TMCBLOG.com – Di Race weekend gelaran Gp Phillip Island 2019, Honda kembali Merengkuh lagi gelar Juara GP melalui Pembalap asal Italia Lorenzo Dalla Porta. Pembalap asal Kota Tuscan ini kembali mengangkat pembalap Italia ke Puncak Tertinggi kelas GP paling belia ( Moto3) setelah etrakhir terjadi 15 tahun lalu tepatnya 2004 ketika Andrea Dovizioso menjadi Juara dunia GP125 kala itu.

Di Tahun 2015 Ketika Lorenzo Dalla Porta masih race di kelas Moto3 CEV, ia memperoleh kesempatan merasakan Balap Kelas World Championship ketika menggantikan  Issac Vinales di Team Husqvarna Factory Laglisse. Di tahun pertama tersebut torehan terbaiknya adalah finish P8 dan hanya tidak finish di Philli Island. Lorenzo Dalla Porta adalah Juara Moto3 CEV tahun 2016 dimana di saat yang sama ia juga membalap di Kelas Moto3 WC bersama Romano Fenati di team Sky racing VR46 semenjak Silverstone.

Karir Balap Permanen Lorenzo dimulai dari Tahun 2017 ketika ia menjadi Pembalap tetap team Pull&Bear Aspar Mahindra dan di saat itu Lorenzo memperoleh perhatian Khusus dari team elite Leopard racing yang akhirnya mulai Tahun 2018 merekrutnya sebagai pembalap Tetap. Semenjak bergabung di team Leopard, Lorenzo Mulai merasakan Podium seperti Di Losail, Misano, Buriram, Motegi dan Malaysia. Lorenzo pun finish di Posisi Klasemen  pada akhir Musim 2018.

Tahun s019 dimulai dengan Podium di Qatar, Kemenangan pertama di Sachsenring dilanjut Jepang dan Terakhir yang sekaligus membuatnya bisa segel gelar Juara Moto3 adalah kemenangan di Phillip Island 2019. Secara umum sebenarnya Pesaingan di Moto3 2019 juga cukup ketat antara Dalla Porta, Canet, Arbolino dan Ramirez. Namun yang membuat Point Klasemen Dalla Porta Kuat adalah konsistensinya untuk Finish. Tercatat Dalla Porta hanya tidka finish di Catalunya, selain itu sampai Australia, ia selalu finish . . sementar a3 kompetitor lainnya Dnf-nya lebih sering. Juara dunia 2019 Moto3™ adalah Lorenzo Dalla Porta!

Selain Gelar Buat Lorenzo Dalla Porta, Honda di kelas Moto3 Juga meraih dua gelar lainnya Yakni Juara Konstruktor/ Manufaktur karena jarak 78point tidak bisa lagi dikejar oleh KTM di 2 sisa race ke depan ( Maksimum point 50). Semenetara di Segmen team, Leopard racing yang menggunakan Honda NSF250RW semenjak beberapa Race seri terdahulu memang berhasil segel pula gelar Juara team Moto3 2019 . . Triple Crown !

Taufik of BUitenZorg

64 COMMENTS

    • Tdi ada yg ngemis ngemis moto2 wak haji, tolong dibikinin artikelnya.. maklum belum banyak yg belajar ikhlas sakit hati

      Guest
        • Marc masih ngotot P1 buat kejar rekor Poin…
          Kalau Tim Repsol juara (sangat sulit) itu bonus..

          Posisi Poin sekarang terbanyak no2..

          Ngelewatin
          Lorenzo (2010) 383 poin dari 18 races
          Marc (2019) 375 poin dari 17 races (masih ada 2 lagi)
          VR46 (2008) 373 poin dari 17 races

          Plus buat rekor baru
          400 poin dari 18 races..
          425 poin dari 19 races..

          Masih banyak pesta..

          Guest
        • MotoGP masih seru..
          ABM “ngapain Marc masih ngotot P1?”

          Banyak yang bilang buat Tim Repsol juara.. padahal (sangat sulit) itu bonus..

          Aslinya ngejar rekor Poin..
          sekarang posisi #2..

          Lorenzo (2010) 383 poin dari 18 races
          Marc (2019) 375 poin dari 17 races (masih ada 2 lagi)
          Tertendang
          VR46 (2008) 373 poin dari 17 races

          Plus buat rekor baru
          Maks 400 poin dari 18 races..
          Maks 425 poin dari 19 races..

          Masih banyak pesta..
          Kecuali takdir berkata lain…

          Guest
    • Sangat sangat sulit (1%).. Marc vs Dovi+Petrux
      Lorenzo autozonk, masa kalah dari syahrin KtM KW…

      Berharap salahsatu ducati zonk, minimal (finish diluar 10 besar)…
      Berharap Lorenzo di Valencia.. mungkin manjur…

      Guest
      • Sulit.. tapi masih mungkin..melihat trak record marc musim ini hanya sekali Dnf 11 Menang dan sisanya pos 2 ..tpi di Sepang kayanya Dovi bakal kuat disana..

