TMCBLOG.com – Terlihat sekali, Marc Marquez sepanjang Race tidak lagi berfikir dan berhitung mengenai seperti apa permutasi untuk menyegel Juara dunia MotoGP Ke-6 nya di Thailand. Sepertinya sepanjang 25 lap Ia tidak pernah berfikir di mana Posisi Andrea Dovizioso sebagai Satu satunya pembalap yang bisa men-delay Gelar Juara dunianya. Tujuan Marc cuma satu, Juara di Thailand. Sepertinya yang dipikirkan Marc Cuma satu dari sekian banyak permutasi. Juara pertama di Thailand maka Juara dunia GP Ke-8 akan mengikuti. Terlihat Marc Fokus ke Pembalap Muda yang diperkirakan akan menjadi salah satu lawan terberatnya di Musim 2020 nanti, Fabio Quartararo.

Sebenarnya Marc Sempat mencoba Overtake F1/4 di pertengahan Race tepatnya di T3, Namun Fabio bisa Fight Back. Setelah itu mungkin tombol Thought experiment di dalam Otak Marc ala Pecobaan Erwin Schrodinger ( Schrodinger cat ) ditekan Oleh Marc Marquez. Ia mendekat ke Fabio beberapa Kali, nyundul nyundul, Namun belum Mau melakukan Overtake. Marc Sengaja, Intelegensianya jalan. Marc sedang mengamati gaya Balap Fabio dari dekat sampai akhirnnya dia tahu dengan jelas dan presisi bagaimana cara dan di mana ter-aman Overtakenya sampai menyusun story line bagaimana caranya menyusun Counter strategy jika Fabio Melancarkan Late Braking plus Block Pass di T12 pada akhir Lap. Dan Marc Pun tahu bahwa Gaya Riding Fabio Quartararo Mirip dengan Gaya riding Jorge Lorenzo di masa masa puncak Jorge di Yamaha kala itu. Marc Sudah segel Juara dunia MotoGP 2019, Akan juga menarik melihat data data dan analisa Pasca Race ini, sebelum itu kita akan bahas dulu data data dan fakta hasil race MotoGP Thailand 2019.

Jika di tahun 2018 yang lalu Ducati bisa didekati Oleh Honda, dan Yamaha Sedikit dibelakang membayangi. Namun di Buriram 2019 peningkatan Ducati Tidak setinggi peningkatan Honda RC213V dan Yamaha YZR-M1. Yap dovizioso berhasil memaksimalkan Penggunaan Holeshot Devices untuk meluncur layaknya peluru roket saat Start dilakukan, namun race Pace Dovi Pada umumnya lebih inferior dibandingkan Trio Marc, Fabio dan Vinales.

Pada dasarnya Bukan Hanya Marc Yang mengunci gelar Juara Dunia MotoGP 2019 di Thailand. Secara umum Juga membuat Andrea Dovizioso Tambah Kuat Jaraknya dari Kejaran Rins dalam upaya mengunci gelar Runner Up MotoGP 2019. Pada dasarnya Baik Rins, Vinales, petrucci, Rossi dan fabio masih ada kesempatan Overtake posisi Dovi secara point mereka berjarak masih di bawah 100 dari point Dovi.

Honda Makin Kuat memimpin Dari Ducati di championship Pabrikan dari 69 point sekarang ke 77 point. namun gelar Juara Pabrikan belum bisa dikunci di Thailand. Di Motegi nanti Hodna bisa kunci gelar Juara Pabrikan Jika Honda bisa berjarak 75 point dari Ducati dan atau pabrikan manapun yang nanti di posisi ke dua.Yamaha sendiri mengancam Possi Ducati di Klasemen pabrikan dengan Jarak hanya 6 point.

Di Klasemen team pada GP Thailand 2019 dengan Dua pembalap, Ducati Hanya peroleh Nilai 20 point, sementara Repsol Honda sendirian ( cuma Marc yang torehkan Point) dapet 25 point. Ini memperpendek Jarak Championship di antara kedua team dari awalnya 24 point jadi 19 Point . . . wah kayaknya Honda incar gelar Juara team Juga nih  . .

Di race MotoGP Buriram 2019 kemarin Marc Torehkan Laptie record saat Race. Jika sobat ketahui laptime ini dibuat saling bersahut sahutan antara Marc dan Fabio saat race.

Dengan hasil finish P2 di Thailand, Fabio Quartararo menjaduh dari kejaran Joan Mir yang awalnya 74 point pasca aragon jadi 85 point pasca Thailand.

Sementara itu fabio Quartararo Memimpin Klasemen Pembalap Satelit terbaik dengan Jarak 24 point dari jack Miller. Smeentara itu Kuatnya duo Fabio dan Morbidelli membuat Petronas Yamaha SRT kian Kukuh berada di Puncak Klasemen Team Satelit dengan jarak 57 Point dari LCR Honda.

