TMCBLOG.com – Ducati gagal Lagi di 2019 ini baik WSBK maupun MotoGP. Jonathan Rea dan KRT telah Kunci gelar Di WSBK, Sementara Marc Marquez telah kunci Gelaran MotoGP 2019. Namun Melihat Hal ini, Claudio Domenicali melihatnya Bukan sebagai setengah gelas kosong, melinkan setengah gelas Penuh. Ia mencoba melihat hasil sementara jelang 4 Race terakhir MotoGP dengan sudut pandang yang lebih luas. Ducati melihat sama sekali ini bukan Honda yang menang, Ini Marc Marquez yang menang. Hampir di setiap komentar, Ducati sepertinya enggan bicara Bahwa Ducati kalah dari Honda.

Menurut sudut pandang Domenicali dan Ducati, Honda Hanya menang dengan Marc, sementara Pembalap Lain jauh sekali performanya baik Yang pakai RCV213V 2019 maupun 2018. ” Kami adalah perusahaan yang memiliki daya saing, tujuan utama kami adalah memenangkan Juara dunia, namun Tahun ini (2019) kita tahu bahwa kami tidak akan menang. Hasil (2019) positif, Mari Lihat apa yang Honda dan Marquez lakukan dan lalu lihat apa yang pembalap (Honda) lain lakukan? Kedua pembalap Kami memenangkan kejuaraan tahun ini, Bahkan Honda tidak memiliki dua Pembalap yang keduanya memenangkan Race. Ini artinya kami sudah bagus. Namun apakah sudah cukup Bagus? Tidak . . ”

Bahkan Sebelum Musim 2019 usai pun, Claudio sudah bisa melihat gambaran umum mengenai apa yang harus diperbaiki ducati Di 2020 nanti ” Biar nggak ada yang kesel, saya bagi menjadi dua saja : Satu bagian motor satu bagian lain Pembalap. Kami harus mencari bagian 50% motor di area kemampuan motor ( Desmosedici GP20) dalam memberikan kecepatan di Tengah tikungan dan keluesan dinamik dalam berpindah arah ( kanan ke kiri dan sebaliknya) di mana kami merasa kurang saat ini. Pembalap tidak ada hubungan dengan dua hal tersebut. Ini adalah masalah di mana Borgo Panigale punya tanggung jawab “

” 50% lainnya hadir dari Pembalap Karena mereka yang berjibaku melawan Marc Marquez. Karena Kita harus mengalahkan Marc Marquez. Jika Marc Tidak ada  kami mungkin sudah memenangkan dua setengah bagian Kejuaraan dunia . Ini adalah fakta sejarah dan bukan asumsi saya ” ( jangan tanya tmcblog soal ‘dua setengah’ ya? karena tmcblog juga belum nemu maknanya 😀 )

Lalu secara Khusus Domenicali memberikan arahan kepada dua pembalapnya Dovizioso dan Petrucci “Buat saya , Marc memiliki talenta hebat, Namun juga bukan hanya Talenta. Ia adalah pembalap yang bisa memperlajari dan menganalisa karakter orang lain. (Marc) seorang pembalap yang menurut opini saya telah menemukan cara baru membalap dengan Sepedamotor : Gaya berkendaranya, bagaimana ia menopang dirinya dengan sikut, dan juga mengontrol ban depan motor “

Taufik of BuitenZorg

145 COMMENTS

    • Domenicali tidak terima pabrikannya kalah terus sama pabrikan lain, nyinyir ngebacot kayak emak emak ngrumpi ??

      Guest
    • 2-1/2 (Dua setengah) itu maksudnya Jika tidak ada Marc Marquez, pembalap Ducati sudah juara dunia tahun 2017 dan 2018, sedangkan tahun 2019 ini belum juara dunia, jadi masih dianggap 1/2 atau 50% peluang juara dunianya.

      Jadi teringat saat awal-awal MM93 juara dunia, selalu dianggap remeh oleh fans berat VR46 dan bahkan selalu dibungkam dengan dibandingkan gelar juara dunia yg telah di capai VR46 yg memang hampir dan sedang menuju menjadi rekor paling atas (menuju 8 gelar juara dunia kelas teratas MotoGP)

      Namun MM93 itu bukan pembalap yg hanya kuat di talenta/ skill balap saja, namun juga kuat di sisi teknis. pendekatan fisika maupun mathematis, sesuatu yg jarang dimiliki oleh tipe orang yg menjadi pembalap.
      Di dunia yg semakin maju ini, semua perbedaan dan limit jadi semakin sempit dan makin presisi, sering seorang pemenang hanya ditentukan oleh perbedaan yang sangat kecil itu.

      Guest
    • Hahah kocak bgt ya ini tim merah merah merona, halu tingkat dewa wajar aja ga ada sembalap legend ni pabrikan kecuali “stoner” jauh bgt ini pabrikan dari kesan sportif suatu ajang sport

      Guest
    • Saya setuju dgn artikel ini… Faktanya pembalap lain selain marc kesulitan naik rcv bahkan sangat lemot (selevel ktm dan aprilia) marc bisa cepat naik rcv karna dia nikung pakai SIKUT TANGAN untuk menyangga agar rcv tidak jatuh, ini mungkin karna basis rcv dikembangkan dari hewan BABI / CELENG sehingga hanya unggul top speed tpi tidak bisa belok, berbeda dengan YZR M1 yg dikembangkan dr hewan KUDA (KUDA BESI) yg lincah dan luwes disegala medan, jadi jelas pilih mana mau naik KUDA atau naik BABI?

