TMCBLOG.com – Sobat sekalian, sudah bukan hal baru lagi jika seorang pembalap profesional yang kita tonton aksinya di televisi ataupun di sirkuit secara langsung menempuh perjalanan panjang dalam hidupnya meniti karir sejak usia belia demi menjadi pembalap hebat seperti idola kalian saat ini. Pepatah mengatakan practice makes perfect , dan untuk jadi pembalap hebat gak hanya mengandalkan skill namun juga perlu latihan dan banyak dari rider profesional masih mengandalkan motor-motor kecil atau yang sering disebut minimoto untuk digunakan latihan menjaga fisik dan mengasah feeling. Kalau ngomongin Ohvale GP-0 sih udah pada kenal yah secara sudah dipakai rider Road Racing di penjuru dunia, nah sekarang ada satu lagi nih pabrikan yang membuat motor kecil sebagai motor yang bisa digunakan untuk para rider Off-Roaders berlatih. Sunday Motors Flat Track namanya…

Jika Ohvale GP-0 punya genre motor sport kecil untuk on-road race, berbeda dengan buatan Sunday Motors yang mempunyai genre flat track yang jamak dipakai pada lintasan oval. Kalau sobat lihat mesinnya, sama-sama mengandalkan mesin made in Jepang bermerk Daytona dengan kapasitas mesin 190 cc untuk varian Sunday Motors S187. Yup, Sunday Motors memasarkan dua varian motor flat track kecil ini yakni S187 dengan mesin 190 cc dan S147 dengan mesin hampir 150 cc. Kita bahas terpisah biar enak..

Modelnya simpel khas motor motor pacuan flat track. Setang model baplang, tangki Bbm kecil, jok yang rata, papan untuk nomor start di samping kanan-kiri dan yang pasti tanpa rem depan. Untuk Sunday Motors S187 bertenaga sekitar 20-an Hp hasil dari mesin Daytona Anima 190 cc dengan kopling manual yang diproyeksikan untuk dipakai rider dewasa karena tenaganya yang cukup besar bagi rider anak-anak. Memang mesin Daytona ini seperti primadona bagi pe-hobby motor cub ataupun minimotor sejak 5 tahun lalu. Tak heran jika makin ke sini makin marak penggunaan mesin Daytona Anima II ini di berbagai negara.

Soal spesifikasi dari S187 ini selain mesin, sasisnya terbuat dari besi turbular bertipe Backbone buatan Sunday Motors Amerika Serikat sedangkan body-body nya terbuat dari bahan plastik. Sokbreker depan memakai teleskopik konvensional dan bagian suspensi belakang ditopang oleh monoshock yang bisa diatur preload dan juga kompresi (compression setup). Pada kaki-kakinya velg rim memakai bahan aluminium lebar 2.15 di depan dan belakangnya 3.00 dengan lingkar roda 14 inci. Ban merk Timsun Rubber dengan profil rata ala motor tracker yakni 130/70-14 depan belakang. Dan cuma ada satu rem belakang dengan diameter piringan cakram 200 mm.

Beralih ke Sunday Motors varian S147, dibandingkan dengan varian S187 yang berbeda hanya pada mesin dengan merk YCF berkapasitas 150 cc. Sedangkan untuk spesifikasi lainnya sama dengan versi S187. Berbicara mesin sudah pasti tenaga yang dihasilkan berbeda lumayan banyak, dimana mesin YCF yang TMCBlog ketahui berasal dari negara Inggir Raya ini memakai 2 klep. Lebih inferior dibanding Daytona Anima II yang sudah pakai 4 klep.

Harga yang ditawarkan oleh Sunday Motors ada di angka $3,300 untuk S187, atau sekitar IDR 46 juta (pada saat artikel ini terbit). Sedangkan S147 sedikit lebih murah dengan harga $2,300 (IDR 32 juta). Atau bisa buat sendiri di Indonesia pakai mesin-mesin motor bebek underbone dan sasis custom, sepertinya bukan perkara sulit sih buat orang Indonesia kalau custom motor yah. Sobat yang penasaran bisa langsung cek ke instagram mereka di @sunday.motors , semoga bisa bermanfaat sob..

Nugi TMCBlog

Gallery Sunday Motors

32 COMMENTS

  1. ngomongin pembibitan balap sejak kecil, skrg lagi hangat KPAI yg udah mengacau badminton mulai mengincar olah raga balap motor yg melibatkan anak-anak, bisa2 AHRS dan event2 balap bakalan kyk HDC bakalan kena nih,,

    Guest
    • Enggak ah..
      Biasa aja. Lagian kemarin masalah KPAI gk hanya soal eksploitasi saja tapi karena trademarknya itu.
      Setelahnya gk akan ada deh (jangan sampai KPAI jadi mirip PETA)

      Guest
    • Kalo liat DBL sih aman2 aja.

