Foto : Nail Spalding

TMCBLOG.com – Idealisme dari pabrikan di MotoGP itu itu bermacam macam dan salah satunya yang tmcblog rasa cukup tegas, keras dan agak sedikit menanggalkan aura kompromistis adalah Honda. Seperti Kita ketahui , mendiang Soichiro Honda, Founder dari Brand Honda pernah berkata saat pembukaan Honda Collection Hall Motegi : “Mesin nggak pernah berdusta. Sukses akan selalu datang jika mesin Bagus, jadi ayo tunjukan kepada dunia apa yg kita telah lakukan. Lalu mereka akan lihat Honda Yang sebenarnya . . . ” Ini mungkin hanya satu dari sekian banyak Quote dari Mr Honda, Namun dari quote ini lah kita bisa mahfum bahwa dari dulu Honda memang memulai pengembangan Kendaraan balapnya baik Mobil maupun sepeda motor bermula dari konsentrasi pembuatan Mesin. Setelah Mesin selesai, barulah Part part lain seperti sasis, Suspensi, Elektronik dan Aerodinamika mengikuti apa Karakter, kemauan dan target dari Mesin tersebut. Kita sudah berkali kali membahas soal ini dan biasannya pembahasan berkaitan dengan pa yang ditangkap Oleh Kebanyakan Netizen Jaman Now yang mayoritas menganggap Honda Hanya membangun RC213V tailor Made Buat Marc Marquez. Bila dikaji sebentar bisa jadi ya terlihat seperti itu dan tidak bisa disalahkan juga, terlebih lagi jika dikaitkan dengan fakta Bahwa hanya Marc Marquez lah Yang bisa Juara seri di Musim MotoGP 2019 ini dengan Honda RC213V.

Marc Marquez dengan Honda ini sudah seperti kombinasi yang bisa dibilang seperti mereka hadir ditakdirkan memang untuk bersama. Agak sulit mendapatkan Marc Marquez pindah Pabrikan Jika selama Honda membuatnya nyaman dalam artian mendengarkan dan melakukan apapun untuk bisa membuat Marc Menang . . . Ingat bahwa Marc Marquez sendiri pernah berkata Bahwa ia nggak butuh motor yang nyaman dikendarai, ia hanya butuh Motor yang kencang dan dapat membuatnya Juara  . . Lah, Gimana tho, Ndilalah ini jelas Klop sama idealismenya Honda terutama jika kita melihat Heritage yang diwariskan Oleh Soichiro Honda sebegitu tegasnya terhadap Idealisme ‘ Mesin powerfull, terkuat, tebaik, terkencang dan lain lain ‘. Disisi lain agak susah sepertinya kita melihat HRC tidak mendengarkan Marc dan memberikan apapun Yang Marc Minta Karena minimal untuk Saat ini HRC melihat hanya Marc lah yang bisa jadi ‘Kartu As’ agar mereka tetap bisa menjalankan Segala Titah Utama dari Mendiang Orang Nomor satu Honda Yang kini telah mengakar dan Mewarnai karakter dari Honda secara keseluruhan.

Yap segala dua alinea ini tmcblog tulis Untuk memberikan pembukaan bagi pembahasan dan pemaparan apa yang bisa di Korek oleh Jurnalis Mat Oxley pada Blog terakhirnnya yang berhasil mewawancarai salah satu think tank HRC, salah seorang yang menurut tmcblog adalah Sosok di paddock paling memiliki Semangat, jiwa dan Karakter Yang dititahkan Oleh Soichiro Honda . Ia adalah  Takeo Yokoyama. Takeo sendiri Bergabung dengan honda di tahun 1996 sebagai Insinyur sasis dan memiliki andil dalam development Sasis dari CBR600RR kala itu. Takeo Bergabung dengan HRC di tahun 2004 dengan karir awal mendesain sasis buat Motor kelas Intermediate Honda RS250 Dua tak yang dilanjutkan Ke RCV series. Tahun 2013 penah menjabat technical Director HRC dan mulai 2018 menjabat sebagai Technical Manager. Di perbincanngan dengan Mat Oxley Takeo cukup mengupas banyak hal dari Evolusi Honda RC213V tahun 2019 ini sob

Takeo memulai dengan menjelaskan Apa perbedaan Honda RC213V 2018 dan 2019 yang menurutnya  Jika dilihat sekilas, maka di daerah mesin tidak terlihat perubahan signifikan dalam soal Platform bentuk. Namun Honda mengubah Intake ( RAM AIR ), Merubah Throttel Body dan beberapa Part Kecil lainnya. Secara umum bentuk fisik Kepala silinder dari RC213V 2019 tidak berbeda dengan Versi 2018, Namun jeroannya yang terdiri dari ratusan part Detail boleh dibilang sangat Masif berbeda.  Hampir tak ada Part 2018 yang dipakai di RC213V 2019 begitu penjelasan  Takeo. Secara umum Takeo menjelaskan bahwa untuk mesin Honda terkonsentrasi pada pencarian titik balance pada dua hal yakni : Mengurangi Friksi (gesekan) Internal antar-part di mesin dengan perubahan model Pembakaran (ruang bakar, model asupan udara, Model FI dll ) . Karena menurutnya agak sulit mengail performa di luar dari kedua Bagian tersebut.