      Guest
  1. Mungkin maksud “dua setengah” itu 2 musim terakhir ducati jd juara dunia kalo marquez ga ada. Begitu jg pertengahan akhir musim ini yg mana peringkat 2 msh pembalap ducati, kalo marquez ga ada ducati yg saat ini memimpin

    Guest
    • atau bisa jg dua setengah maksudnya di musim ini ducati juara konstruktor, team dan setengahnya juara pembalap (juara 2 & 3)

      Guest
    • Penilaian tmc-blog sbg pengamat MotoGP juga kayanya sepakat dalam hal Dukaty > Hondaa ya wak?

      Kalo iya, saya juga sbnrnya setuju aja dgn penyataan Pakde Dom.

      • Secara power dan akselerasi, Hondaa 2019 ini memang gila, tapi meski gitu belumlah cukup VS Desmodromic (pernah ada artikel wak haji ttg ini)
      • Secara handling, memang blm pernah ada yg bandingin langsung antara Hondaa 2019 vs Dukaty GP19, NAMUN layaknya motor V4 keduanya keliatan banget nikung dengan racing line yg agak ‘menyudut’. Wlpn memang naturalnya gitu, tapi dalam poin ini saya pribadi jg gak nemuin keunggulan handling Hondaa 2019 bila dibanding Dukaty. Malah yg ada cenderung dinilai ‘susah’ karena nguras fisik.
      (In fact, hanya satu rider doang yg keliatannya enjoy nge-handle Hondaa 2019. Rider lain terlihat cupu dgn hasil rerata yg gak lebih baik dari Espargaro-KTM)

      Menariknya, dgn bawa Hondaa aja Marc udah menang 2 kabupaten.
      Gimana jadinya kalo bawa motor macem Desmo? (Bani Andai)

      Guest
      • Faktor Marc klo menurut saya..
        Klo honda vs ducati masih lebih jinak dan stabil motor ducati , di lihat dari capaian pembalap ducati ya lain seperti petruci dan miler yang bisa naik podium..
        Intinya ada benar nya juga omongan domenicali jika dominan marc dari pada motornya (honda) …
        Dan dalam hayalan domenicali jika, andai, umpama marc feet ducati maka hasilnya 2 kali lipat dari 2,5 musim lagi dari omongannya…

        Guest
      • Belum tentu…mnurut dovi ducduc masih sangat lambat di cornerspeed,,hon2dut rider lainnya kan cedera dr awal,jl,crutcrut,,dr dulu honhon tetep bisa cepat di speedcorner walau tak secepat yamahmud,,jd tetep honhon lebih baik dr ducduc

        Guest
  2. Domenicalli membagi menjadi 2 bagian terpisah
    Motor dan pembalap
    Imho rider, motor n tim itu satu kesatuan yang saling menutupi kelemahan
    Cari rider yg sesuai dgn karakter motor, buat motor sesuai keinginan rider

    Guest
    • Pemikiran si dominodikali.. Motor ducati itu sudah menang dari motor honda walaupun g ada yang mengendarai om..
      Karena dia selalu bermimpi.. Seandainya.. Jika.. Kalau.. Dsb..
      Padahal dia tau..mengalahkan honda itu adalah dgn menggunakan pembalap hebat layaknya mm93..
      Sadar tidak punya kemampuan menggaet mm93.. Bersandiwara dan kampanye lah dia di micropon untuk mengalahkan honda..
      Payah ni orang. Xixu

      Guest
    • Jangan bisanya ngebajak rider tim lain. Bikin dong pembibitan sendiri,masa kalah sm katemi.
      Hehe sory,klo bahas dukicot agak sensi sy gara2 open class ditambah regulasi unified ecu…?

      Guest
      • Andai kalau ECU nya masih in house,
        Sudah jelas ecu asimo-nya honda dan ecu motobot yamaha lebih unggul daripda ducita,

        Guest
    • Pabrikan menang bacod doang…
      Dah dikasih kelonggaran dengan uniform ECU masih kalah juga dan akhirnya tidak bisa Terima kenyataan..

      Guest
  3. …kami mungkin sudah memenangkan dua setengah bagian Kejuaraan dunia . Ini adalah fakta sejarah dan bukan asumsi saya ” ( jangan tanya tmcblog soal ‘dua setengah’ ya? karena tmcblog juga belum nemu maknanya ? )
    ———————————————-
    Nganu wak, mungkin saja “salam dua setengah”
    Ekekeke

    Guest
  4. Punya 2 Rider Yg memenangkan Juara Seri itu Tdk menentukan juara dunia sih . Cukup satu kalo Dia Kuat dan Konsisten juara Dunia Sdh di kunci sebelum akhir musim

    Guest
  5. wkwk kemenangan berawal dari kerendahan hati.. XD koplak dh ni org.. sampe kapanpun juga gakan menang.. masih berpijak aja udh berasa di langit, apalagi klo udh bisa terbang pake aero wing wkwk

    Guest
  6. Wuah – jika seandainya kalo- marc ga ada, HRC bakal nyari alien andalan lain yg bakal mengganggu pesta kemenangan ducati. Kuatkanlah dirimu om dom.

