TMCBLOG.com – Setelah 18 Seri MotoGP kita saksikan, jelang seri finale di Valencia akhir pekan ini 3 Gelar Juara dunia di Ke-tiga kelas MotoGP, Moto2 dan Moto3 telah dikunci Oleh Marc Maruez, Alex Marquez dan Lorenzo Dalla Porta. Secara umum Honda mengunci dua kelas Prototipe dan DI Moto2 Kalex Kembali lagi menjadi Pabrikan Sasis yang menunjukan keperkasaannya. Helm Shoei dan Helm KYT mengantarkan Tiga pembalap ke tangga Tertinggi Masing masing Kelas. So GrandPrix Sepeda motor Musim 2019 sudah hampir menuju ujung momen menutup tirainya di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia akhir pekan 17 November 2019 ini. Namun ternyata itu belum sepenuhnya selesai  . .

Di Kelas MotoGP, Kerja dan Fokus Duet Marc Marquez dan Jorge Lorenzo masih dipertaruhkan menghadapi Duet Andrea Dovizioso dan Danilllo Petrucci. Yap Repsol Honda masih kalah 2 point dalam upaya membidik Gelar Juara team sebagai syarat tripple Crown di Musim 2019 ini.  Honda akan Bekerja keras, Namun Ducati pun disinyalir tidak akan menyerah, Dovi dan Petrux dipastikan akan mengerahkan sekuat upaya mereka mengamankan satu satunya Gelar bergengsi yang bisa mereka raih di Sirkuit dengan model Stadium dimana hampir di setiap tempat duduk di sirkuit ini kita bisa melihat semua titik dari Track.

Buat Monster Energy Yamaha factory team, tahun 2019 memang jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun 2018. Konsistensi Maverick di paruh kedua Musim sudah menunjukan bahwa Yamaha Punya Potensi di 2020, namun Lack of Top SPeed masih membayangi. tmcblog sempat mendengar penjelasan Penjelasan Mantan pembalap GP John Hopkins di Podcast ketika ia berada pada motor dengan kondisi dimana top speed kalah.

Frustasi benar katanya, Satu sisi di Tikungan ia harus melakukan Overtake yang kadang memaksa, namun di sisi lain pada sektor straight ia tak bisa apa apa ketika melihat disamping ada Motor brand Lain dapat Overtake dengan sangat Mudah. Yamaha dituntut hati hati buat Tahun 2020 nanti untuk bisa mengabulkan permintaan tambahan power di M1 . . yes karena penambahan Power biasannya akan menghadirkan side-effect lain yang mengurangi balance motor.

Maverick Vinales Yang mengejar posisi ke-tiga champinship dimana Alex Rins siap menerkam dari posisi ke empat karena jarak keduanya hanya 7 point jelasng valencia. Namun Maverick sudah terbukti menghadirkan kepercayaan diri yang Prima di Paruh kedua. Ia seperti mengalami transformasi diri tahun ini , terlihat lebih percaya diri. Ia sudah berani menjujung idealisme ebrdasarkan sisi development sendiri . . . Swingarm carbon, knalpot double barrel yang sepertinya mayoritas permintaan Vale ditolak mentah mentah dan Lebih prefer pakai Part lama untuk menjaga Balance motor sampai akhirnnya di seri seri terakhir Valepun nyerah dan Balik lagi ke set-up M1 asal.

Sebenarnya Posisi 4 Champinship sudah ckup positif buat suzuki di 2019 ini melihat beretapa mudanya umur comeback mereka di MotoGP dibandingkan Honda dan Yamaha. Pembalap Suzuki Alex Rins mau nggak mau jelang Seri finale di valencia ini pun seperti Punya Pressure tersendiri.

Ia berada di ambang sejarah dimana Suzuki akhirnnya kembali bisa berada di Posisi Top 3 Championship dan Jika Alex Rins bisa Overtake Posisi championship Vinales di seri Valencia, maka Ini jelas sebuah catatan sejarah tersendiri. di Valencia Rins harus kalahkan Vinales jika Sejarah ini bisa terealisasi dan Jangan Lupa Danilo Petrucci yang saat ini di Posisi lima pun siap mengambil posisi championshipnya dika Rins lengah.