Takeo Menjelaskan bahwa di Track semuanya adalah kombinasi antara Rider dan Mesin. Namun secara umum, menurut Takeo ada dua moment yang terjadi selama di Track. Yang pertama adalah momen dimana Skill Rider lebih dibutuhkan dan di momen kedua adalah momen dimana Rider tidak bisa mengerjakan apa apa lagi untuk Bisa lebih cepat dari Pembalap Lain.

Pada bagian dimana Rider lebih dominan dan ini biasannya adalaah masa masa di mana Grip ban menjadi Limit / batas antara bisa kencang atau lambat atau jatuh. Area ini biasannya ada pada Pengereman dan saat pembalap berada di tikungan. Di area ini pembalap melakukan semua skill yang ia bisa seperti perpindahan tubuh, pengoperasian Bukaan gas, pengereman depan , belakang dan lain lain.

Di Bagian Lain Yakni setelah pembalap keluar tikungan dan berhasil menaklukan Wheelie, semua boleh dibilang bergantung pada mesin. Bagaimana bisa torehkan top speed, menjaga grip saat melaju distraight semua ebrgantung pada mesin dan elektronik. Dan di area kedua ini lah – di gear ke 4, 5 dan 6 dimana Grip Ban bukan lagi menjadi Limit dan masalah pelik – adalah bagian yang bergantung pada Mesin, bergantung pada bagaimana Honda memberikan potensi performa lebih pada mesin dan ini lah yang juga mayoritas bergantung pada Pabrikan.

Takeo juga menjelaskan bagaimana Posisi Michelin dalam memberikan Layanan ban Slick yang dipakai di MotoGP. Menurut Takeo, Michelin itu memberikan ban dengan Potensi yang cukup luas. Michelin ini cukup bagus dalam hal memberikan laptime tercepat begitu pula soal Konsistensi. Namun Memang menurut Takeo Jika salah dan berlebihan dalam menanganinya, Michelin bisa jadi Masalah Besar. Dan Khususnya Lagi, Takeo melihat Marc Marquez memiliki andil dalam mengerti Karakter dari Michelin ini. Tentu dengan gaya riset yang Marc dan team lakukan, dari cara Marc mencari kombinasi terbaik dari Kemiringan yang dibutuhkan dengan berapa besar beban (load) yang harus di berikan kepada karet ban.

Takeo Bilang bahwa RC213V memang mengalami perubahan besar besaran dalam upaya mereka mengail Performa Top-end dari Motor ini Tahun 2019. Namun dari segi sasis sebenarnya tidak terlalu banyak berubah. Walaupun jelas Perubahan bagian Head stock dimana untuk 2019 harus ‘ dibolongin ‘ untuk membuat jalan bagi Air-Tunnel akan membuat perubahan dari segi kekakuan Moto , secara umum Geometri dan Titik Pusat massa ( Centre of Gravity ) dari Sasis 2019 tidak berbeda dari Sasis 2018. Namun kenapa Pembalap Bilang ada pula Yang terasa berbeda di sasis 2019? Menurut tmcblog karena adanya perubahan dari Kailan performa dari Mesin, maka ada sedikit imbas ke feel dari sasis . . Idelanya sasis memang berubah saat mesin diubah karakternya tho ?

Walaupun Sasis 2019 memiliki CoG dan Geometri Yang tidak berbeda dengan versi 2018. Namun Takeo jujur berkata bahwa selama Musim 2019 HRC memakai sekitar tujuh sampai sepuluh jenis sasis yang berbeda. Secara regulasi pun sebenarnya hal ini diperbolehkan. Ibarat kata, kalaupun uangnya ada, setiap sesi Punya Sasis yang dedicated dan selalu berganti saat melakukan sesi lain pun diperbolehkan . . Sasis Pabrikan Sultan ya kayak begitu dah.

Takeo menjelaskan bahwa perubahan sasis memang salah satunya dilakukan karena perbedaan dari penambahan Power dan torsi dari Motor. Aksi dari Mesin Yang berbeda butuh Reaksi berbeda pula dari sasis. Namun secara Khusus Marc Marquez menurut Takeo Hanya menggunakan empat jenis sasis berbeda selama Race Musim 2019 yang lalu. Sementara Cal crutchlow menggunakan sekitar satu atau dua Jenis sasis yang berbeda saat race. Patut dicatat itu saat race, sementara di sesi lain termasuk saat Test resmi ataupun Privat Jumlah sasis yang dicoba jauh lebih banyak dan Cal Cruthclow sendiri diakui banyak mencoba sasis baru terlebih dahulu ketimbang marc Marquez.