Race itu bukan hanya soal Top Speed, jadi harus keseluruhan. Ducati emmang digjaya di Top Speed. Dua Pembalap Ducati Milelr dan Dovi bertengger di posisi Paling tas soal Top Speed dan Top Speed rata rata. Namun Malah Marquez, Fabio dan Maverick yang podium. masih klasikkah permasalahan Under steer Ducati

taufik of BuitenZorg

 

 

121 COMMENTS

    • Pnasaran d akhir musim posisi Dovi/Rins/Petrucci… Andai jikalau seumpama Tim Dewa P5 & P6 y ‘aduhai’ ?

      Guest
    • Bukan masih klasikah permasalahan dukati. Tp Ada apa selepas paduka pergi ?. Dovi seakan ga Ada yg mepecut LG. Team mate nya tunduk bahkan ga Ada gaung nya di putaran 2. Kurang semangat fight nya. Cmiiw

      Guest
    • Jadi gini, boleh gak waktu tempat dan mikroponnya saya ambil buat dijual, valeban lagi ngungsi ke zamban. Wekekek

      Guest
  1. Gada y motobiji Bakalan gak seru karena ngunda tidak akan ada lawan sebanding..cuman y yg bisa buat ngunda dan fb nya cekot2.
    Kesampingkan marzuki biarkan marzuki berbenah menata jalanya menuju gol pabrikan sultan dulu.

    Guest
      • Rabun garpu, ngakaakk ?

        Gw yakin klo suzuki udh bisa konsisten di depan ntar yg jadi bahan olokan nih nginio pindah ke KTM, secara jagoannya gk bisa selevel sma hondut ato dacuti, ekekekekk

        Guest
    • Broo @carlos nunggu sampe kapan? Teh Ririns mateng? Liat noo da keburu muncul Qua20 superior ?? yawes moga aje teh Ririns tdk keduluan layu dijemuran wkwk

      Guest
      • Tergantung yamaha mau atau enggak regenerasi pembalapnya dg naikin taro ke factory yamaha, klo sampe ttp kolot dan taro dibajak factory lain dengan iming2 gaji gede, motor terupdate, lu mau jagoin siapa? Ucio? ?

        Guest
      • Tergantung yam4ha mau atau enggak regenerasi pembalapnya dg naikin taro ke factory yam4ha, klo sampe ttp kolot dan taro dibajak factory lain dengan iming2 gaji gede, motor terupdate, lu mau jagoin siapa? Ucio? ?

        Guest
      • Tergantung yam4ha mau atau enggak regenerasi pembalapnya dg naikin taro ke factory yam4ha, klo sampe ttp kolot dan taro dibajak factory lain dengan iming2 gaji gede, motor terupdate, lu mau jagoin siapa? Uc1o? ?

        Guest
  2. Jika taun” kmrn habis juara marq sering jatuh (kmngkinan mem-push habis”san utk riset motor), kemungkinan abis ini marq akan berusaha selalu di dekat/dibelakang fabio (dgn tujuan mempelajari gaya balap fabio).
    Krn mngkin saat inilah menurut marq dia ketemu lawan yg perlu diwaspadai (stidaknya sampai saat ini).

    Kata wak haji kan marq tipe yg usaha utk belajar sampai titik max (profesor) ?.

    Guest
    • Kesimpulan sy sendiri dari tulisan”/info wak taufik ?
      Marq suka mempelajari / mengamati / mencoba… bahkan dalam keadaan race sekalipun trial&error/true ?… Intinya usaha sampai max.
      wlupun dia setidaknya sampai saat ini “udah sampai puncak”, tetep mencoba sesuatu yg baru ?.

      Guest
  3. Akankah MM93 mencatat 4xx poin?? ?

    Btw, kemarin gw pikir VR46 yg bakal jadi korban pertama F1/4 dengan kembalinya 500rpm, ternyata melihat tabel MV12 juga bisa dilibas kayakx dan punya peluang P3 juga nih bocah…

    Guest
    • Iya bener bro. Secara point MV12 dengan FQ20 cmn beda 20 point sekarang, wah bisa ke salip tuh si Vinales di klasemen. Emng edian tuh bocah

      Guest
        • Vinales dapat mesin 7,fabio 5
          Vinales dapat usd carbon dan swing arm carbon Fabio baru dapat usd carbon di paruh kedua
          Fabio sunat 500rpm Vinales kagak
          Fabio rookie Vinales dah tahun ketiga,masih kurang apalagi ??

          Guest
        • Namanya itung poin, itu jumlahin total poin yg didapat. Cuma kaum denialis yang kebanyakan tetek bengek.

          Guest
      • Ga usah susah susah mikirnya :
        Dari sisi poin udah jelas ya, Fabio kalah dari Vinales. Mau dibantah dgn alasan apapun ya ga bisa.

        Disisi prestasi yg lain Fabio juga belum lebih baik dari Vinales. Angka ga bisa bohong bro.
        Petrucci aja masih lebih bagus dari Fabio… Hahaha

        Lu mau nyebut pole position termuda ? Back to back pole position ?

        Ga dihitung yg begituan… wakakakaka
        Yg penting itu kemenangan.
        Vinales udah menang, Fabio belom. Kalo lu itung podium n pole position sekalian aja sebutin Zarco lebih bagus daripada Vinales.

