TMCBLOG.com – Ada video menarik yang di share oleh time line MotoGP yakni ketika Stefan Bradl membawa Honda RC213V MY2020 pada sesi test hari pertama . . . Mimin dari akun Twitter official MotoGP tersebut mencoba mengajak pemirsa melihat apa saja hal yang baru di Honda RC213V yang dipakai oleh Bradl dan berkemungkinan merupakan versi 2020 dari RC213V . . . Dan sontak saja dari sudut pandang TMCBlog terlihat memang arah putaran dari kopling kering terlihat sama dengan arah putar dari rodaΒ  . . . Apakah ini berarti Honda kembali mengubah Honda RC213V menjadi Forward Rotating Crankshaft ?

Yap memang dari bentuk fisik Motor yang diteat Bradl terlihat ada perbedaan di bagian front cowl depan yabg sedikit lebih ‘cabi’Β  dan sedikit perbedaan di bagian lubang ventilasi udara side fairing. Bradl juga mengetest swing-arm ala Marc Marquez lengkap dengan Air Funnel yang berfungsi untuk mendinginkan kaliper rem belakangΒ  . .

Selain itu baik Bradl, Marc Marquez maupun Cal Crutchlow juga diberikan kesempatan mencoba sasis baru. Yang menarik dari pembahasan sasis ini adalah Honda tidak memberikan penguatan apapun pada sasis baru tersebut. Murni alumunium tanpa di kasih perlakuan ‘wraping’ carbon apapun. Yes ini logis, Honda mau mencoba dan mencari data mulai dari bentuk standar ‘OEM’ -nya dulu, jika sudah full data, baru mungkin beralih ke tweak sana sini untuk memvariasikan rigiditas baik longitudinal, latteral ataupun yang lain.

Selain itu Cal Crutchlow di Mid-day juga sempat mencoba fairing dengan aero winglet berbeda di bagian depan, aero part ini kembali menyerupai desain hammer-head yang pernah juga dicoba HRC tahun tahun sebelumnyaΒ  . . Namun ini semua adalah penampakan fisik . . Kita balik lagi ke masalah Forward Rotating Crankshaft saja ya . .

Jujur TMCBlog baru mudeng kalo Honda RC213V pakai jenis putaran kopling kering seperti ini lagi, apakah semenjak 2019 sudah pakai model ini ? . .. Namun apakah ini berarti RC213V 2020 kembali ke Forward Rotating Crankshaft ? Bisa ya, bisa juga nggak karena mungkin ada sistem transmisi Gear antara putaran crankshaft ke putaran dari kopling kering. Namun sembari menunggu penjelasan lebih jelasnya, kita anggap dulu saja itu adalah FRC ( Forward Rotating Crankshaft )

Seperti kita ketahui bahwa awalnya Honda RC211V, RC212V dan versi awal RC213V putaran kruk as yang dipakai memang forward rotating crankshaft. Namun saat Dorna memutuskan penggunaan ECU dan unified software dari Magneti Marelli, banyak pabrikan yang kojel-kojel , termasuk Honda/HRC . . Coba setahun dua tahun, akhirnya pabrikan sayap kepak ini menyerahΒ  . . Mereka mencoba mengatur strategi baru . . Gak apa-apa ngalah, mundur sedikit untuk maju. Tho semua pengebirian ini dialami juga oleh semua pabrikan, semua suffer ( atau minimal pura-pura suffer biar nggak ketahuan kalau sebelumnya sudah biasa pakai Magneti Marelli ).

Tecatat Honda dua kali ‘ngalah’Β  . . Step pertama mereka menurunkan level ‘keberingasan’ RC213V mereka dengan cara mengubah putaran kruk as dari forward (searah depan putaran maju roda) ke putaran backward (berlawanan dengan arah putar maju roda). Untuk mesin motor dengan sistem Forward Rotating Crankshaft, maka efek giroskopik yang dihasilkan motor saat berputar akan ‘ketambahan’ efek giroskopik akibat putaran crankshaft . .Β  Atau dalam arti kata, Forward Rotating Crankshaft akan membuat efek giroskopik semakin besar …

Dengan Backward Rotating Crankshaft (BRC) kestabilan motor saat memasuki tikungan akan berkurang . . Ini punya efek positif dan negatif . . . Efek negatifnya, kestabilan saat melaju straight berkurang, namun efek positifnya motor akan lebih mudah ditekuk untuk masuk tikungan, atau dalam artian motor akan punya potensi lebih cepat di tikungan. Dan ini mungkin salah satu alasan kenapa Marc Marquez sempat mengubah gaya ridingnya menjadi Bergaya riding Rider Yamaha. Dengan Backward rotating Crankshaft, maka mesin V-4 Honda RC213V 2016-2019 memiliki less gyroscoppic effect dibandingkan RC213V tahun 2015Β  dan sepertinya ini juga salah satu solusi dan resep HRC untuk mengurang keliaran motor secara umum baik saat nikung maupun saat akselerasi sampai dengan musim 2019.

Setelah Backward Rotating Crankshaft, step kedua Honda menambahkan lagi dengan kembali ke teknologi firing order dimana mereka menemukannya di masa/era 500 cc dua tak yakni Big Bang. Kenapa HRC pilih BRC dan Big Bang ? Dua jawaban, agar RC213V lebih mudah dikendalikan saat menikung dan karena ada tendensi pada sampai 2019 jumlah bahan bakar yang dipakai saat race malah bertambah.

FYI, saat era MotoGP 4-tak diperkenalkan pada tahun 2002 bahan bakar bisa dibawa sebanyak 26 liter. Lalu setelah musim 2002 berakhir, threshold maksimum bahan bakar menyusut ke 24 liter. Pada tahun 2007 menyusut lagi menjadi 21 Liter ketika kubikasi mesin turun ke 800 cc dan tahun 2015 seperti kita ketahui hanya 18 liter BBM yang boleh digendong.

Saat era pembatasan bahan bakar diperketat, Honda konsentrasi banget di sana dan ketika bahan bakar kembali dilonggarkan dengan ketambahan 4 liter lagi menjadi 22 liter di 2016 Honda melihat bahwa harga yang mereka bayar untuk bisa irit dengan membuat motor yang liar sepertinya sudah tidak worth lagi. Dan screamer dikembangkan salah satunya adalah untuk mengejar ‘irit’Β  . . TMCBlog kasih tanda apostrof untuk membedakan filosofi irit di RC213V dan Honda BeAT tentunya yes ? . . So nggak perlu lagi firing order Screamer, wong bensin udah ditambah jadi 22 liter, maka langsung saja di 2017 Honda resmi pakai Big Bang. Kombinasi Backward Rotating Crankshaft dan Big Bang disinyalir dipakai sebagai basis setup sampai terakhir RC213V spesifikasi 2019.

Kombinasi mesin ini terbukti digjaya, hasil paling mutakhir adalah kegemilangan Marc Marquez sepanjang musim 2019 dengan 12 kali kemenangan, plus 6 kali runner-up, itupun tidak dihitung DNF Marc di Austin yang dikarenakan masalah teknis terjadi saat Marc memimpin 4 kebon detik di depan yang lainnya. . . Namun gemilang hanya di Marc Marquez dan ada indikasi mayoritas pembalap Honda sangat struggle di mulut tikungan ( saat mau masuk tikungan) , godek godek . . HRC butuh RC213V stabil buat semua pembalapnya ketika akan diajak nikung, bukan vuma buat Marc Marquez dan salah satunya sinyalemen tmcblog adalah dengan aplikasikan kembali FRC ( Forward Rotating Crankshaft ). Yang jadi pertanyaan adalah apakah mesin V4 RC213V juga ikut pindah ke screamer di 2020? Hmmm masih nggak tahu deh apakah HRC berani gambling dengan mengubah besar-besaran kayak gitu.