Rookie Of The Year, Pembalap paling meningkat performanya jika kita lihat track record semenjak test Valencia 2018 sampai Race Phillip Island 2019 yakni Fabio Quartararo sudah membawa dirinya dan team menjadi Best Independent team dan memecahkan beberapa rekor bersejarah randPrix selama musim 2019 ini. Namun Perjuangan Bagi F1/4 pun masih ada di Valencia 2019 yakni : Manju ke posisi Top 4 Champinship dan  memaksimalkan diri sehingga gelar Pembalap Independent terbaik 2019 pun Bisa ia raih. Dan untuk ini Jack Miller yang berada 23 point di bawahnya lah yang musti ia Lihat. 23 Point jelas berat Buat Jack, namun Never say Never. . . yap itulah beberapa hal yang tersisa dari apa yang kita bisa harapkan agar race Finale Valencia 2019 masih terasa gregetnya . .

Taufik of BuitenZorg

74 COMMENTS

    • Ketika balap bolak balik cuma hore hore,
      Ketika pepol cemen gak tertulis di buku juara motogp
      Kok kamu kangen sama rvc ????

      • Entah kenapa saya perkiran kalau mbah pensiun di 2013 ato 2014 mungkin dia lebih bermartabat .. dan titel legend nya kental .. kalau sampek sekarang masih ikut balapan dan g bisa menjuarai champion kok kesannya lambat laun malah kayak titel legend nya ilang, rekor demi rekor terpatahkan .. dan apa lg kalau marc bisa nyamain ato melebihi titel juaranya .. malah kayak jatuh banget mbah e ini .. itu sih pandangan aku aja sih g tau kalau mas mas yg ada disini

        • Agak sulit juga sih… krn sangat subyektif, tergantung siapa yg menilai
          Jika pakai sudut pandang orang yg sudah buta… ya gitulah
          Contoh casey masih banyak yg bilang cemen krn pensiun muda
          Kalo menurut ane gak masalah jika seseorang rider dgn prestasi yg luar biasa pensiun tidak disaat performanya mulai menurun,
          Melainkan sangat jauh dr performa saat masih jayanya
          Tp yg jadi masalah menurut ane ketika sudah ada yg lebih baik namun dia malah menkambing hitamkan yg lain
          Dan parahnya fans yg sudah terdoktrin ikut menjelek2an lawan dr rider tsb
          Lain halnya jika rider tsb legowo dan mengakui kekalahannya
          Akan makin sedikit orang yg tidak menghormati attitude nya

    • Aku bernyanyi ? hilangkan gundah gulana tak juara
      Aku menulis rekor ?yang pasti aku kembali tak juara
      Aku kambing ?hitamkan dunia gaib agar aku tak terhina usia
      Aku adalah legenda tertua

      Aku tarik tuas gas, namun tak pernah melaju paju
      Aku tak tarik tuas rem namun kok berhenti
      Aku diam tak tahu kenapa,,
      Aku ambil mik ?dan aku bernyanyi saja

      ?????

  1. “Swingarm carbon, knalpot double barrel yang sepertinya mayoritas permintaan Vale ditolak mentah mentah dan Lebih prefer pakai Part lama untuk menjaga Balance motor sampai akhirnnya di seri seri terakhir Valepun nyerah dan Balik lagi ke set-up M1 asal.”
    ____
    Diagnosa the doctor udah makin kabur,nulis resep swingarm carbon dan knalpot cabang,eh akhirnya dikoreksi sendiri balik ke obat generik,mungkin ijin prakteknya harus segera dicabut
    Bidan neng Vina malah lebih percaya diri, walaupun obatnya yg ada sederhana tapi bs dilihat hasilnya mulai nyembuhin pasien (Emwan)