        Dari rider yg aktif, angka kemenangan dipegang Rossi terus Marc. Championship juga begitu. Yang lain itu cuma buih…

        Rina aja masih lebih bagus daripada Fabio.

        Guest
        • @Rian

          Justru itu yg dibahas bro, sekarang emang poin MV lebih bagus dari F1/4… Sy bahasx kondisi setelah rpm motor fabio disamakan seperti 3 rider yamaha lain, dengan selisih poin yg masih sangat mungkin dikejar di sisa 4 race. Maka tentunya menarik melihat perkembangan Fabio.

          Sory to say, dengan mentalitas sperti MV bukan tandingan MM93. Malah justru karna ga pernah jatuh sendiri artinya dia ga pernah memaksa dirinya untuk berkendara melewati “zona nyamannya”.

          Sy ga bicara rider aktif terbaik, kalau itu jelas Rossi, MM dan Lorenzo jawabnya secara gelar. Tp sy lebih melihat siapa yg mampu menantang gelar championsip mereka, MV udah berapa musim di motogp dan hasilnya apa? Meminjam bahasa lu… Cmn buihhh ?

          Fabio itu rookie bro, dan untuk sekelas rookie dgn kondisi hari ini itu luar biasa, dan punya potensi lebih baik dibanding rider yg belum punya gelar juara motogp.

          Lebih menarik melihat bocah 20 tahun sebagai rookie punya cara berkendara seperti fabio, yah.. Terakhir nanti kita lihat di seri valencia posisi klasemen antara MV, Petrucci, Rossi dan Fabio.

          Guest
  4. Luar biasa MM93… Bisa dikata dia cmn sendirian meladenin ducati di championship team, bisa2 triple crown dengan satu pembalap ??

    Eeeudan emang perpaduan rcv dan marq tahun ini.

    Guest
  5. Ini bukan perkara honda vs ducati, yamaha, suzuki dll. Tp Marquez melawan pabrikan? harus diakui sih, jorge lorenzo cm jadi penggembira, cal angin2 an, dan rider honda lain jg cm jadi penggembira disaat marquez ngacak2 barisan depan!!
    Sesulit itu kah rcv untuk dikendalikan ? Sampai2 hanya marquez seorang penyumbang poin paling besar untuk team dan pabrikannya

    Guest
    • ane yakin klo lorenzo bener2 fit bisa ekploitasi maksimal memelajari rcv, masih berharap lorenzo bs juara serie dg rcv, klo jurdun uda susah saingan sama marq

      Guest
    • Nyang bener Marquez vs DORNA.. mana ada Hero yang begini nekat.. ada loh Hero yang request sampe one make tyre race terus ngumpet di goa sebelum beraksi.. ?

      Guest
    • Ibarat Kate Marc adalah alucard yg dah nyampe level 15 dibanding temenya ditimnya yg baru nyampe level 10 eh ketemu tim lawan yg rata2 levelnya 12 ya kalo war 1 by 1 dibantai …kecuali keroyokan Marc bisa dikalahkan

      Guest
    • Bukan sekadar penyumbang point….melainkan penyumbang juara dunia…bukankah itu tujuan utama dan yg paling sangat teratas dan maksimal yg diimpikan oleh semua pembalap…
      Sebagai motor terhebat tahun ini, sulit dikendarai bisa jadi seperti itu krn yakin sy tak akan mampu memgendarainya…yg bisa mengendarai adalah jg orang2 hebat yg punya skil balap tingkat tinggi….

      Guest
  6. hanya ada 2 rider honda yg menyumbangkn poin konstruktor untuk honda ykni marc 14 x dan nakagami 1x(austin)…. luar biasa memang marc marquez ini, dia dgn sendirian meladeni seluruh rider ducati ymha suzuki d klasemen konstruktor dan dia masih bisa unggull…. jdi lawab marc bukan personal riderny tpi langsung pabrikannya,… dan poin marc juga lebih tinnggi dri poin TIM monster karat ymha… edannn bukan??
    dan apa yg d alami ymha saat ini atau selepas pindahny jorge lorenjo dri ymha persis kyak apa yg dialami honda sepeninggal rossi 2004-2010 dimna rider tim satelit sangar sering lebih baik dri rider tim pabrikanya sendiri,….

    Guest
    • Kalo poin konstruktor wajar krn cuma 1 finisher terbaik yang diambil
      Tapi liat poin tim sangat mengerikan
      Bagaimana marc meladeni duo ducati
      Gw gak habis pikir
      Kalo 4 seri tersisa kejadiannya seperti buriram
      Defisit 19 poin bukan gak mungkin kekejar
      Walaupun jolor minim komtribusi

      Guest
    • apanya yg mau d bantu? ibarat kata lo atlit lari , lagi pincang d suruh balap lari. trus d bantu apanya “doa” ?? . kalo bodo tuh jgn d liatin lah. maluu… ato lo gak punya kemaluan y..