Cal Crutchlow sering mengeluhkan struggle soal engine Brake saat memasuki tikungan dan untuk menjelasakan permasalahan ini Takeo menjelaskan dengan analogi yang sangat brilian. Ia mengatakan bahwa pada dasarnya Behaviour dari deselerasi dan akselerasi itu sama namun secara vektor saja yang berbeda, negatif atau positif. Jika Motor melakukan perubahan torsi pada akselerasi, maka hampir dapat dipastikan akan ada perubahan saat berdeselerasi. Menurut takeo Cara mengendalikannya pun sama. So secara umum Jika saat melakukan deselerasi bermasalah, kemungikinan besar juga saat berakselerasi bermasalah juga.

Ketika dikonfirmasi bahwa apakah MotoGP memasuki era dimana Motor sulit diajak smooth karena soal Spek elektronik, Takeo lebih suka menjelaskan bahwa sampai kapanpun Honda Tidak akan pernah menjadi Motor yang smooth dan flowinng dalam artian ketika menghadapi tikungan. Honda tidak akan Pernah menjadi Motor Yang mudah untuk dikendarai dan hal tersebut tidak bergantung pada alektronik apakah itu Inhouse buatan Honda ataupun championship Elektronik.

Ibarat kata pakai Elektronik In-house yang kata netizen +62 dianggap punya soul Asimo sendiri pun , maka RC213V akan selalu godek godek di tikungan . . . Hal ini Juga menjawab semua permintaan dari pembalap termasuk Cal Crutchlow yang kerap kali meminta Honda untuk membuat nyaman Motornya. Takeo Bilang ke Cal bahwa Honda bisa saya membuat motor yang nyaman, Namun belum tentu akan bisa kencang. Pada akhirnnya Takeo menutup mulut Cal dengan pernyaaan bahwa dengan Honda RC213V, dengan segala Karakternya yang nggak bakalan pernah jadi Motor Friendly mengharuskan ia (cal) berusaha keras karena dengan berusaha keras itulah ia dibayar. Serem Juga omongan Takeo se serem rambutnya yang pernah bergaya Mohawk 😀

Ketika Takeo ditanya soal statistik Crash Marc Marquez yang lebi Jarang Crash di tahun 2019 ini, Ia menjawab bahwa ini lebih dikarenakan beberapa alasan. yang Pertama adlaah Karena Marc Sendiri meningkat secara skill dan peredaman emosi saat ini. Ia Bisa merasakan lebih detail Mesin dan Limit ban. Hal kedua yang menyebabkan Marc sedikit Crash adalah penambahan Performa dari Motor. Motor lebih memiliki top speed di gear 4, 5 dan 6 membuat marc tidak terlalu harus berjibaku melawan Ducati Misanya di pintu masuk tikungan.

Selain itu Menurut Takeo, Tahun 2019 ini Honda memberikan setup Motor terutama soal suspensi dan Rigiditas Sasis yang bisa membuat Marc Merasakan feedback dari Limit Grip ban. Karena Menurutnya Jika Marc telah bisa membaca dan menemukan limit Grip maka soal Bagaimana pendekatan cara melibas tikungan atau melakukan speed corner semuanya tinggal diserah kan ke Marc, ia akan menemukan cara dan pendekatannya sendiri untuk bisa menaklukan handicap tersebut dengan cara memanage rem depan, rem belakang, pemindahan Posisi tubuh serta tentunya Bukaan gas.

Mengenai Honda RC213V 2020, Takeo kembali menjelaskan bahwa Honda akan terus berevolusi soal Performa dengan cara terus menerus berkontinu menemukan Peningkatan di area ruang bakar dan menurunan  friksi antar part di ruang bakar. Namun Di 2020 nanti Takeo kembali mengemukakan bahwa ada sedikit arahan untuk membuat RC213V lebih ‘ friendly ‘ Dibandingkan Motor 2019 Tanpa mengorbankan Power dan Torsi. Arahan yang tidak pernah dilakukan di 2019 karena tahun 2019 ini adalah Tahun khusus di mana Honda memang mengejar performa Top-end dari Motornya. Jadi Ya secara umum memang power dan torsi tetap jadi Fokus utama Honda di 2020 ini.