        Guest
  1. Leopard ini termasuk tim elit di moto3. Prestasinya sempet turun waktu pindah mesin ktm dg pebalap fq20 (cmiiw). Hanya setaun pake ktm trus pake honda lagi dan prestasinya naik lagi… Danykent joanmir adalah hasilnya, sekarang dallaporta juara…

    Tapi kirah dallaporta ini ga semenarik joanmir menurut saya… Kalopun naik moto2 sepertinya akan terlihat biasa, mirip AM73

    Btw, semakin kesini moto3 hanya ada 2 mesin aja yg ikut, wajib dibenahi agar seru kembali… Saatnya moto3 2 silinder, 250/300 cc

    Guest
      • Kedeketen cc nya kayaknya… Kalo saya tetep seneng dg format 3 kelas.
        Seumpama:
        Moto3 250-300 cc 2cyl
        Moto2 600-750 cc 3cyl
        Motogp

        Kenapa sy usul moto3 dibikin 2 cyl, karena banyak pabrikan (jepang) yg bikin mesin dg konfigurasi ini…

        Guest
    • Gimana mau nyetak skor, jago nikung malah di suruh nyetir “celeng oren”🤣
      Bahkan “banteng merah” aja masih lebih jinak katanya

      Guest
        • Jawabannya bisa jadi di artikel Ramon Forcada bro.

          Bahwasanya mesin inline M1 dan Hohe seperti diciptakan untuk berpasangan.

          Hohe menurut Forcada berlatih fisik dgn teratur, namun fisiknya tetap terbatas.

          Batasannya (imho) gak cukup kuat untuk bisa konsisten dlm handle mesin V4, apalagi perontok tulang macem RCV.

          Waktu di dukaty aja dia butuh shape tangki tertentu. Untuk bantu dia ngapit tangki pake kaki dalam handle deselerasi motor, agar gak cepat kecapekan.

          Artikel pelemahan Dukaty sebenernya mungkin bisa jafi. Tapi dengan bagusnya Hohe di Dukaty sebenernya juga gak perlu takut juga selagi Hodna punya Marc.
          Karena secara fisik Marc jauh lebih bugar daripada Hohe. Biar gimanapun kondisi fisik sangat pengaruh ama konsistensi hasil race. Makanya untuk championship tetep lebih condong Marc karena dia konsisten.

          Guest
        • Iya bener cal aja bisa, hohe pun harusnya juga bisa, minimal masuk top 10 lah, seburuk-buruknya penampilan terakhir sebelum pensiun dari seorang pedrosa aja masih bisa konsisten finish top 10 dengan hasil terbaiknya top 5

          Guest
    • Lorenzo itu tipe motor yg harus menyesuaikan tipikal cara balap dia….kalo beda aja udah susah….pontang panting dia…..kurang baik apa HRC udah mau kasih dia kesempatan lagi sampai 2020….selanjutnya ya terserah lorenzo….mau ngikutin motor ato kaya sekarang terus

      Guest
    • Taun depan apa mungkin sdh sembuh punggungnya hohe, kasian juga lihatnya. Mending setelah gp malaysia hohe umumin pensiun aja, dr pada memperparah situasi.

      Guest
  2. nahh ini yg bikin honda jd raja juara dunia terbanyak grand prix, krn mereka tetap konsisten turun di kelas junior. pabrikan lain terutama yamaha ngumpet ntah kemana 😉

    Guest
  3. Blm ada yg mampu menyaingi prestasi pabrikan jepang yg satu ini setidaknya hingga detik ini HONDA memang slalu selangkah lebih maju ketimbang pabrikan lain dri segi teknologi ataupun prestasi bhkn jauh meninggal kan pabrikan iwata memang HONDA Luar biasa😊😁

    Guest
    • Udah ga aneh la. Sedih juga media serame tmc penulisannya berantakan. Tp mau gmna lagi? Diingetin sering tp tak berubah toh

      Guest
      • Namanya manusia Bro . Mau lu ngeluh gimna ya pasti ada salahnya apalagi Kalo artikel panas yg harus Fast publish . Mungkin anda Mau jadi Kontributor disini ?

        Guest
      • Tapi ga ada salahnya jugalah ini salah satu kritik membangun, maunya wak haji cari editorlah minimal buat ngebaca artikel yh udah ditulis sebelon di post artikelnya, cepet publish sih bagus cuma kalo berantakan penulisannya ya agak anu jg sih, klo soal quality bahasan artikel wak haji numero uno lah !

        Guest
  4. Gile konstruktor nya hanya dua, alias duopoly
    Apa kaga ada yg berminat bikin proto 250cc single?
    Apa kemahalan kali ye?
    Mahindra ama peug aja berani (walopun setelahnya cabut lagi) kalo KTM nyerah juga. Bisa jadi one make engine class

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.