    Guest
  7. Seolah mengerdilkan peran honda, bahwa marc lah yg memiliki andil besar memenangkan kejuaraan, tapi ada benarnya jg dah sebuah peringatan buat honda bila mqrc basen siapa yg bisa mengisi podium kalo yang lain cuma di urutan 10.
    Tapi memang type italia kali ya suka ngomongain dapur org ??

    Guest
  8. Berarti secara gk langsung ngakui pembalap duc2 medioker dong ini orang?? Gp itu bukan cuma pembalap x, ada tim dibelakang ny, ada motor/pabrikan yg suport… Aneh2 aja emang koment2 petinggi duc ini wkwkwk

    Guest
  9. “Jack (Miller) adalah kandidat untuk tim pabrik 2021. Kami berharap Jack mengambil langkah maju. Karena di masa depan ia akan menjadi salah satu kandidat untuk mendapat tempat di garasi utama,” ujar Tardozzi, seperti yang dikutip dari Tuttomotoriweb

    Plus ancaman buat petruk yg menurun performa nya

    Guest
  10. Menabg Dua setengah adalah :
    Dua = dua pembalap nya.
    Setengah = Ducati punya strong point dr 50% bagian motor ( mgkn saja speed atau akselerasi).

    50% yg kalah adalah celengnya motor ditikungan..

    Guest
    • bukan, maksudnya 2 setengah itu, 2 setengah tahun, karena di 2017 hampir jurdun, 2018 juga berpeluang jurdun, meski di motegi Marquez udah ngunci gelar, nah setengah itu di setengah tahun ini (2019)

      Guest
    • Bener bro, itu kalau kita berpikir tiba2 marq tidak ada di pembalap 2019. Apa yg honda lakukan adalah sebuah proses, punya marq yah maksimalkan potensinya.

      Kalau ga ada marq yah honda tentu ga bikin motor seperti versi 2019 lah, pastinya bikin motor yg sesuai karakter rider yg dimiliki. Agak sulit kita berbicara tanpa marq karna honda memang mau memaksimalkan potensi marq dan itu terbukti dgn 6 gelar sejauh ini.

      Jika tanpa marq?
      Doohan juara
      Rossi juara
      Hayden juara
      Stoner juara

      Artinya honda punya sejarah menciptakan motor juara, tergantung rider yg mereka miliki dan memaksimalkan potensi ridernya.

      Lorenzo??? Sepertinya nasib sial, dengan cedera sebelum pra musm dan diawal musim. Sudah pernah langsung ke jepang untuk didengarkan masukanx ke enginer, sayang cedera sepertinya mengurangi feeling atau semangatnya.

      Guest
      • Ada jeda puasa gelar yg cukup panjang sejak Rossi ke Yama-ha. Cuma Hayden n Stoner yg juara
        (total dua kali) dgn honda dari 2004 sampai 2013

        Itu juga karena Hon-da merasa motor lebih penting dari rider jadinya Rossi pindah ke Yamaha.

        Jadi motor doang ga cukup untuk dominan seperti sekarang dan Domenicali benar, itu faktor Marc.
        Dengan rider lain mungkin menang seri, tapi belum tentu mendominasi kejuaraan.

        Guest
  11. Menurut gw goal dr motogp adalah juara dunia, bukan berapa banyak pembalap lu kompetitif, jadi jelas honda lebih berhasil karena honda mampu membuat motor yg kompetitif dan mampu mempunyai/mendapatkan pembalap yang bisa memaksimalkan kelebihan motor lu dan menutupi kekurangan motor lu. Ducati harus instropeksi diri, jika motor lu yg ga kencang mungkin pembalap lu yang ga kenceng, kesalahan memilih pebalap itu juga salah pabrikan, ga udah cari2 alesan honda menang karena markues (kalo gitu lu kalah karena ketidakbecusan lu memilih pebalap yang mampu memaksimalkan motor lu)

    Guest
    • Intinya sih, kegagalan jurdun itu karena dua faktor utama : kalo gak motornya bosok, ya pembalapnya bosok.

      Tapi pakde Dom pengen mengungkap bahwa motor Dukaty itu engga bosok. Lebih karena ada Marc yg sangat alien, Kal-El… son of Jor-El dari planet krypton… kalo bukan karena elbow dan knee nya juga pasti tetep ngacir karena dia bisa terbang sebenernya

      Guest
    • Angka nggak bohong, kalau sumbangsih Marc dieliminasi, Hon-da bukan pabrikan terdepan 6 tahun ini.

      Problemnya, banyak yg ga suka ngomongin angka.

      Rossi disebut juara dunia 9x .. sementara Marc 6x .. (era non MotoGP ga disebut)

      Tanpa Marc, tidak ada rider Hon-da menang seri tahun ini. Tanpa Dovi, ada Petrucci

      Rins menang 2x tahun ini, Yamaha cuma sekali, itupun bukan Rossi.

