TMCBLOG.com – Posisi runner-up untuk ketiga kalinya berturut turut dapat dianggap sebagai Hasil Positif di aera The ‘ alien ‘ Marquez. namun di 2017 Andrea Dovizioso dan Ducati Hampir mendekati kondisi Juara berkat enam kali kemenangan. Di tahun 2017 Dovi menang 7 kali dan Lorenzo hadir kuat di akhir Musim. Di Musim 019 terlihat agak mudud, sampai seri ke 18 kita hanya melihat tiga kali Kemenangan ducati Via Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci. Walaupun secara umum Ducati telah mencapai jumlah podium terbanyak semenjak terakhir menang di 2007, faktanya gelar Juara dunia 2019 telah di segel jelang empat Race terakhir, ini pertama kalinya terjadi di Era Maruez  . .  ( sebelunya terjadi di Motegi, bersisa 3 race terakhir ) Ducati harus bertindak, Kami berbicara dengan paolo Ciabatti Ducati sporting director tentang hal ini.

Di Interview sebelumnya dengan Gigi Dall’Igna, diketahui Ducati tertarik dengan Maverick Vinales

Bukan, Maaf bukan seperti itu. memang Gigi mengatakan ‘ada beberapa Pembalap’ , (namun) Bukan hanya satu pembalap dimana kami tertarik, ini cukup berbeda

Jadi seperti apa Interpretasi benarnya ?

Jelas banget bahwa untuk saat ini adalah perlu untuk menilai kemungkinan apa yang ada untuk tahun 2021, tetapi tanpa melupakan apa yang sudah kita miliki ‘di rumah kami’ sendiri. Dalam hal ini, saya pikir Gigi dalam wawancaranya berbicara tentang empat pembalap: Marquez, Quartararo, Viñales dan Rins. Mereka adalah pembalap yang menarik karena semuanya telah memenangkan balapan di MotoGP, kecuali Fabio yang melakukan debut fantastis di kategori ini dan terus membaik. Jelas bahwa Marquez adalah impian semua tim saat ini, tetapi saya pikir dia akan tetap di Honda karena dia sangat nyaman dengan mereka … dan tanpa Marquez mereka tidak akan berada di kondisi mereka saat ini.

Apakah sudah ada kontak yang dibuat atau hanya baru sebatas ide ?

Baru sekedar Ide

Ducati telah dituduh di masa lalu membuat keputusan gegabah. Maksudku soal deal dengan Jorge Lorenzo. Tidakkah menurut Anda terlalu dini untuk membicarakan tentang rider ketika yang Anda masih terikat kontrak hingga akhir tahun 2020?

Nggak terlalu terburu buru, karena (kami) butuh menilai situasi untuk memiliki ide yang jelas untuk 2021. Karena jika kita telah mengetahui bahwa seorang pengendara akan benar-benar akan tetap berada di tim, maka kita dapat mengabaikannya ( mungkin Maksud paolo adalah Marc ) . Menyadari apa yang terjadi di pasar sangat berbeda dengan menghubungi langsung pembalap.

Adapun apa yang Anda sebutkan tentang Lorenzo, ada kalanya Anda harus membuat keputusan karena mungkin saja kesempatan itu tidak muncul dua kali. Orang-orang lupa, misalnya, bahwa ketika Honda memutuskan untuk mengontrak Stoner, diputuskan hampir satu tahun sebelum ia benar-benar bergabung dengan tim.

Ngomong-ngomong … Berbicara secara terbuka dan diketahui khalayak tentang keberadaan daftar kandidat, bukankah itu kontraproduktif dengan motivasi pengendara Anda saat ini? ( Dovi dan Petrucci )

Mari kita lihat … Kita bersama Dovi yang telah finis kedua championship untuk tiga  musim berturut-turut, dan siapa pembalap yang telah memenangkan balapan MotoGP terbanyak sejak 2017, setelah Márquez? Hanya Marc yang finish di depannya (Dovi) di tiga tahun ini. Jadi tidak masuk akal untuk tidak memikirkan Dovizioso untuk masa depan. Tetapi tahun-tahun berlalu dan Anda juga harus menghargai opsi lain untuk masa depan.