Patut dicatat bahwa yang dilakukan saat test Pra-musim belum tentu merupakan paket yang akan dipakai saat musim 2020 berjalan nanti. Tetapi minimal kita bisa membaca seperti apa jalan pikiran HRC/Honda berkaitan dengan pemilihan karakter mesin Honda RC213V untuk musim 2020 ini. Apakah ini yang dimaksud Teko Yokoyama ataupun Alberto Puig dengan mengembalikan apa yang ‘hilang’ dari RC213V lama ? Tambah mudah dikendalikan, atau berupaya biar jadi tambah kencang ?

Taufik of BuitenZorg

301 COMMENTS

      • Backward saza bisa jurdun bertubi-tubi. Gimana ntar forward. Ga bisa kabayang coiyyy……. Ngerriiiiii….

        Guest
    • honda fokus pada mesin
      yamaha fokus pada chasis
      ducati fokus pada fairing

      honda, hanya mm93 yg bisa menang
      yamaha, smua rider yamaha bisa didepan tp tidak cukup lawan mm93
      ducati, butuh rider sekelas stoner untuk menang

      JL99 bilang “gw pensiun, tp never say never”
      prediksi ane JL99 lagi mantau untuk 2021, apakah mungkin balik ke ducati or yamaha

      Guest
    • HRC lebih tau apa yg mereka harus putuskan, dan dibuktikan dengan hasil 2019,

      HRC SELALU DIDEPAN YG LAIN CUMAN BISA NGIKUTIN

      😭😭😭

      Guest
    • What we see is what we get, wak..

      Forward rotating kemungkinan besar karena kita udah liat juga itu. Apabila dikombinasiin ama screamer is OK.

      Bahkan mungkin itu jadi concern mereka jg karena ADA MASALAH batuk-batuk karena kehabisan bensin (Marc Marquez). Yg paling saya ingat ketika motor Marc di bantu dorong ama Vinales. Ternyata diem-dieman nya mereka berdua selama ini hanya karena gak ada yg mau inisiasi (untuk nyapa) aja kali ya wkwkwkwk

      Guest
      • @gpman vitales coba bantu markes karena menang dan mengharapkan dapat kontrak serta paket real motor juara di hrc pada sili seson 2021

        Guest
  1. HRC berusaha menjadikan RC213V lebih friendly untuk semua rider HRC maupun LCR, tanpa mengurangi positiv progres di straight panjang dan lincah saat memasuki dan keluar tikungan.

    Guest
      • Kowe iki friendly artinya teman teman, jadi bikin motor buat banyak teman makes di dpan
        Kalo nyaman itu comfort, ke enakan malah molor kek mbah anu
        🀣🀣🀣🀣

        Guest
      • kalau motornya “lebih” rider friendly otomatis “lebih” nyaman dari RCV 2019 πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸ€£πŸ˜‚

        Guest
        • Saya pikir, soal nyaman-nyaman-an ini gak perlu diperdebatkan dengan tidak jelas kayak kemarin2.
          Konteks nyaman di bidang balap adalah motor yang nyaman digeber, gak perlu effort berlebihan ketika dikendarai.
          Contohnya setup suspensi, geometri sasis ideal, semua dicari supaya motor bisa nyaman dikendarai. CMIIW

          @mentegga Numpang nge-reply di komentar lau karena most wanted commentator.

          Editor
        • ya kan gol. timn anu pada ngatain motor nyaman tapi enggak bisa juara, mending susah dikendarai tapi juara toh? nah gw cuma menunjukkan ironinya saja πŸ€£πŸ˜‚ karena si puig sendiri bilang tujuan test valencia untuk membuat motor lebih nyaman πŸ€£πŸ˜‚

          Guest
        • Loh yg mulai Dlu soal nyaman Kan si Darmo dkk Yg ngeHina2 rider lain selain marq . Kok diputerbalik sih ??

          Guest
        • terus ngapain ngatain motor nyaman? padahal semua pembalap ingin motor yg nyaman dikendarai 🀭 puig sendiri yg bilang

          Guest
        • kalo emang mau motor yg enggak nyaman supaya katanya bisa “kencang”, copot aja semua elektronik, balik lagi pake kabel gas, dan pake mesin 2 tak screamer lagi πŸ€£πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

          Guest
      • Hodna konon anti sosok Superbody.

        Tapi ironi terkesan nepotisme jg wkwk

        Terlepas dari alasan Puig yg sebetulnya logis juga sih

        Guest
  2. Selalu menarik klo mbahas pabrikan ini, ga banyak cingcong tp menarik buat ditunggu innovasi2nya,, ga kaya duc duc, ”kalahkan kami di trek, missionnowin eh winnow”..wkwk

    Guest
      • Plus holesh!t device, sendok swingarm (yg katanya untuk mendinginkan tapi teteup ada efek aerodinamis), cover roda juga itu wkwk
        Tahun depan holesh!t device nya depan-belakang sekalian.. biar kalo gagal unlock jadi kuntet itu motor 🀣

        Guest
  3. semua akan nyaman pada waktunya, Big bang firing order bikin nyaman di tikungan, forward rotating crankshaft juga supaya nyaman di tikungan. πŸ˜† kasian fabnoynya

    Guest
    • G kebalik, justru Backward rotating yang bikin nyaman nikung. “When an engine runs forward (like most streetbikes) its crankshaft rotates the same way as the wheels, thus adding to the gyro effect, which makes it more difficult to turn into a corner or change direction”.

      Bahkan Marquez sendiri bilang setelah RC213V menerapkan Backward rotating crankshaft di musim 2016 dia harus merubah riding stylenya menjadi “Lebih Yamaha” -taking a longer racing line to maintain the speed.

      BTW, tujuan utama big bang bukan biar lebih nyaman di tikungan, tapi to ease off the power delivery, therefore less rear tyre spin and more traction since there’s a delay. Dengan big bang timing, yg dikejar bukan corner speed, tapi traction saat corner exit……………….

      Guest
      • gw bantu supaya paham yg dimaksud wak haji, forward rotating menambah efek gyro yang membuat motor lebih stabil di lurusan maupun tikungan, karena lebih “stabil” motor jadi enggan menikung, BRC kebalikannya, enggak stabil dan lebih mau nikung. lalu big bang jelas membuat nyaman menikung, dengan mengurangi wheel spin karena ada jeda yang panjang antar pembakaran. πŸ™‚ lalu anda bilang lebih “yamaha” style, kan “mereka” bilang yamaha motor “nyaman” πŸ˜†

        Guest
        • Bentar, tadi situ bilang β€œforward rotating crankshaft juga supaya nyaman di tikungan”, jadi yang bener yang mana?

          Masalah stability, memang sebesar apa sih perbedaan stabilitas mesin FRC dengan BRC saat digenjot. AFAIK, BRC saat ini menjadi pilihan bukan karena bikin mesin g stabil, tapi karena efek gyro bisa dikurangi, hence less momentum, sehingga lebih mudah mengubah arah motor. Beda dengan FRC yang more momentum akibat gyro effect dari crankshaft, sehingga untuk mengubah arah motor menjadi lebih susah (kaya lagi jalan kaki, mau belok tapi kemudian didorong dari belakang oleh orang lain).

          Jadi, pilihan antara FRC-BRC bukan untuk mengejar stabilitas di track lurus atau di tikungan, karena itu bukan tujuan utama. Stability di mesin FRC lebih pada efek samping karena arah putaran crankshaft searah dengan ban. Bagaimana stabaility dengan mesin BRC, apakah kemudian dengan menerapkan BRC, maka motor jadi godek-godek g jelas saat di straight, g juga kan. Motor tetap lurus, cuman karena putaran crankshaftnya berlawan arah dari putaran motor, y otomatis crankshaft memberikan efek gyro negatif, sehingga less momentum (kaya lagi lari, tapi di belakang ada yang megangin). Pilihan FRC-BRC lebih pada mau mengejar keunggulan di mana, apakah keunggulan di straight atau di tikungan. Seperti halnya membangun motor, It’s all about compromise. Mau pakai BRC biar cepat di tikungan, tapi akibatnya less power, karena BRC butuh extra jackshaft untuk mengubah arah putaran biar ban belakang muternya bener -dan extra parts mean more energi transfer loss. Atau FRC yang more momentum saat straight, tapi akibatnya more energi needed to change the direction.