Mengenai Sasis Takeo Sempat mengakui bahwa – Karena memang secara regulasi dimukinkan – Honda tidak akan bermasalah (dalam artian sanggup secara finansial dan sumberdaya)  jika memang harus menjalankan strategi berbeda dalam hal pengembangan sasis buat setiap pembalapnya. Secara singkat Takeo mau bilang bahwa Honda sanggup melakukan hal gila seperti itu  . . dasar sultan sultan  . . Namun Takeo memberi Gambaran bahwa di 2019 sendiri walaupun pintu kemungkinan pembuatan sasis berbeda itu terbuka, antara Marc, Jorge dan Cal tidak banyak perbedaan dalam soal Desain sasis.

Takeo Yokoyama pun menjelaskan soal Sasis Marc Marquez dan Cal yang sempat di wraping menggunakan Carbon. Menurut Takeo, Carbon memang salah satu Yang bisa dimainkan untuk tujuan memberikan Karaketer yang berbeda pada sasis. Mudahnya metoda ‘Carbon wraping’ ini lebih dikarenakan kita dapat dengan mudah memasang dan melepas wraping Carbon bergantung pada kebutuhan dari Karakter fleksibilitas dari motor terhadap Track. Secara Umum Takeo tidak menyebutkan soal Variabel Kekakuan dari Sasis Yang menjadi Penyebab/ dasar pemikiran penggunaan ‘ carbon wraping ‘ . Alasan utamanya adalah lebih ke efek Respon dari peredaman ( damping) . . hmm peredaman apa nih, Transfer getaran dari mesin atau chatter keseluruhan dari kombiansi mesin dan sasis ?

Ditulis bergaya narasi dari hasil Interview Mat Oxley dan Takeo Yokoyama

254 COMMENTS

        • Bebas pabrikan mo bikin motor kaya apa aja. Tapi dengan motor yg sulit, hanya stoner yg bisa handle ducati, hanya Mark yg bisa handle honda, ada rossi dan lorenzo yg bisa handle yamaha. Saat dewi fortuna sudah tidak berpihak, serasa semua jalan salah. Terlalu liar, terlalu nyaman, terlalu kencang. Saat kemenangan terus berdatangan, motor balap harus liar, harus nyaman, harus kencang. Intinya ga ada patokan motor di buat harus seperti apa, yang pasti harus finish duluan dibanding yg lain.

          Guest
      • Kang T4ufik,
        itu Takeo San ngobrol sama Marc sikile kayane gatel, dadi digaruk-garuk.
        Terus Takeo San juga terlihat merangkul F1/4 dengan hangat,
        kira2 di kemudian hari HRC kepincut sama si F1/4 gak Kang?

        Guest
      • Yamaha beda filosofi
        KLO Yamaha motor balap dibuat nyaman meski lemot.
        Sedangkan motor matiknya didesain kenceng meski kayak gerobak sampah.

        Ga heran KLO balapan kalah Mulu karena lemot, sedangkan jualan kalah Mulu karena motornya ga nyaman.

        Yamaha kayaknya ga paham peruntukan motor…

        makanya selalu jadi bulan2an

        Guest
    • Life is never flat

      Simpel tapi tidak mudah dimengerti orang

      HRC bikin motor tanpa harus di pressure pebalap. Tinggal pebalap adaptasi bagaimana handle rcv tersebut.

      Bukan rcv di develop wabil khusus Marquez, tapi Marquez mampu handle rcv. Dan juara dunia, Crutchlow mampu Podium

      Simpel tapi gak bisa dimengerti sekelas enjiner hebat???

      Guest
      • ✔️@Muke Gile
        akur sama pointnya om, “spesifik”nya RCV bukan karena untuk Marq, tapi dia yg bisa “menyatu” dengan RCV

        Guest
        • Kalau liat sejarah sebelum era marc juga rvc ya dari dulu memang sudah liar sejalan sama filosofi parbrikan.
          Jadi ini bukan karna menyesuaikan gaya balap marc.
          Disini terdapat kombinasi spesial dimana hrc gak mau pelan dan marc suka kecepatan.
          Plus skill alien gak heran podium di borong semua.
          Buat yg hoby nyalahin ban sama nyalahin motor alangkah baiknya gak usah di tunjukin di media jadi makin nampak kan gmn mental qualty personal nya

          Guest
      • saya setuju dengan anda!
        dan pembalap itu pekerja, mereka di bayar gede bukan untuk nyaman-nyamanan, minta motor nyaman kok cuma target bisa podium?!..apalagi netizen +62, nonton motogp udah gratis minta lebih ini itu ke dorna?!

        Guest
    • Pagi2 udah sarapan artikel berat ini, sebenernya 2019 udah bisa ditebak semenjak race Qatar sih, dimana waktu itu ada video yg menayangkan perbandingan last lap 2018 dan 2019, sangat terlihat akselerasi rcv meningkat pesat, logikanya 2018 aja juara dengan perubahan karakter yg signifikan kemungkinan besar 2019 juara lagi.