      Marc pernah kalah di championship dari Rossi sekali (2015) sisanya sebaliknya.

      Hal begini susah diterima sales n haters. Keluarlah kata-kata “bacot ini, bacot itu, jamban dll”

      Padahal cukup dimengerti saja angkanya, karena angka gak bisa bohong.

      Guest
  12. Ternyata.. Pemain sinetron juga om dominodikali ini. Fasih banget memainkan microphon..

    2 1/2 bagian kejuaraan..??
    1. Pembalap
    2. Pabrikan
    3. Tim
    4. Satelit

    2.5 nya.. Mungkim juara pembalap, pabrikan dan team juara 2.. Xixi

    Soalnya satelit pasti kena petronas..

    Guest
  13. Dia sekelas apa?

    Bahkan dua tidak tahu balap itu terdiri dari unsur:

    • Motor 30%
    • Pebalap 30%
    • Luck (takdir) 40%

    Kalo.orang yg biasa baca koran zaman dulu.sering ngomongin soal ” Dewi Fortuna”

    Pppffffftttttt ?

    Guest
  14. Udah punya pembalap yg cukup berkarakter Ducati -Iannone- malah didepak.
    50% nya udah ga 100%. Kecuali bisa cuci otak Casey buat balap lagi.
    IMO

    Guest
    • Stoner mau pun juga udah telat, 2021 usia udah 36, tinggal encok sama rematiknya doang. Skill mungkin oke, masih bisa sering menang, tapi pasti kalah konsisten sama Marquez yang 2021 baru 28 dan kalau ibarat penganten, 28 itu usia perkasa lagi hot-hotnya muasin istri karena fisik ada di puncak kebugaran. Paling pol mentok kalaupun Stoner mau comeback dia cuma bakalaj jadi lawan kuat Marquez sampai Valencia

      Guest
  15. 2020 pasti kena gampar lagi ni ducati sama honda. Dan dominodikali bacot lagi..

    Kalo lomba microphon.. Ni kandidat juara juga sepertinya.. Xixi

    Guest
  16. Salah mu pilih pebalap medioker, Bautista bagus malah di asingkan ke WSBK, ambil petrux .. pppffffftttttt ?

    Bautista minta naik gaji setara teammate gak dikasih, jiahahaha ?.. padahal juara Back to back.

    Pabrikan halu ya gini…
    Ngaku bapak motogp lah..

    Pppffffftttttt ?

    Guest
  17. Dan sejarah tidak mencatat siapa yang sering memenangkan Race dengan banyak pebalap.

    Tapi mencatat siapa yang juara dunia dan naik motor apa… Pppffffftttttt ?

    Pahami

    Guest
  18. “setengahnya” karna posisi 2 tahun ini belum tentu dikunci oleh Dovi, Vina dan Rins masih punya peluang untuk pos 2 diklasemen akhir.

    Guest
  19. Dorna capek ngurusin Ducati

    ECU PIRELLI sesuai mainan Ducati
    Sekop diloloskan
    Singlet bertebaran
    Dll

    Masih aja zonk

    Guest
  20. Cuih… Pabrikan sombong amat, bagaimana mau menjadi lebih baik, kalau gak kenal kekurangan diri sendiri, membandingkan rider pabrikan lain pula, dia gak sadar pabrikan mana yang motornya paling banyak di grid tapi ampass, balapan kok kayak monopoli semua ngakunya dia, mafia emang…

    Guest
  21. Kl sampe juara tim juga lewat, Ducati makin merana. Strategi Double Barrell yg dibanggakan dari awal pun ternyata masih kalah ampuh dibandingkan strategi bull and matador-nya Puig (Wlpun saat ini Bull-nya askit-sakitan)……………

    Guest
  22. Salah sendiri pembalap-pembalap bagus dibuang, malah pelihara pembalap alakadarnya. Mau nyinyir kaya apa juga, faktanya yang juara dunia Marc Marquez diatas RC213V, bukan Dovi apalagi Petrucci diatas Desmosedici GP19. Pernyataannya yang memgabaikan fakta Desmo kalah dari RCV karena Marquez justru semakij menguatkan bahwa pembalap mereka cuma kelas 2 kalau kata Om Dar so dulu.

    Guest
    • iya ya.. mas darso ini sudah tidak kelihatan berkomentar kembali. lagi sibuk barangkali beliaunya. dikiti ini sebenarnya sedang memberi contoh kepada si ‘itu’ cara bernyanyi yang sopan dan halus mas. jadi kesimpulan nyanyian dikiti ini adalah pengakuan tak langsung terhadap hadno, dan mengalihkan ke rider-rider hadno.
      dikiti dan hadno adalah pabrikan, jadi bernyanyilah menunjuk ridernya sebagai biang. tensinya beda bila pabrikan menunjuk rider, bukan pabrikannya secara langsung.
      markes dan si ‘itu’ adalah rider, kesalahan si ‘itu’ adalah langsung menunjuk markes sebagai biang, seharusnya si ‘itu’ menunjuk pabrikan hadno sebagai biang, tentu tensi permusuhan pribadi tidak akan menjadi sengit dan panas seperti ini. hehe..