          BTW, ada masalah dengan motor nyaman?

          Guest
        • mereka pasti menghitungnya dalam ukuran yg sangat detil, walaupun tidak terlihat secara kasat mata, pasti kalau diukur secara teliti ada perbedaan kestabilan antara FRC dan BRC. makannya kita selalu menggunakan kata “lebih” stabil, bukan stabil. karena cuma sebagai perbandingan kalau FRC “lebih” stabil dari BRC. bukan berarti motor yg pake FRC pasti stabil, banyak parameter lain yg menentukan kestabilan motor yg gw aja belum tentu ketahui.

          Guest
        • Ho… lebih stabil bukan stabil
          Tp diatas lebih nyaman ente artikan nyaman

          Oh iya king standar janda

          Guest
        • muncul lagi golongannya encell πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ telat lu, udah selesai argumen, si encell emang gagal paham mulu πŸ˜‚πŸ˜‚

          Guest
    • Bung AIM-1N tolong jgn komen yg berbobot pada minyak beku aka enjiner muda dan rider, g bakal diterima, cz dia kan yg paling pinter 🀭🀭

      Guest
    • Membaca dulu itu wajib, tapi memahami itu lebih penting.

      Kalo tidak terlalu mengerti mending diem, diatas langit masih ad langit, dapet pengetahuan dr mmbaca doank aj, lganya udh kya Professor komennya,,

      Budayakan memahami coy bukan membaca

      😭😭😭

      Guest
    • Yah bedanya ngayal bebas giliran d sanggah pakek ilmu sibuk ngeles nyalahin sana sini
      Blunder dah 🀣🀣🀣

      Guest
    • @Bro AIM-1N ada kerancuan pada paragraf ke 8 di artikel ini menurut saya, dan mungkin bro mentega merujuk ke paragraf itu.

      Guest
      • Tidak masalah dgn artikel
        Ini masalahnya ada yg bilang “frc supaya nyaman ditikungan”
        Inget kata2nya “nyaman” sedangkan di artikel lebih menggunakan kata2 “stabil” dan “mudah”
        Dr bro aimin menyanggah dan mneyatakan kalo brc lebih nyaman, frc “more difficult to turn into corner”
        Merujuk juga pd salah satu editor warung
        “Konteks nyaman d bidang balap gak perlu effort berlebihan ketika dikendarai”

        Semoga meluruskan

        Guest
        • Siap bro makasih koreksinya.

          masuk tikungan berarti ‘corner entry’ kan ya dan
          saat ditikungan berarti ‘mid corner’ ya.

          Berarti klo FRC lebih stabil corner entry tapi harus ngorbanin Mid corner. Begitu kan bro genesis?

          Guest
        • Gak juga… ente kejauhan
          Cuma masalah mana yg lebih nyaman ditikungan.

          Kalo yg ente sebutin itu mungkin kasus antara mentega vs eiscell
          Kalo kasus itu, gw punya pandangan lain

          Guest
  4. Dengan Backward Rotating Crankshaft (BRC) kestabilan motor akan berkurang . . Ini punya efek positif dan negatif . . . Efek negatifnya, kestabilan saat melaju straight berkurang, namun efek positifnya motor akan lebih mudah ditekuk untuk masuk tikungan,

    HRC butuh RC213V stabil ketika diajak nikung dan salah satunya adalah dengan aplikasikan kembali FRC ( Forward Rotating Crankshaft )

    Ini yg stabil buat melibas tikungan yg forward atau yang backward wak?

    Guest
    • anda kurang c3rdas πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† perlu gw jelasin supaya 0takmu bisa nangkep? nih gw jelasin pelan2 ya, efek girosopik membuat motor stabil baik di tikungan maupun di lurusan, karena “stabil” motor jadi kurang bisa diajak nikung πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† masih enggak paham? πŸ˜†

      Guest
    • Aneh juga komennya jelas. Topiknya jelas tp yg bales OOT tidak mau membaca baik itu artikel maupun komen dg lengkap tp nyinyirannya minta ampun..

      Negri ini mungkin memang darurat membaca sehingga terlahirlah orang2 sok pintar seperti ini hingga tak mampu mencerna inti dr pertanyaan ini.πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯

      Guest
    • Ditunggu klarifikasi nya wak haji.. oiya JANGAN EDIT KOMEN INI YA WAK . Biar pada budaya.in membaca dengan benar gak asal nyinyir duluan..

      Guest
    • BRC lebih mudah ditekuk ketika masuk tikungan tapi tidak stabil di tikungan
      FRC lebih susah ditekuk ketika masuk tikungan tapi stabil di tikungan
      Gak ambigu kok bg begitulah kira” detail nya

      Guest
        • @mentegga lu yg ambigu akun siluman
          Kalo kurang paham itu di jelaskan bukan dikatain kurang cerdas

          Guest
        • BRC = flexible (mudah ditekuk di tikungan berbalik arah maupun tikungan patah)

          FRC = Stabil (ditujukan untuk menambah speed corner di tikungan panjang,kekurangannya butuh jarang agak panjang untuk ambil tikungan patah)

          Itu filosofi dasar settingan sebuah motor balap sih…pilih flexible atau stabil..semua ada kurang lebihnya…apa HRC sadar klo RCV kalah mutlak di speed corner..udh banyak contohnya..Mugello,Silverstone,even Phillip Island..keliatan RCV diayamin sama motor Inline4

          Guest
      • bos, santai aja, si encell karakternya emang begitu. gw udah enek juga sama dia, makannya langsung gw katain. peace ahh

        Guest
        • @mentegga bos, udah santai nih
          Lu karakter nya emang begitu, lu enek sama dia gw enek sama lu.
          Makanya langsung gw katain

          Guest
        • Gak Bisa Gitu Berargumen Tanpa Menghina Orang ? Giliran Dihina Balik Ganti akun lu . Trs play victim

          Guest
        • Lha wong diartikel terjadi keambiguan kalimat depan dg kalimat yg dibelakang sehingga terlihat ambigu tulisannya kog malah pada nyolot njelas.in teknisnya.. klo mbaca dg runut dan tidak merasa sok pinter pasti memahami kalau ada ketidaksinkronan pernyataan 1 dan 2

          Guest
        • Ambigu nya dimana bang coba kasih tau kami..

          Dengan Backward Rotating Crankshaft (BRC) kestabilan motor akan berkurang . . Ini punya efek positif dan negatif . . . Efek negatifnya, kestabilan saat melaju straight berkurang, namun efek positifnya motor akan lebih mudah ditekuk untuk masuk tikungan,
          (Wak haji bilang mudah ditekuk untuk masuk tikungan gak ada bilang stabil saat ditikungan)

          HRC butuh RC213V stabil ketika diajak nikung dan salah satunya adalah dengan aplikasikan kembali FRC ( Forward Rotating Crankshaft )
          (Wak haji bilang stabil ketika diajak nikung bukan mudah ditekuk untuk masuk tikungan)

          Jadi ambigu nya dimana?

          Guest
        • @jus
          udah2, dia enggak bakal sadar atas kesalahannya, malah play v1ctim sendiri 😏😏

          Guest
    • Saya tambahkan hal hal yang mudah2 bisa memperjelas
      Jadi pada dasarnya antara frc dan brc adalah perkara efek giroskopis.
      Frc katena efek giroskopis bertanbah maka akan lebih stabil saat memasuki tikungan, bukan saat menikung
      Kalau saat menikung lebih sip jika less giroskopik karena kelembaman/ inersia rotasi yang hadir lebih kecil .. saya tambahkan kata2 memasuki tijungan. Mudah2 an bisa memperjelas

      Administrator
    • Saya rasa isi artikel memang ambigu beda dengan pembahasan terkait masalah ini di artikel terdahulu.
      Di tunggu klarifikasinya dari pemilik tulisan.

