Morbidelli bersama Ramon Forcada

TMCBLOG.com – Ramon Forcada adalah Chief Mechanic dari beberapa Pembalap di Yamaha dalam satu dekade terakhir Jorge Lorenzo, Maverick Vinales dan Saat ini bersama Franco Morbidelli. Ramon sempat ditanyai dalam sebuah Podcast bersama Kantor berita motorsport dari Spanyol DAZN perihal banyak hal terutama yang bersangkutan dengan update yang dilakukan Valentino Rossi mengganti Sosok Silvano Galbusera dengan David Munoz. ” Menurut saya Valentino sedang mencari Motivasi, Menurut saya David tidak terlalu bagus dalam segi Teknis. Buat saya yang ia cari adalah Untuk memotivasi dirinya. Menurut saya itu (juga) yang ia cari ketika mengganti Jerry ( Burgess) ke Silvano ( Galbusera). Saya tidak tahu apakah ia akan pensiun ditahun tahun mendatang atau tidak, namun segala perubahan ini bukan karena masalah Teknis. “

Secara umum sebenarnya yang dikatakan Oleh Ramon memang benar adanya, tmcblog flashback menncari artikel tmcblog di tahun 2013 dan memperoleh pernyataan Vale ketika itu mengenai alasan pergantian Burgess Yakni : Rossi Mengatakan Di sirkuit Ricardo Tormo 2013 bahwa keputusannya ini ( mengganti Burgess) bukan dikarenakan Ia tidak senang dengan Jeremy yang sudah ia anggap keluarga sendiri dan Sosok ikon ” ayah di balap” The Father of racing” . Keputusan Vale ini didasari oleh keinginan untuk merubah sesuatu, mencari motivasi baru dan mencoba cara lain untuk menambah level dan kecepatannya.  . . Ok Jadi Klop

Lanjut Pertanyaan kedua ke Ramon Forcada yang juga tak kalah menarik yakni ketika Forcada dimintai pendapat apakah Valentino Rossi akan mencapai targetnya yakni memperoleh Titel Juara GP ke-10. Secara umum Jawaban Forcada bernada Pesimistis ” Tidak, juga akan sulit untuk menang dalam keadaan track Kering dengan pembalap muda dan kecepatan mereka. Menurut saya menang dalam Kondisi Normal (kering) akan sulit. Kita harus lihat apakah penggantian Motivasi ini sukses “

” Saya bicara ke Mick Doohan di Australia, ia bilang bahwa ia tidak mengerti di mana ia bisa mencari Motivasi itu. Ia berhenti karena ini ( hilangnya Motivasi), Bukan Karena ia tidak Cepat. Rossi sudah 10 tahun tidak memenangkan MotoGP , namun ia tetap Nomor satu, ini adalah sejarah dan ia masih berjibaku dengan anak anak yang seharusnya (seumuran dengan) anaknya “

Taufik of BuitenZorg

122 COMMENTS

        • Y biarin ja… Trserah Y mw jurdun lg pa tdk, biarin ja bakat2 muda bru mlipir mnjauh ?
          Smga Marq bs stara dg Agostini ato lbh 1… Biar nyesel sklian Y slma puluhan th kmdian! ?

          Guest
        • VR menghambat regenerasi Yamaha.
          Ben Spies, Hohe, Zarco itu pembalap2 muda yg sangat berbakat, tapi semua pergi gara2 Yamaha lebih mempertahankan VR.
          Ane Yakin, seumpama ketiga pembalap tadi masih di Yamaha pasti Marquez ga akan semudah sekarang buat jurdun.

          Guest
        • Ben Spies kena aturan rookie rule keles, malah setelah naik ke pabrikan PENSIUN DINI akibat arm ambrol

          Guest
    • kabarnya MV juga gak diperpanjang kontraknya dengan Ymh, padahal dalam beberapa tahun terakhir ini, MV satu-satunya pembalap Ymh yg bisa podium 1.

      Guest
  1. Yang dibutuhkan cuma sadar diri aja kalo masanya udah abis…

    Udah gitu aja..

