TMCBLOG.com – Menatap mesin masa depan Honda PCX, dan Vario series dari Ajang Eicma 2019. Mudah mudahan judul di atas tidak terlalu berlebihan karena tmcblog melihat emmang ada benar adanya kita bisa memperkirakan path pengembangan mesin skutik 150 cc dan 125 cc yang saat ini menjadi backbone penjualan AHM. Yap Mesin yang diaplikasikan Ke Kutik cita rasa eropa SH125 dan SH150 dinamakan mesin eSP+ yes ada plusnya di depan sob. hal ini menandakan bahwa ada penambahan teknologi, penambahan fitur dibandingkan Mesin eSP yang saat ini beredar dan menjadi mesin yang menopang banyak Varian mulai Vario 125, vario 150 sampai PCX 150 . . Yes kita akan fokus ke mesinnya di artikel ini sob

2020 HONDA SH125 Engine Comp

Informasi yang tmcblog dari Honda eropa menuliskan bahwa Mesin bagi SH125 dan SH150 ini adalah mesin yang sama sekali baru. Masih mesin SOHC berpendingin cairan namun namanya sudah eSP+ (‘enhanced Smart Power’) dan menggnakan empat Klep . . Honda mengklaim baik mesin 125 maupun 150 cc nya dapat Menghadirkan Akselerasi lebih cepat, Top Speed lebih tinggi namun lebih efesien dan lebih ekonomis dibandingkan mesin dua klep sebelumnya

2020 HONDA SH125 Torque and Power

Secara umum , menurut hasil pengukuran internah honda, Untuk Mesin 125 cc SH125 Hadir kenaikkan Power maksimum yakni dari 8,9 kW @8.500 rpm pada mesin 125 cc dua Valve sebelumnya menjadi 9,2 kW @8.250 rpm. Trsi maksimum turun dari awalnya 11,5 Nm pada 7.000 rpm menjadi 11,4 Nm pada 6.500 rpm. Namun Grafik Dyno menunjukan bahwa Mesin menghasilkan performa yang lebih cadas semenjak 4000 rpm sampai 10.000 rpm

2020 HONDA SH125 Valve Mechanism

Yang dilakukan Oleh Honda selain menambah Jumlah Klep/ valve adalah mengubah dimensi dari Ruang bakar atau Bore x strokenya. Jika di Mesin 125 cc LC sebelumnya menggunakan ukuran bore x stroke 52,4 x 57.9mm ( dimensi piston Vario 125 juga segini) maka di mesin baru hadir dimensi piston 53.5mm bore x 55.4mm stroke (124,8 cc)  . . . atau lebih berkarakter Overbore dibandingkan mesin 125 sebelumnya. Lalu Kompresi mesin juga naik dari awalnya 11,0:1 ke 11,5:1

Untuk Varian mesin ‘150’ nya juga mengalami perubahan signifikan. Dari awalnya SH150 menggunakan dimensi bore x Stroke piston 57,3 x 57,9 mm ( sama dengan Vario 150 dan PCX 150 ) menjadi 60 x 55.5 . . Yes lagi lagi lebih Overbore dan membuat Kapasitas melonjak menjadi 156,9 , yes offset sekitar 6,9 cc . . . ini seperti respon Honda terhadap strategi Pilihan mesin Yamaha . . ” Oke Kamu bikin 155 cc saya jabanin dengan 156,9 cc “

2020 HONDA SH125 Exhaust System

Honda mendesain Mesin yang sangat Kompak pada mesin generasi berikutnya dari Kubikasi 12 cc ini. Dan bahkan saking ingin lebih kompak maka Jika sebelumnya Radiator terpisah dari Body mesin, namun di mesin 125 yang baru ini Radiator akan menjadi bagian dari mesin itu sendiri (built into the engine) dengan tambahan Cooling fan juga . . tsadiiieezz !! Selai itu juga internal dari End Muffler juga diseting ulang untuk memperbaiki emisi yang dibuang dari Skutik baru ini.

2020 HONDA SH125 Intake Path

Dan menurut Honda untuk mesin 125 cc LC 4 Valve punya potensi lebih irit. Menurut hasil pengukuran Internah Honda dengan metoda WTMC dari awalnya 43,3 km/liter pada SH125 MY2019 menjadi 44,6 km/liter pada SH125 MY2020.