      Guest
  7. Kali ini akoh percaya klw ada ungkapan usaha tak akan menghiani hasil, awal” pertama marq jungkir balik untuk mengerti akan karakter maunya si rcv, dan setelah tahu kelebihannya doi bisa mengexplore lebih dan sekarang tinggal menikmatinya, sekali lagi congrats marq si prof 93nius anda memang layak mendapat gelar itu…..!!!! Ngomong” Pada kemana nich para beye kok sepi, masih ga berani mau leluar zamban kah???? Atau mungkin takjub ngebayangin marq overtake in the last corner, sambil ngemut jari jempol…..!!!!! Wkwkwkkkk.

    Guest
  8. Kali ini akoh percaya klw ada ungkapan usaha tak akan menghiani hasil, awal” pertama marq jungkir balik untuk mengerti akan karakter maunya si rcv, dan setelah tahu kelebihannya doi bisa mengexplore lebih dan sekarang tinggal menikmatinya, sekali lagi congrats marq si prof 93nius anda memang layak mendapat gelar itu…..!!!! Ngomong” Pada kemana nich para beye kok sepi, masih ga berani mau leluar zamban kah???? Atau mungkin takjub ngebayangin marq overtake in the last corner, sambil ngemut jari jempol…..!!!!! Wkwkwkkkk.

    Guest
  9. Pembalap type Lorenzo (sewaktu puncak kejayaannya di Yamaha) itu cepat secara keseluruhan bagian sirkuit jika trafiknya bersih, tp lemah jika hrs berjibaku dgn banyak pembalap. Maka doi acap kali mampu ngacir jauh jika sdh didepan, tp keteteran jika hrs dog fight yg menuntut gerakan “patah”. Jika mmg benar spt kata mas Taufik dimana gaya Quartararo mirip Lorenzo, sptnya Marc Marquez adalah ganjalan tak tertembusnya untuk bisa mengikuti jejak Lorenzo.

    Guest
  10. Kasian miler..
    Kadang gitu kemampuan punya, semangat ada, kerja keras mau. Hoki ga berpihak.
    Dari FP udah cukup bagus, Qualifikasi jg lumayan. Saya sempat perkirakan dia bakal jadi kuda hitam.
    Ehhh malah motornya mati, start dari pit lagi.
    Tapi lumayan jg bisa merangsak naik.
    Ikut kaum andai kalau dia start normal bisa masuk ke pack 2 kayanya. Bisa didepan dovi mungkin.

    Yg jelas dari balapan ini ~kita~ saya tahu.
    Hasil race sebelumnya tidak jadi acuan race berikutnya. Kecuali marc.
    Walaupun sirkuit dg perpaduan karakter yg sama dimana ada track lurus di padu tikungan berbalas dibagian lain nyatanya yg kemarin Dovi bisa memanjat sekarang engga. Yg kemarin bagus dia sekarang bagus miller (hanya miler ga beruntung start dari pit)
    Yg kemarin (jg tahun lalu) ducita lebih baik dari yamaha ternyata sekarang ga berlaku.
    Yg kemarin MV lebih dari Fabio sekarang jg tidak berlaku.
    Makin menarik makin asik..
    Mungkin susah prediksi, beri applause buat wak haji prediksinya tepat.

    Guest
      • Sip, prediksi dari FP4.
        mengenai beda hasil dari race sebelumnya apa ini termasuk tidak konsisten? Atau memang pembalap anget angetan? Kecuali marc tentunya.

        Guest
        • Pak Bangun October 2, 2019 at 19:05
          race besok ahad, perhatikan dengan seksama di fp1 dan fp4. mari lihat siapa juara di fp2. hehe..
          ============================
          sudah saya minta perhatikan dari jauh hari sebelum race ahad dimulai. hehe..

