TMCBlog.com – Hari minggu pagi rombongan bikers Suzuki memenuhi Dealer Suzuki motor Serang, Banten – Jawa Barat untuk acara Suzuki Sunday Morning Ride. Acara yang diselenggarakan PT SUZUKI INDOMOBIL SALES (SIS) bersama Main Dealer suzuki untuk wilayah Banten PT Mahkota Inti sejahtera (MIS) sebagai ajang silaturahmi rekan – rekan komunitas. Aktitas Sunmori tersebut diikuti lebih dari 450 bikers Suzuki, dari 45 komunitas  Suzuki. Rombongan peserta yang mengikuti Sunmori tersebut tidak hanya datang dari wilayah Banten saja namun dari Jabodetabek hingga Lampung dan wilayah lainnya.

Pengarahan Safety riding menjadi sarapan pembuka yang bermanfaat bagi seluruh peserta. Ditandai dengan pengibaran bendera oleh Kaslantas Polres Kota Serang AKP Ali Nurahman dan Banggas F. Pardede sebagai perwakilan dari PT SIS. Rombongan peserta resmi dilepas untuk melakukan perjalanan dengan suasana baru, yaitu sisir pantai barat pulau Jawa. Rute Serang – Cilegon – Pantai Anyer- Pantai Carita memberikan keasyikan tersendiri berkat udara segar garis pantai serta pemandangan laut lepas yang indah dan memanjakan mata.

Perjalanan ditempuh sejauh kurang lebih 60 km sekitar 2 jam perjalanan, sampai di titik akhir Dealer Suzuki Mahkota Labuan. Sesampainya disana rombongan bikers Suzuki disambut dengan acara hiburan pertunjukan khas tradisional yaitu debus, kontes modifikasi dan games berhadiah. Dalam acara tersebut juga Management PT SIS meresmikan kelahiran kembali Suzuki Motorcycle Club Banten (SMC) suatu wadah komunitas bikers Suzuki di wilayah Banten yang disegarkan kembali. Peresmian ditandai dengan prosesi potong tumpeng yang dilakukan oleh perwakilan SMC Banten didampingi oleh Daniel selaku Community Engagement Market Relation 2W PT SIS.

Dalam kesempatan peresmian SMC Banten tersebut, Abah Daffa sebagai perwakilan komunitas GSX Banten merasa bangga bisa menjadi bagian dari acara ini dimana seluruh pengguna motor Suzuki kumpul bersilahturahmi serta riding bareng. Dan berharap agar acara tersebut menjadi agenda rutin bulanan ataupun tahunan di Banten dan acara berikutnya lebih meriah lagi.

Banggas F. Pardede selaku Section Head of Marketing 2W menuturkan, “Pada kesempatan minggu pagi ini, kami menghadirkan acara yang berbeda dari biasanya. Jika biasanya kami mengadakan acara di malam hari (Saturday Night Riding) maka kali ini kami mengadakan acara di pagi hari atau Sunmori (Sunday Morning Ride). Kami sangat senang dan mengapresiasi antusiasme bikers Suzuki yang hadir di luar perkiraan kami, tidak hanya dari wilayah Banten saja, namun dari kota – kota lainya. Kami mengucapkan terima kasih banyak atas peran serta kehadiran seluruh peserta, semoga silaturahmi kita akan terus terjalin dan semakin solid. Sampai berjumpa pada acara-acara kami selanjutnya.

based on Suzuki Indonesia Info

19 COMMENTS

    • Haha

      “Saya tahu bahwa saya kalah ketika berbicara dengan media, tetapi bersaing di atas trek adalah arena pertempuran sesungguhnya bagi saya,” sambung rider Repsol Honda.

      “Saya tidak perlu berseteru [dengan orang lain] untuk menjadi lebih termotivasi,” kata Rossi, dikutip BolaSport.com dari GPOne.

      Rossi berpendapat bahwa euforia yang dirasakan Marquez selepas balapan lebih dikarenakan keberhasilan mengalahkan Quartararo, si bocah ajaib di kelas MotoGP saat ini.