Fitur fitur lain seperti side stand switch, ISS, ACG starter, Smart Key sudah dipastikan terus dibenamkan di Mesin mesin 125 dan 150-an cc honda ke depan. Namun melihat SH125 dan SH150, Sepertinya kedepan pula Honda akan menghadirkan Teknologi TC atau Traction Control pada mesin 125 dan 150 -an cc nya ( kemungkinan di versi Paling premiumnya )

2020 HONDA SH125 HSTC

HSTC Honda Selectable Torque Control . . cara kerjanya ya seperti juga sistem TC pada umumnya ada data Speed sensor yang dideteksi di ban belakang dan Ban depan. Data speed dari putaran ban ini di deteksi, diukur, dihitung dan dibandingkan oleh Algoritma khusus pada ECU PGM Fi. Jika dideteksi adanya perbedaan antara speed roda belakang dan Speed roda depan, maka ECU akan memerintahkan mesin untuk melakukan respon entah merubah timing pengapian, atau bahkan bisa dengan menyetop pengapian sementara sampai efek perbedaan Traksi ini bisa di selesaikan  . .

2020 HONDA SH125 Meter

Artinya HSTC akan mengurangi gejala roda belakang spin. Dan Karena ada tulisan ‘S’ yang artinya Selectable, maka sistem TC ini bisa dinon-aktifkan sesuai keinginan pengguna ..  Nahhh ini tantangan Buat yamaha, Mereka pertama mengaplikasikan TC di Motor 250 cc Via Xmax . . namun sepertinya Jika Yamaha tidak gerak cepat, Honda akan ambil alih kendali, Menjadi pertama mengaplikasikan TC di motor yang lebih kecil lagi kubikasinya 125 cc dan 150 cc  . . .

Taufik of BuitenZorg

213 COMMENTS

    • Mesin motor berbahan bakar fosil masih ada progres pengembangan…
      Motor listrik sepertinya masih lama menggantikan motor bensin

      Guest
    • Jiakakakak……kata epbeha yamaha kelebihan critttt 5 cc….Lah ini hodna kelebihan croottt 6,9 cc…..#generasi ngekorrrrrr 4 klep 😂😂

      Guest
      • Menunggu jawaban dan komentar FBH,menggunakan kalimat intelek dan kepintarannya dalam mengolah kalimat yg cuma mutar muter gak jelas yg intinya sama dengan teknologi Yamaha😅😆😆😆😆😆

        Guest
    • Sebenarnya apa perlu H riset mesin baru dan nyontek teknologi sultan Y demi bersaing dengan sultan Y, toh para fbh mana ngerti teknologi mesin? Taunya cuma mesin H semakin panas semakin banterr… saya juga dulu waktu kecil juga termasuk yg ikut ikutan bilang mesin H semakin panas semakin banter, namun setelah dewasa dan berpikiran luas, lalu meng compare kedua produk akhirnya saya pilih Y, tapi tidak buta merk… sy lebih condong ke perbandingan produk, bukan brand…

      Guest
        • Ngomong2 soal oli. Oli motor emang didesain short time drain interval… Alias gak didesain buat pemakain. Jangka panjang. . klo pengen yg bisa lebih tahan lama ya pakein oli mobil atau malah oli diesel yg punya keunggulan long drain interval..

          Ya begitulah bisnis.. klo harga murah ya gantinya cepat klo harga mahal ya gantinya lama.. intinya produsen oli nyari untung…

          Guest
      • lah kenapa mesin multi valve Honda dibilang nyontek pabrik sebelah?
        apa sudah pada lupa kalau Honda punya banyak varian mesin multi valve ya?
        R&D Honda tinggal comot satu, modifikasi sedikit supaya bisa masuk ke rangka skuter, beres. gak perlu repot nyontek sana sini.

        Guest
      • masalahnya bukan buta merk , tapi lebih kepada kepercayaan diri terhadap merk tersebut. d rumah ada RX-K, ninja 250, beat, scoopy, vario150 , suzuki R3. tergantung dari kebutuhan juga. (semua all metik yamama haus oli/ gak akan bertahan sampai 6000km untuk 1lt oli) saya sudah buktikan itu..

        Guest
        • Lha situ ya kurang kerjaan. Masa pake oli motor di tembusin sampe 6000 km, paling mentok ya kisaran 5000 km. Oli motor beda dengan oli mobil yg bisa sampe 10000 km bro

          Guest
        • Buset yg bener aje oli motor dipake buat 6000km, kl gue max 2500km kl ga ya 2000km buat motor.. 5000km buat mobil

          Guest
        • @Nero BENAR. Rekomendasinya memang 2.500 KM maksimal pemakaian oli mesin.
          Kalo sampe 4.000 KM aja tiap ganti oli, yang ambil untung pabrikan motor bisa jualan spare part jeroan mesin.