      Guest
      • Sudah diklarifikasi dan sedikit edit artikel + cetak tebal .. buat yg suka mengaramg indah sih biar.in saja suka2 dia

        Guest
  5. semoga biar paham yg di sini apa yg di maksud motor yang nyaman atau friendly untuk motor balap, beda dengan motor nyaman untuk harian

    Guest
  6. Apakah ini yang dimaksud Teko Yokoyama ataupun Alberto Puig dengan mengembalikan apa yang β€˜hilang’ dari RC213V lama ? Tambah mudah dikendalikan, atau berupaya biar jadi tambah kencang ?

    Yang jelas mereka berpikir untuk selalu menang.. mo nyaman mo kencang tujuannya cuma 1 menang di lintasan bukan bikin nyaman sampe ketiduran .. klo mo tidur gelar tiker sono di pinggir gravel

    Guest
  7. memang kalo kurang p1ntar susah πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† nih gw jelasin pelan2 ya, efek girosopik membuat motor stabil baik di tikungan maupun di lurusan. karena “stabil” motor jadi enggan diajak nikung πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† sudah bisa nangkep?

    Guest
    • πŸ˜† memang kalo comprehension nya cuma selevel bocah SD, susah deh πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† wak haji harus jelasin berkali-kali baru mudeng πŸ˜†πŸ˜†

      Guest
    • Ada pepatah mengatakan bahwa anjing menggonggong itu sebenarnya untuk menutupi ketakutannya sendiri…

      Maka dari itu janganlah terbiasa mudah mengatakan orang lain kurang inilah, kurang itulah hanya karena untuk menutupi sebenarnya kita juga tidak punya pengetahuan yg dalam tentang sesuatu…

      Mengapa…??
      Karena orang2 yg punya pengetahuan yg dalam itu secara naluriah biasanya tidak akan mudah mengumbar kata-kata yg merendahkan pengetahuan orang lain.

      Guest
    • Diskusi yg baik lah bro.
      Sampaikan isi pemikiran tanpa harus merendahkan…
      Gw kagak mudeng brc frc, gw suka kalian debat, tp gw eneg klo ad yg debat dg saling merendahkan.

      Guest
  8. Sok pinter tp kagak bisa baca ya gini jadinya πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ˜‚ sudah dijelas.in ada efek +- nya tp malah mengarang indah πŸ˜‚πŸ˜‚

    Dengan Backward Rotating Crankshaft (BRC) kestabilan motor akan berkurang . . Ini punya efek positif dan negatif . . . Efek negatifnya, kestabilan saat melaju straight berkurang, namun efek positifnya motor akan lebih mudah ditekuk untuk masuk tikungan,

    Guest
    • Wkkk dia emang kagak bisa baca makanya nyolot ..

      Sebelum ngata.in mending ngaca dulu .. sini tak pinjemin klo lu kagak mampu beli kaca

      Guest
  9. Bukankah menurut engineer kelas kakap disini backward rotating cr akan menghasilkan downfoz yg tidak bisa dijelaskan dengan ilmu fisika???
    Berarti dengan dikembalikannya frc motor malah akan melayang
    Wah..wah saya harap ada seseorang yg kasih tau hal ini ke hrc,,sy sebagai fbh merasa kuatir kalo hrc ambil jalan yg keliru wak!!

    Guest
  10. kwkwkw terus tunjukkan keb0dohan mu, dekπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† latihan baca koran dulu gihh πŸ˜† lebih mudah ditekuk memang artinya stabil di tikungan? πŸ˜†πŸ˜† blogged

    Guest
  11. Kan udah mulai boros,sering abis bensin setelah garis finish tuh,moga aja balik ke screamer juga biar lbih irit

    Lebih suka suara lengkingan screamer,mantap kayak mak lampir πŸ˜‚πŸ˜‚
    Suara Motor MotoGP era modern udah mulai sama semua graang grooong graang grooong… gak asik

    Guest
    • Nah ini mungkin alasan utamanya. BRC punya efek samping yg paling tidak diharapkan Hundut. Bensin cepet bener abisnya. Kalau mau pake gaya non-Mamakez, ya bisa2 zonk podium. Hundut udah punya resep / AI yang bisa ditaruh di ECU supaya FRC selain cepat juga nikungnya bisa seluwes BRC.

      Guest
    • Kehabisan bensin setelah garis finish ya sudah gak jadi masalah dan wajar karena memang sudah dibitung matangΒ² team markues.
      Nah yg jadi masalah itu bensin habis sebelum garis finish kayak si jarwo pas masih di yahaha dulu, akhirnya motor di dorong sampe garis finish biar dapat point

      Guest
  12. Eiscell memang bebal banget dah dari dulu. Penguasaan bahasa lemah, literasi rendah, menangkap informasi susah. Sudah dijelaskan gamblang oleh mentega jg percuma saja. Jujur gw tadinya jg ga paham, tp baca komen mentega akhirnya gw jd mikir sendiri dan jadinya paham.

    Guest
    • Wkkk lu golongan yg males baca… Duluan komen tp kagak baca artikelnya keliatan banget .. cuma akunkloningan.. btw km ID keberapa?

      Darurat membaca

      Guest
      • Lu terlalu cepat membaca hingga kelupaan memahami apa arti itu bacaan..

        😭😭😭

        Guest
        • Lu yg merasa sok pinter hingga tak bisa memahami adanya ketidaksinkronan pernyataan kalimat artikel.. perlu dipertanyakan pemahaman dan cara bacanya sampe tidak memyadari adanya keambiguan artikel

          Guest
        • kena lagi, langsung dikatain πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸ€£πŸ˜‚
          dasar ahli microphone. eh keyboard βŒ¨οΈβŒ¨οΈβŒ¨οΈπŸ€£πŸ˜‚

          Guest
      • Betulll bentar lagi dia menghilang karena malu melihat fakta dan kenyataan .. orang males baca tp nyolot & nyinyir ya gitu ..katena merasa tinggi ilmunya maka bacanya loncat2 gak bisa baca dg runut . Alhasil ada keambiguan artikel pun dia tak paham

        Guest
        • Bang eiscell kl bs jgn anggap semua akun baru itu kloning ,ada yg emng silent reader udh lama tp br komen ,ada jg Nick jarang muncul kyk bro ikan tempo hr ,ntar takutnya mlh ribut kyk ane sm Nick wajah g*** ,makasih

          Sekedar saran bang

          Guest
        • suka2 dia lah βŒ¨οΈβŒ¨οΈβŒ¨οΈπŸ€£πŸ˜‚ keyboard warrior βŒ¨οΈβŒ¨οΈβŒ¨οΈπŸ€£πŸ˜‚ enggak ada argumen langsung nuduh kloningan βŒ¨οΈβŒ¨οΈβŒ¨οΈπŸ€£πŸ˜‚

          Guest
  13. bukan nya FRC malah bikin motor susah di tekuk wak, (keluhan yang di rasakan semua pembalap honda yg pake rc213v 2019)? apa karena mereka sudah PD jg dengan ECU MM makanya mereka PD jg balikin FRC dan mungkin ke depan balikin screamer ke RC213V. cmiiw

    btw blm ada statement ya dari 3 pembalap yang pake rcv My2020 selain marc.

    Guest
    • itu yg dibilang wak haji, FRC membuat motor susah ditekuk tapi motor jadi stabil karena efek gyro. BRC kebalikkannya, mudah ditekuk tapi tidak stabil. jangan kebalik-balik kaya si encell πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸ€£πŸ˜‚

      Guest
    • masih belum paham bagaimana settingan ecu bisa mengcounter efek gyro. apa mungkin dari settingan engine brake yang lebih canggih sehingga motor lebih mudah ditekuk masuk tikungan?

