TMCBLOG.com – Jika pembalap lain biasanya memiliki grafik perkembangan performa yang naik pasca rehat tengah musim MotoGP, namun tidak bagi Danilo Petrucci. GP Ceko ia finish P8, GP Austria yang biasanya merupakan sirkuitnya Ducati, Danilo hanya finish P9, lalu GP Inggris ia finish P7, sedangkan di kampung halaman Ducati – GP Misano Petrux finish P9, kemudian Aragon finish P12, dan terakhir di Thailand Danilo Petrucci finish P9 . . Ia cenderung beberapa kali sulit bahkan untuk tembus Top 10.

cara baca : makin kecil grafik batang, makin baik

Ducati konsern banget sama penurunan performa Danilo terutama di paruh kedua musim 2019 ini. Kepada Speedweek, Davide Tardozzi mengatakan ” Kami sangat peduli dengan masalah Danilo, karena kami menginginkan Danilo yang kuat untuk 2020 nanti “. Walaupun bukan itu saja sob. Ducati sangat membutuhkan Danilo karena mereka saat ini jelang 4 race terakhir sedang dalam perebutan gelar championship team dan manufaktur.

Untuk championship manufaktur, Honda mengungguli Ducati dengan 77 point jelang seri Jepang. Di kategori ini, biarlah jadi pertempuran antara Marc dan Dovi. Sementara jelang 4 seri terakhir di champonship team, Ducati team memimpin 19 point di atas Repsol Honda. FYI, pada sistem perhitungan championship team kehadiran Danilo Petrucci akan sangat diperhitungkan karena point team adalah akumulasi dari dua point yang dikumpulkan oleh baik Danilo maupun Andrea Dovizioso. Danilo jelas berperan sentral jika Ducati ingin mengagalkan kembali cita-cita Tripple Crown Honda di 2019 ini.

“Jack is a candidate for the 2021 factory team, .” Yap dengan sangat jelas itulah perkataan Manager Team Davide Tardozzi yang buat TMCBlog lebih terasa sebagai ancaman halus buat Danilo Petrucci jika tidak juga kunjung meningkat performanya di empat laga tersisa dan tentunya juga di 2020 nanti. ” Kami berharap Jack ( Miller) bisa melangkah lebih ke depan karena di masa depan, Ia akan menjadi salah satu kandidat yang akan mengisi grup kerja ini ( team factory ) .”

Taufik of BuitenZorg

61 COMMENTS

    • G prnh bljr ksini sih… G pny teknik terapan psikologi ?
      Lalu lalang d paddock smbil bw pecut… Cetar… Cetarrr! ?

      Guest
    • Saya setuju dgn artikel ini… Faktanya pembalap lain selain marc kesulitan naik rcv bahkan sangat lemot (selevel ktm dan aprilia) marc bisa cepat naik rcv karna dia nikung pakai SIKUT TANGAN untuk menyangga agar rcv tidak jatuh, ini mungkin karna basis rcv dikembangkan dari hewan BABI / CELENG sehingga hanya unggul top speed tpi tidak bisa belok, berbeda dengan YZR M1 yg dikembangkan dr hewan KUDA (KUDA BESI) yg lincah dan luwes disegala medan, jadi jelas pilih mana mau naik KUDA atau naik BABI?

      Guest
    • Karakter Motor motogp jika dianalogikan sebuah hewan menurut Giacomo Agostini, cekidot bro….

      1.Ducati : motor ini seperti banteng, kuat cepat dan bertenaga saat berlari tp susah belok dan kurang lincah untuk zig-zag
      2.Honda : motor ini seperti babi, mirip seperti ducati tp tenaga lebih lemah dr ducati, dan motor ini juga susah belok karna dikembangkan dr hewan babi / babi ngepet / celeng (bau taik nya gilaaa euy)
      Yamaha : motor ini adalah kuda besi, ya ini adalah motor sejati karna dikembangkan dari hewan kuda, hewan yg biasa dipakai manusia karna power dan handlingnya pas (balance) powernya tidak sebesar banteng tp kuda sangat lincah dan kuat disegala medan dan bersahabat dengan manusia sejak lama

      Guest
    • Yg dikatakan Soundwave (mengutip perumpamaan dati Giacomo Agostini) memang tidak salah…

      Kharakter posisi mesin V pada Honda dan Ducati memang membuat kendali motor jadi menyerupai celeng/ banteng, cepat di trek lurus namun agak susah untuk belok.
      Motor saat belok harus lebih menyudut, jika tidak menyudut akan terasa ngleyang.