          Editor
        • saya pake fastron gold (sae5/30 kalo gak salah). dan saya pake +- 8000-10000km. dan itu (beat,scoopy,vario) masih baik” saja sampai saat ini.

          Guest
        • untuk kasus suzuki R3 memang rada laen cerita,awalnya 3,5lt setelah pemakaian 5rb km UP, oli cenderung berkurang, jadi saya tambahin lagi 500cc. sakarang masih berjalan di 7500km ( dan masih enak di geber kok)

          Guest
        • Yah, kalo pemikiran saya, motor y yg pakai diacill silinder pada haus oli. Karna dinding sildernya masih menyisakan pori2 yg bisa jadi tempat oli mlipir trus kbakar pada saat prises pembakaran/ motor dijalankan. Meski sdikit kalo terus2an kan ya nyusut juga tu oli. Knapa masih bisa haus oli, ya balik ke harga, sesuaikan dg harga jual. Mau diacil yg gk haus oli, yg lebih sempurna, ya harga akan lebih mahal lg. Bagi user ya mesti lebih aware jg gak asal bisa makai. Perawatan rutin ganti oli / refill gt.

          Guest
      • @soundbutut: fans kakek sugiono dan fans yamaho dengan pembelaan tidak buta merek tapi buta idola…1 ke-alayan akan diikuti ke-alayan yang lain…sultan kok jualan produk ngandelin kakek2

        Guest
    • Kalaupun mesin H jadi pakai 4 valve + timing kem diterapkan, sepertinya hanya untuk market negara negara maju, karna disini konsumen lebih berwawasan dan kritis soal pilihan tanpa pandang merk, perang teknologi lebih dominan ketimbang perang image branding. Walau brand ada pengaruh, sperti halnya ferari, porch, bugati, dan lamborghini yg jarang meng iklankan produknya, tp lebih kepada value for money yg didapat

      Guest
      • Jangan sombong, teknologi apa yang kamu banggakan? Fitur? Apa kelebihan dan kekuranga antara honda dan yamaha? Keyless? Charger? Tc? Abs? Coba liat baik2
        Engine? Jangan lupa bung Teknolgi engine tujuanya efisiensi dan more power. Percuma teknologi selangit tapi boros dan power lebih kecil. Honda dan yamaha punya team marketing sendiri utk menentukan target market mereka, yang bener2 potential buyer bukan yang hanya sekedar ngomong doang. Yang ujung2nya mereka pun gak bisa membohongi ilmu engineering. Mau lebih kencang kons bbm dikorbankan, mau irit power yang di korbankan. Kita hanya konsumen pilih produk sesuai kebutuhan, tidak usah bilang orang lain goblok hanya karena beda pendapat dgn ente

        Guest
      • dan lo masih mengais2 cari duid dimari……negara apa ini lo sebut…masyarakat type apa yg ngerasa digoblogin sampe jualan lo gak laku….

        Guest
    • Wajar seh pemimpin pasar disegmen ini 125-150cc (vario series laris)…biasanya santai…baru sekarang bikin 4 klep 1 silinder.
      Klo di segmen sport 250cc kalah jualan sm ninja..ya langsung bikin yg lebih superior…

      Dulu pas megapro laris…ya yameha bikin motor yg lebih superior ngeluarin vixion sohc 4 klep radiator…. Klo bikin yg sm2 2 klep angin sepoi2 ya wasalam….
      Di pikiran mereka itu jualan laris… Megapro kembang kempis bikin cb150…dohc 4klep radiator….
      Dan begitu seterus klo mo laku…..

      Inovasi2…..kompetisi…

      Guest
      • Nah ini baru pemikiran cerdas … Bisnis itu cari untung.. mana yg menguntungkan itu yg diambil. Mana ada orang ngaku netral tapi ngejudge goblok user yg gak sejalan ma pikirannya

        Guest
      • Seperti itulah si beha, dulu Ngember yang offside CC lah, gak harus 4 klep lah,dan sekarang kata2 nya luar biasa bijak😂😂😆😆😆

        Guest
        • standar janda 😂😂😆😆😆😂😂😆😆😆 kalo debat cuma bisa ngatain 😂😂😆😆😆 memang beha ini

          Guest
    • Wak haji akhir2 ini suka mancing ternyata. Konklusi udah jelas: 1. Ini buat pangsa pasar eropa. 2. Yang dibikin tugas AP Honda Thailand. 3. Model motor tidak sesuai dengan mayoritas rider Indonesia.