      Dan mungkin ada suatu saat honda bikin rcv yg lebih manusiawi, misalnya ketika gap dengan rival terdekatnya lumayan jauh, 2019 ini juga sepertinya lumayan makanya ada masukan untuk bikin rcv yg agak friendly

      Guest
    • Dan 2020 M1 superior 4i tulen via Qua akan hadir jadi anti filosofi jalan sulit ngunda
      catet yo
      Ndak harus rumit
      Ndak harus rontok tulang
      Ndak harus keluarin sikil 200%
      Dll.
      Kalau embing minta data fakta
      2019 uda jadi bukti tanpa semua diatas
      M1 sekelas satelit via Qua20 uda bisa nempel yg katanya filosofi ngunda.

      Ngaaah ngaaah
      Catet lagi yo
      😂😂😂

      Guest
      • Nggak baca artikel wak haji ya??? Ini saya copaskan kutipannya
        Namun Di 2020 nanti Takeo kembali mengemukakan bahwa ada sedikit arahan untuk membuat RC213V lebih ‘ friendly ‘
        Jadi pas aja kan pernyataan puig dan takeo. Nggak berbeda

        Guest
      • Namun Di 2020 nanti Takeo kembali mengemukakan bahwa ada sedikit arahan untuk membuat RC213V lebih ‘ friendly ‘

        Itu tulisan di artikel ini. Jadi sama kan pernyataan puig dan takeo

        Guest
    • Dimana pemblap yg jd sasis itu sendiri,

      😭😭😭

      Team buat pembalap yg ingin pecar rekor, bukan buat pembalap sekedar podium dan kenyamanan

      Catet mo

      😂😂😂

      Guest
      • Karena kalo saya baca artikel wak Haji diatas, Honda hanya one man show. Dia tidak berniat membuat semua pembalapnya juara. cukup 1 orang juara dan semua membahas kelebihan mesin Honda seakan2 mesinnya bagus untuk semua orang yang nyatanya tidak.

        Guest
        • Ini kog logikanya dibalik ya?
          Hwnya marc yg bisa pakai rcv bukan berarti rcv dibuat untuk marc.
          Hrc udah bilang klo mau bikin develope 2 arah pun bisa cuma karena regulasi makanya harus menentukan mesin mana yg fiambil..
          Buktinya hrc mrnghadirkan 7sasis berbeda dan model aero yg berbeda buat tiap pembalapnya.

          Kalau mau inputannya didengar maka anda harus finish didepan karean yg didepan itulah inputan yg benar …begitulah yg dipegang teknisi hrc

          Guest
        • Saya memang hanya bicara dan bukan ahli dalam balapan. Tapi bukankah memang begitu untuk para penonton awam. Yamaha juga sama mengembangkan sasis, swing arm, shock dsb yang berbeda2 untuk semua pembalapnya. Tapi paling tidak diklasemen akhir 2019 semua pembalap yamaha 10 besar.

          Dan gimana mau didepan kalau semua keluhan tidak didengar. Keluhan Jorge di Ducati di dengar, 2 podium. Jadi benar kan Honda one man show…

          Guest
        • Lah ini sebenernya kemarin nonton motogp gak sih? Dan sebenarnya baca artikel diatas gak sih? Dan pertanyaan terakhirku sebenarnya komenku diatas dibaca atau gak ya?

          Emange masukan JL trus diabaikan gitu??
          Lha itu tankpad yg diminta JL malah di HRC langsung dibuat seketika dia minta .. sasis juga disediakan sampe 7sasis dalam semusim . Baca dan baca lagi deh . Motogp itu juga ada regulasinya kaleee

          Guest
        • @Dankun lha juara memang cuma 1 Bray…hehehehe masa semua pembalap harus juara ngoahahahaha inilah penyembah yamama dan si Mbah yg kejengkelannya makin jadi ngoahahaha

          Guest
    • Dan nyatanya fakta nyaman terbukti dek
      Tanpa protol tulang M1 4i tulen via anak baru Qua20 bisa nempel yg filosofi jalan sulid ngunda yg diangung2kan embing.

      Catet yo
      😂😂

      Guest
  1. Kalau sebelah filosofinya beda🤣🎤🎤🎤🎤
    Balap itu kenyamanan. .klo hariannharus sekencang2nya🤣🤣🎤

    Guest
    • Bukan gt bro sebelah itu pendekatanya lebih ke desain sasis baru ke mesin.
      Tujuan nya sama menjadi yang tercepat tapi jalan nya berbeda.