Kami memiliki Miller dan Bagnaia di Tim Pramac. Miller Bagus dan Pecco mengalami musim yang sulit. Pecco memiliki lebih banyak masalah daripada yang kami perkirakan, itu benar, tetapi kami tidak bisa melupakan fakta bahwa ia mengendarai sepeda motor 2018 di kejuaraan di mana levelnya sangat tinggi. Tetapi kenyataannya adalah bahwa dua musim sebelumnya perkembangannya di Moto2 sangat mengesankan. Tahun depan dengan motor 2020 kami yakin bahwa ia mungkin berada pada level Quartararo atau pembalap di depan … Saya percaya bahwa ia memiliki bakat

Pembalap resmi Ducati saat ini adalah Dovizioso dan Petrucci, dan mereka ada di sana karena mereka telah menunjukkan bahwa mereka dapat menang. Jika Anda melihat pembalap yang telah memenangkan GP tahun ini mereka adalah Marquez, Viñales, Dovizioso, Petrucci dan Rins … Pada daftar pendek ini saya hanya melihat dua pembalap yang telah mampu menang dengan sepeda motor yang sama, Andrea dan Danilo. Melihat fakta ini lah yang menyebabkan tanggung jawab kami untuk memperhatikan pasar pembalap. Suka atau tidak suka pasar selalu berubah, dan Anda harus siap untuk memahami setiap situasi dan melihat apakah pada waktu tertentu Anda harus melakukan ‘pergerakan’ yang sesuai dengan keinginan Anda.

Jadi, adakah dalam keinginan anda untuk berkata: ” kami akan menunggu hingga Juli untuk mengambil keputusan “

Tidak … Dinamikanya cukup sederhana. Ada saat-saat ketika Anda mengetahui bahwa suatu tim sedang mencoba untuk memperoleh tanda tangan pengendara tertentu, dan jika pengendara ini juga menarik bagi Anda, (maka) perlu untuk melakukan pendekatan. Jika kita tidak (melakukan pendekatan), bagaimana manajer pengendara itu tahu tentang minat Anda ( kepada pembalap tersebut) ? Jika kita tidak mengambil langkah itu, dia akan berpikir dia hanya memiliki satu opsi atau dia akan memilih opsi yang paling cocok untuknya, tanpa mengetahui apakah yang kita tawarkan kepadanya lebih baik.

Siapa yang ‘mengatur’ Waktu negosiasi market Pembalap ?

Itu tergantung, waktu negosiasi tergantung banyak pada faktor yang berbeda … Lihat, karena kami telah menyebutkan Jorge sebelumnya: Ketika kami mulai berbicara dengannya pada awal 2016 ia adalah juara dunia dan memiliki tawaran untuk memperbaharui dengan Yamaha, tetapi untuk alasan apapun itu dia terbuka untuk mengevaluasi opsi lain. Penawaran Yamaha memiliki tanggal kedaluwarsa, jadi kami harus bergerak cepat untuk mendapatkannya.

Jika pembalap yang Anda minati tidak memiliki tawaran selain Anda, tentu saja Anda bisa menunggu lebih lama, yang tentunya membantu untuk membuat keputusan dengan perspektif yang lebih baik ( maksud Paolo bisa lebih santai, tak perlu tergesa gesa) . Saya mengatakan ini karena jika kita bisa menunggu untuk menyelesaikan Deal pada bulan Juni / Juli, itu artinya sudah hampir setengah musim dan kita memiliki lebih banyak fakta untuk dievaluasi. Tetapi sebagian besar momen itu tidak mungkin terjadi … – Maksud Paolo Hampir sebagian besar Deal terjadi Lebih cepat tanpa mengetahui performa Pembalap di Msuim berjalan – Silly Season

Sebagai contoh: Siapa yang berpikir tahun lalu bahwa Quartararo akan memiliki musim yang luar biasa? Terlebih lagi, tahun lalu, ketika ia dikonrak oleh Petronas, akan ada lebih dari satu orang menggelengkan kepalanya ( artinya banyak yang tidak tahu)

Itu benar, saya mungkin harus memasukkan diri saya dalam grup ini ( grup yang tidak yakin Quartararo akan memiliki musim 2019 yang hebat ), mereka yang tidak percaya dia pantas pindah ke MotoGP

Kita semua benar-benar salah! … Situasi seperti Quartararo adalah yang membuat pasar menarik.

