employers, wajar Puig mengevaluasi performa JL99 dengan effort yang sudah diberikan HRC (Podcast kmrn juga pernyataan Puig tentang Limit and Courage lebih pada penilaian dari awal musim secara keseluruhan kok), g terbatas pada kondisi saat ini saja. Terlebih lagi, JL99 yang nawarin diri ke HRC setelah Ducati menggantung kontraknya (sepert yg dilakukan thd Miller), bukan HRC yang emang dari awal ngejar Jorge. Dan JL99 yang nawarin diri k Honda pun, Honda masih bersedia bikin motor yang berbeda biarpun basenya masih sama.

          Jadi komentar Puig saat ditanya terkait performa Jorge juga wajar. Udah untung Puig g mengungkit “the stab in the back” yang dilakukan Jorge saat dia berkomunikasi dengan manajemen Ducati. Makanya debrief JL99 untuk menjawab “pernyataan” Puig dengan menyatakan dia selalu “giving it all” malah kontradiktif karena saat dia masih terikat kontrak, terlihat seakan-akan secara sepihak dia mau menghentikan kesepakatan tersebut, simply because he can’t ride the bike. Masih lebih terhormat Zarco, sekalian dia langsung minta keluar biarpun blm ada kejelasan masa depan.

          Guest
        • supaya mental dan fisik seimbang, para rider disarankan kramas menggunakan sampo mental, mendengarkan musik-musik mental, seperti mentallica.
          saya jamin langsung jadi mentallllll… hehe…

          Guest
      • Y cuman beberapa kali doang. Tapi beberapa kali di chalenge beberapa argumennya, g ditanggepin juga. Padahal tujuannya cuma satu, pingin tahu dasar argumennya apa sehingga bisa berpendapat seperti itu. Toh saya juga g pernah maksain situ harus ikut pendapat atau argumen saya

        Guest
    • pembalap motoGP dan para engineersnya, sudah ada datalogger, GPS, gyro sensor dan sejenisnya masih enggak bisa nentuin titik pengereman yang tepat walaupun sudah beratus-ratus kali muterin tuh sirkuit

      ____
      Bukannya situ sendiri sang enjiner ya yg bilang begini,jadi wajar dong boss nya mempertanyakan dia ini ada kemauan dan keberanian nggak sih,wong udah hapal titik pengereman dan tetek bengek lainnnya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜

      Guest
    • Bro aimin kya g kenal mentaga aka ubin toilet spbu aja.. orang nyampah diladenin ya tension sendiriπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Guest
    • Tulisan Ai MiN pernah dijadikan artikel diblog ini..
      Apa pernah tulisan ubin toilet spbu jadi artikel disini….?
      Dah itu saja utk menilai siapa yg lebih berbobot dan siapa yg sekedar bacot….

      Guest
      • Kok masih ada aja yg respon si Avatar buluk,kalo banyak yg respon dia itu malah kegirangan karena merasa diperhatikan πŸ˜‚

        Guest
  6. Ibarat sebuah benda, pelajari dulu cara mainnya. Jangan ujug-ujug buka, pake, paksa… Bisa berantakan nanti

    Pelan-pelan santuy aja dulu.. tar kalo udah tau cara mainnya, baru explore semuanya.

    Guest
    • Kalo nggak dipaksa nggak masuk brooo
      Wkwkwkwkwk

      Btw marc sendiri ngomong untuk tahu limit ya dengan crash. Cal juga mengatakan hal yang sama soal RCV.

      Guest
  7. Yang bikin bingung, kenapa Marc kalo crash selalu minin cedera, padahal jumpalitan juga? Apa fisik Marc lebih kuat dibanding Jorge?

    Guest
  8. Gimana sih si Puig, udah crash berkali-kali kok dibilang kurang berani ambil resiko. Apakah ini pertanda dimulainya perselisihan antara JL dengan Puig ?