          Guest
    • Dan melihat hasil ini bisa ditarik kesimpulan
      Semua paket dimotoGP ditahun ini + tahun depan (jika hanya perkembangan kecil dari tahun ini) tidak akan cukup membendung Marc vs Honda.
      “ahhh yg hebat marc, bukan honda”
      Entah jg, entah jg (maaf) JL, CC, NK aja yg kurang hebat.
      Karna sehebat apapun pembalap jika motor tidak mendukung ya hasilnya kurang.
      Bukan hanya motor, tim jg menjadi 1 kesatuan.
      Ducati?
      Holeshot sudah benar, winglet? Mungkin heboh tapi sudah cukup tinggal membenahi sektor tikungan. & maaf maaf kata ini. Tanpa bermaksud merendahkan kayanya bermodalkan pembalap yg sekarang tidak cukup. Walaupun berniat kroyokan dg bermodalkan semua pembalap motor terupdate belum cukup. Terlebih sepertinya terlalu mengandalkan Dovi, ok dovi bagus. Tapi sudah sejak jaman ianone, hanya digadang gadang. Petruk? Apalagi sebagai pembalap sayap?
      Ducati harus berani mencoba pembalap baru. Ambil dari moto2. & entah apapun hasilnya jangan langsung jadikan pembalap pertama / ke2. Perlakukan sama. Misal di akhir kejuaran ada yg lebih berpeluang baru sah sah saja.
      Yamaha?
      Ok kemajuan lebih baik. Motor nyaman dikendarai bagus. Pembalap? Bertumpu pada VR sepertinya terlalu rapuh bertumpu pada kayu yg lapuk.
      Suka tidak suka harus berani mengambil langkah baru. Bagus sebenarnya ngambil Fabio (y) untuk mordi jika itu masih rekomendasi seseorang harus dipikir ulang. Jika nanti tahun ke2 hasilnya tak cukup beda lebih baik gambling dg pembalap baru..
      Yg jelas sekalaupun masalah spin sudah teratasi harus kasih power lebih agar lebih bisa mengejar.
      Suzuki :
      Alex rin & inline mungkin kombinasi yg cocok.
      Tapi sepertinya walaupun dg melibas tikungan secepat apapun tidak cukup menjauh kalau ditrek lurus kurang. Harus ditingkatkan..
      Suzuki bagus dalam hal pembalap, berani mengambil orang baru potensial.
      Kalau bisa pake satelit cari bibit baru lagi.
      KTM
      Kurangi nyinyir. Riset terus, Modif terus, cari pembalap baru yg lebih memumpuni. Baiknya sie jangan terlalu RCV centris. Ok anda benar memilih motor terbaik untuk ditiru. Tapi jangan lupa, tiruan susah lebih baik..mentok mentok mirip.
      Aprilia
      Riset terus & lebih total terjun ke GP, terlihat masih setengah setengah.
      Honda
      Terlepas digdaya dg marc memang hasilmu kurang memuaskan.
      Perlu ubahan besar besaran? Oooo tidak. Menurut ganti pembalap besar besaran.
      JL sedang adaptasi, ok. tunggu musim depan, siapkan pengganti.
      CC cocok untuk riset, ok, tapi ada tidak pembap cocok untuk riset + mantap untuk race?
      Kalau dipikir toh sekarang marc jg sudah nyobain calon motor baru, pun ada tim ujicoba. Selain itu saat musim bergerak tak jarang marc jg coba duluan. Kayanya dg base sekarang masih aman. Bisa buat cari pembalap lain yg cocok & cepat.
      Nakagami untuk jepang, Ok. Ehh ada engga stock Jepang lainnya?

      Itulah kesotoyan saya.
      Bukan karna ngrasa lebih pintar, pengin berpendapat saja. Mungkin tim punya itung itungan lebih menguntungkan. Tapi kita lihat ada tim yg seperti terjebak kepada zona nyaman & tidak berkembang berkembang.
      CMIIW

      Guest
    • Dan melihat hasil ini bisa ditarik kesimpulan
      Semua paket dimotoGP ditahun ini + tahun depan (jika hanya perkembangan kecil dari tahun ini) tidak akan cukup membendung Marc vs Honda.
      “ahhh yg hebat marc, bukan honda”
      Entah jg, entah jg (maaf) JL, CC, NK aja yg kurang hebat.
      Karna sehebat apapun pembalap jika motor tidak mendukung ya hasilnya kurang.
      Bukan hanya motor, tim jg menjadi 1 kesatuan.
      Ducati?
      Holeshot sudah benar, winglet? Mungkin heboh tapi sudah cukup tinggal membenahi sektor tikungan. & maaf maaf kata ini. Tanpa bermaksud merendahkan kayanya bermodalkan pembalap yg sekarang tidak cukup. Walaupun berniat kroyokan dg bermodalkan semua pembalap motor terupdate belum cukup. Terlebih sepertinya terlalu mengandalkan Dovi, ok dovi bagus. Tapi sudah sejak jaman ianone, hanya digadang gadang. Petruk? Apalagi sebagai pembalap sayap?
      Ducati harus berani mencoba pembalap baru. Ambil dari moto2. & entah apapun hasilnya jangan langsung jadikan pembalap pertama / ke2. Perlakukan sama. Misal di akhir kejuaran ada yg lebih berpeluang baru sah sah saja.
      Yamaha?
      Ok kemajuan lebih baik. Motor nyaman dikendarai bagus. Pembalap? Bertumpu pada VR sepertinya terlalu rapuh bertumpu pada kayu yg lapuk.
      Suka tidak suka harus berani mengambil langkah baru. Bagus sebenarnya ngambil Fabio (y) untuk mordi jika itu masih rekomendasi seseorang harus dipikir ulang. Jika nanti tahun ke2 hasilnya tak cukup beda lebih baik gambling dg pembalap baru..
      Yg jelas sekalaupun masalah spin sudah teratasi harus kasih power lebih agar lebih bisa mengejar.
      Suzuki :
      Alex rin & inline mungkin kombinasi yg cocok.
      Tapi sepertinya walaupun dg melibas tikungan secepat apapun tidak cukup menjauh kalau ditrek lurus kurang. Harus ditingkatkan..
      Suzuki bagus dalam hal pembalap, berani mengambil orang baru potensial.
      Kalau bisa pake satelit cari bibit baru lagi.
      KTM
      Kurangi nyinyir. Riset terus, Modif terus, cari pembalap baru yg lebih memumpuni. Baiknya sie jangan terlalu RCV centris. Ok anda benar memilih motor terbaik untuk ditiru. Tapi jangan lupa, tiruan susah lebih baik..mentok mentok mirip.
      Aprilia
      Riset terus & lebih total terjun ke GP, terlihat masih setengah setengah.
      Honda
      Terlepas digdaya dg marc memang hasilmu kurang memuaskan.
      Perlu ubahan besar besaran? Oooo tidak. Menurut ganti pembalap besar besaran.
      JL sedang adaptasi, ok. tunggu musim depan, siapkan pengganti.
      CC cocok untuk riset, ok, tapi ada tidak pembap cocok untuk riset + mantap untuk race?
      Kalau dipikir toh sekarang marc jg sudah nyobain calon motor baru, pun ada tim ujicoba. Selain itu saat musim bergerak tak jarang marc jg coba duluan. Kayanya dg base sekarang masih aman. Bisa buat cari pembalap lain yg cocok & cepat.
      Nakagami untuk jepang, Ok. Ehh ada engga stock Jepang lainnya?