    Dan kasihlah kesempatan kepada yang muda..

    Guest
  2. juara seri aja susah, puasa hampir 2 tahun. bahkan sekedar naik podium aja jarang karena uda lama ga dapat hibahan rider di depan nya jatuh. yg realiatis sekarang ya jadi juara di depan ?

    Guest
    • sampai seri ini, saya belum mendengar 1 kata pun dari si ‘itu’ yang menyebut bahwa kekalahan-kekalahan ini dikarenakan kesalahan silpano garpusera.
      entah apa yang terungkap dari si ‘itu’ di musim depan dengan dapid menoz saat kekalahan masih terus berlanjut hingga musim 2025. hehe…

      Guest
    • nah dari statement nya yg berlawanan dengan fakta dan keterangan langsung dari F¼ sendiri uda menjelaskan secara gamblang kadar kewarasannya. dan orang seperti ini susah membedakan mana yg fakta dan mana halusinasi yg dia ciptakan sendiri. jadi pertanyaan selanjutnya, pantaskah orang² waras seperti kita meladenin komen orang yg rada-rada…? ?

      Guest
  3. wkwkwk… kalimat terakhir itu sindiran yg dalem banget wak, khususnya jika itu disampaikan dalam konteks budaya ketimuran buat para jomblower senior

    Guest
  4. Gak usah pensiun deh, lumayan buat ikut meramaikan motogp tp yg penting gak usah berharap juara dunia kalau masih ada marc, kecuali jolor ditarik ke yfr lagi suruh kembangin m1 + marc gak ikut balap setengah musim ya baru rossi berharap juara dunia ke 10nya.

    Guest
    • Iya, ga usah pensiunnya bukan berarti jadi penghalang bakat2 muda donk.

      Segera bentuk tim satelitenya, terus jadi pembalap utama disana. Biar FQ bisa naik ke Factory.

      Kalo udah di tim satellite sendiri, mau 10 tahun lagi pensiun juga ga masalah. Yg penting sanggup bawa sponsor sebanyak-banyaknya ke Dorna

      Guest
  5. Hemm sapa tau dia disuruh dorna buat balap jd yg bayar dia itu dorna .. sapa tau loh ya , jangan baper .. kan dia ikon nya motobiji .. nunggu marc mateng dlu bru dilepas tu mbah e .. ada yg sependapat?

    Guest
    • Tahun 2013 dia balik ke Yamaha memang karena DORNA. Karena saat itu dia udah frustrasi sama Ducati, di satu sisi pernah ngucap gak akan balik ke Yamaha lagi. Di Hodna pun udah di blacklist. Ibarat kata karirnya udah hancur waktu dia udah ketauan gak sehebat keliatannya waktu di Ducati. Tapi Dorna bikin Yamaha legowo masukin Rossi lagi kesana.

      Guest
        • Ya lu pikir donk Rookie rule karena apa?karena rookie dianggap belum mampu jinakkan motogp yg powernya gede….nah itu MM rookie langsung juara dunia berarti udah keliatan kapasitasnya sebagai Alien Motogp

          Guest
        • Mending dihapus sekalian, daripada sembunyi-sembunyi macam Nastro Azzuro. Biar jelas, dan akhirnya banyak rider baru bisa dapat motor factory, macam Mir.

          Buat kita pada sofa racer, y wajar kl g pernah tau dr mana seorang rookie bisa handle motor super. Seperti halnya g pernah tau pencapaian Marquez dan Quartararo di tahun pertama. Di kelas para pemula terseok-seok, tapi ternyata setelah dapat feelnya, skillnya d luar dugaan. Double title Quartararo di CEV (sampe Dorna merombak aturan rookie), dan gelar Marquez plus race craft mereka udah menunjukkan kemampuan mereka. Cuman para sofa racer aja yg suka g mau mengakui kemampuan rider seperti itu, simply because they beat his/her favorite rider

          Guest
        • Apanya y gimana? Y gitu-gitu aj Mbah. Ekspektasinya udah kadung gede sebagai rider muda potensial didikan master motogp, dikasih motor yg tahun lalu juara dunia, malah memble, masuk sepuluh besar aja susah payah. Yang satu dikasih motor spek pabrikan terbaru, juga sama.