      Guest
      • loh, sudah muncul ?? hehe..
        kejadian komen nyangkut pernah dialami beberapa bulan lampau yang kemudian muncul sendiri setelah beberapa menit atau jam, apakah sedang ada maintenance, mas Taufik ??

        Guest
        • kayaknya bukan issue itu, lebih dikarenakan saya lagi ada kegiatan lain sehingga belum bisa cek komentar yg nyangkut

          Administrator
      • Saya juga kalau nyebut Om Dar so kena pending, Om Bangun. Mungkin ya, hanya spekulasi saya, nick Om Dar so mungkin sudah di filter biar gak komentar lagi. Saya padahal kangen sama prediksi2nya, soalnya awal tahun banyak bahas pembalap ini itu gimana nanti 2019 dan ternyata tembus. Kali aja Om Dar so baca komen ini mohon kembali Om, saya mau minta petunjuk nomor togell kali aja si Om juga jago?

        Guest
        • hmm.. kalau nomor, coba sampean pinjam buku kuning nya telkom mas, kalau pinjam si ‘itu’ banyak nomor palsu. hehe..

          Guest
        • Dulu saya ada di posisi non block alias netral mas ???
          Kjadian dar** Corps vs JelantahCorp yg menjadi awal terbukanya rahasia dengan nick27gate dulu,akhirnya membuka mata saya bahwa si JelantahCorp ini cendrung sesat, padahal dulu saya suka mantengin debat cerdasnya dulu dengan teori2 nya yg cukup masuk akal, ehh lama kelamaan ini orang cendrung besar kepala, apalagi klo nyinyir Vr46 wohhh sudah pasti di counter attack

          Guest
  23. Faktanya nilai kemenangan Ducati tidak lebih 25% padahal punya 3 rider didepan, sementara Honda hanya dengan MM93 nilai kemengannya lebih dari itu..

    Jika kondisi motor sebanding, ĺayak jika bos Ducati membayangkan MM93 naik ducati..??

    Guest
  24. udah ada pembalap bagus yg mau klop sama duc duc malah di buang…eh malah nerusin pembalap yg dr jaman masih kaku ga bisa belok..dipake sampe sekarang….

    Guest
  25. jika ecu tidak d seragamkan, ducati hanyalh penonton d balik duel honda yamaha….sblm 2013 marc gak ada d klas motogp, apkah ducati juara dua setengah kejuaraan?
    angkuh benarrr ya ducati ini

    Guest
  26. “Jika Marq tidak ada maka kami akan memenangkan 2 stengah gelar kejuaraan dunia”

    Kalau bahas ini ga ada habisnya, ntar yamaha juga ngomong kalau ga ada Dovi maka kami akan memenangkan 2 stengah gelar kejuaraan dunia. Trus Suzuki ntar ngomong juga ?

    Guest
    • Oh dulu mungkin maksud klaim petinggi diciti yaitu bahwa diciti adalah founding father nya drama microphone, bukan motogp. Kami kami ini bisa jadi waktu itu salah dengar.

      Guest
  27. Sy sedih membaca tulisan om domicililin ini, kelihatan sekali beliau frustasi dan hancur hatinya melihat kenyataan balap motogp saat ini! Yg lebih dibutuhkan ducati saat adalah sikap kerendahan hati dan diam! Msh untung paduka, cal dan taka ga dapet motor yg sesuai mereka, kalo honda bisa memberikan motor yg kencang buat semua…kau pun teriak2 ke dorna om Dom?!

    Guest
  28. Honda, MM93 dan RC213V adalah sebuah proses yg panjang… Sejak naik kelas motogp 2013 bisa dikata baru di 2019 RCV lebih dominan masukan MM93 (ditambah cedera JL, CC dipramusim).

    Jadi RC213V tidak serta merta dibuat tanpa pertimbangan ada rider yg mampu memaksimalkannya, dan tidak mungkin honda membuatnya jika profil pembalapnya adalah Zarco atau F1/4 (misalnya), karna mereka punya Marq yah mereka memaksimalkan potensi rider yg dimilikinya.

    Honda tanpa MM93?? Yah ga mungkin RC213V seperti saat ini, mungkin lebih smooth lagi dari versi 2018 jika pembalapnya semisal zarco. Tergantung pembalap yg mereka miliki lah, buktinya honda telah juara dunia dengan selain MM93 sebelum2nya.

    Guest
  29. dengan melebihkan peran marc dan mengerdilkan peran honda, secara tidak langsung nih orang juga merendahkan peran kedua pembalapnya karena nih orang nganggap ducati lebih baik dari honda

    Guest
  30. Kalau saran saya pembalap pemakai mesin v4 klo mau bs cepat hrs latihan flat atau dirt bike. Bukan motocross saja. Sedangkan mesin i4 harus melatih kelenturan,harus banyak tikungan dengan menghindari banyak penggunaan rem. Ibaratnya v4 kungfu, i4 taichi.