    Guest
    • normal kok kalo kata fanboysnya haerce. walaupun badan udah hancur2an, kami tetap menganggap kamu kurang berani dan kurang kemauan

      Guest
  9. beliau bosnya dan seseorang yang saya sangat hormati karena menurut saya ia tahu soal Motor dan Dunia (MotoGP ) ini,
    —————————————-

    Bos bebas ngomong apa aja,

    Kecuali enjiner bukan, tapi ngaku paham luar dalem, plus ngakuΒ² enjiner. Pppffffftttttt πŸ˜ͺπŸ˜ͺπŸ˜ͺ

    Guest
  10. Bersyukurlah Lorenzo kelimpungan

    Bisa dibayangkan bila dia kompetitif gimana perihnya liat duo kunyit di P1-P2

    Ada kesempatan yamano podium, Ducati, Suzuki
    Pppffffftttttt πŸ˜ͺπŸ˜ͺπŸ˜ͺ

    Guest
  11. Sempat diskusi di forum, balas komentar yang intinya dia menyatakan “Mending Jorge pindah aj, RC213V didn’t deserve Jorge”, dan saya pun menanggapi yang intinya RC213V emang g layak dikendarai paduka, tapi tetap dia juga yg minta Honda agar dia diperbolehkan mengendarai RC213V. Dan kamipun gulat di lumpur semalaman……………..

    IMO, sebagai team manager, Puig berhak ngomong apapun terkait dengan tujuan teamnya. G cuma Puig aja, Dall’igna, Tardozzi, Leitner, Peirier, Brivio, Jarvis, Albessiano, bahkan Jarvis sekalipun punya hak untuk berkomentar terkait performa teamnya.

    Dan untuk JL99 sendiri, as far as i respected him for his pace, but never been a fan. Dia kaya anak cewek ABG, cakep sih tapi berisik dan sering kali g sebanding apa yg dia omongkan dengan performance yang dia tunjukkan. Masih mending Cal ke mana-mana biarpun sama-sama berisik. Dan saya pribadi juga g terlalu memperdulikan debrief-nya yang “menjawab” pernyataan Puig. Simply because he (at least his management) started it, yang berujung pada Super Silly Season. Saya masih lebih bersimpati dengan Zarco dibandingkan dengan Jorge saat silly season kmrn, yg “his tango” hampir menjatuhkan orang yang g terkait sama sekali (Miller)……..

    Guest
    • Cuma tiga orang juara dunia motogp dalam 20 tahun terakhir yg masih balapan. Marc, Lorenzo, Rossi…

      Kalau lorenzo dikurangi dari daftar, rider yg masih eksis sampai sekarang dan pernah juara cuma marc dan rossi. Ayolah… masak lorenzo dibilang kebanyakan ngomong… dia sudah terbukti juara musim loh. Zarco baru terbukti sering pole position…

      Kalau mau menilai PR sisi diluar lintasan ya rossi dong juaranya. Tapi masa itu yang penting… ?

      Guest
      • Mungkin saya salah menggunakan istilah kebanyakan ngomong, tapi intinya JL99 sering kali berkomentar yang g perlu, padahal dia sendiri menasbihkan dirinya sendiri bukan sebagai “the great rider”, tapi sebagai “the champion”. Dan sayapun g membandingkan JL99 dengan JZ05 terkait prestasinya, tapi lebih pada penilaian sikap saat mereka berdua struggle dengan motornya masing-masing.

        Seperti yg saya bilang, Saya mengagumi JL99 hanya pada speednya, but his character, not a fan. Saya pun termasuk yg sudah memprediksi (dan berharap) kl pindahnya JL99 will give hell to MM93, tapi semua estimasi itu langsung buyar sejak seri pertama……………

        Guest
        • Pedrosa pernah ditanya soal aktivitas sebagai rider apa yg paling dibencinya… dia jawab “ini” maksudnya wawancara…

          Kalo gw baca komentar lorenzo, dia selalu berusaha untuk jujur, apa adanya, mengatakan apa yang dia pikirkan. Dia tidak bisa bermulut manis, menyeringai palsu dan berlindung dibalik senyuman. Dia tidak pernah memuji/mengkritik lawan untuk menjatuhkan mental. Dan dia emosional tapi bermental kuat. Dunia berpusat di dirinya.

          Orang model begitu dihadapkan dengan aktivitas rutin sesi dengan media. Sebagai rider dan sebagai duta pabrikan.

          Dia juga bukan rider seperti syahrin yg cuma diwawancarai sekali setiap minggu itupun bareng teammate seperti morbidelli atau oliveira dalam sesi wawancara team satelit.

          Dia juara. Diharapkan memberi warna, bolak balik ditanya media di berbagai kesempatan…

          Mau diharap gimana lagi ?