          Yang kasihan malah si Tito, dikerjain Stoner. Katanya motor spek LCR cuma beda sekian detik dari motor factory, nyatanya beda sekian detik gara-gara dia yg naik. Pantes kontraknya sebagai test rider g diperpanjang sama Honda dan Ducati

          Guest
        • motor tahun lalu juara? yaelah juara ampas itu om. klo motor juara itu kayak 2016, millerpun bisa juara seri

          Guest
  6. Ojo rumongso iso, tapi iso o rumongso, sebenarnya kalo boleh jujur eranya dah habis, tapi entah apa motivasi nya, ngejar ke 10.atau cinta olahraga ini, atau post power syndrome, apa yang merasukimu??????, ? ?, kunci m1 dibalik genggamannya, hehe

    Guest
    • mungkin karena pemasukan dia selain dari MotoGP, juga dari jualan merchandise.
      kalau dia berhenti balapan, nanti merchandise dia juga gak laku lagi.
      makanya dia ngotot balapan terus.
      ujung ujungnya duit juga.

      Guest
  7. Kalau demi ambisi untuk bisa jurdun ke-10..
    Akan sangat realistis kalau VR ambil trophy di WSBK..
    Biaggi pun bisa dapat gelar WSBK di usia 40..
    Dan ini linear juga dengan ambisi YRF untuk bisa pabrikan jurdun lagi..

    Meski tetap ada kompetitor kuat seperti Rea dan Bautista..
    level VR saat ini tetap masih diatas mereka..
    apalagi teammate VdM, Lowes atau Toprak..

    Memang tidak mudah juga bila kombinasi VR + YRF fight dengan Rea + KRT di WSBK, tapi probabilitas paket VR + YRF akan sangat sangat besar untuk bisa juara WSBK..

    Sebaliknya..

    Akan sangat sulit bila VR + YRF fight menghadapi MM + HRC di MotoGP, untuk jadi title contender pun sulit buat VR..

    Jadi jurdun di WSBK lebih realistis buat VR46..

    Guest
  8. klau mnurut pndapat saya,,,(pendapat saya)… rossi itu seperti terbuai atas pujian dan sanjungan banyak org padanya berkat prestasi nya dulu dan ia ingin tetap d sanjung dan tidak boleh ada yg lebih hebat dari dia, padahal umur tetaplh umur yg smkin lma semakin menua dan di olahraga mnapun yg nmany umur pasti sangat berpengaruh

    Guest
    • usia pasti akan selalu mempengaruhi semua sisi kehidupan mas. selama masih di dunia ini, tidak ada yang abadi, kecuali tembang kenangan. menurut pendapat saya begini. hehe…

      Guest
  9. Mohon maaf sblm nya buat fans rossi,..
    Saya punya pamdangan kalau rossi masih ikut balap sbrnya motivasinya bukan untuk ngejar jurdun lagi,..
    Motivasinya bukan lain hanya untuk mempertahankan bisnis,karena saya yakin jika rossi pensiun bisnisnya bakal drop, ngga ada lagi fans yang mau beli merchandise dari seorang idola yang udah pensiun,.
    10thn bukan hanya gagal juara,bahkan sekedar ikut nimbrung di barisan depan aja udh makin sulit masa masih bisa termotivasi buat bisa meraih jurdun lagi?
    Ini hanya pandangan pribadi saya yang mungkin bisa bener bisa juga salah,.
    3thn lalu rossi sendiri yang bilang kalau udh ga kompetitif dia akan pensiun,seorang rossi ada di posisi 6 apa layak di bilang kompetitif,

    Guest
    • si stoner yg ga jualan merch aja masi punya duid buat mancing tiap hari, apa lagi mang ros yg jurdun lebih banyak dan jual merch.

