TMCBLOG.com – Dengan berakhirnya seri Final di sirkuit Bukit Peusar, Tasikmalaya hari Ahad 17 November kemarin maka tuntas pula rangkaian perhelatan event One Make Race Yamaha Cup Race 2019 yang digelar di berbagai wilayah region Indonesia. 3 kelas bergengsi yakni YCR1 150 cc Expert, YCR2 150 cc Novice dan YCR3 150 cc Rookie menjadi suguhan yang menarik karena melombakan pembalap terbaik yang mewakili region Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Kelas YCR3 – M. Jordan vs Nicky Hayden

Muhammad Nicky Hayden yang masih berusia 12 tahun turun dengan percaya diri melawan rider lain yang usianya di atas dirinya. Di seri final kali ini, rider cilik asal Yogyakarta (region Jawa) yang bernaung di team Yamaha Yamalube Bintang Centula tersebut harus rela mengakui rival terdekatnya yakni M. Jordan Badaru yang juga berasal dari region Jawa dari team Yamaha Yamalube Aira Oryza untuk dinobatkan sebagai the best YCR3 2019.

M. Nicky Hayden

Jalannya race final YCR3 berlangsung cukup rapat dengan persaingan yang bisa dikatakan mengerucut antara Jordan dan Hayden di front pack. Kehadiran rider unggulan lainnya Dovan Dzakiyah asal Jawa Timur di posisi ketiga memang cukup menyita perhatian namun Jordan bisa terlepas dari genggaman rival-rivalnya kali ini.

Podium YCR3 Tasikmalaya

Kelas YCR2 – Rider Asal NTB Unggul di Tasikmalaya

Aldiaz Ismaya unggulan team Yamaha Yamalube Semoga Abadi Babarafi asal NTB berhasil mengungguli pembalap tuan rumah di sirkuit Bukit Peusar pada kategori YCR2. Bersaing ketat dan menyajikan duel head to head sepanjang race finale berlangsung melawan Aditya Fauzi dari team Yamaha Madu Kristal SJCRT Cargloss Racetech asal kota Tasikmalaya di kelas Novice yang  melombakan MX King 150 cc.

Pada posisi 3 hadir Yusril Ihza Mahendra, eits bukan yang politikus itu sob, ini rider asal Sumatera Utara dari team Yamaha IRS Disconnect Kolaka yang pada race kali ini sempat menempel ketat Aldiaz dan Aditya di grup depan namun akhirnya harus rela finish jauh dibelakang posisi 1 dan 2, mengisi posisi podium 3. Pada kelas YCR2 ini lebih merata rider dari berbagai region untuk menduduki Top 5 jika mengingat rider dari Region Jawa yang biasanya memiliki tren lebih unggul ketimbang region lain.

Podium YCR2 Tasikmalaya

Kelas YCR1 – Herman Bass Terbaik Dari Region Sulawesi

Kelas YCR1 merupakan kelas Expert, dan pada seri final YCR 2019 ini bisa dibilamg tambah berat perjuangan tiap rider karena akan diadu dengan rider dari berbagai daerah yang pasti punya karakter balap yang berbeda pula. Herman Bass yang tergabung di Yamaha Akai Jaya MBKW2 harumkan nama Sulawesi Selatan selaku wakil dari region Sulawesi yang menjuarai seri final YCR kali ini di kelas YCR1 150 cc Expert.

Rider yang Herman kalahkan merupakan rider unggulan DIY yakni Syamsul Arifin dari Yamaha Yamalube Aira Oryza dengan selisih gap finish yang cukup dekat sekitar 1,5 detik. Kelas tertinggi di Yamaha Cup Race ini memang menarik, namun dari sudut pandang TMCBlog sendiri ada yang mengganjal ketika melihat Sulung Giwa tidak hadir di barisan depan. Sulung Giwa merupakan rider senior di Yamaha sekaligus terkenal soal sisi humorisnya, ia sudah berkali-kali pindah team dan saat ini bernaung di Yamaha Aditama BHL STSJ membela region Kalimantan dan tentu dihormati rider lain hanya bisa finish di urutan terakhir kelas YCR1 seri final ini.

Podium YCR1 Tasikmalaya

Selain kelas moped 150 cc yang melombakan motor MX King dengan berbagai spesifikasi sesuai kelasnya, di Yamaha Cup Race juga dihadirkan kelas nostalgia seperti moped 2-tak 116 cc dan 125 cc yang diisi oleh pembalap dengan memakai motor F1ZR baik kategori pembalap open dan juga Ex-Rider yang ingin mengulang masa-masa muda mereka dulu. Dan juga kelas komunitas 135 cc dengan motor RX King yang melegenda dan suara knalpot ‘belekan’ yang khas memekakkan telinga. Sampai jumpa di rangkaian event Yamaha Cup Race tahun depan yang masih akan digelar di beberapa region balap Indonesia. Salam gaspol!

Nugi TMCBlog

M. Jordan Badaru juara YCR3 Rookie (Final)
Semua pembalap memasang stiker tribute untuk almarhum Afridza Munandar

20 COMMENTS

  1. Sedih campur kesel baca komenan yang saling ejek. -_-
    Banyak yang ngejek Yamaha cuma bisa ngadakan balapan bebek.

    Gini ya, mas mbak. Meski disini balapannya mungkin nggak kayak Honda yang pake sport fairing, setidaknya ini bisa jadi salah satu wadah mereka-mereka yang pakai bebek untuk menunjukkan skill-nya masing-masing. Kalau misalnya balapan gini nggak ada, skill mereka mungkin susah berkembang. Karena, event balap resminya mungkin nggak bakal sebesar ini. Resiko terburuknya malah makin banyak balapan liar nantinya.
    Coba deh ya berpikir lebih positif. Setiap tindakan pasti ada sisi positif dan negatif. Ya, meski saya sendiri mencari sisi positifnya dengan efek negatifnya.

    Sudah lah, damai aja apa sih susahnya.

  2. Mau OMR atau multi pabrikan yg penting kedepannya dunia balap Indonesia lebih maju lagu. Dan semoga pihak2 terkait juga selalu support.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.