      Artis anak2 juga banyak kok yg gak sekolah formal.

      Soal diganggu ya mungkin nunggu orderan. Hehe

      Guest
    • Roadrace ada U12 ECU Standar. Yg udah jalan ya HDC.
      Minimoto ada yg 4tahun malah.
      Cuma perlu digaris bawahi.. ‘KPAI’ bukan mengacau badminton, hanya keberatan penggunaan nama “Djarum” yg mana itu nama brand Rokok.
      Sudah kita ketahui ada aturan iklan rokok. Terlebih udah ga boleh jadi sponsor olahraga.
      Itu jg berlaku internasional, kita sudah lihat bagaimana “Mission Win ‘No’ ” dicekal dibeberapa negara?
      Apa pemerintah bersangkutan mau mengacaukan MotoGP? Atau mau mengacaukan Ducita?
      Mari bersudut pandang luas, jangan langsung men judge. Apa yg dilihat & diceritakan seperti maksud yg bersangkutan.

      Guest
      • @ tobey Luar negri beda bro.. sumber sponsor melimpah..
        Lah indo.. ?? Tau sendiri lah..
        Klo ada orang/perusahaan mau membiayaai pembibitan atlet ya siapa yg mau nolak
        Kayae ada tekanan dr pihak luar
        Pembibitan doang beda sama kejuaraan.. indonesia open siapa yg kasih sponsor terbesar..
        Wkakkakakak

        Guest
        • @ Brandalz
          Tekanan dari luar mana? Yakin itu?
          Jangan su’uzon..
          Setahu saya KPAI menyemprot itu karna terindikasi memanfaatkan anak anak untuk mengangkat nama brand Djarum. Iya walaupun sebenernya PB Djarum tapi tetap saja Djarum.
          Iya sebenarnya banyak sie event event sponsor jarum. Ada jg yg dialihkan jadi BCA / BLIBLI tapi itu masih group yg sama. Karna bukan nama rokok boleh kan.
          Bahkan kalau diurut banyak lho nama kejuaran berubah. Liga1 dsri Super? Trial Game nyali aja ga cukup jadi 76trial game? Smash Hepi dari Volly 76?
          Iya yg kalian bakar itu uang yg banyak, cukup buat nyeponsorin itu semua.

          Guest
      • Maksud saya “belum tentu yg dilihat & diceritakan seperti aslinya maksud & niat yg bersangkutan (KPAI)”.

        jangan terlalu baper, memang sudah seharusnya kita berterimakasih pada PB DJARUM karna susah membantu mendidik atlet.
        Tapi bagaimanapun peraturan tetap peraturan. Iya kalau jarum sungguh sungguh niat & ikhlas membangun bulu tangkis Endonesia ya mungkin Rubah saja namanya, misal “Nyali aja ga cukup BuluTangkis Akademi” hehehehe.. CMIIW

        Guest
        • PB Djarum kan itu kayak nama tim atau sekolahnya,lha kalo Djarumnya diilangin tinggal PB nya doang dong

          Kalo beasiswa P*rnhub masuk sini pasti kena protes juga 😂😂😂

          Guest
      • PB djarum udah berjalan dr 2006 bahkan sejak Liem Swie king,kenapa baru sekarang diangkat
        Nggak dapat ceperan kah?

        Liat tennis Indonesia,setelah nggak didukung Sampoerna,udah nggak ada lagi gaungnya
        Tennis meja juga gitu
        Kita liat aja kalo sampe pembibitan balap motor juga diusik pasti makin bringas netizen,udah nggak ada fasilitas yg memadai pake dilarang ini itu juga pengen ditebalikin?

        Guest
    • biar kliatan action dan kerja bro.. waktu ahok msi mnjabat gubernur, ahok usul KPAI dibubarin.. krna termasuk slh satu komisi yg gak jelas dan hamburin uang negara. syngnya gk mudah tuk dibubarin krna trkait UU dan hrus rapat lewat DPR. yah.. DPR you know lah kan.. hhehe setelah PB Djarum diarang audisi skrng event race jg disorot. sejatinya klo mau lindungin anak, lindungin tuh yg kluyuran di lamer dan lindungin dari youtuber alay mulut kotor.