      Padahal faktanya,: Honda motor di Indonesia itu AHM. AHM punya core-plan yang berbeda dengan APHonda yg 90% saham Honda motor Jp. Market Indonesia merupakan market terkuat Honda di dunia. Jelas produk yang ada di Indonesia akan lebih eksklusif kedepannya. Pride yg kuat pada fansboy juga mjdi pertimbangan AHM dalam merencanakan maket dan eksekusi pasar. Tahun depan mari kita sambut kehadiran VTEC dimotor AHM
      Kesimpulan saya wak, mesin diatas masih belum cukup nusuk pasar Indonesia kecuali dibekali VTEC

      Guest
  1. Kalau soal mesin,ga usah diragukan, Honda rajanya, cuma sudah menjadi filosofi Honda, rata2 maticnya dibuat dengan komposisi tenaga yang pas buat harian dan irit, gampang saja kalau Honda mau buat PCX 4 klep VTEC misalnya, tapi Honda ga buat kan padahal mereka punya segalanya didepan dari teknologi sampai kekayaan

    Guest
    • Semua pabrikan kalau mau juga bisa bikin, tinggal pelit ngasih apangga tuh, dikira cuman honda aja yg bsa ya wkwk lucu

      Guest
      • that’s the fuc*in point. teknologi pasti ada, tapi mau ngasih gak? 🤣 harga sama tapi barang yg dikasih cuma 2 klep angin sepoi2 🤣 🤣 kan *** 🤣

        Guest
  2. Kalian bilang ngekor sebelah, tapi ini buat pasar EU. Gara-gara Euro5 kan, demi mempertahankan power, beberapa model 2020 displacement di bump. Tapi sy masih belum paham kenapa tambah cc, nalarnya cc besar tambah boros dan emisi. Dan gk ada mention variable valve, vtec, etc etc?

    Guest
      • Tumben bang yamama komen gitu ,makanya bang gausah pada bc ,banyak bocah ababil disini termasuk Anda

        Syukuri apa yg ada ,emng motor mau Abang bawa mati kah?

        #ttd_jellyspotter

        Guest
        • Fansboy kevin
          Saya tak pernah bc menggiring berita bohong, saya juga tak pernah nyebut motor ini sering bermasalah motor itu anunya bengkok, paling parah ya ngetawain metik yamaha yang diperlakukan yimm lebih spesial dari pada motor sportnya wkwk, yang saya anggap motor bagus ya saya akui bagus apapun mereknya

          Guest
    • Yg mesti kita pikirin skrg adalah apa rencana pabrikan sebelah buat jegal teknologi H biar pangsa pasar semakin sehat bkn bully teknologi baru yg buat konsumen makin senang dn byk varian heran gue sma sales 😁😁😁 apalgi sama si itu yg slalu blg sultan lah sultin lah 😁😁😁😁😁😁😁😁 hadeuh di blog ini cuma yg punya blog yg tau mana kapasitas pabrikan yg layak di sebut sultan bkn ngada” kaya si anu😂

      Guest
    • Ya begitulah emang kerjaan dia kaya gitu … Ntar juga kepleset sendiri.. lupa ganti email /nickname ..
      Perhatiin aja nanti gaya bahasanya juga ketukar2 🤣😂

      SKIP.. SKIPP

      Guest
  3. Dengan cc lebih kecil kondisinya seperti yg kita tahu sekarang,
    Gimana kalau cc nya naik, apakah lebih baik atau malah lebih bubuk
    Patut ditunggu …

    Guest
  4. Klo pake vtec bisa2 jdi 180cc ini mongstor, trus sales mau bc apa lagi klo H udah sama2 4 klep???
    Sudahlah buat kalian kaum sales nasbung yg terhormat ga ada faedahnya kalian saling BC,
    Yg harus di rubah itu praktek uping, praktek harus kredit itu baru bener, jngn liat orang dri penampilannya, sales di negri kita harus sekolah tatakrama,

    Guest
    • Kompresi naik biasa na diatas 11,
      Katalitik konverter di knalpot segede gaban,
      Bukan mesin buat pasar indo ini, dengan masyarakatnya yg masih auka nenggak premium

      Guest
  5. Nah kan ,makanya fansboy” tolol kyk kalian semua gausah pada bacot saling bc lah ,gini gitu lah ,semua produk ada + minusnyaa

    syukurin aja apa yg ada tong ,ga malu apa udh tuwir kelakuan kek bocah ababil

    #ttd_jellyspotter

    Guest
  6. Sedikit bingung ama 125 nya, kompresi nambah banyak banget 0.5, pistonnya nambah lebar walau cuma dikit. Tapi kenaikan powernya sedikit banget, seperti ga sebanding.