Mari kita balik membicarakan masa depan Ducati. Dari apa yang Anda katakan kepada kami, kategori ‘pengendara muda dengan prospek pertumbuhan’ memiliki Bagnaia dan Miller di sana. Dapatkah Anda mengatakan bahwa apa yang dicari Ducati secara langsung adalah anti-Marquez?

Emang ada itu anti-Marquez?

Tetapi jika ‘anti Marquez’ itu tidak ada, Ducati sudah memiliki pembalap ‘runner-up’ di tiga musim terakhir …

Benar, Namun Pertanyaan itu dapat digunakan juga untuk menilai apakah kemungkinan lain itu benar benar ada ?

Kemungkinan untuk ?

Untuk meningkatkan apa yang kita miliki saat ini. Sesuatu yang tidak mudah, karena dengan tiga kali runner-up Dovizioso dan kemenangan dari dua pembalap yang berbeda tahun ini (Maksud Paolo standarnya sudah cukup tinggi sekarang) . Tetapi ini merupakan kewajiban kita untuk menyelidiki dan menilai apakah kita dapat meningkat.

Kita balik ke titik pembicaraan Yakni  ‘mencari masa depan’ …

Ya, karena suatu hari akan tiba ketika pengendara yang lebih cepat dari Marquez akan muncul. Itu benar dan selalu terjadi dalam olahraga ini, meskipun belum terjadi pada saat ini. Kami berada di urutan kedua selama tiga tahun berturut-turut: ini adalah hasil yang sangat penting, tetapi Ducati ada di sini untuk menang, biarkan itu menjadi jelas, dan itulah sebabnya kami harus terus mempertimbangkan dan menimbang situasi, dan bergerak serta mengambil keputusan saat itu diperlukan … Anda harus siap.

Jadi jika memungkinkan, Anda akan meningkatkan pada ‘paket pengendara’ yang sudah ada. Tetapi saya awalnya mengira ada faktor lain, Motor Misalnya. Anda juga perlu menerapkan filosofi evaluasi berkelanjutan, benar?

Ducati adalah motor yang sangat kompetitif, tetapi beberapa keunggulan yang kami miliki tahun lalu tidak lagi kami miliki musim ini. (tahun 2019) Kami memenangkan lebih sedikit balapan dibandingkan dua tahun terakhir, walaupun faktanya kami telah mencetak jumlah podium tertinggi sejak 2007 – tahun kemenangan kami bersama Stoner.

Filosofi Gigi Dall’Igna dan Reparto Corse adalah pengembangan berkelanjutan, tidak pernah berhenti bekerja untuk mengembangkan sepeda motor yang ada; Selalu seperti ini. Jelas kita harus mengambil beberapa langkah ke depan. Itu tidak mudah, tetapi kami bekerja 360 derajat: pada mesin, sasis, elektronik, aerodinamika …

Untuk bertarung dengan Marc, kami membutuhkan sepeda motor yang lebih unggul dari miliknya. Karena saat ini, dia adalah pembalap yang tidak melakukan kesalahan dan di sirkuit apa pun dan dalam kondisi apa pun dia selalu berjuang untuk menang. Saya tidak terlalu ingat deh ( soal statistik) dimana satu musim dalam lima belas tahun terakhir di mana ada seorang pembalap yang selalu finis pertama atau kedua, kecuali Austin di mana masalah teknis pada sepeda motornya menyebabkan dia jatuh.

2020 – Apa yang bisa kita harapkan dari Ducati?

Anda dapat berharap tentang apa yang kami lakukan: memiliki motor dengan peningkatan yang cukup untuk dapat berdiri di hadapan Marquez lagi. Juga ingat bahwa kita akan menempatkan empat sepeda motor GP20 resmi di lintasan untuk pertama kalinya: untuk Dovizioso dan Petrucci, dan untuk Miller dan Bagnaia. Ini adalah upaya besar untuk Reparto Corse, tetapi seperti yang saya katakan sebelumnya, kita tidak di sini untuk tempat kedua dan itulah sebabnya kita akan meletakkan semuanya di atas meja. Kami akan keluar untuk bersaing untuk menang …

Pada saat yang sama kami akan melakukan segalanya dengan kekuatan kami sehingga Danilo memulihkan level yang ia miliki di awal musim ini. Dia tidak lupa bagaimana membalap. Dari kombinasi antara motor baru (GP20) dengan kondisi terbaik dari pengendara kami, saya pikir kami akan memiliki paket yang baik.