    Guest
    • Jangan salah, V4 juga mesin inline. Inline2 depan, inline2 belakang. Tapi Inline4 gak akan pernah jadi V diliat dari sisi manapun. Maksud saya, Inline gak akan pernah menyamai potensi V4, sementara V4 bisa saja suatu saat ditemukan sasis yang bisa selentur sasis I4 dan saat itulah keunggulan I4 sudah tidak ada lagi.

      Guest
      • Saya rasa karakter mesin v4 gak bakal bisa selentur i4 kecuali powernya diturunin. Sedangkan potensi i4 bisa sekencang akselerasi dan topspeed v4 jika ecu bisa fix yg bs ngurangin spin ban blkg. Ibaratnya v4 honda powernya skrg sudah maksimal dan hanya MM yg bisa handle krn susah dibelokin,ducati lebih baik tapi kalah akselerasi krn powernya bs dkatakan lbh lunak sehingga pembalap lainnya lbh kompetitif. Suzuki bagus pembalapnya blm konsisten, yamaha membaik krn py ahli ecu Mgadda tp power M1 kadung diturunkan musim ini krn musim lalu bandul ringan yg blm py ahli ecu. Next musim depan semua team maksimal harusnya.

        Guest
  31. ini orang yg sama yg bilang bautista keluar dari ducati karena uang wak? sekelas ceo kok ngomongnya kayak bani andai ya, jika/kalau/andai gak ada mm93, ducati jurdun 2.5, ini ‘fakta’ bukan ‘asumsi’??? wkwkwk bang domi halu nih

    Guest
  32. Prestasi duc amburadul y gara2 mulut ni orang
    Entah mengapa cirihad italiano gini amat
    Merasa paling wah tp cemen mengakui kesalahan ?

    Guest
  33. Kayaknya perlu dibuatkan turnamen adu balap corong microphone??? untuk tim yamama yg jago ??pembalapnya. Klo dukati yang jago ??? petingginya..

    Klo honba yg jago ???fanboi nya ..

    ??????

    Guest
    • ??? sampek fby hampir punah.. Yg tersisa mereka yg bener2 survive.
      Itulah realita dunia..
      Bukan sandiwara atau pengandaian.. Xixi

      Guest
  34. Malah nunjukin ke publik “how desperate he was at this situation”. Gak perlu lah ngemis ke publik minta pengakuan begini, pengakuan begono. Gak perlu gak penting dan gak baik. Publik sudah punya pendapat sendiri. Pendapat publik akan berubah dengan sendirinya bila ada pembuktian di atas sirkuit, bukan di ujung microphone.

    Ambil contoh suzuki, evolusi senyap nya sudah mulai menunjukkan hasil, tanpa drama dan tanpa microphone. Mungkin yg dibutuhkan dikiti saat ini, bukan lagi evolusi senyap tapi revolusi senyap.

    Guest
  35. Tidak mengakui kehebatan lawan, ini yg susah jadi pemenang.
    Saat kita tidak mengakui kemenangan lawan, kita cenderung mencari cari alasan. Atas nama sedang kurang beruntung, lawan lebih hoky dsb.
    Kalau menganggap honda bukan apa apa itu hal bodoh. Nyatanya Honda itu 1kesatuan, dia yg punya motor hebat, tim kuat & pembalap jos.
    Tanpa marc Honda bukan apa apa.
    Itu andai perandaian, & kalau pakai andai memang honda kehilangan marc maka honda akan cari pembalap top lain. VR, CS, MM sudah ditemukan oleh honda.
    & bukan tidak mungkin Honda langsung menemukannya. & atau honda yg menyesuaikan motornya. Ingat itu honda.

    Guest
  36. 2 setengah yg dimaksud adalah
    2017 setengah ,
    2018 1
    2019 1

    Bukannya m3mbela H sih tp memang H pinter aja cari pembalap yg pas buat motor mereka. . . Udah tau kalau dov itu di H aja dlu medioker kenapa diambil malahan .. ya hasilnya tanggung .. kalau mau juara ya cari talent yg paling tidak mendekati bakat marc .. lihat yamam cari quarta ,, seharusnya sih belajar dri yamam tu , miller mau di naikin juga sama aja g jauh beda sama petruk mungkin diatas dikit lah. . Bukan malah ngurusi dapur orang yg kokinya udah jago , urusi aja dapur sendiri dan cari resep yg pas buat dapurnya ..

    Guest
    • Yama dapet quart itu hoky dapet durian runtuh
      Nyatanya d awal kepurusan satelit yama rekrut quart hanya sebagai pelengkab aja
      Yg justru d gadang2 jadi anjaman buat mm justru si pangeran morbi lulusan engkong akademi
      Buktinya quart hanya d kasih jatah 5 mesin ( harusnya 7) dan sunatan rpm karena alasan dana cupet

      Guest
      • G juga, Wilco sendiri juga sebenarnya udah ngincer F1/4. Dia sendiri bilang ke Mat Oxley, “I had been watching him since CEV because it’s a high-level championship. He basically destroyed everybody, so his talent was clear, although a bit raw. Yamaha has also been watching him for a while. Four years ago Lin [Jarvis, Yamaha Racing’s managing director] asked me what I was seeing around the racetrack and who looked good, so I mentioned Fabio. As soon as Dani [Pedrosa] decided to retire and not join our new team for 2019, Fabio was at the top of our list.”