      Maka agar mudah bermanuver saat belok dengan kecepatan tinggi, perlu meniru pesawat yg di lengkapi sayap yg lebar. Pesawat dengan sayap yg lebar lebih mudah bermanuver atau belok dibanding pesawat yg sayapnya kecil.
      Atau lihat saja rudal yg sayapnya kecil/ minim, bisa melesat super cepat tapi susah belok atau butuh radius lingkaran yg lebih besar untuk belok.

      Untungnya Honda punya Marc Marquez yg punya skill mengendalikan celebg/ banteng itu agar bisa belok mendekati sifat motor inline-4.
      Caranya ya salah satunya dengan lebih miring saat nikung, agar motor tidak nyeleng dan ngleyang.
      Itulah kenapa sudut rebah motor MM93 selalu besar, sering menembus 60 derajat.

      Guest
  1. Bukannya emang udah “hampir pasti” jack miller ke Ducati factory di 2021 wak? Tinggal team mate nya apakah Dovi atau yg lain. Sorry to say, Petrux terancam “nganggur” di 2021 kalo ga diambil team lain.

    Guest
  2. Mission-Winnow 2019 sudah bubar mas Petrux.

    Lebih baik keluarkan 100% Petrucci (kalo sebelumnya bingung mau ngeluarin 100% Petrucci).

    Masa harus dikasih pecutan dulu biar keren. Kalo modelnya gitu, berarti kontrak hanya setahun setahun. Cuma Andrea yg sekali kontrak langsung 2 tahun.

    Guest
  3. Sy rasa internal Ducati yg bikin petrux ga maksimal. Mungkin jika tetep di Pramac justru bakal lebih nampol.
    Dovi juga, ini dua orang sepertinya mentalnya ga tenang.

    Guest
  4. Dari dulu juga sebenarnya JM43 (selain DP09) merupakan kandidat kuat buat pengganti JL99. Cuman masalahnya, Ducati mengambil pendekatan sama dengan tim F1, untuk memperoleh hasil terbaik (rider-team-constructor), maka diperlukan dua rider yang saling mendukung satu sama lain, sehingga akhirnya DP09 lah yang diambil.

    Guest
  5. Sebenarnya Petrucci sama Miller itu 11-12, cuma krn penonton lebih suka Miller aja (khususnya Australia dan Inggris), makanya Petrucci di underestimate banget. Padahal kemenangan dia di Mugello itu heroic banget, cukup buat nampol yg gak suka dia.
    Ya balik lagi, sama2 gak konsisten, padahal motor udah mirip.

    Guest
    • Sayang paduka Hohe kontraknya tdk diperpanjang. Dovi jd ketinggalan jauh lawan Markes. Sblmnya kan terpacu jg krn pny rekan setim macem paduka. Si paduka nya di Honda jg krisis. Rugi keduanya sbnrnya. Nasi sudah jd bubur. Dovi tdk akan pernah menang melawan Markes krn level ambisi Dovi msh di bwh Markes.

      Guest
  6. Wkwkkwkkkkk
    Team panas kok ogah mengakui lawan lebih baik.
    Sekalipun kalau memang (belum tentu jg) motor mereka lebih baik, secara tim managemen bukan apa apanya Hodna..

    Diketawain

    Guest
  7. Btw apa cm honda yg mau berinvestasi & berspekulasi dg pembalap?
    Ngorbitin VR dg satelit khusus, ngangkat dani pake request 800cc khusus, Marc dg tim moto2 khusus, JM khusus loncat dari moto3 khusus.
    Kayanya tim lain cm menunggu.
    & kalau honda udah nemu pingin ngrebut..
    Kasian ya?