      “Saya pikir Marquez merasa lebih bahagia karena dia bisa mengalahkan Quatararo. Dia tahu Quartararo akan menjadi lawan kuat untuk musim berikutnya,” ujar Rossi.

      “Marquez lebih muda dan lebih cepat. Saya tidak memiki urusan apapun dengan hal itu,”

      Guest
  1. Suzuki…
    Andai kamu jadi ceo susuki gimana? Apa strategi mu mengangkat perusahanmu?
    Kalau aku sie…
    Ngempur skutik murah, sudah berat.
    Nyerang sport power full, berat jg.
    Trail? Udah pada main, basenya ga kuat.
    Sport clasik, kawak sudah. Pun riskan kalau H & Y jadi nyemplung.
    Bagaimana cara bertahan sekarang?
    Kalau aku sie mending jadi alternatifan sekalian.
    Dengan base sumber daya yg ada pastilah bisa bikin mocil kaya miniGP, miniMoto, GP0, mini trail, bikin mesin ky Dayton, bikin ATV. Jangan lupa harganya kompetitif dg kualitas Suzuki.
    Bukan pesimis, tapi tidak tega saja rasanya liat suzuki. Ayo Suzuki kamu bisa!

    Guest
      • Nahhh ini…
        Pabrikan ‘china’ aja bisa, pabrikan kecil kelas lenka, monstrac, heppy, lenka aja bisa (sempet) boming. dg kualitas ala “china” bisa penetrasi apa lagi kelas suzuki?
        Rasanya lebih memungkinkan peluangnya terbuka lebar..

        Guest
        • gak akan mungkin suzuki main di kelas ini ,produk china udah banjirin segment ini,apalagi dgn harga paling murah,suzuki main di kelas ini sama aja turun kasta

          Guest
    • ane jadi CEO, target pertama adalaha meningkatkan jumlah dealer dan beres di Indonesia, percuma produk bagus kalo masyarakat ga tau harus mau beli dmn,,, di kota ane cuma dealer Honda dan Kawasaki yg ada plus bengkel resminya,

      Guest
      • @ Izanagi :
        Setahu saya kebanyakan Deler bukan dari pabrikan langsung. Tapi orang yg beli untuk terdaftar sebagai diler. Iya walaupun seperti Astra ada diler itu tidak sama dg AHM, & dikota saya ya ada jg Asta, AUM, Sanjaya, KOMPO. jadi sebenernya bagusin produk yakinkan banyak potensial pembeli. Dari situ akan banyak orang yg bersedia jadi diler. Honda dulu cm ada 1,sekarang banyak. Dulu dimari ada diler suzuki. Tapi karna lesu sekarang jadi bengkel umum.
        Jadi saya rasa banyakin potensial jualan dulu baru otomatis akan ada banyak diler & bengkel resmi. IMHO

        Guest
    • Gampang. Blue Ocean masih banyak.
      Bikin lagi bebek 125cc kopling manual.
      Bikin tiruan Honda Win tp pake mesin Shogun.
      Bikin tiruan Ninja Z250SL dengan desain yang lebih normal dan bertipe sport touring.
      Hentikan produksi GSX-R dan Satria, ganti sama sport 150cc model FXR a.k.a half-fairing.
      Bikin lagi spare part yang sering dikanibal ke motor lain. Dijual hanya di dealer resmi. Harga jelas mahal tapi dipastikan kualitasnya dobel drpd sebelah.
      Harga selisih 4-5 juta dari pesaing, No Kredit / Cash Only.

