TMCBLOG.com – Gelaran WSSP300 di Magny Cours tahun 2019 ini Boleh dibilang agak Unik terutama di sesi Superpolenya. Seperti Kita ketahui Kelas WSSP300 ini starternya Buanyak banget sehingga harus dibagi menjadi dua Grup. Nah antara Grup A dan Grup B itu dipisah waktu Sesi Kualifikasinya. Keadaan menjadi Kompleks ketika terdapat perbedaan cuaca yang sangat mencolok antara momen kualifikasi Grup A (lebih basah) dan Grup B (lebih kering ) sehingga boleh dibilang hasil Laptime Grup B lebih cepat dibandingkan dengan Hasil laptime Grup A.

Di Grup A hadir nama nama pembalap tercepat Ana Carrasco ( 2’06.866) sebagai yang tercepat disusul 0,782 detik dibelakangnya yakni pembalap Indonesia galang hendra Pratama dan Rovelli. Sementara Di grub B hadir nama Pembalap tercepat Scoot Deroue 2’01.155 disusul Verdoia dan Buis. Dengan perbedaan yang sangat signifikan soal Cuaca ini membuat Posisi 1 sampai 22 di Kualifikasi Grub B Memiliki laptime yang lebih cepat dari Ana Carrasco di grup A. Gak Mungkin Ana Carrasco ditaroh di Posisi 23 kan ?

Sehingga dibuatlah keputusan bahwa starting Grid dibuat berselang antara yang terbaik di Grup B dengan yang terbaik di Grup A. Sehingga Confirm Scott Deroue akan start dari posisi etrdepan pada Race diikuti Ana Carrasco, Verdoia, Galang Hendra, Buis dan Rovelli. Pembalap Indonesia Galang Hendra start dari Row Kedua atau tepatnya Grid Ke 4 pada Race WSSP300 Magny Course 2019 esok sob . . udah mudahan bisa meberikan hasil terbaik bagi negara ya

Taufik of BuitenZorg

14 COMMENTS

    • Orang indonesia, balap motor taunya cuma motoGP dan WSBK hingga turunannya aja kayanya, jadi lebih prestise wss300 dibanding CEV moto3

      Guest
      • @novi cute sory bro, level cev jauh lebih kompetitiv diatas wss 300 bro, cev moto3 motor2nya bener2 prototype, jebolan cev sekarang penguasa motogp, moto2, moto3, kalo menurut gw cev moto3>redbull rookie cup>asian talent cup>wss 300
        Kalo yamaha indonesia bener2 konsern kenapa ga bikin tim moto2?? Honda aja punya tim moto2 meski masinnya trium! Jadi hendra dr wss ke moto2, supersport 600 mah ga ada pamornya

        Guest
        • Supersport 600 gak ada pamornya kok peserta sampai 30, apalagi WSBK dong yang peserta gak sampai 20? Di Eropa orang lebih suka naik, liat dan ngetrek pakai 600 ketimbang prototype 250. Padahal harga 11-12, malah mahalan 600 perawatannya kalo udah dibikin spek sirkuit. Dimari (elu) doang yang nganggap 600 gak ada pamornya, ya karena elu cuma taunya MotoGP dan mungkin gak pernah liat sendiri 600 apalagi ngerasain naik.

          Guest
  1. Wak haji, jangan terlalu nasionalis di event olahraga internasional, apa lagi ini murni balap ‘swasta’,, kalo event nya olimpiade yg mmbawa nama negara bolehlah,,
    Kalo event kyk gini nama negara lebih tepat dijadikan bonus kebanggaan saja,
    “Saya orang indonesia bisa kok!”
    biar kita g selalu bertumpu pada pemerintah, ato dg kata lain ‘swasta bisa berkembang pesat, anak2 bangsa bisa termanfaatkan dg baik, bonusnya negara inipun terpandang’

    CMIIW

    Guest
  2. Ahli kwalifikasi, yang selalu gagal saat race.
    Kelihatan mental nya yg kurang diasah.

    Kejadian sentul yg membuat kurang respect thdp si galag ini.

    Kontrol emosinya dilintasan sudah bisa dibilang kurang baik, ketika berhadaoan dengan lawan.

    Tapi kalau saat kualifikasi pasti selalu baik dan saat race melempem, akibat kontrol mindset omosi brantakan.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.