          Menjawab dengan pesimisme ? Gw yakin kalo dia bersikap seperti itu dia ga akan pernah juara.

          Menjawab dengan guyonan ala Rossi ?
          Menhindari topik tertentu dengan mengalihkan pembicaraan atau dengan senyum joker ala Marc ?
          Menjawab dengan kalem ala Dovi ?

          Lorenzo koleris-melankolis… mirip dgn vinales yg melankolis-koleris.

          Saat harus ketemu media, ya memang begitu modelnya.

          Mereka bukan aktor yg mampu memunculkan karakter lain saat dibutuhkan. Dan biarkan begitu. Kita nikmati saja aksinya di lintasan. Yang penting seru.

          Btw bro AIM-1N emang ga doyan cewek ABG yg berisik ya ?

          Wkwkwkwkwk

          Guest
        • JL99 berandai2.
          Tapi bung Aimin terlalu berharap tinggi. JL99 sdh nabung terlampau banyak cedera dan paling parah (ya, PALING PARAH) ketika masih pegang Ducita seri Buriram. Bung Aimin pasti tahu juga yg ini kok.

          Ketika udah fix pindah ke Repsol, semenjak itu pula saya pribadi lebih banyak pesimisnya kalau dia bakal naik podium. Faktanya, cuma MM93 yang bisa menaklukkannya dan RCV butuh kombinasi rem depan, rem belakang, miring ekstrim dan sliding ban belakang buat ditaklukkan, sementara JL99 ketika berhasil menaklukkan Ducita kan lebih banyak pakai rem belakang dan dengan style halus (lebih halus drpd Dovi malah). Dalam kompetisi tahun inipun Ducita udah naruh dua pembalapnya di podium satu meski keduanya ala kadarnya.
          Dengan kondisi cedera hampir seluruh badan dan sendi2 tulangnya yg jelas sdh melemah, It’s impossible for him to turn RCV to his will. Kecelakaan karambol kemarin itu juga nunjukin kalau kemampuannya untuk sekedar “ride the bike to his will” jelas sdh jauh di bawah CC35. Honda juga menurut ane tidak membuat motor Marq sentris. Malah mereka (IMO lho ya) bikin motor yg karakteristiknya mirip GP07. Kalau legenda2 banyak yg simpati sama MM93, ane setuju dan malah MM93 mungkin sedang dieksploitasi kalau bicara ke arah jeleknya. Front-end memburuk bukan cuma feedback dari Nakagami kan? Jadi, dlm hal ini bung Aimin terlalu tinggi menaruh ekspektasi ke JL99.

          Guest
        • Kayaknya emang kepribadian dia gitu deh mukanya sengak, kalo ngomong apa adanya. Bahkan pas di yamaha aja sering dibilang sombong. Kata saya sih, hohe ini versi lebih mendingnya casey stoner

          Guest
  12. Kaya gak nyambung sih
    Sepemahaman ane komentar puig lebih ke masa yg datang baik 2020 atwpun pasca jolor habis kontrak
    Belum lagi isu jolor yg mau cabut atw pensiun
    Perkara rider yg habis kecelakaan dan cedera berat bisa mempengaruhi mental berkendara dia (ini yg ngomong rossi dan carl)
    Sedangkan jolor berbicara ttg masa lalu

    Guest
  13. seburuk-buruknya manajemen ducati, mereka paling parah cuma bilang “Kami kontrak Jorge (12 mm) untuk jadi juara dunia atau paling tidak untuk mencoba kompetitif di tahun pertama, bukannya struggle 1,5 tahun” (wajar dong, prinsip take and give). tujuannya pun baik, untuk mendorong Jorge agar lebih baik, dan faktanya memang berhasil. lain lagi kalau yg di artikel ini πŸ˜… udah dibayar seadanya, dikasih motor orang lain, ngepush sampe badan hancur2an, ehhh cuma dibilang “kamu kurang berani dan kurang kemauan” πŸ˜…

    Guest
    • Tahu dari mana sudah dibayar seadanya, dan dikasih motor orang lain.

      Ingat Jorge yang nawarin diri k HRC, sementara saat itu HRC lebih berminat dengan Zarco yang entah dengan alasan apa, manajemennya menolak. Wlpun pasti ada Pay-Cut karena dia yang nawarin diri, g mungkin di klausul kontraknya dia mau dibayar seharga Bautista. Minimal pasti memiliki nilai yang setara sebagai The Champion, not just the great rider. Kl nilai kontraknya jauh di bawah MM93, y wajar, dia yg nawarin diri. AD04 pun g berani protes saat nilai kontraknya jauh di bawah JL99.