    Guest
  7. Pernah iseng nanya d kantor sm para pengguna motor. Rata2 mereka yg memutuskan pake merk Y itu setelah komparasi produk dr sisi teknologi, tp kalo yg pake merk H lebih karena liat merk doang.

    Guest
    • Tapi kalo teknologi H makin maju kelar udah nasib Y. Yg katanya milih karena teknologi bakal pindah ke H apalagi yg fanatik merk. Y jualan suling aja

      Guest
      • Kalo tanya para tukang ojol,,rata2 mereka milih yg lebih irit dan lebih awet mesinnya,,yg lebih awet dalam hal ketahanan mesin,,yg ngga cepet turun mesin katanya

        Guest
    • Gak juga klo main survey2an ..peminat motor Y itu generasi yg doyan style alias yg penting modis.. abis itu. “Keliatan” kencang (gak harus kencang beneran) klo kompetitor dah masuk selera tersebut ya bubar jalan deh.. buktinya CB150 ataupun Cbr150 yg mata sipit itu… Klo yg cbr250 terlalu njomplang

      Guest
        • @mentega minyak babi: halu yang nganggap motornya lebih hitech trus ngarep laku…sama halu itu adalah baru juara seri motogp berasa juara dunia ampe melet2 lidahnya…🖕🏿🖕🏿🖕🏿

          Guest
        • wkwkw semakin hari semakin kasar aja kalimatnya 😍😍😍 makin keliahatan aslinya 😆😆😆

          Guest
    • Akh ga jg. Gw dulu 2015, pilih metic H lantaran yg sepantarannya (125cc) ga ada yg lebih bagus untk kebutuhan ane (saat itu lexi blum kluar) dari sisi tenaga, fitur dan model.
      Ada mio 125 tapi ane lirik saja tidak..

      Guest
  8. Ra nang lapake iwan, lapake wak haji podo wae komentare karo beya beha Beye beha.. Suzuki sangkut-sangkuti maning… Hadeh.. Ra gelem bahasane jal 🤦‍♂

    Guest
  9. Kalu + vtech, Yamaha mau jual apa lagi?

    Wong jual spek dibawah ymh aja laku, palagi setara atau diatasnya.

    Bablas anginnya

    Guest
  10. OFFSIDE dan OFFSIDE lagi, tak ada aturan untuk nambah cc di pasar, tempat itu bukan motogp yang pake batasan2 teknis, jadi yg gak mau maju ya ketinggalan deh

    Guest
  11. Apa cocok buat pasar indonesia matic 125-150 offside dgn kompresi segitu? Jarang liat matic 125-150 antri panjang di pom pertamax, lebih panjang di pom sebelahnya

    Guest
  12. Gue udh bilang di komen2 sebelumnya, EURO 5 ini bikin motor 200cc serasa 150cc ajah. Miris liat perkembangan combustion-engine dibatasi banget sana-sini, ya biar kendaraan listrik lebih laju perkembangannya.

    Guest
  13. Hey hey hey, ngapain kalian ribut tentang pabrikan Y dan H yg kalian puja itu, apa kalian tidak tau bahwa kedua pabrikan tersebut sudah dibuktikan bersalah oleh pengadilan atas kartel motor yg ada di Indonesia ini. Tolong melek donk, jangan terlalu fanatik. .

    Guest
    • Trrbukti??? Trus benefitnya apa? Gak ada efeknya tuh.. yg ada cuma nyari kerjaan aja biar ada sidang dan keluar duit dr si sultan.. konsunen dapet apa dr terbukti ada nya kartel? Gak da untungnya sedikitpun hqrga juga gak dikoreksi produk baru jg tetap naik harganya . Intinya cuma sandiwara belaka

      Guest
  14. Klau udah gini yang enak kan konsumen tadinya saya pgn beli nmax wak klau ada rezeki lebih berhubung ada program ini sprti nya saya mau tahan dulu 😁😁😁😁 jika hasil’a ok bisa jd sya berpaling liat progres nya aj dulu msh lama apa menghitung bulan
    Utk sales di persilahkan tawuran😂😂😂