Mengalahkan Marquez

Strateginya adalah mencoba untuk mengalahkan Marc di semua sirkuit di mana kita bisa menang, dan di mana awalnya kita tidak bisa, kita harus tetap berada di posisi teratas. Ini adalah satu-satunya cara untuk bercita-cita berjuang untuk kejuaraan sampai akhir musim. Itu tidak mudah, tetapi itu adalah tujuan kami.

Dan kapan kita akan melihat Desmosedici 2020?

Di Valencia … Hampir pasti, tetapi tanpa fairing Final, yang mungkin akan kami test di Test Qatar terakhir. Kami tidak dapat menunjuukannya karena dapat ditiru.

Manue Pecino

 

161 COMMENTS

    • Karena saat ini, dia adalah pembalap yang tidak melakukan kesalahan dan di sirkuit apa pun dan dalam kondisi apa pun dia selalu berjuang untuk menang. Saya tidak terlalu ingat deh ( soal statistik) dimana satu musim dalam lima belas tahun terakhir di mana ada seorang pembalap yang selalu finis pertama atau kedua, kecuali Austin di mana masalah teknis pada sepeda motornya menyebabkan dia jatuh.

      Mengangkat MM93 dan menjatuhkan Repsol HRC. Mafioso dalam usaha goda MM93.

      Coba pakai pelet, Duca.
      Kali aja MM93 benci Repasol HRC.

      Guest
      • @Honda semua: memang benar seperti itu adanya. Blm terbukti tanpa MM93, Honda bs digdaya sperti skrg. DP jurdu? CC jurdu? Spertinya perbandingannga faktor pembalap vs mtr adlh 55:45. Soalnya klo mtr agak kurg dikit tp pembalapnya msh bs memaksakan diri msh bs jurdu. Tp klo mtrnya bgs tp pembalap kurg bs memaksakan diri kyknya sulit jurdu. Lirik AD04. Wkt JL99 msuk kyk semangatnya berkobar ga mau kalah dibanding rekan setim. Lihat skrg br bertandem dgn cuma sekelas DP9 jd melempem alias main “lebih santai”.

        Guest
  1. Siap2 test katar dengan fairing yg aneh oleh dukati .. kita pantengin aja .. apa bentuk nya kayak muka e mbah darmodar nguak nguk nguak

    Guest
  2. Sokooooooooorrr……. gak pernah juara dunia lagi, paduka hohe sudah menunjukan tajinya lha kok malah dibuang ‘n milih petruci, kapokmu kapan 😂😂😂

    Guest
  3. Semua juga kalo tanding pasti mau menang, lha kalo semua pemenang, itu bukan pertandingan, tapi arisan mak mak,
    🤣🤣🤣🤣🤣

    Guest
    • Hahahaha… Ngelucu ini manusia…. Tajinya peco gak ada yg terlihat signifikan… EnTe mau peco seperti petruci episode ke dua? Blunder lagi baru nyahok!

      Guest
  4. Rosodin pindah ke dukete, zonk,
    Mudik ke yamihi zonk

    Saiki pangling numpak hondiah,

    Mbah darmo muring muring 🤣🤣

    Guest
  5. Ducati pengen juara . HRC dapet garansi juara. .tim sebelah cuma bisa mengenang masa2 juara puluhan tahun yang lalu 🤣😂

    Guest
  6. Semoga berhasil Duc
    Yg terpenting jangan pake cara melemahkan pabrikan lain.

    “catet”.

    😂😂😂

    Contoh Y meski sulit tapi tetep kesatria.

    Guest
  7. Saya tidak terlalu ingat deh ( soal statistik) dimana satu musim dalam lima belas tahun terakhir di mana ada seorang pembalap yang selalu finis pertama atau kedua, kecuali Austin di mana masalah teknis pada sepeda motornya menyebabkan dia jatuh.

    Kakek lejen ga ada apa2nya

    Guest
    • Lho, kata moDar sembalap itu harus nyaman dengan mengendarai motor yg nyaman, gimana tuh? Masak sama2 abm/abh gk sinkron? Ekekekee

      Guest
    • siapa yg demen pembalap zona nyaman 😅 Stoner waktu rookie langsung naik Desmo paling liar, terus naik RCV yg udah lama enggak jurdun 😅 Rossi pindah dari tim ternyaman ke pabrikan yg tidak jurdun sejak 1992 😅 kalo si “anu” naik kelas motoGP langsung ngubah aturan rookie, pake motor bekas jurdun, tinggal gas doang 😅👌✌ peace

      Guest
      • & bgaimana dg si anu yg zonk 1 dekade… Hrs’ny lbh f*sih dr bocah bau kencur klw soal nyaman2, lbh duluan kn?
        & bagaimana bs seorg petinggi brkata pengen juara tp lwt tim satelit?