      Guest
      • kalo suka liat dari komen vinales, engine brake emang punya peran besar. karena dlu dlu vinales selalu ngeluh motor nyelonong dan seneng banget ketika engine brake balik di motor 2019, secara detail harusnya ga beda jauh sama teknologi traction control yg secara umum bekerja seperti ini “Ketika ada roda yang mengalami slip/spin ini, ECU akan membatasi keluaran tenaga mesin.yang pasti punya motogp ECU nya udh lebih advance
        “.cmiiw

        Guest
    • fokus ane ga di situ, yg jadi pertanyaan justru kalo keluhan motor 2019 aja susah belok(entry corner, karena more power, speed and aceleration) dan hampir semua pembalap komplen. knp honda malah balikin FRC yang notabene harusnya makin susah belok dong? apa karena mereka sudah nemu racikan chasis dan elektronik yang mumpuni atau emang karena mereka pede karena punya marc?

      Guest
      • ya itu yg saya bilang, mungkin dari settingan engine brake dan sasis yg mereka udah yakin banget bakal bisa menghandle celengnya FRC 🀣🀣🀣

        Guest
      • Dugaan saya, mereka udah pasang algoritma di ECU Marelli supaya bisa handle efek samping FRC tapi tetap bisa menikung mudah ala BRC. Mereka punya Filipo Tosi kan? Gk heran lah.
        Catet ya : ECU buatan Magnetti Marelli (disingkat MM). Jurdun nya Marq Marquez (juga MM). Jadi ya ganti aja ECU ke merk lain biar MM gak juara. (Cocokologi dikit)

        Guest
        • jangan ngomongin diri sendiri, dek πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸ€£πŸ˜‚ urat malumu ke mana sih?

          Guest
    • Bukankah dgn brc MM jg msh hrs stoopy sambil belokin pantat sebelum masuk tikungan, nah klo pke frc bukannya malah makin liar ya.

      Guest
      • se brc brc nya motor v engine yang ga punya kelebihan belok, sefriendly friendly nya saat ini v engine ya rcv my 2018 atau duc duc (syarat dan ketentuan berlaku).
        kalo marc lakuin itu karena dy need bukan want (jiwa champion nya meronta ronta kalo ga bisa menang). ingat pake MY2019 dy bisa rebah se rebah rebah nya karena need bukan want

        makanya ane herman pake MY 2019 marc di tikungan malah makin ajib.

        cmiiw

        Guest
        • Kalau sembalap lain kyk Stoner itu ECUnya ada di tangan. Kalau Lorenzo ada di selangkangan (kamsudnya kenyamanan pinggul itu utama). Kalau Mat Ngkez ya ada di seluruh badan.

          Guest
        • ALIEN PEMBALAPNYA, ALIEN MOTORNYA

          NGEEERRRRIIII

          😭😭😭

          (Mode caplock jeboll)

          Guest
    • Dulu jaman hodna masih screamer dan FRC motor bisa diJINAKkan dg ecu INHOUSE.
      Nah mungkin insinyur PETRUK penemu ecu pirelli😁 eh maksud saya insinyur hrc sudah menemukan RACIKAN jitu yg pas mirip ecu INHOUSE makanya sekarang berani balikin mesin ke screamer dan frc

      Guest
      • lah kamu kayanya bener deh, buktinya dulu FRC bisa dijinakkan, kenapa sekarang enggak. kan sudah pake ECU MM selama 5 tahun πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸ€£πŸ˜‚ tinggal yamama nih, bisa nambah power tanpa kehilangan traksi gak? πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸ€£πŸ˜‚

        Guest
    • Dengan Backward Rotating Crankshaft (BRC) kestabilan motor akan berkurang . . Ini punya efek positif dan negatif . . . Efek negatifnya, kestabilan saat melaju straight berkurang, namun efek positifnya motor akan lebih mudah ditekuk untuk masuk tikungan,
      (Wak haji bilang mudah ditekuk untuk masuk tikungan gak ada bilang stabil saat ditikungan)

      HRC butuh RC213V stabil ketika diajak nikung dan salah satunya adalah dengan aplikasikan kembali FRC ( Forward Rotating Crankshaft )
      (Wak haji bilang stabil ketika diajak nikung atau tikungan bukan mudah ditekuk untuk masuk tikungan)

      Maaf kalo sekira nya saya salah jangan di bully

      Guest
  14. mungkin solusi yamaha adalah kembali ke screamer firing order untuk menambah top end power. engineer Magneti Marelli sudah di tangan, harusnya bisa memanage power yang jauh meningkat πŸ˜…

    Guest
    • Menurut sy jangka pendek cukup ringankan bandul lagi biar power fan akselerasi naik. Biarkan ahli ecu baru yg fix. Nah kyknya tes kemarin power apa ada peningkatan? Topspeed apa bisa setara. Qta blm liat datanya seh. Wait n see

      Guest
      • iya sih terlalu extreme, yamaha terakhir pake screamer juga tahun 2003 sebelum Rossi masuk yang ada malah kacau πŸ€£πŸ˜‚ mending kembalikan ke masa kejayaan yamaha di 2015-2016 aja dulu, baru mikirin pake screamer lagi πŸ‘

        Guest
  15. Mencoba membantu eiscell biar nggak jadi bebal 7 turunan.
    Wak haji kan bahas dr sisi mesin yak dg efek yg diperdebatkan adalah karakter cornering.
    Nah tuh efek misal dianalogikan dg aspek selain mesin, misal yg paling gampang komstir.
    Efek cornering Brc itu ibaratnya komstir terlalu kendor, jd ditekuk2 gampang tp tdk stabil dan perlu kalkulasi khusus di tengah tikungan.
    Sedangkan efek cornering Frc ibaratnya komstir terlalu kencang jd stabil tp nikungnya berat/susah ditekuk. Perlu ancang2 yg pas sebelum masuk tikungan biar ga bablas/nyel3ng.
    Udah paham cel? Coba les bahasa Indonesia dulu sama guru SD sbg terapi awal kebebalan.
    Atau ngeyel lagi biar semakin bebal dan sok tau.

    Guest
  16. Dengan Backward Rotating Crankshaft (BRC) kestabilan motor akan berkurang . . Ini punya efek positif dan negatif . . . Efek negatifnya, kestabilan saat melaju straight berkurang, namun efek positifnya motor akan lebih mudah ditekuk untuk masuk tikungan, atau dalam artian motor akan punya potensi lebih cepat di tikungan.

    HRC butuh RC213V stabil ketika diajak nikung dan salah satunya adalah dengan aplikasikan kembali FRC ( Forward Rotating Crankshaft ).

    Kata2nya kontradiktif. Jadi yg bikin motor mudah buat nikung pakai brc apa frc?

    Tapi apalah saya, cuma res2an kerupung kalengan.

    Guest
    • Yes, perlu diklarifikasi sih.

      Logika saya frc stabil di straight, susah ditekuk, brc kurang stabil di straight, gampang ditekuk

      Guest
        • Dengan Backward Rotating Crankshaft (BRC) kestabilan motor akan berkurang . . Ini punya efek positif dan negatif . . . Efek negatifnya, kestabilan saat melaju straight berkurang, namun efek positifnya motor akan lebih mudah ditekuk untuk masuk tikungan,
          (Wak haji bilang mudah ditekuk untuk masuk tikungan gak ada bilang stabil saat ditikungan)

          HRC butuh RC213V stabil ketika diajak nikung dan salah satunya adalah dengan aplikasikan kembali FRC ( Forward Rotating Crankshaft )
          (Wak haji bilang stabil ketika diajak nikung atau ditikungan bukan mudah ditekuk untuk masuk tikungan)

          Maaf kalo sekira nya saya salah jangan di bully

          Guest
      • kalo semua variabel sama, brc lebih mudah masuk tikungan, tapi honda perlu nambah power overall biar bisa bagus di trak lurusk dan ini mengurangi kestabilan motor, kare brc punya parasitic loss lebih tinggi karena harus nambah gear biar motornya ga jalan mundurkestabilan bukan satu-satunya aspek kecepatan mid corner,

        yamaha cepat di mid corner karena traksinya lebih bagus daripada honda dan ducati, yamaha bisa membuka gas lebih besar tanpa kehilangan traksi, power besar bagus, tapi ga ada gunanya kalo ga bisa digunakan di aspal

        Guest
    • stabil di tikungan dan lebih mudah ditekuk masuk tikungan artinya beda, brohh. BRC mudah ditekuk/belok tapi enggak stabil saat di mid corner panjang, kalau FRC susah ditekuk tapi stabil saat di mid corner panjang.