    • Beliau itu jadi dokternya juga karena ngaku2 sendiri kok, bukan hasil wisuda / pemberian gelar dari orang lain wkwkwk. Di sini dokter gadungan buanyak, tapi kalo bidan gadungan lebih jarang…
      Sepertinya beliau itu selevel sama ponari ya… Ngaku2 bisa menyembuhkan, awal2 banyak yg berhasil (entah krn g sengaja) lambat laun ketauan kualitasnya huehehehee…

    • Andai aku masih muda,
      Andai aku tidak pongah ketika itu
      Andai aku bisa meminjam kantong doraemon, dan akan aku putar semua waktu
      Tentu tidaklah seperti ini aku berakhir, rekor tua itu pasti, rekor loser 11 tahun pun pasti tahun ini , dan rekor jurdun 10 itu mimpi

      Ah sudahlah, ????

  2. Saya jagoin rins biar posisi 3 championship, tapi saya jg berharap Vinales bisa p1 race finale biar yfr sadar bahwa mv12 patut dipertahankan dan diprioritaskan

      • Yap betul, saya memang jagoin rins, tapi misal gk memungkinkan ya mv12 p1 ya gk masalah, malah bagus buat musim depan kalo mv12 diprioritaskankan

  3. The doctor ga punya clue ngembangin motor, liat vinales ok sama part lama dan moncer ikut balik jg pake part lama yg belum tentu cocok ama dia.
    Btw analisis pasca race vinales benar2 gak nongol kayanya…

  4. Nah ini
    F46 otak sengklek yg gak bisa bedain rider sama pabrikan
    Sama gak bisa bedain rcv212 sana rcv213
    +gak tau kalo casey rookie nail rcv211

    Mana data yg nyatain honda bukan juara tahun 2004 sama 2012?
    Sekalian mana data aussie 2015 yg menyatakan marc maen2

  5. Dlm kondisi “normal” penambahan power motor (mengejar top speed) akan memiliki side effect berupa terganggunya keseimbangan. Tp dlm kasus RC213V (lebih tepatnya dlm kasus Marquez) penambahan power motor justru menambah keleluasaan seting motor. Artinya Marc tdk mengalami kendala keseimbangan motor disini. Ini yg bener yg mana mas Taufik? Versi “normal” atau versi Marc? Bukankah kebenaran empirik itu seharusnya universal, obyektif, tdk mengenal faktor “siapanya”?

    • “Artinya Marc tdk mengalami kendala keseimbangan motor disini”

      ya itu Marc kan, yang lain makin struggle bukan? waktu itu CC bilang klo si Marc ga peduli klo ban belakangnya sliding ato apa gitu, yang intinya adalah balance motor jelas berkurang. disinilah peran rider sangat penting, VR uda ketuaan dan sudah ga berani ambil risk seperti dulu lagi dan hal ini wajar jika umur bertambah.

    • Kalo objektif ya yg tanpa marc, kalau motor udah balance tapi dinaikkan powernya pasti ada sisi lain motor yg berubah, misal spinning, pengereman. Kalo marq dikasih power gde dia bisa rubah cara ridingnya, yg sblmnya harus late brake biar gk kalah di tikungan dan akselerasi, skrg dgn power gde marc gk perlu late brake karena dia udah punya modal power besar buat akselerasi keluar tikungan. Tapi secara umum rcv pun kehilangan stabilitas front endnya seperti yg dikeluhkan crutchlow, lorenzo, nakagami bahkan marc pun mengamini, tapi sekali lagi untuk kasus marc, dia bisa handle kekurangan rcv stlah penambahan power

    • Oiya, bahkan takeo yokoyama jg mengatakan bahwa penambahan power ini jelas merubah balance motor, tapi mereka tetap ambil itu karena percaya marc mampu bawa rcv, dan mereka tau resikonya bila marc gk mampu handle, zonk. Tapi nyatanya mereka jurdun

    • kalo hasil kunyah kunyah ane. yg di maksud wak aji. penambahan power memang akan berbanding terbalik dengan kesetabilan. tapi jd anomali buat marc yang malah jadi sebuah kelebihan buat diri dy.