    Ditunggu pembibitan KTM.!

    Guest
    • Pol Espargaro.. udah kencang di KTM…
      Next.. Joan Mir… gg maksimal di i4 yg katanya motor ramah bin lemot…

      F1/4 sih udah cocok di i4…

      Guest
  8. Miler petrux itu sama aja.
    Rider motogp hebat itu biasanya juara dulu di moto3 kemudian moto2, itu aja kadang masih gak bisa juara di motogp, eh apalagi belum juara di moto3 n moto2 ya liat aja di motogp palingan hanya penggembira (lirik mv12 ar42 fq20 dll)

    Guest
  9. Petruci sebenarnya pembalap bagus dan sangat perhitungan di race cuma mental kurang figh..kebalikan dengan miler..
    Jadi ya tinggal di asah aja kekurangan kedua pembalap ducati untuk jadi pembalap utama

    Guest
  10. Daftar pembalap ducati yg tersingkirkan:
    -Ianone(gegara nyleding dovi)
    -Lorenzo(g sesuai ekspetasi awal, eh pas resmi deal ama honda malah jempolan)
    -Bautista(udah dikasih 3x juara seri berturut-turut minta nambah gaji kaga dikasih, auto ngambek, meletoy dan akhirnya pindah)

    Dan sekarang Petucci “on watching”…?
    Kasian sekali nasibmu

    Guest
  11. Woooo, Aussie lagi yg menempati factory ducaty
    Entah apa yg merasuki petrux, sampe grafik nya malah merosot pdhl ridet duketek tulen

    Guest
  12. buat th ini honda fokus kejar top speed jadi hanya marq yang mampu bawa rcv.
    Tapi ditahun depan semua sektor rcv yang sempat tertelan top speed bakal mencuat lagi dan bukan tidak mungkin CC bisa sering 5 besar kalo nakagami si kayaknya 10 besar sudah bagus yang paling prihatin sama JL, semoga tahun depan bisa lebih klop dh rcv

    Guest
  13. Kesalahan Ducati setelah bikin sakit hati Lorenzo ya terlalu cepat perpanjang kontrak Petrucci padahal di ajang lain (WSBK) ada pembalap yang ngotot menang biar bisa kembali ke MotoGP, malah Petrucci diperpanjang sebelum Bautista tuntasin misi WSBK. Alhasil Bautista ogah-ogahan ngepush V4R dan pilih kabur ke HRC. Gelar WSBK gak jadi didapat, pembalapnya malah kabur. Gak beda sama Aprilia cara pelihara prmbalapnya.

    Guest
    • Jd ingat all italian team medio 2010-2012, grasa-grusu maunya instant dgn sesumbar motor 60 detik

      Pdhl udh boyong seorang lejen, ttp aja zonk. Pake segala dirombak dari motor sampe manajemen

      Guest
  14. Udh 2x ducati ngambil keputusan blunder
    1) saat lorenzo udh mulai klop, bisa bersaing di barisan depan, tp tdk diperpanjang kontraknya
    2) tertipu sm juara 1 nya petrux yg cm 1x itu doang, tanpa melihat hasil di race2 berikutnya untuk memberikannya kontrak baru
    Dan memang begitu adanya sih, petrux setelah dpt perpanjangan kontrak performanya cenderung lesu dan tdk sengotot sblm dpt kontrak baru!
    Sepertinya ducati hrs tegas terhadap ridernya seperti KTM!! Aslinya petrux baru keliatan setelah perpanjangan kontraknya.
    Asli lah bener2 rindu paduka hohe naik desmo di akhir2 kontraknya, banyak fight dibarisan depan, bahkan jadi kompatriot kuat perebutan juara. Tp sayang ducati terlalu terburu2 ambil keputusan. Sekarang tinggal lihat hasilnya aja sih dari apa yg di lakukan ducati, dovi moncer kagak, apalagi petrux, cm jadi rider penggembira yg jarang tersorot kamera wkwk

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.