      Guest
      • corner entry bagus faktor yang mempengaruhi, pengereman/engine brake, sasis, dan wheel base, emang bener BRC lebih bagus saat corner entry, tapi BRC juga bisa bisa bagus kok di mid corner, asal dia bisa menggunakan powernya tanpa kehilangan traksi, toh buktinya Yamaha m1 juga backward rotating tapi bagus kan di mid corner ?
        engine bukan 1-1nyya penentu, sasis, dan suspensi menurut saya punya kontribusi 65% dalam hal ini

        Guest
        • ya makannya saya bilang FRC “lebih” stabil dari BRC. bukan berarti motor yg pake BRC enggak bisa stabil di tikungan, banyak faktor lainnya

          Guest
    • Gara2 1 orang males baca dan daya serap nya rendah tapi merasa sok pintar maka jadinya ngata2in orang dikolom komentar..

      Guest
    • enggak ada yg ambigu dari kalimat2 di atas, cuma memang harus dipahami lebih dalam. jangan malah bilang wak haji bikin artikel ambigu 🀭🀭🀭

      Guest
    • jka semua variabel sama, backward rotating camshaft lebih memudahkan nikung karena berkurangnya gaya gyroscopic, pengorbanannya parasitic lossnya(tenaga yang berkurang karena gaya gesek,inertia dan massa) semakin tinggi karena harus nambah gear lagi biar motornya jalannya maju,

      tahun ini honda mencoba menutupi kekurangan backward rotating crank dengan menambah power melalui air ram(yg kita tahu) dan ubahan2 mesin confidential lainnya, power besar itu bagus, tapi ga ada gunanya kalo ga ada traksi agar power tersebut bisa berguna di aspal, itulah kenapa yamaha m1 selalu unggul di mid corner dibanding ducati dan honda, mereka bisa memanfaatkan hampir 100% power mesinnya saat di mid corner karena powernya cukup dan tidak terlalu besar sehingga tidak menyebabkan hilangnya traksi di ban belakang, masalahnya penambahan power dengan air ram tadi akan membuat tenaga liar di segala jenjang rpm tanpa terkecuali,

      terus kenapa screamer lagi ? hanya honda yang tau, mungkin honda, firasat saya honda sudah mulai menguasai magneti marelli, sekarang honda sudah tidak perlu lagi menambah power dengan cara yang sama dengan 2019, parasitic loss bisa dihilangkan dengan pake forward rotating, sehingga power overall bisa dikurangi sehingga tidak liar lagi di mid corner

      itu cuma simplifikasi sebagai orang awam, tentu aslinya 10000x lebih rumit dari ini

      Guest
    • Maaf kalo sekira nya saya salah jangan di bully

      Dengan Backward Rotating Crankshaft (BRC) kestabilan motor akan berkurang . . Ini punya efek positif dan negatif . . . Efek negatifnya, kestabilan saat melaju straight berkurang, namun efek positifnya motor akan lebih mudah ditekuk untuk masuk tikungan,
      (Wak haji bilang mudah ditekuk untuk masuk tikungan gak ada bilang stabil saat ditikungan)

      HRC butuh RC213V stabil ketika diajak nikung dan salah satunya adalah dengan aplikasikan kembali FRC ( Forward Rotating Crankshaft )
      (Wak haji bilang stabil ketika diajak nikung atau ditikungan bukan mudah ditekuk untuk masuk tikungan)

      Guest
      • nah kontradiktif nggak dengan keluhan para pembalap nya? jorge selalu bilang RCV MY2019 punya masalah di corner entry(masuk tikungan yang notabene ini adalah awal motor siap belok. bukan udh masuk di tikungan) dan ada beberapa statement yang punya keluhan yang sama (marc, CC, JL). bahkan 2018 marc udh bilang mesin ckup tgl kembangkan chasis eh 2019 awal more power and more acceleration. ini kasus nya mirip, yang di keluhin apa yang di benahin apa? masuk nggak logik nya. dari sini ane menganalisa ada kemungkinan HRC sudah mampu menguasai ECU MM dan punya chasis yg bagus. atau ada tujuan khusus seperti awal tahun 2019 karena mereka merasa gw masih punya marc. cmiiw

        Guest
  17. Udah pada paham belum keambiguan artikelnya atau masih pengen unjuk kesok pinterannya? Pake kloning akun biar dikata ada yg ngedukung πŸ€£πŸ˜‚

    Guest
    • kalian ber-2 (mentega dan eiscell) setidaknya punya pengetahuan di bidang motogp diatas rata2 dibanding 90% komentator di sini, saya juga terhibur dengar debat kalian, tapi sayang kalian ber2 kadang2 masih bikin statement yang isinya merupakan miskonsepsi
      saran saya, kalian ber-2 sebelum debat baca dulu buku judulnya “MotoGp Technology” dia ga bahas bagian mesin doang, mulai dari aerodinamika, efek grip ban, traksi, mesin dan hubungannya dengan sasis, karakteristik ban dan lain-lain, limitless kalo dibahas di kolom komentar.

      biar lebih menghibur TOLONGLAH kalin berdua baca buku itu dulu biar saya terhibur, terima kasih

      Guest
      • heh, saya cuma ngomongin yg dibahas di artikel dan bantu meluruskan, saya tidak begitu tertarik dengan ilmu motor balap sampe harus baca2 bukunya.

        Guest
        • sudah dibilang saya cuma menjelaskan yg dijelaskan wak haji. kayanya kamu juga susah paham ya min? πŸ€”

          Guest
        • menjelaskan apa? saya cuma menjelaskan yg dijelaskan wak haji. πŸ™‚ ilmu saya hanya sebatas yg wak haji terangkan. kalau menurut kamu salah, berarti wak haji yg salah πŸ™‚

          Guest
        • betul kali kata AIM-1N, ilmu tanpa dasar = SESAT.

          lanjut komen ampek 1000, Lapak laris-laris kang taufik

          hahahaa

          HRC semakin didepan, YFR cuman bisa ngikutin,, wkwkkw

          Guest
    • saya juga kurang setuju dengan beberapa statementnya bro Taufik karena kontrakisi sama buku dan sumber2 di web yang saya baca
      sebelum debat, ada baiknya yang ingin berdebat tau dulu definisi dari gyroscopic effect

      kestabilan saat straight itu lebih dipengaruhi sama fairing(melalu winglet untuk mencegah wheelie) dan wheelbase, semakin panjang wheelbase smeakin bagus di straight
      backward rotating crank malah menambah stabilitas di lurus karena mungurangi wheelie “crank’s torque reaction pushes the front wheel down during acceleration, rather than lifting it” tapi efeknya ga signifikan

      FRC bagus karena BRC mngambil sekitar 7-10 HP dari motor tersebut, makanya FRC lebih “bagus” di lurus karena powernya tidak disunat parasitic loss karena perlu ada shaft dan gear tambahan di BRC. terima kasih

      Guest
      • Yang dijelaskan Wak Haji juga g sepenuhnya salah, karena yang dibahas hanya sebatas sisi konfigurasi rotasi crankshaft aj dan efeknya terhadap karakter motor, (wlpun pada akhirnya akan ada tambahan faktor dari konfigurasi lain yang mempengaruhi handling motor secara keseluruhan).