      tapi stoner pensiun di onda, mungkin dapet taspen kali ya

      Guest
    • yaah Rossi pensiun pun,duit juga tetep ngalir kok kan dia punya saham di agv dainese
      vr46 merchandise juga ga cuma nangani merchandise Rossi doang tapi banyak pembalap,kecuali Marquez yg memang dikeluarkan sehabis 2015

      Guest
  10. Ga tau sih secara teknis, kalo dari sisi prestasi, morbidelli (rider forcada) kalah bagus dari vinales (eks rider forcada)

    Dada Forcada…

    Hahaha

    Guest
      • Hasilnya sama kurleb. Bahkan dengan yg katanya m1 2019 lebih baik. Penyakit nya masih sama telat panas. Cmiiw. Morbi style nya mirip c mbah late brake itu jg kata c mbah. Sedangkan m1 saat ini lebih cocok di pake dengan style rolling speed.cmiiw

        Guest
        • Ga juga, race Misano kalo ga salah, start nya ga jelek. Bisa keep position (p3) kalo gw ga salah. Cuma habis grip di edge lap akhir terus disalip Miller n Dovi.

          Lu lihat Silverstone 2016, dia menang disitu, start juga bagus. Kayak belom ketemu aja setting di M1 yg klop awal sampai akhir.

          Zaman Forcada (pasca ganti carcas ban depan) paling parah.

          Guest
        • jaman tahun tahun kemarin pun vinales sempat menang kan? 2017 vinales bahkan lebih sering podium dengan motor yang katanya lebih buruk. dengan 3 kali menang dan 7 kali podium?

          2018 bahkan pembuka puasa podium yamaha dengan statistik 1 menang dan 5 podium. tp di beberapa race vina masih nemu masalah yg sama telat panas dll.

          sekarang ? walau musim 2019 belum habis dan masih kita harus liat ke depan memang. baru 1 kali win dengan 6 podium ? dengan katanya motor lebih baik dari seri seri sebelumnya dan crew cief baru?

          artinya bukan sekedar forcada ada sesuatu selain itu kan? motor? setingan? kok dengan semua perubahan itu sejauh ini hasilnya ga begitu jauh dari yg kemarin, dan kadang masih suka nemu masalah yang sama. mungkin jawaban nya akhir musim ini kita bisa liat perbandingan nya, tp sejauh ini 2017 bahkan lebih baik dengan 3 kali menang dan 7 kali podium. CMIIW

          Guest
        • gampang bro kalo vinales mau kompetitif lagi, ganti julukan jadi the satanic & penuhi tato di badan..wkwkwk

          Guest
    • dan kabarnya Vinales bakalan dilepas sama Yamaha, padahal prestasi Vinales lumayan, bisa dapet podium lebih banyak daripada pembalap Yamaha yg lain.

      Guest
  11. Morbideli mantan juara dunia moto2 i4, gw pikir kalo naik yamaha akan sangat cepat dan akan menjadi lawan berat Marquez tapi ternyata malah Fabio lah lawan berat Marquez.

    Ternyata tidak semudah itu Ferguso..!

    Guest
  12. Karena ngak ada kesibukan spt CS yg momong anak dan manci Ng, Yach cari kesibukan nya dgn membalap, saya kira itu alasannya, jurdun emang hal mustahil.

    Membalap bagi vr sekarang sekedar mencari kesibukan saja di akhir tuannya, biar ngak pikun kaya pensiun an .

    Guest
  13. Bicarain Sultan Y gada habisnya bikin hidup makin hidup… Semua orang membicarakanya ??.

    Kalau Marzuki?
    Serasa ngomongin alam astral..serem?

    Guest
  14. Menurut saya itu,Rossi penggemar film kartun Doraemon dari tahun 70an tetep sama segitu2 aja dengan kantong ajaib tetap sama

    Guest
  15. Juara dunia?