      Guest
    • Wkwkwk sinetron yg mombodohkan anak2 dan yg benar benar eksploitasi anak karena udah kerja dr kecil,anak anak yg diajak demo(pura pura nggak lihat)

      PB Djarum yg memproduksi atlet lebih dr puluhan tahun (you must stop)
      Ngakak 😂😂😂😂
      Mending jadi atlet E-sport no life, Youtuber,atau penerus Bowo Tik tok aja ya nak

      Guest
      • Nyatanya apapun yg ‘berwenang’ lakukan apapun itu jg bakal salah.
        Sekarang dibalik Kimi youtube didown nitizen jg protes kan?
        Kapten menyalahi prosedur menyerahkan kemudi pada orang awam & menggunakan pesawat untuk menakut nakuti disemprot jg kalian protes kan?
        Sama saja polisi melakukan razia maksud hati agar pengendara lebih tertib, sekaligus mengantisipasi tidak yg tidak diinginkan pasti kalian jelek jelekin kan? Sama kalau yg terakhir ini saya jg iya. 😀 yg atas sie engga.

        Perlu diluruskan, dikasus ini mereka menyoroti merk, masalah pembibitan tidak. Nyatanya tahun depan sekolahannya pun masih & dibolehkan. Hanya saja tidak audisi umum kan?

        Guest
    • Biar terlihat ada kerjaan,dan nggak dibilang gaji buta

      Entar lama lama iklan Dot bayi yg Meranin juga bapak bapak kumisan yg ngempeng 😂😆

      Guest
      • Buat yg suka su’uzon, dibaca lagi berita terbaru.
        Audisi lanjut, diperbolehkan sudah sepakat dg mengubah nama & dg tanpa logo jarum.
        Jadi bukan perkara memaksa anak bulu tangkis tapi menggunakan mereka untuk iklan rokok yg ga boleh.

        Guest
        • @Tobey
          gmna gk su’udzon.. wong diawal kan layangannya draft surat pemberhentian audisi dan sgala mcam bntuk eksploitasi. PB Djarum ya manut aja mngingat itu institusi dan lmbaga negara mskipun mereka protes jg. skarang KPAI buru2 konfirm klo itu cuman msalah pnggantian logo dan nama. what a hell?😂 mbok ya ditulis dlam draft awal klo cuman ganti nama dan logo doank..😂 jadi gak bikin rakyat dan netizen seindonesia kbanyakan auto su’udzon 😁

          Guest
  2. Bicara flat track, saya penasaran..
    Di Asia termasuk di kita ada kah ajang balapnya?
    Secara kalau nonton AMA Flat track emang pada asyik battlenya termasuk banyak pembalap famous disana kayak Jared Mees, Brad Baker, dll.
    Kalau di kita ada gk yah?

    Guest
  3. Wainiii.. utk kelas mesin selonjoran, daytona buat yg duitnya ada aroma sultan mas Nugie.. (rada mahalan)
    Kalo ditempat ane pengen yg murmer yaa lirik mesin karisma/supriX125, atau jupieZ/vega series. Ini mesin luar biasa baut tusuknya lebaaarrrr bgt, kalo mau dieksplorasi jadi 150-200cc sih eceesss.. dan hasilnya juga yaa saya rasa 11-12 kalo di tes dyno (bahkan kalo dioptimalin dari karbu-cam-portingan-sampe exhaustnya bisa jauh lebih dpt performanya). Tp kembali lg, dapetinnya gak pnp namun dananya sangat bisa di pres buat dapetin performa yg sama.. hehehe

    Btw mantap nih motor buat bahan modifan cb series..

    Guest
  4. wah konsepnya pas banget sama rencana saya dulu mau ngangkat honda Win (sebelom akhirnya ambil PCX karena proposal ditolak ibu negara)

    Honda Win, velg depan belakang ganti R14 lebar, ban tracker, shock depan belakang tinggiin sampe tingginya sama kaya waktu pake velg 17 nya.
    rem ganti cakram. body n lampu2 standar smua.
    kalo tampilan udah jadi baru deh ngumpulin duit buat mesinnya (daytona)

    Guest
  5. Ni motor auwenak buat lari pagi atau JJS sore nikmatin sunset d sawah atau kebon atau hutan pinggiran desa…beuuhh…

    Loalah…pake YCF trnyata…rebadge atau gimana nih?
    Ban e ta kira dunlop meski stiker d body nya ARRO :mrgreen:

    YCF tu prancis apa inggris ya MasNug???

    Guest
  6. kalo diperhatiin, mirip framenya red baron pitbike yg dipakai pabrikan YCF, cmn ganti shock dan subframe doang, trus mesin pakai anima atau gpx dkk,

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.