        Saya sih tetap mengacungi jempol tulisan Wak Haji, karena, IMHO -sekali lagi IMO- nulis artikel yang bersifat teknis agar mudah dicerna oleh orang awam juga g mudah (sy sering pake istilah “to dumb it down” -sorry kl ada yg tersinggung kl saya pake istilah itu). Saya tadi aj mau nulis sampe lima kali revisi total susunan kalimatnya, biar ntar malah g salah tangkep dan bikin debat g jelas lagi. Karena emang g mudah buat nulis tema utama yg untuk jelasin aja kadang butuh puluhan slide presentasi, tapi diringkas dalam satu halaman blog yang ringkas.

        Guest
        • yup tilisannya bro Taufik sudah bagus, sudah me-highlight apa saja yang perlu diperhatikan saat berdebat di motogp, sehinggak kedepannya komentator saat berdebat di motogp di blog ini isinya lebih berbobot dan tahu aspek apa saja yang perlu dibicarakan, 100% blog isinya bakal lebih menarik karena debatnya berbobot, apalagi ketika artikel post race, antar komentator bisa saling analisa tentang apa yang terjadi habis balapan tadi dari segi teknis dan variabel lainnya

          banyakin posting artikel kaya gini, slowly but sure saya yakin kualitas komentator juga akan naik

          Guest
    • wkwkw udah salah, ketahuan 0taknya susah mencerna informasi, masih ngeyel ngatain kloningan βŒ¨οΈβŒ¨οΈβŒ¨οΈπŸ€£πŸ˜‚ dasar raja keyboard +62

      Guest
      • Gw curiga orang di atas ini (mens-tegga) adalah perempuan kayak si Yoga πŸ™„….

        Udah dikasih nasihat berbobot sama Bro Aimin tetep aja ngotot…

        Emang dimata perempuan atau laki-laki berjiwa perempuan laki-laki beneran selalu salah…🀣

        Guest
      • Sepaham sama Om cairoli ,Nick Vega ini emng orangnya agak pinter kyk bro aimin ,dulu bngt vega init th 2015 an msh sering nyempil komen d blogny mang kobay pas cbr150 new launch ,entah 2015 / 16 lupa ,2018 jarang komen ,2019 awal” jg

        Guest
  18. Ini pasti persiapan HaReCe buat counter aroma keganasan taro2 yg akan pakai smpek pabrikan..

    Catet

    Guest
    • Mau skip aje Pake πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ™οΈπŸŽ™οΈ
      Bener2 LembekπŸ˜‚πŸ˜‚

      Catet

      Guest
  19. Yg ane cium semua ini respon HaReCe ngeliat taro2 yg sangat gahar pake M1superior.
    motor sopan tapi tetep bisa Kuwenceng.

    Kengerian itu tidak lama lagi akan datang broo

    Catet

    Guest
  20. udah beberapa orang jelasin mentah2 ke dia masih juga enggak paham. 😏😏😏 mosok semua informasi harus dipersimple dulu baru dia bisa cerna 😏😏😏

    Guest
    • Naaa benerkan keluar jiwa lembekyaπŸ˜‚πŸ˜‚
      11 12 kayak ava ungu jande yg suka bawa pisau bawangπŸ˜‚
      Selalu pengarui masa..
      Ndak berani singgel fight..

      Tinggal catet
      πŸ˜‚πŸ˜‚

      Guest
        • Oalah ane paham skrng knp ane dituduh akun kloning ,ternyata +62 ciri”ny bang mentega toh ,pantesan Nick wajah g*** langsung sewot ,wkwk

          Udh bang damai aja ah jgn ribut Mulu antar komentator ,boleh sih tp jgn SMP saling hina bang ,sekedar saran

          Guest
        • mereka duluan yg hina saya. kalau sering ngikutin pasti tau lah, awal2nya saya bahasanya sopan, tapi dibales pake kata2 kebun binatang dan sejenisnya. wajar lah saya membalas api dengan api πŸ€£πŸ˜‚ pasti admin di sini juga pada tau lah, kalo enggak, komen saya pasti udah dihapusin πŸ€£πŸ˜‚

          Guest
        • Ane tau kok ,wkwk
          Sabar ,kdng bang mentega jg slh ,terlepas mana awalnya ,damai aja bang ,jgn sambil emosi ,penduduk lain mlh semangat nanti pihak memihaknya ,heheh

          Guest
        • Wah ketemu…

          Gak tau dgn yg lain
          Tp jelas vs ane, ente yg mulai merendahkan n komen ente dihapus

          tmcblog.c o m/2018/12/10/rossi-karakter-yamaha-m1-2019-masih-sama-dengan-m1-2016/

          Sekedar nostalgia

          Guest
  21. Tugas pabrikan lain itu cuma 2
    Mencari alien baru selain king (marq) dan mengkombinasikannya dg paket yang cocok ,udah itu aja

    Krn mau ndkmau ,suka ndk suka ,emng skrng era ny marq ,mau apapun ,gimanapun itu patokannya ttp d marq + motornya yang sangat cocok

    Guest
    • kemren2 ada issue bang, ada komentator sampe duplikat 27 name…buat ngehajar warga sini…lo liat aja yg komennya nyinyir gak abis2… sok pinter sok menggurui, ngerendahin orang…sampe pd eneg…

      jd jgn dibawa baper lah…

      Guest
  22. nih cell, gw bantu cerna lagi, jadi revisi dari Wak haji adalah dengan menggunakan BRC motor tidak stabil saat memasuki tikungan, namun kelebihannya adalah motor lebih mudah untuk mengubah arah (nikung). namun mungkin karena advancements yg mereka lakungan dengan geometri sasis maupun setting electronic, mereka pede menggunakan FRC yg stabil saat memasuki tikungan namun membuat motor enggan mengubah arah (susah belok). any questions, cell? βŒ¨οΈβŒ¨οΈβŒ¨οΈπŸ€£πŸ˜‚

    Guest
  23. Bukan nya kalo arh kopling se arah putaran ban aka maju yang berarti arah putar kruk as bener brc wak? Bukannya selalu arah putar kopling emang berlawanan dengan arah putar kruk as? Koreksi kalo saya salah wak.

    Guest
    • kan saat masuk tikungan sudah jelas, BRC tidak stabil namun mudah belok, sedangkan FRC stabil namun susah belok. bagaimana pengaruhnya saat di mid corner? kalau yg saya lihat RCV dan M1 sama2 kencang di mid corner, makannya tinggal dilibas di straightπŸ€£πŸ˜‚

      Guest
  24. *Saya mau ngomentarin artikel utamanya malah sampe lupa

    “Honda RC213V 2020 . . Balik Ke Forward Rotating Crankshaft ?”
    ————————————
    IMO, terlalu awal juga kl mau bilang Honda mau balik pk FRC (wlpupn arah ke sana sepertinya juga masuk akal). AFAIK, dengan adanya regulasi engine freeze, pabrikan pasti berusaha mengoptimalkan sesi tes akhir tahun, wlpun situasinya jauh dari kondisi ideal dan kemungkinan malah bisa GIGO. Dan sepertinya langkah itu juga yg diambil oleh HRC di sesi tes Valencia dengan mencoba berbagai konfigurasi mesin (salah satunya FRC), apalagi filosofi HRC dalam mengembangkan motor selalu chassis around the engine. Bisa jadi untuk MY2020, RC213V menggunakan mesin dengan konfigurasi FRC, bisa jadi juga g (tergantung hasil tes yang dilakukan saat ini).

    Kl saya sebenernya lebih ke rasa penasaran, kenapa HRC mencoba konfigurasi FRC mengingat problem utama RC213V MY2019 (yang masih BRC) yang banyak dikeluhkan adalah kelemahan front end feel, dan more physical untuk bermanuver (mknya cm yang fisiknya fit yang bisa mengoptimalkan motor tersebut).

