TMCBLOG.com – Bro sekalian, Suryanation Motorland Battle 2019 seri ke 4 di kota Denpasar pekan kemarin menjadi salah satu acara yang paling kami tunggu-tunggu karena Winston Yeh, sang punggawa Rough Craft Custom asal negara Taiwan menyambangi Indonesia untuk menjadi juri di SML Bali. Namun sayangnya, sebagai fans, saya [Nugi] tidak berkesempatan mewawancarai Winston secara langsung di Bali. Akan tetapi dengan bantuan dari team Suryanation, akhirnya beberapa pertanyaan yang TMCBlog siapkan berhasil disampaikan dan dijawab oleh Winston untuk membuka pandangan kita terhadap dunia motor custom maupun modifikasi.

Disela-sela padatnya jadwal Winston di Bali dan event Suryanation Motorland kemarin, ia sempat menjelaskan cukup banyak terhadap pertanyaan kami.

TMCBlog: Menurutmu bagaimana perbandingan custom scene di Taiwan dan di Indonesia?

“Builder di Indonesia lebih bebas dalam mengekspresikan karya mereka pada motor, passion mereka seperti menjadikan motor sebagai makhluk hidup. Masyarakat Indonesia sangat menghidupkan kultur bermotor, berbeda dengan Taiwan ketika di negaraku hal hal seperti ini terasa seperti ‘ilegal’ jadi beberapa orang ingin memodifikasi motor mereka namun kebanyakan juga tidak. Ini pendapatku, namun bisa juga saya salah karena baru berada di Indonesia 2 hari ini. Jadi custom scene di Indonesia lebih baik dan juga lebih diterima oleh berbagai kalangan masyarakat, ketimbang di Taiwan, mungkin juga karena keterbatasan dalam memodifikasi motor dan kendaraan di Taiwan. Indonesia lebih seperti menerima budaya modifikasi sepeda motor dan regulasi jalan raya di sini lebih terbuka kepada dunia custom/modifikasi.”

TMCBlog: Di Taiwan kultur bermotor didominasi oleh scooter, mirip dengan situasi di Indonesia, apakah ada rencana atau pernah menggarap scooter?

“Soal memodifikasi scooter, tidak ada pikiran untuk membangun scooter custom, hanya fokus ke motor besar. Menurutku ini semua soal value dari motor itu sendiri. Karena…. Baiklah Saya ambil contoh, berapakah harga Harley Davidson di sini? Dan berapa harga scooter? Paham kan?! Masalahnya adalah, pertimbangan utama orang-orang menghabiskan uang mereka dalam membangun motor juga bergantung kepada value motornya itu sendiri. Jadi kamu gak mau menghabiskan terlalu banyak uang untuk membangun motor yang murah. Lain halnya jika kita menghabiskan pada motor yang memang harganya ‘mahal’ sehingga punya value yang lebih, membuat kita akan lebih ingin mengeluarkan uang lebih untuk membangunnya. Biaya membangun sebuah motor custom itu tidak murah. Dengan konsep dan juga design yang biasa saya kerjakan, butuh banyak budget dan itu hanya untuk membangun sebuah motor. Jadi jika kamu bertanya kepadaku apakah ingin mengerjakan sebuah scooter custom, untuk saat ini saya tidak punya rencana atau pikiran untuk ke arah situ.”

Ducati X Diavel Rough Craft

Lalu ketika TMCBlog tanya mengenai modifikasi motor dan mobil yang saat ini sedang digelutinya, bagi Winston memodifikasi motor lebih bisa mengekspresikan diri dan juga menghasilkan sebuah karya yang beda dari yang lain. Berbeda halnya dengan modifikasi mobil yang hasil modifikasi satu dengan lainnya akan terlihat mirip mirip. Kita ambil contoh beberapa mobil modifikasi karya Kei Miura dari Rocket Bunny atau karya Akira Nakai dari Rauh Welt Begriff, mereka memiliki banyak karya namun sangat  mirip satu sama lain. “Itu menurutku, jadi modifikasi sepeda motor bisa menghasilkan karya yang lebih personal.”

MV Agusta Ballistic Trident

Terakhir nasehat dari Winston untuk para builder motor dan para modifikator motor Indonesia; “Saya selalu mencoba mencari titik imbang saat membangun motor antara apa yang orang-orang suka dan saya suka. Lebih banyak kalian mengerjakan motor makin kalian menemukan jati diri dari style kalian, dan orang-orang akan semakin mengenali karya kalian. Ini penting karena saat karyamu telah dikenali, lalu ketika ada satu motor hasil orang lain yang mirip maka seringnya orang-orang akan berpikiran ‘Oh, motor ini meniru karya dia’. Jika setiap orang telah memiliki style mereka masing-masing dalam membangun motor maka tidak akan ada kompetisi yang jelek. Apabila orang suka dengan style kamu, mereka akan bikin motor di bengkelmu, begitu juga jika suka style lain maka mereka akan pergi ke bengkel lain. Saya selalu belajar setiap hari di komputerku dan terus mengerjakan karya-karya di bengkelku, saya selalu belajar dan melihat segalanya dalam sudut pandang yang objektif dan berusaha untuk diterima pada custom scene seluruh dunia.”

Demikian petikan wawancara digital TMCBlog dengan Winston Yeh dari Rough Craft Custom yang dibantu oleh team Suryanation Motorland 2019, semoga bermanfaat buat teman-teman semua pecinta modifikasi.

Nugi TMCBlog

19 COMMENTS

  1. Ballistic trident nya kueren

    __
    Kok gue malu sendiri sama yg ngaku2 “hobby kami mahal” padahal cuma beli part KW sama ganti ban cungkring gampang pecah ??,kalo diliat om Winston mungkin cuma di senyumin sinis ?

    Guest
  2. keren MV nya…
    buat kaum ‘hobi kami mahal’ kasian banget masi aja kuper padahal internet sudah digenggaman kalian (pada punya smartphone + kuota kan?)

    Guest
  3. motor mahal modif hedon gapapa wajar kalo punya duitnya, sekalian menampar yg modif matik cabe2an dan matik moge modif strobo+box+sirine

    Guest
  4. harga harlee dapidson dimari berape..?? harga skuter dimari berape..??? pahamkan…??? kaum rorombeheun paham???

    Guest
  5. mr winston anda harus tau juga bahwa sesungguhnya modified bike di indonesia ‘ilegal’ saat ada razia
    dimana di indonesia banyak grey area mengenai peraturan modified bike ketika benar2 daily use bukan cuma buat kontes atau sekedar pajangan di garasi

    Guest
  6. Om Bingky :
    “Pembuat motor dari nol (modal mesin) sampai jadi itu namanya builder. Orang yg merubah bentuk itu namanya modifikator. Kalo yg bikin tanki, fender, dll itu namanya tukang. Kalo yg suka bener2in motor itu namanya montir”.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.