    Satu2 aja dulu
    Mulai juara seri
    Lalu jd yg terbaik diatara sesama rider m1
    Baru pikirin juara dunia

    Ini juara seri aja belum langsung mau juara dunia
    Bisa aja sih buat quantum leap, tp perubahannya juga harus revolusi
    Gak bisa seicrit2
    Misal ubah total gaya riding mu atw ubah total motormu
    Resiko gagal total jelas ada
    But hey… no pain no gain

    Guest
  16. Gelar ke 10 itu bukan tidak mungkin, sama sekali tidak mustahil.
    Terus bekerja & berusaha.. Dari sana mimpimu kan jadinyata.
    Percayalah.!

    Hanya saja, harus tetap sadar diri.
    DimotoGP sudah habis, permutasiannya terlalu sulit.
    Kalau maksa ya pindah motoE, iya Setidak tidaknya itu masih gelaran MotoGP, toh diitung jg kan kelas lain sepeeti gp125, gp250, moto2?
    Lebih cepat lebih baik sebelum pembalap hebat lain masuk motoE.

    Guest
    • Dan 1 lagi..
      Menurut pendapat saya
      M1 itu tidak pernah ‘sakit’
      Tidak, dia tidak sakit. Hanya saja dia kehilangan pembalap yg bisa memaksimalkannya. Hanya sekedar tidak dibuat setup yg pas.
      Sekarang kalau sakit? Masa iya pas grees sakit, dibekasin ke jarco ok ok saja.
      Sekarang pun tidak sakit.
      Buktinya FQ bisa didepan dg versi minus malah.
      Tahun sebelumnya bahkan MV pernah dominan diawal musim.
      Menurut saya Yamaha ya ga sakit, tapi mentok udah gitu. Kita tau kan yamaha tidak pernah melakukan ubahan besar besaran? Iya emang kemampuannya segitu (Jika masih tidak mau melakukan ubahan besar besaran).
      Untuk jurdun perlu pembalap yg bisa maksimalin betul betul motor itu.
      + (maaf ini) perlu faktor eksternal. Yaitu honda mengalami masalah diubahan besar motornya & jg pembalapnya. Iya setidaknya kaya 2015.
      2015 walau 1-2 yamaha, tercepat siapa? Bmw awward siapa? Iya dia lebih cepat tapi sering DNF.
      😀

      Guest
    • dengan ego yang dimiliki si ‘itu’ saat ini, jelas tidak akan pernah terjadi si ‘itu’ pindah ke moto-e mas. motogp dan moto-e, aura dan wibawanya sangat berbeda. melihat dari fakta reality situasi dan kondisi yang terjadi, si ‘itu’ tidak akan pernah mencapai impiannya jurdun ke 10. finish top 10 sudah prestasi yang sangat baik untuk si ‘itu’ di musim mendatang. bahasa ramon porcada ini sangat halus, meskipun arti sebenarnya adalah tidak ada lagi jurdun untuk si ‘itu’. hehe…

      Guest
  17. bukan bermaksud bermental krupuk tapi saya rasa dengan performa marq dan rossi yg sdh terjadi beberapa tahun ini memang susah untuk juara lgi, bahkan jika rossi bisa secepat quartararo pun tetap sulit melawan marq dgn usia yg jauh lebih muda tentu dia jauh lebih fit.. besar kemungkinan dlm hati kecilnya sdh tdk ada motivasi buat rossi krna lawannya sudah terlalu kuat bahkan untuk mengejar sesama yamaha pun dia sdh g sanggup aplg ngejar marquez..

    mgkn dia hanya menunggu wkt kontrak habis dan akhirnya retire

    Guest
  18. Yang lucu itu di instagram ??
    Marquez udah kunci jurdun motogp
    Eh pasukan golkar kabur ke moto2. Marini baru menang sekali di buriram, bused dah liat tahun depan nih alex marquez kena bantai marini nanti.
    Lah sebelum mulai musim ini aja pasukan golkar sempet koar koar marini bakal ngalahin alex marquez. Dan sekarang alex vs marini bagai bumi dan langit, alex lagi penentuan kunci jurdun eh marini gatau dimana.
    Wkwkwk ??