      Guest
        • Pakem sebelah itu ya maen aman. intinya bukan yg lg dblg beyek. dg motor nyaman aj bisa nempel motor yg butuh patah tulang dlu buat juara. tp Yamehong cm bisa cari jalan aman. mereka buat motor yg nyaman dg harapan kesempatan juara lebih besar. tp praktekny. cuma rossi sm jorge doang

          Guest
      • Lah kan diartikel wak haji udah di tulis dengan kata trbal kalau beda karakter mesin beda sasis .. lah kalau pengembangan dri sasis dlu baru pengembangan mesin apakah klop dengan sasisnya .. nah

        Guest
  2. Artikel bagus banget….

    Tapi kalo hati udah ketupat DENGKI gak bisa menikmati artikel bagus begini….

    Kasian banget oh kasian..

    Guest
    • Gimana gak dengki dan iri hati, mas. Fans sebelah mau motor (balap) kencang malah dikasih yang nyaman, eh giliran mau motor (matic) nyaman malah dikasih yang “kencang”. Dan hasilnya, cuma dpt ampas sana-sini!

      Guest
        • Bagi beye yg penting lawan.. logika udah gak jadi alasan… pokok e pinjem tangan orang lain apa pabrikan lain gak apa2… buat bully …😂😂😂

          Guest
        • matic yg naek emak2 dibuat kenceng sampe semua lini kecuali R25 yg dah mentok ditambahin cc. tp motor buat balap kelas Gran prix dibuat nyaman.
          PAKEMNY DAH KEBLINGER

          Guest
  3. Yach makanya kalu rider mau balap pake motor nyaman dan tidak sering nerontok tulang, Yach pasnya bawa mesin inline.

    Mesin V khusus rider allien sejati.

    Guest
    • Fireblade sejak di kepalai tadao baba dr awal emang dibikin fun to ride saat para kompetitornya bikin motor superbike street legal yg mengumbar power kencang tapi liar kayak naik banteng,mereka bikin yg beda
      Bahkan demi memangkas bobot biar gak berat berat amat sampe tetep dikasih teleskopik karena waktu itu suspensi USD masih cukup berat,padahal para lawannya udah pake USD

      Guest
      • IMO, karena Honda masih belum melihat dampak “race sunday, sell monday” dari seri WSBK. Tanpa menang lima kali berturut-turut di WSBK pun, mereka tetep bisa naikin revenue penjualan motor (estimasi 2020, sampe $21.6 miliar).

        Guest
  4. Jadi kalu mau balap , kenceng dapet, nyaman dpt , podium dapet , ngak perlu sampai keluarkan tenaga dan pikiran sampe 100%< walu belum tentu jurdun

    Yach bawa mesin inline jawabannya. Tapi salary pasti bedalah. Kerja 120 % dan 90 % , pasti beda bonus dan salarynya. Sesuai kemampuan lah.

    Guest
  5. Jadi wajar, ymh aja msh lebih prefer ke vr daripada jl,.

    Ymh bisa klaim ke rider , you jurdun karena motor kami, you naek motor lain, rontok tulang,

    Guest
    • gak jurdun sekali saja pas tahun 2015 udah jadi bahan pertanyaan, yang gak jurdun dari tahun 2010 gak kamu pertanyakan Ferguso?

      Guest
      • ya harus dipertanyakan, kan MM skillnya mahadewa. super adaptif, bisa naik motor rasa badak sekalipun. klo VR rider ecek2 skill tukang gerobak gak usah dibahas walau 2015 tukang gerobak diatas alien

        Guest
        • Itu loh mosok pembalap dewa skill tanpa batas dengan motor maha superior bisa kalah sama.engkong2 pake motor seadanya di klasmen akhir 😅😅

          Guest
    • Mm yg dulu yang sekarang bukan yg sekarang bro dia sudah ber metamorfosis.
      Dan juga ingat semua pencapaian di masa lalu gak perlu di sombongkan kita jalan kedepan bukan mundur.

      Guest
        • Justru musim 2015 lah batu ujian pertamanya, dan musim 2019 hasil metamorfosisnya akibat kesandung 2015. G semua even hari minggu harus diakhiri dengan kemenangan. Empat podium tiga dan dua finish keempat bisa membuatnya jadi juara dunia, alih-alih enam DNF. Dan 2016 dia menunjukkan hasil metamorfosis pertamanya dengan motor 2016 yg pada dasarnya masih memiliki masalah. Cukup lima kemenangan (sama dengan musim 2015), dan tiga podium lebih banyak, plus finish dengan membawa poin, membuat dia bisa mengunci gelar dengan dua seri tersisa.

          Guest
        • lah gimana sih. kok pernyataan mu kontradiksi sama valeban yang lainnya. mana bisa skill ecek-ecek sering ngasih “hiburan” ditrack seperti kata fansnya.
          lu juga kalo skill tinggi tapi belum mature + kaga wise ngambil keputusan ya sama aja, pilihannya win or nothing, kaga ada ambil aman.
          untuk sekarang bisa dilihat MM lebih mentingin placement poin saat situasi bener-bener gak nguntungin.