        Jadi, wlpun diliputi sedikit keraguan Razlan, akibat performa F1/4 di Moto3 dan Moto2 (yg itu juga akibat salah milih manajer), sebenarnya F1/4 juga sudah menjadi andalan Wilco Zeelenberg. Itu sebabnya di musim pertamanya sebagai rookie dia hanya memperoleh lima mesin dengan rev limit untuk memperpanjang nyawa lima mesin agar bisa digunakan full season.

        Guest
        • Itu stemen d tahun 2018 apa d thn 2019 ( musim sudah berjalan ) m
          Karena g yakin waktu milih morbi makanya d anak tirikan cuma kasih 5 mesin aja . Andai sedari awal lebih percaya sama taro daripada si morbi
          Istilah jatah 5 mesin g bakal ada
          Kalau pun ada yg dapet jatah 5 mesin si morbi

          Guest
        • IIRC, sepertinya itu statement di awal tahun antara pasca pengumuman Petronas SRT Line up atau pasca sesi test awal musim. Kemampuan rider scout Wilco emang cukup diakui, sama kaya Alzamorra (F1/4 pun binaan Alzamora di CEV dan musim awalnya di Moto3).

          Masalah F1/4 cuma dapat lima mesin, IMO, sepertinya lebih pada pertimbangan Dt. Razan berdasarkan kondisi keuangan tim dengan melihat perbandingan prestasi antara F1/4 dan Morbidelli (F1/4 juga baru naik kelas). Harap diingat, SRT harus leasing mesin yg sama dengan mesin factory untuk memikat Morbidelli, Tech three aja cuma sanggup (dan dikasih) leasing mesin dan sasis tahun lalu. Dan mungkin berkat pendekatan Wilco, akhirnya F1/4 pun dapat mesin yg sama hanya jumlahnya lebih sedikit, alih-alih mesin tahun lalu.

          Guest
        • Dari sini dah keliatan yg jadi priyoritas srt y si morbi daripada si taro
          Andai nilai kepercayaannya setara lebih logis kalau masing2 d kasih 6 mesin
          Tp yah harapan besar d gantungkan pada morbi
          Makanya cuma morbi yg d suport full sedari awal ( nilai kontrak )

          Guest
  37. Kayaknya nyindir diri sendiri ni, karena waktu Ducati juara dunia. Yang bisa mengendarai dan juara dunia di Ducati ya hanya Stoner. Hingga saat ini tidak ada lagi.

    Guest
  38. Kekuranganya ducduc gak bisa bwat motor sesuai permintaanya dovi sedangkan hondo memenuhi semua permintaan markes

    Guest
    • Sama aj. Takeo juga cuma bisa menuhin permintaan Marquez terkait defisit power dan akselerasi doang. Sementara masalah handling RC213V, Takeo cuman bisa bertaruh sama kemampuan Marquez. Dan Marquez pun bilang wlpun terlihat mudah dengan dominasinya, tapi dia harus bersusah payah di tiap sesi. Saat Sachsenring dia bilang jumlah crashnya lebih sedikit, tapi orang lain pasti tidak memperhatikan berapa banyak jumlah safe yang harus dia lakukan. Cal pun setuju dengan pernyataan Marc, “I only crash three times, while Marc crashing six times, but he saved all six.”
      IMO, buat engineer, ajang MotoGP adalah ajang pembuktian kemampuan mereka dalam menciptakan motor terbaik, sehingga baik Domenicalli maupun Kuwata pasti memiliki filosofi dasar mesin terbaik seperti apa. Dari situ, mereka mengembangkan kembali mesin tersebut berdasarkan masukan pembalapnya. Tapi belum tentu juga semua masukan itu akan diakomodasi, karena akan kembali lagi apakah permintaan tersebut sesuai dengan karakter dasar mesin idaman engineer, atau malah akan merusak karakter dasarnya yg mengakibatkan mesin tersebut tidak dapat berfungsi maksimal.
      Begitu juga HRC dalam mendesain RC213V, selama ini filosofi dasar RC213V adalah lap time bike yang mengombinasikan mesin V4 yg powerful tapi dengan top smooth delivery dengan agility, sehingga RC213V didesain dengan pendekatan chassis around the engine. Puncak filosofi desain RC213V tersebut lahir dalam bentuk RC213V MY2018 yang memiliki front end feeling yang jempolan, dan dengan sasis yang agile plus power delivery yang smooth, RC213V dengan mudah melibas tikungan jauh lebih baik dibandingkan GP18.
      Tapi sayangnya, Power dan akselerasi tetap merupakan kebutuhan utama untuk track balap modern saat ini yg sering kali didesain berdasarkan performa mobil F1. Itu makanya GP18 dengan mudah unggul di sebagian besar sirkuit, dan akhirnya untuk menutupi defisit dalam top speed, rider RC213V harus mengompensasinya dengan late hard braking saat entry corner, sehingga defisit akibat “softer engine performance” bisa ditutupi. Selain itu, dengan spec tyre saat ini, Motor yg memiliki akselerasi dan power serta kestabilan lebih baik dapat menghemat bannya dibandingkan motor lain (terutama yg mengandalkan late hard braking -sometimes at a lean angle). Sehingga makin lengkaplah kombinasi Dovi (master of tyre saving) dengan GP18, dan makin beratlah upaya Marc untuk menutupi gap deficit antara RC213V dengan GP18.
      Berdasarkan kondisi tersebut, untuk meringankan beban Marc, akhirnya untuk filosofi RC213V MY2019, Takeo mengambil pendekatan “achieved high top speed and strong acceleration without compromising handling”. Pendekatan yang diambil yaitu dengan cara mengaplikasikan desain untuk mesin F1 Honda pada mesin RC213V yang valve train nya didesain untuk menciptakan area dimana terdapat perbedaan kenaikan torsi yang tajam. Problem bagi HRC saat itu, ketika engine yang optimal sudah jadi, mereka kesulitan developing chassis, karena ketiga rider utama mereka dalam masa pemulihan. Dan akhirnya chassis yang ideal untuk mendukung filosofi desain RC213V sebagai lap time bike pun tidak terwujud.
      Takeo pun mengakui kl yang menjadi base development RC213V adalah Marc, karena Takeo percaya, Marc mampu untuk mengendalikan motor RC213V sesuai keinginannya, klpun gagal kemungkinan terburuk adalah terulangnya musim 2015. Hanya saja Repsol Honda seperti memperoleh “blessing in disguise”, dimana dengan motor yang memiliki power lebih baik, Marc bisa mengembangkan riding style yang berbeda untuk tiap jenis sirkuit walaupun harus push hingga limit di tiap sesi race.
      Bagi Repsol-Honda, Marc memang kartu Joker mereka, tapi untuk bisa mengoptimalkan kartu utama mereka dalam permainan, HRC dan timnya pun harus menyediakan kombinasi kartu yang tepat sehingga kartu Joker pun dapat dengan fleksibel berubah menjadi kartu yang dapat mengalahkan kombinasi kartu lawan.