    Guest
  19. Tetap salut loh sama Rossi,,tetap cari motivasi atau pemecahan permasalahan dgn cara lain bukan cara instan kayak pake doping atau apapaun kayak yg dilakukan Anthony west biar tetap fit gitu

    Guest
  20. Motogp selain sport adalah bisnis, jika Rossi terus membalap karena masih bisa finish 10 besar dan masih punya motivasi untuk membalap, itu hal yang wajar.

    Guest
  21. Lebih realistis Rossi melipir ke balik Paddock MotoGP, lalu kembang biakan team Sky46

    Sudah cukup semua orang tahu kelebihan Rossi.

    Guest
    • Lebih baik kembang biakkan DNA sendiri,sebelum Masa menopause dan gak bisa punya anak lagi
      eh laki laki bisa menopause gak sih?

      Guest
      • menopos cuma berlaku buat perempuan mas, untuk laki-laki jelas tetap selalu ‘on’ sampai usia lanjut, bila pola hidup dan pola makan dijaga dan tubuh tetep sehat. hehe..
        penyakit yang bisa membuat laki-laki ‘off’ adalah diabetes dan kolestrol.
        hindarilah lemak selagi sampean masi muda, biar tetep hebring seperti saya. perbanyak makan buah-buahan, kelapa muda, sayur hijau, ikan tawar atau ikan laut. kurangi konsumsi semua jenis daging, boleh makan tapi berkala. hehe..

        Guest
  22. Kalau liat Rossi di ayam2in Stoner-Lorenzo dan sering ngerengek di mikropon dulu, udah ketauan dia gak terlalu hebat cuma beruntung aja masuk GP500 dibikinin tim bunglon dan di MotoGP 990 lawan pembalap yang kalau masa sekarang mungkin cuma sekelas Dovi-Petrucci-Crutchlow-Rins, begitu masuk era Stoner-Lorenzo-Pedrosa udah keliatan kapasitas asli dia.

    Guest
    • Logika lo cacat broo, klo gtu brarti skg selain marc pembalapnya medioker smua? Cmn karna marc yg menonjol gtu? Ya dulu Rossi jg kyk gtu lah ya..

      Guest
    • Masak logikanya cacat…??
      Maksudnya bahwa Pedrosa, Stoner dan Lorenzo itu adalah lawan yg sepadan dengan VR46, kemampuan mereka berimbang dengan kelebihan mereka masing-masing, tinggal siapa yg berhasil mengoptimalkan kelebihannya itu secara maksimal & konsisten, merekalah yg akan berhasil menjadi juara dunia.
      Itulah sebabnya mereka di juluki para allien MotoGP (VR46, Pedrosa, Stoner dan Lorenzo).

      Sejak mereka muncul, gelar juara tidak lagi dimonopoli VR46 saja, tetapi dibagi-bagi sesame mereka, baik itu gelar juara dunia maupun gelar juara seri atau podium.
      Baik VR46, Pedrosa, Stoner dan Pedrosa nama mereka semua masuk dalam daftar teratas peraih kemenangan terbanyak balap MotoGP.

      Berbeda saat para allien MotoGP muncul, praktis VR46 memborong semua gelar juara dan kemenangan. Rival VR46 saat itu seperti Biaggi, Capirosi, Alex Baros, Sete Giberneau, Marco Melandri, kalua di lihat di sejarah/ daftar peraih kemenangan terbanyak MotoGP tidak berada di urutan kelompok atas.

      Saat itu VR46 santai sekali menghadapi mereka, sehingga waktunya malah habis buat memikirkan selebrasi kemenangan.
      Sejak jaman para allien MotoGP muncul, sudah mulai susah….apalagi kini ada MM93, jangankan mikirin selebrasi kemenangan, buat juara seri saja makin sulit.
      Apalagi sekarang umur makin tua…

      Guest
  23. Morbidelli sendiri talenta nya gak seperti yang digadang-gadang kubu VR46Academy

    Fenomena Fabio Quartararo sendiri seharusnya menampar keras Muke Morbidelli. Why. ..? Yes Moto2 Quartararo bukan penantang serius Morbidelli.