      Guest
      • @FBS SEJATI
        yakin?
        Bebek kopling manual 125cc terakhir shogun SP jg kurang wow..
        Lagian di H kan ada 150cc, Y ada 135. Oarang Indo lho punya mending ini, tambah dikit dapet lebih bla bla bla..
        Lagian bebek, Manual jg kurang fungsionalitas.
        Bahkan kalau diurut kebelakang SupraV, supraXX saja kurang nampol penjualannya.
        Win100? Saya tidak yakin modalnya masih in dijaman serba gambot.
        Sport 250 pantut dipertimbangkan.
        Model FXR anak 80-90an pasti ingin nostalgia.
        Untuk sparepart lebih mahal dari ori adalah hampir mustahil.
        Orang maunya ya kalau tidak ori ya yg bagus & murah.
        Tapi buat pembanding adalah Oli MPX2 itu diproduksi Idemitsu sama Federal. Nah jika dibanding dg Federal matix itu punya kekentalan & sepsifikasi yg sana. Dijual harga lebih murah. Orang lebih banyak pilih MPX.
        Aki Honda, ada yg Vendor GS, YUASA, bakan NS kalau ga salah. Tapi nyatanya gampang jual mahal punya honda. Kecuali part Variasi / performa rasa rasanya susah jual lebih mahal.
        CMIIW

        Guest
        • Itu yg ane jabarkan untuk membangun ulang reputasi Suzuki di bagian yg sdh rusak misalnya ketersediaan spare part selalu langka. Image spare part Sijuki itu bagus loh. Terkenal paling awet dan bandel. Cuma susah ready-stock.
          Blue Ocean, apapun yg gk ada di pasaran ya sebut aja Blue Ocean. Meskipun harus mereborn produk lama.
          Merebut lagi image motor kencang full manual.
          SupraXX bukan bebek kencang, jadi image nya hancur kalau dikasih kopling manual. Shogun kan bebek kencang. Pelumas gak usah bikin merk sendiri. Kerjasama marketing aja sama Fastron.
          Bikin campaign kalau matic itu repot ngurusinnya. CVT harus rutin ngeceknya. Dah, gitu aja.

          Guest
  2. Haha

    Home

    MotoGP
    Rossi Sindir Balik Marquez soal Kemenangan di MotoGP San Marino
    By Ardhianto Wahyu Indraputra, Selasa, 17 September 2019 | 17:00 WIB

    Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi saat menguji motornya di Sirkuit Misano, San Marino, Sabtu (14/9/2019) (twitter.com/YamahaMotoGP)
    “Saya tahu bahwa saya kalah ketika berbicara dengan media, tetapi bersaing di atas trek adalah arena pertempuran sesungguhnya bagi saya,” sambung rider Repsol Honda.

    Baca Juga: Dovizioso Angkat Bendera Putih dalam Perebutan Juara MotoGP 2019?

    Marc Marquez pada akhirnya finis pertama setelah memenangi duel lap terakhir menghadapi pembalap muda tim satelit Yamaha, Fabio Quartararo (Petronas SRT).

    Kakak dari pembalap Moto2, Alex Marquez, tersebut juga menjadi satu-satunya pembalap non-Yamaha yang mengisi posisi finis lima besar.

    Sementara Valentino Rossi harus puas mengakhiri balapan di urutan keempat setelah tidak dapat mendekati tiga pembalap di grup terdepan.

    Adapun ketika diminta pendapatnya mengenai komentar Marquez, pemenang sembilan gelar juara dunia tersebut hanya menjawab singkat.

    Baca Juga: Pelatih Sebut Lalu Muhammad Zohri Siap Tampil di Kejuaraan Dunia Atletik 2019

    “Saya tidak perlu berseteru [dengan orang lain] untuk menjadi lebih termotivasi,” kata Rossi
    Rossi berpendapat bahwa euforia yang dirasakan Marquez selepas balapan lebih dikarenakan keberhasilan mengalahkan Quartararo, si bocah ajaib di kelas MotoGP saat ini.
    “Saya pikir Marquez merasa lebih bahagia karena dia bisa mengalahkan Quatararo. Dia tahu Quartararo akan menjadi lawan kuat untuk musim berikutnya,” ujar Rossi.
    “Marquez lebih muda dan lebih cepat. Saya tidak memiki urusan apapun dengan hal itu,”

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.