          Guest
        • LAKBAN ini aneh, VR dibilang hebat gak terima, dibilang ecek2 gak boleh, kayaknya LAKBAN ini 93ndeng berjamaah

          Guest
        • justru lu yang gendeng, udah dibilang yang claim skill rossi tinggi itu fans nya sendiri. padahal udah dibilang “kata fansnya” , masih tetep gak bisa baca? mana mau valeban dibilang kalo skill rossi itu ecek-ecek terus yang dewa nsr+rcv nya. elu darurat literasi Jon.

          coba tanya sama kroni-kroni valeban disini.
          yang dewa motornya atau skill rossi?

          terus

          coba tanya sama kroni-kroni fby disini.
          yang berperan penting motor nyamannya atau skill rossi?

          Guest
    • @jono: di tahun itu motor dan ridernya lagi belajar…hasilnya 2016-2019 jurdun…

      Kalo yang onoh 1 dekade kenapa ga juara ya???

      Guest
        • Simply, HRC f***-up their bike. Untuk MY2015, HRC berusaha mengejar akselerasi, shg mereka memilih crank mass yg salah, terlalu ringan. It’s accelerate too quickly, it destroyed the tyre. It’s deccelerate too quickly it caused the tyre skid. Mknya untuk musim selanjutnya desain mesin mereka menggunakan external flywheel.

          Dan rider mereka saat itu masih ky bocah, belum berpikir “optimizing the result and ride around the problem”.

          Guest
        • Oke marquez juara 2013, 2014 terus nyungsep 2015, lha rossi juara 2001-2005 terus 2006,2007 kok malah ko baru juara lagi 2008 dan 2009. Terus sampai sekarang masih nggak bisa juara lagi.

          Guest
        • Rossi menang berturut 2001-2005, 2006, 2007 ngapain? 2008,2009 juara lagi, 2010-2019 zonk lg. Yg penting kan setelah jatuh berusaha lagi dan berhasil. Jadi lebih parah marc atau rossi???

          Guest
    • Jono, 2015 power RC213V di sepang yang kerapatan udaranya kurang karena ambient temperature tropis, adalah powerful dan HRC terlalu cepat puas di test pramusim 2015 di Sepang, jadi waktu di Eropa daerah subtropics yg kerapatan udaranya lebih dapat karena ambient temperature lebih rendah vs tropis, RC213V MY2015 over power dan liar melebihi liar RC213V MY2019 (mungkin) in house ECU tahun itu juga tidak akan bisa berpengaruh banyan terhadap design engine, (ruang bakar, kubah piston, diameter valve, durasi sudut cam shaft vs tinggi – rendah valve lifting, DLL) untuk mengurangi power dengan merubah fuel – air ratio. Jadi yah 93 tujuh kali jatuh dalam satu musim (+ 1 sepang accident he he) dan itu masih bisa no 3 di kejuaraan dunia…. Lha tahun itu jika memang 46 jago di Valencia kenapa tidak bisa menguber 93 apalagi 26, dan 26 itu sepanjang karier 99 adalah kompetitor sejatinya,, jadi bila 26 di Valencia 2015 membiarkan JL 99 jadi jurdun adalah lucu dan naif..

      Guest
      • wah ente fans MM yg durhaka ya, MM dengan skill maha dewa, naik motor dengan power seperti ROKET saja pasti bisa menhandlenya, klo enggak, sudah pasti kehebatan MM sekedar MITOS belaka

        Guest
    • 2019 Hodna masih kalah kencang ama Dukati.
      Jambakan torsi maupun topspeed, Desmodromic masih jadi nomer 1.

      Apa yg Soichiro katakan kalo dia tau fakta itu ya….

      Guest
      • Loh bener dong Yg sechiro Bilang “Mesin Tidak pernah berdusta”

        Jadi walau Ducati Msh Yg tercepat nyatanya Itu Berawal Dari “Mesin” spt Yg dia Katakan.

        Nyatanya Dengan Mesin Yg msh kalah Dari Ducati Honda hadir Dengan Back to back Juara 16-19 . Power Itu Bukan segalanya Tpi power Itu penting. Gw pikir Insinyur Honda Bisa Bikin Mesin Dengan Power Paling tinggi (on crack) Di dunia tpi untuk realisasi Sampe Rilis Jngn berharap Deh Cuman bakal Jadi Prototype (pajangan) Doang