    Oke teori “apes” masuk team Marc VDS dengan hnoda rcv yang liar? Merusak feel berkendara Morbidelli, kemudian Quartararo masih murni seperti susu sapi murni! .. (halu) ? data awal Morbidelli menggunakan spek A, Quartararo spek B, latihan di ranch Vr46 gak guna?

    Hingga akhirnya benar benar dikalahkan Quartararo, Sang Guru membela sambil berkelakar dengan berkata, mungkin Quartararo,vinales bisa lebih cepat dari kita (Morbidelli dan saya) karena lebih pendek ukuran tubuh,. WTF!!!! (Halu)

    Cukup cukup cukup itu gak lucu..?

    Guest
  24. jawabannya mudah sebenarnya, sosok seperti si ‘itu’ banyak dijumpai dengan bidang kegiatan yang berbeda, namun secara ‘kasus’ bisa dibilang sama. si ‘itu’ tetap tidak mau pensiun, dan hanya mengumbar gimik ‘….tahun depan atau mungkin menunggu sampai musim tahun sekian akan saya pertimbangkan lagi masa depan saya…’, ini hal yang sangat basi. jawaban paling sederhana langsung subjektip ke si ‘itu’ adalah karena si ‘itu’ malu luar biasa dengan apa yang sudah si ‘itu’ lakukan di media, karena pada akirnya sebagian besar orang akan mengetahui bahwa si ‘itu’ hanyalah obral omongan belaka tanpa solusi bahkan memperbesar masalah, baik buat timnya maupun dirinya sendiri.
    sederhana saja kalau menurut saya. ikut bersedih juga dengan situasinya sekarang dengan prestasi yang pernah si ‘itu’ lakukan di masa lampau. gengsi dan ambisi si ‘itu’ lebih guede daripada kemampuannya. fakta atau fakta ?? hehe…

    Guest
  25. mungkin dia hanya bermian2 di atas motor, motivasi untuk yang muda2, dan punya hiden agenda tersendiri mungkin, siapa yang tahu

    Guest
  26. Kenapa MM hebat? Karena bisa mengalahkan VR the living legend. Seandainya MM tidak bertemu dgn VR pun saya yakin dia tetap hebat dan sanggup mengalahkan JL, DP, AD, dll siapapun juga di lintasan balap. Tapi ya gitu lah… mungkin efek wow nya nggak seheboh mengasapi VR. Jadi seharusnya rider2 muda ini berterimakasih pada VR yang sudah dengan senang hati menyediakan diri, dijadikan sebagai benchmark lalu kemudian berkompetisi. Beberapa tahun lalu sdh ada yg mengakui bahwa “mengalahkan Rossi” adalah salah satu tantangan mereka. Ada yang sukses, ada pula yang belum. Sekarang the legend sudah beralih ke MM, dia lah yang menjadi benchmark untuk dikalahkan saat ini, termasuk rider2 muda seperti FQ, Rins, Mir, Morbidelli, duo Espargaro, Miller, dll.
    Sementara bagi VR biarkanlah dia membalap untuk kesenangannya saja, sudah tinggal menghitung hari, ndak lama kok. Kalau menyimak pernyataan dari YFR dan Lin Jarvis sdh tau kan arahnya? Sebagai penonton cukup menikmati saja, ga usah pusing dan ribut sendiri ?

    Guest
  27. Masalah Utama VR46 itu adalah membawa kharakter selebritis-nya yg penuh sensasi dengan dibarengi egoisme pribadinya ke dalam balap MotoGP.
    Jadilah MotoGP penuh sensasi, mind game dengan banyak microphone, apalagi ditunjang skill VR46 yg luar biasa dan para rival di awal-awal karier yg kelasnya jauh dibawahnya.

    Semua yg dulu dilakukan yg melambungkan kehebatannya, sekarang berbalik arah.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.