      Itulah kesotoyan saya.
      Bukan karna ngrasa lebih pintar, pengin berpendapat saja. Mungkin tim punya itung itungan lebih menguntungkan. Tapi kita lihat ada tim yg seperti terjebak kepada zona nyaman & tidak berkembang berkembang.
      CMIIW

      Guest
      • “Karna sehebat apapun pembalap jika motor tidak mendukung ya hasilnya kurang.
        Bukan hanya motor, tim jg menjadi 1 kesatuan.”
        ——————————————–
        Dalam post race conference pun Marc bilang kl dia beruntung, krn saat ini kompetisi bukan sekedar peran pembalap, tapi ada unsur motor dan tim yg kondusif (wlpun dr dulu konsepnya memang seperti itu). Diakui atau tidak, para title contender Marc g akan bisa memberikan tekanan kl motor dan kondisi tim mereka tidak lebih baik dr yg sudah diterima Marc. F1/4, memiliki tim yg bagus, tp motornya masih bermasalah. Dovi, punya motor yg bagus, tp hubungannya dg Gigi bermasalah. Suzuki dikelola dg baik oleh Brivio, Rins yg bermasalah.

        Kemudian, apakah Marc-RC213V-Repsol Honda, kombinasi sempurna? GAK!!!!, tp triumvirate tersebut bisa melengkapi satu sama lain. Takeo pun mengakui kl RC213V saat ini bukan motor terbaik, krn filosofi dasar design RC213V MY2019 adalah mengejar ketertinggalan dr GP18 dlm hal speed dan akselerasi. “We’re Honda, it would be embarrassing if we lose in term of speed and acceleration, especially in the mid if straight. Without speed, our rider would be working hard. About the rideabilty, we already had the best rider in the world.” dan perjudian Takeo pun berbuah manis. Apakah Yamaha berani melakukan hal yg sama dan bertaruh pada Ace bernama Quartararo, alih” menunggu kartu Jokernya bisa berguna………

        Guest
        • Setuju banget…
          Yang jalas lawan harus berani melakukan perubahan frontal.
          Baik motor maupun pembalap,
          Kalau tidak mereka hanya bisa menunggu Honda melakukan kesalahan pemilihan mesin & atau ditinggal pembalap andalan.

          Guest
      • Aji gile,panjang amirr udah mau ngalahin artikelnya panjang komentnya,double post lagi.
        Tapi menarik sih,terutama Honda harus kasih kesempatan buat jolor minimal sampai paruh musim,klo sampai paruh musim gak ada kemajuan baiknya tandemkan Alex Marquez sama abangnya buat 2021

        Guest
        • Maafkan doble post.. Abis post 1 g langsung nonggol. Dikira ga jadi ya post ulang 😀
          Mungkin kena jaring dulu karna panjang lebarnya dikira mengandung ujaran kebencian..

          Guest
  11. Saya kira fabio tahun depan tidak secemerlang tahun ini. Gak jauh beda dengan zarco diawal2 debutnya, mungkin agak sedikit lebih baik. Jika menilik marc diaw debutnya, marc cenderung banyak belajar dr senior selalu nempel dibelakang tiap race jika memungkinkan baru menyerang untuk juara. Tapi fabio banyak show off nya…ya itu pendapat saya, beda pendapat monggo

    Guest
    • Masalahnya klo taro dibelakang markes, belum sempet dia ngamati yg ada malah ditinggal markes ngacir, kalaupun sirkuitnya gk mendukung buat markes ngacir taro bakal kerepotan sama racing linenya rcv yg patah2, gk bisa smooth ala inline karena keganjel yg didepan ?

      Guest
    • yeah saya kira juga begitu. kalo buat juara seri saya rasa masih susah (selama masih ada MM) . di sirkuit ‘yamaha’ , MM selalu bisa nempel bahkan overtake taro d aklir lap. di sirkuit ‘ducati/honda’ mana ada pembalap yamaha yg nongol??