    Bisa jadi yang disampaikan beberapa komentator di sini sudah cukup tepat (wlpun masih berupa terkaan juga). Bisa jadi dari sisi β€œcrunching the number”, electronic engineer sudah cukup memahami konfigurasi engine mapping yang tepat untuk mengatur power delivery. Tapi saya sendiri mencoba menerka dari sisi lain. Kl kita melihat motor dengan hammer head aero yang diuji CC35 dan regulasi aero baru yang membatasi wing flex. Beberapa ada yang percaya kl winglet RC213V didesain mampu berubah bentuk saat memperoleh tekanan tertentu, sehingga dapat meminimalkan drag saat anti-wheelie tidak diperlukan lagi. Saat wing flex dibatasi, besar kemungkinan diperlukan dorongan ekstra dari mesin untuk mengurangi efek drag dari aero, dan solusinya adalah gunakan mesin dengan power delivery efisien. Dengan kondisi tersebut kemungkinan HRC melihat kalau mesin dengan konfigurasi FCR atau mesin dengan timing screamer bisa jadi solusi sekaligus dengan mapping pada ECU bisa menjadi solusi untuk mempertahankan keunggulan speed dan akselerasi yang sudah dimiliki di musim 2019.

    Tapi apakah ini konfigurasi final, saya sendiri masih meragukannya karena saat mencoba mesin tersebut di tes pertama, MM93 crash yang dia sendiri g tahu penyebabnya. Tapi kl sampai akhir sesi tes MM93 bilang β€œWe have the positive also the negative, now we need to find the compromise”, besar kemungkinan konfigurasi mesin ini dipakai.

    Guest
  25. Ada pepatah mengatakan bahwa anjing menggonggong itu sebenarnya untuk menutupi ketakutannya sendiri…

    Maka dari itu janganlah terbiasa mudah mengatakan orang lain kurang inilah, kurang itulah hanya karena untuk menutupi sebenarnya kita juga tidak punya pengetahuan yg dalam tentang sesuatu…

    Mengapa…??
    Karena orang2 yg punya pengetahuan yg dalam itu secara naluriah biasanya tidak akan mudah mengumbar kata-kata yg merendahkan pengetahuan orang lain.

    Nanti susah juga kalau jadi kebiasaan, apalagi jika sudah menjadi sifat pembawaan kita.

    Topik/ Judul artikel bagus, mengupas hal-hal yg berbau teknis disertai pendekatan analisa dasar hukum fisika.
    Tentunya njelimet namun menarik.

    Guest
  26. “Whosoever holds this handlebar, if he be worthy, shall possess the power of RCV”.
    ———————-
    Pantes yg lain ngos-ngosan………….

    Guest
  27. Ayo debat lagi dong mas bro semua, lumayan saya bisa belajar dari kalian semua yg cukup expert dri saya,
    Cuma pliss kalo debat ga usah merendahkan gtulah, kalo salah luruskan bukan malah menjudge, ngebully, menghina komentator dimari jga..
    Sayang jgakan artikel yg sangat bagus ini dirusak oleh kesesatan

    @mentega saya akui anda cukup cerdas tapi sayang anda selalu memposisikan diri sebagai aktor antagonis, sungguh ironisnya jika anda bisa bahagia.
    Ya mungkin dengan posisi ini anda dapat bahagia karena anda akan menjadi pusat perhatian, sudahlah mas bro anda itu engineering muda yg sudah pasti beda level Ama sales, biarkan sales adu bc Ama sales lagi, ngabisin waktu ga berfaedah itu sungguh merugi. Berbeda pandangan boleh budaya bullying jangan apalagi budaya sok malu lah diatas langit masih ada langit,

    Berprinsip lah seperti padi, semakin berisi semakin merunduk

    Guest
    • Bang mentega seolah jd antagonis karena ngerasain efek bc dr fby bar” macam Mbah ,ngunuo ,Alan dll ,makany d sini sesuatu yg berbau fby pasti disikat kyk ane tempo hr ,pdhl jg ndk semua gitu ,mungkin itu maksud ane

      Guest
      • Tapi kenyataannya, awal muncul Mentegaa adalah seorang ABeM dan FBeR garis keras, mungkin situ pembaca baru, coba liat aja ulah dan tingkah si Mentegaa setahun lalu, disitu anda bakal paham aslinya.

        Guest
  28. Fix eiscell memang ada kelainan. Coba psikotes atau tes iq cel, trus berobat. Yg lain aja semua paham knp lu ga paham sendiri n kojel2 sendiri wkwkw

    Guest
  29. ‘atau minimal pura-pura suffer biar nggak ketahuan kalau sebelumnya sudah biasa pakai Magneti Marelli’ WKWKWKWKWKWKWKWKW

    Guest
  30. Skip @mentega
    @gelas kopi: iya bisa juga ada gir pembalik, coba mencerna2 dari silogisme yg muncul diatas mungkin kalau benar pke frc maka kemungkinan akan tetap pke big bang, cz emang fo big bang bisa ngeluarin tenaga yg lebih besar daripada screamer. Fo frc juga membantu dalam akselerasi dan capaian top speed. Ini berhubungan juga dengan pengereman yang mumpuni maka dibuat sistem pendinginan. Kita mungkin akan melihat super late brake dari mm lagi semacam th 2014 dan 2015. Balance yang mungkin menjadi pr HRC adalah bagaimana mendapatkan grip ban belakang yang hilang ditahun 2015. Mungkin benar jika kemungkinan HRC sudah mulai menemukan algoritma untuk ECU MM yang mendekati ECU inhouse mereka

    Guest
    • “Ini berhubungan juga dengan pengereman yang mumpuni maka dibuat sistem pendinginan”
      ———————————————————

      Yang menarik adalah, saat tes Valencia kemarin sempat ada spyshoot kaliper yang dilengkapi sirip pendingin (dalam waktu dekat, bisa jadi ada kaliper yang “liquid cooled”)

      IMO, masalah tenaga mesin yang mana yang lebih besar, it’s debatable. Bisa jadi dengan paramater yang sama, kedua mesin bisa deliver HP dengan jumlah yang sama. Tapi yg jelas, mesin screamer deliver the torque continously, sehingga -dengan traksi yang lebih baik- bisa membuat motor berakselerasi lebih cepat. Masalahnya adalah, tanpa ada jeda dalam hal penyaluran torsi, -seperti halnya timing Big-bang- it’s upsetting the tyre, sehingga butuh banyak parameter setting untuk bisa mengoptimalkan power delivery dengan kemampuan traksi ban. Dan bener kata Oom Margondez, problem tersebut bisa diatasi dengan berbagai cara, salah satunya bisa melalui crunching the number dalam algoritma ECU, karena Doohan sendiri bilang saat HRC kembali menggunakan timing screamer di musim ’97, mesin tersebut tidak seagresif mesin ’91 (wlpun tetap lebih liar dibandingkan mesin Big Bang).

      Guest
  31. kan bener, simon crafar tadi ngomongin masalah engine brake management. dia bilang pengaruhnya sangat besar dalam kemampuan menikung motor. kayanya honda punya pencerahan untuk EBM, sehingga berani pake FRC.

    Guest
  32. Klo menurut penjelasan antara backward dan fordward crankshaft
    Saya rasa putaran mesin honda itu masih backward crankshaft
    Karena antara crankshaft dengan clutch house msh dihubungkan dengan gigi.
    Gigi primer drivegear yg nempel di crankshaft
    Dan gigi sekunder drivegear yg nempel di clutch house
    klo gigi primer drivegear yg nempel di crankshaft itu muternya backward brrti gigi sekunder yg nempel di clutch house psti muternya forward
    Jadi kesimpulan di video itu clutch house muter forward brrti di crankshaft muter backward
    -mohon koreksi jika salah-

    Guest
  33. Dari top komen diatas, bisa disimpulkan pemikiran Ho’on ah gini

    1. Pake FRC, biar + stabil + long corner speed
    2. Mengakali efek – dari FRC dengan ECU yg mumpuni, pakai pengaturan Engine Brake baru
    3. Dan yg paling penting mengurangi power, biar + entry tikungan (menurut Lorenzo yg pake RCV 18 dgn power lbh rendah)

    Bisa jd, RCV 20 ini adalah RCV 18 dgn FRC

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.