    Guest
    • Sama om…sampe krg buat gw matic 150cc d best ya si namex rencana gw mo ambil buat gantiin bebek tua d rumah. Tapi gegara artikel ini jadi nahan lagi deh sampe awal taon depan

      Guest
    • Liat perekonomian qta juga plus daya beli masyarakat kita donk pak😁 pakai vtec yg dua klep aj mahal nya gk ketulungan smg taun dpn semua pabrikan bisa lebij ramah masalah harga di negeriku tercinta ini amin

      Guest
  15. Bentar…
    “…maka di mesin baru hadir dimensi piston 53.5mm bore x 55.4mm stroke (124,8 cc)  . . . atau lebih berkarakter Overbore dibandingkan mesin 125 sebelumnya.” Kok overbore wak?

    Guest
  16. Sebenernya dengan begini makin baik,, yg ingin merk H tp kenceng akhirnya ada pilihan,, tapi yaa dengan “nabokin” sales/fanboy sempit H yg selama ini jual kecap 2klepnya

    Ternyata H pun juga mikir jangka panjang antara power, efisiensi dan emisi maka dibangun mesin baru ini,, meskipun tanpa teknologi vva/vtec/variable valve control begini dengan cc setara merk Y tp menghasilkan power yg lebih besar dan efisien yg lebih baik dari Y,, bikin konsumen kayak kita makin senang

    Guest
  17. Btw wak ane pernah liat sh125 secara langsung , lumayan sih wa aga semok dikit dibelakang , ban juga cukup tebel kenapa ane suka ya ? 😂 Padahal liat di gambar berasa aneh pas liat asli lumayan juga , cuman stoplampnya mirip kymco stylenya 😂

    Guest
  18. Berdasarkan analisis dan pemikiran saya secara netral saya menyimpulkan urutan merk sepeda motor Asia dari yang terbaik sampai yang terburuk:
    1. Sijuki
    2. Kawsakiti
    3. Yahaha
    4. Viar
    5. TVS
    6. Bajaj
    7. Zhongsen
    8. Loncin
    9. Jialing
    10. Qianjiang
    11. Ngundah

    Guest
  19. Sekarang si garpu udah g minder lagi dikatain mesin cc offiside, krn ternyata ada yg ngikutin jejaknya. Cc nya lebih offside pula

    Guest
  20. Tuh kelakuanya keliatan khan .. gsra2 jaring akismet ya begitulah .. mo berkelit gimanapun malah menelanjangi diri sendiri.. .. kemarin akun onoh skrg akun inih . Jadi udah pada tahu ya yang suka play victim komen dimari sapa.. SKIP AJA klo ketemu komen yg gak penting. . biarkan dia nyampah ntar juga masuk tong sampah .. 🤣

    Guest
      • Amoeba masih mending cuma membelah diri doang .. lha itu orang ngeracuni komentator lakn ..berusaha brainwash. Dg akun kloningan.. harusnya editor bisalah memfilter dan membatasi akun.. untuk yg memiliki unsur jesamaan akun komrnnya sebaiknya dibatasi agar emang terkkndisikan dalam berkomentar . Bukan bersahut2an ehh nyatanya yg sahut2an cuma satu orang pake banyak akun..

        Guest
  21. dan untuk varian 125, selisih borexstroke mirip2 skutik jadul sujuki..
    yg mana kala itu hongda selisih bore stroke 5mm.. sedang sujuki 3mm..

    Guest
  22. Wahai fans Yamaho alay ayo keluar semua…silahkan pake jurus komentor “ngekor” lah “offside” lah, “4 klep” lah toh kalo Honda motornya tetep laku loe mau bilang apa?

    Trus loe anggap jutaan Rakyat Indonesia yang beli Honda itu tolol semua gituh?

    Itu baru namanya Halu paripurna…

    Pecundang di lintasan…pecundang di market

    Loser forever…💩

    Guest
  23. Offside 6,9cc ?

    Tapi kompressi 11.5 macam motor sport.

    Ditunggu alibinya aman premium wkwk 🤣🤣

    Kan ada kemarin yg bilang kompresi 11:1 aman minum premium ? Giliran di test eeh salah wkwk.

    Guest
  24. Imo, saya lebih tertarik dengan mesin baru yang 156,9 cc, sederhana karena angka bore yang lebih besar dari stroke hahaha. Mungkin mesin baru ini nanti akan dipakai pada ADV generasi kedua. Entah kalau PCX generasi kedua bakal sempat atau tidak pakai mesin baru ini.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.