      Guest
    • Saya agak kurang sependapat dengan komentar diatas…menurut saya malah kebalikanya Fabio Quartaro akan menjadi rival terberat Marc di 2020 karena saya melihat dia memang punya talenta yg ” lebih” pasti semua sudah tahu jg kan siapa yg terlebih dahulu menggadang2kanya sebagai “Next marques” ya HRC sendiri…cuma dipertengahan jalan karena ada sesuatu maka putuslah kontrak keduanya…
      Perlu diingat jg Tahun 2020 Yamaha akan semakin kuat riset M1 nya dengan test rider Johan Zarco dan tim test eropanya…
      Dan untuk semua yg berharap FQ cepet2 ditarik tim Factory Yamaha tolong dicatat bahwa untuk tahun 2020 Yamaha Monster masih mempunyai kontrak dengan 2 pembalapnya yakni MV12 dan VR46 begitu jg dengan FQ yg masih 1 tahun lagi di Yamaha SRT…baru di musim 2021 maybe FQ20 akan ditarik di YFR…sedang di legend ,the doctor,the people champion 2015 and the blablabla akan berkonsentrasi di timnya SKY 46 Yamaha Racing maybe masih sebagai rider atau sebagai manager…
      Jadi tidak sabar untuk menunggu musim tahun depan dimana persainganya akan semakin Berat dan silly session perpindahan slot rider motogp

      Guest
  12. Uda habis kesempatan yamama utk bisa P1 disisa seri tahun ini..
    Karena race Thailand kesempatan satu2nya….
    Tidak menyalahkan FQ yg gagal P1 karena dia masih status seorang rookie yg sudah fenomenal…
    Di 4 seri sisa kedepan, MM93 justru akan tampil beringas karena untuk mengejar point tim sendirian..
    Mau ga mau MM93 mesti P1 terus karena saingannya Ducati yg ditahun ini bener2 menjelma menjadi “musuh” didalam maupun diluar lintasan sejak seri Qatar…

    Guest
      • Wah wah… Udah ada Prediksi PL?
        Udah ada FP4nya kah? Hehe
        Mari kita bookmark kata empunya blog GP PL MV12 P1.
        Ayo siapa lagi pegang siapa?
        Wkwkwk

        Guest
      • tahun lalu di PI belum ada F1/4 wak haji, apalagi udah ditambahkan limit rpmnya. untuk rcv2018 juga beda dengan rcv 2019, sepertinya sih gak jauh2 beda dengan race mizano ato buringram kemarin antara f1/4 atau mm93 untuk cucuk2an p1 dan mv12 di p3.hehehe

        Guest
      • PI memang cocok banget ma mv,taun lalu satu”nya kemenangan mv dan Yamaha ada di pi,tapi asal marq gak dnf sulit untuk ngelawan Marquez di pi yg anticlock sirkuit kegemaran mm,jadi saya lebih memprediksi Yamaha hanya juara sekali di musim 2019 ini yaitu di Assen kemaren ,sisanya mentok p2

        Guest
  13. Marc kereen..
    Ini materi tulisannya keren, hanya penggunaan huruf kapitalnya yang masih kurang tertib nih..
    Maaf ya Wak..
    ???

    Guest
  14. perasaan saya pas lagi race marc sempet topspeed di 323kmh deh wak saya liat di layar tv pas lap ke brp gtu….itu loh wak yg suka nongol klo lagi onboard…cmiiw

    Guest
    • Ini maksudnya apa ya?

      Mudah2an ane gak salah paham
      Data top speed diatas diambil dr speedtrap
      Speedtrap sendiri biasanya diletakkan di trek lurus
      Untuk buriram sebelum tikungan ke 3
      Kalo tiap lap ada 1 input data maka diburiram selama 26 lap akan ada 26 input data
      Nah yang diambil diatas adalah 5 tertinggi
      Kalo ente bilang 323 sementara data diatas 328
      Ya wajar2 aja… bahkan dilap ke-3 topspeed marc hanya 310

      Guest
  15. Diseri Thailand kemarin, MM93 terlihat sangat kejam terhadap FQ, dia tidak memberikan kesempatan FQ utk merasakan P1 utk kali pertama..
    Padahal dengan posisi P2 saja MM93 sudah mengunci gelar jurdun…
    Tapi ada kepentingan lain yy lebih besar disamping gelar jurdun pebalap, yaitu mengamankan point konstruktor dan berusaha mengejar point TIM, kwrena semua ini dilakukan sendirian…
    Beda kasusu saat race Misano, MM93 menghabisi FQ dilast lap karena untuk menjauhkan point dari AD04…

    Guest
  16. bersyukurlah kau yamaha atas kerja keras fabio di tahun ini, dialah yg menahan dagu wajah yamaha agar tetap tegak menatap musim balapan (dan vinales juara 1x).