        Tambah cerdas lm2.. 😂

        Guest
      • motogp yang mana ya?
        data di saya rookie CS27 pakai rcv211 990cc
        setahun kemudian juara dengan D 800cc
        4 tahun kemudian pindah ke H pakai rcv 800cc
        2013 MM93 juara dengan motor 1000 cc
        singkatnya motor MM93 dan motor juaranya CS27 jauh berbeda

        Guest
        • duuuh mbak lia…mang si onoh mah suka menyimpangkan data kaya junjungannya suka menyimpang,,,,, sok2 an ngomongin orang illiterate…wkkkkk, padhal begonya sampe mbak lia yang awam aja paham kan,……

          Guest
        • duuuh mbak lia…dia mah suka menyimpangkan data kaya junjungannya suka menyimpang,,,,, sok2 an ngomongin orang illiterate…wkkkkk, padhal bgenya sampe mbak lia yang awam aja paham kan,……

          Guest
      • mentegga ni lupa apa gimana….
        rosi ninggalin tim nyaman?…padahal kalo diliat alasan rossi pindah yaa karena udah ga nyaman sama atmosfir tim HRC..terus pindah ke yamaha dimana dia bisa nyaman berkuasa disitu (sampai sampai kalahpun nyaman nyalah nyalahin seisi tim)
        terus soal markes pake motor bekas jurdun?…yg jurdun 2012 siapa yah?

        Guest
      • Stoner waktu rookie naik rcv 2006,baru 2007 naik desmo, kata siapa marc rookie naik motor bekas jurdun, marc rookie thn 2013 dan jurdun 2012 ya jorge

        Guest
        • wkwkwk enggak jurdun gara2 stoner pengen pensiun bukan karena motornya lemah syahwat 😂 udah ah mosok 1 lawan banyak 😂 capek juga 😂 kena akismet segala 😂😂😂

          Guest
        • Ngeles kaya ben cong… biasa sih kan f46
          Ayo keluarin data juara tahun 2004 n 2012

          Hail king halu bin standar janda

          Guest
  8. Tidak kah kita perhatikan.. bahwa ada seorang pembalap yang dalam dirinya memiliki 3 karakter lejen MotoGP? Di mana sepertiga karirnya layaknya seorang Agostini, sepertiga karirnya laksana seorang Pedrosa, dan sepertiga akhir karirnya bak sultan Karel Abraham..

    Guest
  9. Yah bagaimana mau memperbaiki diri
    Kalau mengakui kesalahan aja g berani
    Andai pun vinales atau taro bener pidah ke ducati
    Kalau ducatinya masih budek macem kasus JL dlu
    Yg ada buang2 bakat rider aja

    Guest
  10. salut sih sama semangatnya berulang kali mencoba dan mencoba untuk menjadi juara
    tapi dia seakan lupa (dari artikel ini y), bahwa seorang pembalap yang juara pasti didukung oleh tim, manajemen, dan pasti motor yang baik (walupun hanya untuk satu orang, yg penting juara, namanya juga kejuaraan)

    Guest
  11. coba kita lihat marc vs dovi (dari tadi dia banyak membahas tentang marc dan pembalap terbaik Ducati, yaitu dovi), saya bandingkan dengan beberapa parameter yang saya buat (red: opini) :

    parameter : pembalap, manajemen, tim, motor

    yg ingin di bandingkan : Ductia dan ngondah

    Guest
  12. pembalap :
    marc : pembalap tercepat saat ini dan juara dunia berturut-turut, dengan statistik yg sangat mengerikan 4 tahun terakhir
    Dovi : pembalap tercepat kedua (di lihat dari klasemen) dan Runner up berturut-turut, dengan statistik yang terjun 3 tahun terakhir

    hasil : dari sini yg menang ngondah (Marc) jadi Ductia harus memperbaiki di parameter ini