      dr artikel kemarin ane nyimpulin kenapa marc ga perduli sama rider lain. intinya kalo manufactur sudah kasih titah. mw marc, JL, CC , TN ngeluh hal yang sama ga bakal di denger jg. karena 2018 marc jg udh bilang mesin udh ckup tp wala 2019 more power dan more akselerasi. so marc kayanya ambil pendekatan spt CS27 dr pada nunggu motor berubah mending manfaatin yang ada sambil nunggu motor berubah. boro boro mikirin rider lain. input dy ajh ga di dengerin kan ujung nya. cmiiw

      • Marq juga kena efek balance penambahan power di RCV 2019 kok, cmn bedanya dia mampu beradaptasi dengan riding stylenya dengan menambah sudut kemiringan saat melibas tikungan, kredit poin untuknya karna CC mencoba juga tp malah dlosor kalau miring diatas 60°

        • spereti yang saya bilang di atas. alih alih menjadi lemah karena penambahan power. MM malah dapat keuntungan. itu yang ane tangkep. maka ga herman 2018 kalo di bandingin dengan 2019 hasil nya ckup baik. sisi negatif nya rider lain jadi korban. cmiiw

    • Ini hebatnya marc dan team hrc… Menambah power pasti ada konsekuensi ketidak setabilan rangka tapi pendekatan marc di sisi riding bisa meminimalisir efek tersebut, bahkan sampe top speed dilimit pun masih bisa menang… Seperti yg marc katakan dg power besar banyak opsi2 strategi yg bisa dimainkan

    • Masak disebut fabio qatro mas hehehe dia anak gaul kok… quarta quartet dll akhire nyingkatnya jadi f1/4… Kerjaan warga +62 aja sih… Hehehe sama aja kayak hohehoheho cratcrutcrot daped

  6. Keknya Ducati akan mati matian pertahanin juara tim, Marquez mah tinggal pasrah aja karena hohe gak bakal bantu perolehan poin palingan,
    Remason hadno Bergantung Dewi Fortuna berpihak kemana

  7. Yakin mbah e g pernah srudukan? Lahiran umur berapa kamu lee .. gini ni kalau fans karbitan .. g pernah ngerti idolanya .. padahal yg namanya fans mestinya tau idolanya ,

    Dan perlu dicatat le ,, dlu jaya nya mbah e tu g ada tandingannya , , , memang soalnya lawan nya g seperti sekarang para alien .. kadang fans g pernah mau nerima ada yg bilang gini tp itu memang kenyataannya .. dan mbah e jarang touring ya karena start nya mbah e dlu kayak dek vina, g percaya tontonin tu video2 diyoutb banyak .. jangan informasi .. galih sendiri biar muka g malu sama komengtator disini .. komengtator disini otak nya smart2 ..

  8. Mending banget Malaysia punya Hafizh Syahrin Abdullah. Sepang pun sudah kondang.

    Indonesia?
    Bologgers males bin mules liput perjoeangan putra bangsa di moto2. Cuma di awal saja dengan diksi dan frase yang itu-itu. Kibarkan……. Kumandangkan……..

    Nunggu rider Indonesia turun di MotoGP. Bisa membayangkan tidak ya? Apa sudah puas dengan analisa pace race dan perang komentar yg penuh kreatifitas verbal?
    Mantab Lanjutkannnn…!!!

    • He le , lah sembalap indo finish diurutan berapa kok disuruh buat artikel .. loe ini mabok tah gimana .. loe buat artikel bahas sembalap indo capek2 tp orang males baca buat apa. . pikiran udah keperas , waktu dan tenaga terbuang , buat apa .. bisa nya jangan cuma nyinyir aja diblog orang .. tu orang tua mu udah kamu bahagiain apa belum cukup itu aja dlu ..

    • oalah ni orang yah..
      bisanya nyinyiri blog orang
      semua ada porsinya
      ketimbang media mainstream yg sering britain pembalap indo tapi penuh dg click bait
      dan di bagi jd beberapa page ? pdahal cuma berita 1 paragraf??
      ada aja orang kya anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.