    g ush lagi kalian berharap dari rossi, ikuti kata hati kalian bahwa rossi sdh tamat.. jgn lgi sia siakan bakat yg ada cukup sudah keteledoran kalian membuang jorge dan zarco jgn lgi diulang ke fabio.. jgn coba coba kalian naikkan lgi itu anak murid didikan rossi hanya krna efek rossi, naikkanlah pembalap yg jelas jelas melindungi wajah kalian dari nestapa musim ini

    Guest
  17. Selamat buat MM ,nah tahun dpn bakal ketat. Karena Fabio disirkuit yg baru sj bs cepat tuh bocah memang talen bawaan mirip MM. Asal yamaha bisa kmbalikan power yg disunat musim ini krn spin ecu blm fix. Nti kan ada 2 ahli ecu gak ada alasan lagi. FQ feat MV bakal vs DV vs AR vs MM musim depan. Cuma prediksi ya. yukkkk

    Guest
  18. Bahas juga gimana F1/4 mulai mengancam posisi VR di klasemen wak haji…

    Plus analisis,siapa rider muda di moto2 yg riding stylenya mirip MM, suaya bisa gantiin JL.
    Kyknya kl mau cari rider Honda hrs yg bl pernah ngerasain nyamannya bawa yamaha. Plus punya skill motocross..

    Guest
    • IMO, kl HRCmau mengulang kesuksesan NSR-500 bigbang dan RC211V, justru mereka butuh rider ky George dan Zarco. Kl rekrut rider yg riding stylenya sama ky Marc, masalah RC213V g aman pernah terobati.

      Guest
      • Di perjelas dulu pak suksesnya kaya apa
        Kalo maskudnya banyak rider yg bisa juara, ane setuju pendapat ente ttg rekrut jolor n zarco
        Tp kalo suksesnya sebatas juara rider konstruktor n tim
        Masalah rcv 213 gak perlu diobatin kalo bisa cari rider spt marc
        Coba aja bayangin 2 rider seperti marc dlm satu tim pake rcv213 my19
        Cuma yg jadi masalah cari rider kaya marc (style, skill, mental n inteligensi even powernya) sangat amat langka kalo gak bisa dibilang gak ada
        Nah berkaca pada alasan itulah, sudut pandang yg ente bilang lebih realistis

        Guest
  19. Mngejar juara tim,tp kerja sndirian???

    Ga ada yg ga mungkin sch. Brarti meski udh juara dunia,Marc hrus tetap kerja keras utk bs brtarung d depan brjuang sndiri demi tim repsol. Lorenzo nina bobo aja ?

    Guest
  20. Yamaha parah banget kalo masih gak berani pecat si tua dan masukin Fabio ke pabrikan. Aset masa depan ini sih, dan usia yang 10 tahun lebih muda dari Zarco, bisa jadi rebutan pabrikan lain apalagi Ducati mulai gak harmonis sama Dovi. Fabio ini adalah jawaban segala kambing hitam si tua, dan membuktikan bahwa Yamaha gak seburuk nanyiannya di mikropon

    Guest
  21. Bahaya buat yamaha ini kalau ducati mempertimbangkan saran doohan sebaiknya rekrut f1/4, kilikan ducati jarang ada yg bisa membendung, terbukti vr46 dan jl99 pun sempat merasakan kilikan ducati. atau bisa jadi repsol honda sudah mulai menatap natap si f1/4 daripada dia berlabuh ke ducati bisa repot ini.hehehe

    Guest
  22. klo sy sllu gak habis pikir dengan rins.setiap x race pasti permasalahannya sllu sama yaitu lemah di kualifikasi dan itu sangat merugikan krn akan banyk memakan waktu utk menyalip.memang ketika race berlangsung secara umum rerata rins dpt overtake 4-5 pembalap di depannya.tetapi dgn kondisi seperti itu akn sulit utk menempel rider terdepan krn ban akan cepat habis. nah titik lemah itu yang jadi dasar rins kurang konsisten dan sekarang di championship posisinya tidak aman dr kejaran mv12/fq20.jk dari analisa para suhu disini atau wak haji,permasalahan itu terletak pada motornya atau murni pada diri rins sendiri yang tdk bs mengoftimalkan potensi motor? krn jk di bandingkan ketika mv12 masih di suzuki dl dia sllu bgs di kualifikasi.monggo sharing buat rekan2… tp sy nggak manggil mbah nginio y…he

    Guest
    • Mungkin karena Suzuki bagus di race pace tapi kelemahan mereka di flying lap. Kok kebalikannya Yamaha ya? Padahal sama2 inline, sama2 crossplane, dan sama2 pabrikan Jepang yang bisa dibilang karakternya mirip.

      Guest
    • IMO, murni dari Rins. Saat sesi Jum’at-Sabtu, Rins ky blank apa yg harus dilakukan. Bahkan pernah saat sesi Q1/Q2 dia g tau setting motor optimal dan waktu buat flying lap kapan. Nyoba pake reference rider lain, yg dipake malah rider yg lambat.

      Guest
  23. Adakah wacana honda bakal balik pake mesin screamer wak?? Kayaknya mermasalahan ecu sudah terkendali bahkan sering kali RCV pake ban soft buat race

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.