    Guest
  13. tim :

    ngondah : timnya sendiri baik Takeo dan santi sangat percaya dengan marc, saya sendiri belum pernah dengar ada suara sumbang di tim ini
    Ductia : Dovi dan Gigi terlibat perang dingin dalam pengembangan motor (yang saya baca di tmcblog) , Dovi menginginkan motor yg enak saat di mid corner sementara gigi lebih banyak fokus kepada garis besar pengembangan Desmosedici GP series yg terkenal stabil saat pengereman dan mempunyai top speed buas + keinginan gigi untuk menjadi motor paling maju dalam hal Aero dinamika

    hasil : dari sini sudah jelas ngondah dengan Ace rider-nya sangat baik hubungannya di dalam track beda sekali dengan Dovi-gigi, jadi di parameter ini , lagi-lagi Honda yg menang

    Guest
  14. motor :

    rc-213v : motor yg sedikit orang bisa menguasainya dan menguras fisik, tak heran dalam 3 tahun terakhir makin sedikit yg bisa juara dengan motor ini bahkan tahun ini hanya Marc yg mampu (kecuali Valencia 2019)

    Desmosedici GP series : motor yang sangat stabil saat pengereman dan mempunyai top speed sangat tinggi, yg menghantarkan beberapa nama juara di berbagai track , apalagi saat tahun 2018, sangat mengerikan, tapi di 2019 seperti kehilangan separuh kekuatannya, tapi masih berhasil menghantarkan 2 nama ke podium tertinggi

    hasil : menurut saya rcv dan desmo sangat berimbang
    tapi menurut saya Desmosedici GP series lah yang menang kali ini karena berhasil menghantarkan 2 nama ke podium tertinggi sementara rcv hanya menyumbang 1 nama, terlepas walaupun itu juara tahun ini

    Guest
  15. hasil dari 4 parameter diatas :

    ngondah masih bisa menang 3 dari 4 parameter yang ada
    menurut saya masih agak jauh dari target mereka yaitu juara
    bila ingin juara , harusnya menang 3 dari 4 parameter tersebut
    walaupun tidak ada Marc saya yakin pasti ada yg menggantinya untuk juara dunia walaupun bisa puasa gelar selama 3-5 tahun

    sekian opini dari saya

    Guest
  16. rc-213v : motor yg sedikit orang bisa menguasainya dan menguras fisik, tak heran dalam 3 tahun terakhir makin sedikit yg bisa juara dengan motor ini bahkan tahun ini hanya Marc yg mampu (kecuali Valencia 2019)

    Desmosedici GP series : motor yang sangat stabil saat pengereman dan mempunyai top speed sangat tinggi, yg menghantarkan beberapa nama juara di berbagai track , apalagi saat tahun 2018, sangat mengerikan, tapi di 2019 seperti kehilangan separuh kekuatannya, tapi masih berhasil menghantarkan 2 nama ke podium tertinggi

    hasil : menurut saya rcv dan desmo sangat berimbang
    tapi menurut saya Desmosedici GP series lah yang menang kali ini karena berhasil menghantarkan 2 nama ke podium tertinggi sementara rcv hanya menyumbang 1 nama, terlepas walaupun itu juara tahun ini

    Guest
    • Bukti kmenangan itu ya titel to mblo.
      Argumen cacat bgini kok panjang dan lebar.
      -Duc menang walau juaranya..-
      Bahasa be90 nya mah
      Kalah ya kalah aja

      Guest
  17. manajemen :
    HahReCe : jarang sekali ada berita sumbang tentang HahReCe dan marc (kecuali Lorenzo), seringkali merendah dan menutupi kelebihannya (dari beberapa artikel di blog ini)
    Ductia : sering sekali saya baca berita di blog ini betapa mengerikannya “man management” Ductia, mungkin kalau jadi pembalap di Ductia harus punya prestasi di awal musim agar aman di musim selanjutnya, walaupun akhir musim prestasi melorot, karena sering sekali pembalap di cibir bila jelek dan paling parahnya kontrak di gantung

    hasil : dari manajemen jelas terlihat ketimpangan di kedua kubu, banyak yang bilang HahReCe adalah dream team, kalau lihat dari manajemennya sih g salah ko, jadi ngondah Menang di parameter ini