      Motor orang lain yang mana yang dikasih JL99? Kl ngikutin dari awal, Motor RC213V JL99 memiliki karakter ergonomi yang jauh berbeda dr MM93. Pertama kali pre-season test di 2019 langsung keliatan karakteristik fisik motornya yang berbeda. Setelah sekian lama struggle (Bahkan Cal yg kaki kanannya dibandulin pen seberat 10 kg aja masih bisa podium), masih difasilitasi dibawa k Jepang buat didngerin masukannya, dan akhirnya RC213V yang kembali fisiknya berbeda. Di Ducati, boro-boro. minta pad aj 1,5 musim baru dikasih. Emang JL99 nyemplak motor spesial yg berbeda dengan AD04, g ada ceritanya.

      Guest
    • Lorenzo dibayar hrc sesuai kesepakatan bersama. Artinya bukan paksaan. Itu ga bisa jadi alasan.

      Kalo masuk ke hrc dapat motor marc centris, ya itu fakta yg diketahui semua orang, diakui top manajemen hon-da dan marc sendiri. Artinya dia sudah harus siap dgn konsekuensi itu. Sama kayak marc masuk, motornya hasil development pedrosa.

      Kalo soal omongan puig baru baru ini, gw sepakat dgn omongan lorenzo. Crash itu bukti usaha mencapai limit, bukti keberanian.

      Untuk kedepan, kita ga tau… bisa saja lorenzo pensiun. Cal pensiun. Taka jadi rider pabrikan.

      Lorenzo sudah berani keluar dari zona nyaman (jadi juara) dan zona tidak nyaman (jadi tandem rossi) di yamaha. Berani keluar dari zona nyaman (gaji gede) dan zona tidak nyaman (everything else) di ducati. Menurut gw ga ada satupun rider motogp yg ga pemberani. Walau memang ada satu dua yg ultra berani.

      Soal keberanian, ada.komentar dari forum yg ngomongin cal crutchlow n bikin gw ngakak…

      Your bravery outweighs your talent…

      Wkwkwkwk

      Guest
      • rider paling berani tetap dipegang sama si ‘itu’ mas. rider tertua musim ini dan berani di-tua-kan, rider lain masih cemen muda-muda tidak berani tua duluan. hehe…

        Guest
    • manajemen tim dikiti memang langsung memburuk semenjak kedatangan si ‘itu’ ke garasi mereka mas. imbasnya terasa hingga musim 2019. bisa dilihat bedanya bukan ?
      manajemen tim dikiti bagus sejak ridernya troy baylis, capirosi, dan stoner. hehe…

      Guest
      • Saat stoner juga buruk loh pak Bangun… stoner juga keluar karena manajemen yg buruk dengerin input rider sekelas stoner.

        Jadi test rider pun begitu… makanya dia ga betah.

        Memang ga semua yg dibilang stoner kebenaran absolut… tapi setidaknya dia sudah memenangkan championship dgn ducati. Kalau ducati mendengar stoner seperti hon-da ke marc… bakal lain ceritanya…

        Guest
        • hmm.. jangan-jangan waktu stoner muntah di helm itu, sebenarnya ingin muntah di kepala manajernya kali ya mas ? berhubung sudah tidak nahan perut muleg-muleg jadi keburu hoek di helm. hehe…
          stoner memang layak menyandang legenda motogp, satu-satunya rider yang bisa membawa dikiti juara dunia motogp modern loh ya. hehe…

          Guest
      • Benar pak bangun, karena manajemen dikiti masih menganggap si itu itu dewa nya dewa. Sok rombak sana sini, hasilnya malah motor nggak karu karuan. Pokoknya yang salah motor. Buktinya yahama sekarang, ditinggal paduka, langsung nggak karu karuan. Salahin inilah, itulah…pokoknya yang salah montor, seperti kata fans nya yang membabi buta itu..

        Guest
  14. Paduka kalo udah klik, akan semakin didepan, sesuai slogan yahama…sekarang tanpa paduka, slogan yahama harusnya diganti jadi “semakin ke belakang”

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.