      Guest
      • balik lagi, 2019 itu HRC pengen punya motor tercepat dan terkuat di grid. itu target utamanya.

        bakal menarik itu sampai seberapa tinggi nilai kompromi yg didapatkan HRC soal kencang dan handling di motor 2020. apa ga makin puyeng ducatrok dkk klo RCV dapat 99,9 % buat speed dan 99,9 % juga buat handling dari target yg ditetapkan HRC

        Guest
      • Kalo tulisan komen bernas kayak gini dijamin ubin toilet spbu a.k.a mentega ga bisa bacot lagi..
        Karena isi otaknya bener2 kosong…

        Guest
      • menurut saya, marc bisa mendominasi spt ini karena ecu seragam yg lebih bodoh, itu hanya mempertegas kemampuan marc dlm handling thortle seperti era motor 2tak, saya yakin RCV itu kencang dan agile spt era NSR dmana banyak pembalap honda mendominasi top 10, ecu yg skrg itu malah jd bottleneck di semua pabrikan, kalau marc/rossi/stoner boleh memilih, mereka akan lebih memilih ga usah pakai ecu sekalian , ibarat PC kartu grafis powerfull tp pakai driver generic bawaan windows ,jalan sih jalan tp fitur2 andalan pabrikan tidak bisa keluar

        Guest
    • dan kartu kedua itu bukan Paduka Hohe bro aim-1n…ada pergerakan HRC untuk mendorong sisa rc213v di lintasan agar sering 5 besar, siapa pembalap yg tertantang bisa juara juga dengan motor marc RC213v????

      Guest
  39. Bawa lagi paduka jolor ke ducati…
    Ada jaminan menang seri tp jurdun belum tentu..
    Sering menang berarti kemungkinan jurdun ada.
    Nah…

    Guest
    • Belum tentu karena jolor sudah terlalu banyak cidera (sejak di dukati ditambah di hodna) sehingga tulangnya sdh ampun²an.

      Guest
  40. Moga2 ga omong besar doank nih orang. Duc Duc dah inovasi sana sini, sampe masuk area abu2 regulasi, mulai dari sendok angin sampe tutup panci, tp hasil gagal maning…gagal maning son

    Guest
  41. Apa yg disampaikan DOME. Emang benar dan sesuai realita rider RCV lainya jarang masuk 5 besar,dan itu emang murni skill mm yg berbicara,MAKANYA BUANG TU DOVI AMBIL MM,ato JL tp diberi kesempatan untuk adaptasi LG,UNTUK 3 MUSIM KEDEPAN,MM masih kuat ,UNTUK DOVI CUKUP JADI PENANTANG SAJA,KARENA DOVIZONG GAK DIHITUNG ALIAS HORE??,KARENA LAWAN MM KEMUNGKINAN SI QUAR2

    Guest
  42. Arti dari dua setengah? Artinya Ducati tidak bisa menerima kenyataan. Ducati telah menjelma mjd “bani andai”, memalukan!

    Guest
  43. Kadang menjadi rendah hati itu sulit. Bersyukur itu sesuatu yang langka.
    Saat kita merasa kaya, saat kita merasa berkuasa, disaat kita merasa lebih…

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.