    Guest
  18. tim :

    ngondah : timnya sendiri baik Takeo dan santi sangat percaya dengan marc, saya sendiri belum pernah dengar ada suara sumbang di tim ini
    Ductia : Dovi dan Gigi terlibat perang dingin dalam pengembangan motor (yang saya baca di blog ini) , Dovi menginginkan motor yg enak saat di mid corner sementara gigi lebih banyak fokus kepada garis besar pengembangan Desmosedici GP series yg terkenal stabil saat pengereman dan mempunyai top speed buas + keinginan gigi untuk menjadi motor paling maju dalam hal Aero dinamika

    hasil : dari sini sudah jelas ngondah dengan Ace rider-nya sangat baik hubungannya di dalam track beda sekali dengan Dovi-gigi, jadi di parameter ini , lagi-lagi ngondah yg menang

    Guest
  19. ngelantur..hahaha, padahal intinya bingung gmn cara gaet marc! wes itu aja masalah utama ducati! bicara soal dovi, vinales, danilo, desmo2020 dan bla..bla…bla cuma bahasa politik motogp! ngalahin marc kok pake motor, motor bagus juga kalo yg balap mentok segitu ya udah, dia lupa ducati bisa jurdun 2007 bukan karena motor!…wes nglantur…

    Guest
  20. manajemen :
    HahReCe : jarang sekali ada berita sumbang tentang HahReCe dan m4rc (kecuali dengan Lord), seringkali merendah dan menutupi kelebihannya (dari beberapa artikel di blog ini)
    Ductia : sering sekali saya baca berita di tmcblog betapa mengerikannya “man management” Ductia, mungkin kalau jadi pembalap di Ductia harus punya prestasi di awal musim agar aman di musim selanjutnya, walaupun akhir musim prestasi melorot, karena sering sekali pembalap di cibir bila jelek dan paling parahnya kontrak di gantung

    hasil : dari manajemen jelas terlihat ketimpangan di kedua kubu, banyak yang bilang HahReCe adalah dream team, kalau lihat dari manajemennya sih g salah ko, jadi ngondah Menang di parameter ini

    Guest
  21. Itu wawancara seakan akan ducati kalahnya sama marquez aja…
    Tapi ya sah2 aja lha wong cuman stoner aja yg bisa bikin ducati jurdun, itupun cuman sekali..

    Guest
  22. Miller yang diprediksi bakal sering podium bersama dakiti ternyata angin2an, bagnaia lebih parah.. Menurutku kalo dakiti mau ngambil vinales sebagai pembalapnya bisa saja sukses bisa juga zonk karena vinales terbiasa pake motor ‘nyaman’ kata Modarmo corp. 😀

    Guest
    • Kalo mau nyaman pake Desmo ya harus pake kondom fiesta kayak yg diminta Jorge dulu,biar tetap nyaman dan safety can be fun 😂
      Kalo gak pake pengaman mereka mereka alumni motor nyaman merasa tak aman dan tak nyaman naik V 😂😂🤣

      Guest
      • Kondom fiesta di tangki bukan untuk kenyamanan, tapi untuk bagi-bagi pegel supaya gak numpuk di tangan.

        Tapi motor pegel ya tetep aja bikin sengsara.

        Makanya kalopun Paduka waktu itu tetep stay di Dukati, konsistensi hasil race nya pun tergantung stamina dia saat races.

        Kondom fiesta di Hodna malah seakan gak ngefek kayak waktu di Dukati ya (?)
        padahal sultan dari awal udah langsung kasih itu kun fayakun.
        Barangkali harus diulas juga ini wak haji !?

        Guest
  23. Ducati di Aselinya diasepin kampasnya beat street…

    Wkwkwjwk 😝🖕

    Gagal juara dunia, koar koar di media biar di inget orang,

    Guest
  24. ayo absen pabrikan yg selalu dihina-hina sama beha
    1. yamaha ✔
    2. Ducati ✔
    3. suzuki ✔
    😂😂 kelihatan polanya laghh 😂😂

    Guest
  25. Kata darmo: yamaha juara dengan beda beda pembalap…lha cuman 2 aja kan? Vale n Jolor?
    Lha iyo podo toh coek… Stoner n Marc
    Ngoahahahahahasu… Lambe sales

    Guest
  26. pebalap yg harus digaet Ducati kalo ingin juara agar bisa bersaing dg marc ada 3 opsi 1.Ianone 2.Vinales 3.Alex Rins…

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.