        Guest
        • Kadang, kita semua yang waras bisa jadi gila, kalo melayani orang gila yang dibutakan oleh gelar pepel cempion. Makanya supaya nggak gila, skip aja itu komen darno, handoko, mentega, jono, yoga dan kloningan mereka yang lain. Sudah menjadi tabiat dan mengalir dalam DNA mereka, memelintir fakta. Itu semuanditurunkan oleh junjungannya yang memang sudah diambang gila karena ambisi melebihi skill. Lagi2 stoner benar dalam hal ini. Sekarang junjungannya sudah mulai malu, terbukti tidak lagi mengeluarkan statement yang memelintir fakta. Kejadian nabrak takagami, sadar diri minta maaf. Terlambat berjiwa besar. Kalo dulu, jangankan minta maaf..paling bilangnya orang terlalu pelanlah, nutupi racing line lah, sengaja ngalagin jalan lah, dan tuduh tuduhan yang lain, dengan harapan fans buta nya akan menjadikan pembalap lain bahan bullyan. Dan faktanya memang begitu, junjungannya sudah tidak memelintir fakta. Eh fans nya masih juga nggak nyadar…

          Tapi saya salut dengan perjuangan para valeban ini, kemaluannya besar besar..

          #rasamalu

          Guest
  6. Secara pribadi.. Saat aku memiliki biaya untuk modifikasi.. Maka hal pertama yg di lakukan adalah upgrade performa mesin..
    Lek sudah punya mesin yg kuat dan kencang.. Urusan tampilan nomor 2..
    Xixi

    Guest
  7. wak haji coba artikel serupa ada ga untuk motor lain semiaal yamalu? tentunyabyg dibahas adalah kenapa yamalu bertahun2 sering zonk? dan penjelasan tentunya dari sisi engine layaknya artikel ini..

    Guest
  8. Marc Malkis ngomonge “aku butuh motor kencang” 🙄 pas dikasih HRC speed power nomer wahid nyusruk ambyar kudu operasi maning wak 😅

    Guest
  9. koleksi sasisnya banyak euy…dan semoga HRC gak nemuin sasis yg bener2 klop buat mesin V4 yg cocok libas tikungan cepat…

    Guest
  10. Pas lawan dovi di redbull ring di lap terahir ternyata rcv bisa whelee juga kalau di gas ini indikasinya anti whelee rcv itu tangan nya mamakes apa di mana ya 😂😂

    Guest
  11. Karma is real..
    Dulu waktu Yamaha raja moto gp, giliran FBY yg jumawa, FBH ngumpet sambil counter attack.
    Sekarang Honda Raja moto gp, giliran FBY yg ngumpet sambil counter😂
    FBH dan FBY memang spesies aneh..
    Winner is a winner, apapun alasan nya, skrg Honda dan Marquez yg terbaik.
    Semoga balap tahun depan seru, ga monoton kek tahun ini..

    Guest
  12. Wah kenyang banget baca nya,mantap!
    Semoga bs menelurkan lagi ide ide gila kayak jaman dulu kayak 250 6silinder,oval piston,pipa knalpot yg di liukkan lewat punuk (tangki) motor,V5 dll

    Guest
    • Apanya yang harus disesali mas?? Mati 1 tumbuh 1000, jika Marq pensiun HRC udah punya benih buat masa depan, mau jangka pendek ato jangka panjang?? tolak ukur HRC kan rider terdepan saat itu,
      Semakin alien rider-nya semakin gila jga tunggangannya, gagal jurdun MotoGP ga bakal bikin HRC rugi tah ini balap soal show off bukan nyari duit,
      Kalo nyari duit noh kampas rem beat sudah cukup buat bikin mesin baru

      Guest
  13. para tukang nyinyir lagi pade sibuk jadi korlap
    udah pade panas kuping tuch
    maun komen habis quota ….

    terlena ama motor nyaman sampe ketiduran

    Guest
    • Lg nyari “counteran” yg pas, nyerang personal dgn topik ga jauh2 dr “pindah pabrikan” atau cara perayaan, plintir komenan pembalap atau mekanik, ngebuzz artikel2 receh (misal mekanik cal ga dibalikin dan bla bla bla)..

      ***tapi di ig

      Ahahah

      Guest
  14. Kengerian itu Masih ada !!!

    Rcv juara dunia MotoGP bersama Marquez
    2013
    2014
    2016
    2017
    2018
    2019

    HRC bikin motor prototipe sesuai selera insinyur mereka dan aura kompetisi dan sensitifitas persaingan antar pabrikan

    Marquez berusaha melabur dengan rcv ..

    ***Gak usah kau bertanya kenapa Marquez tak Juara dunia 2015 .. tapi pertanyakan kenapa si dia tak juara dunia puluhan tahun 😂

    Guest
  15. Wah tuh takeo cba ksi pake tuh mtr ya,apa gak kasihan sama pembalapnya yg jatuh bangun malah sampe pensiun byk. MM jg kmrin dislokasi bahu lagi. Maaf sy bkn fansboy ya.

    Guest
    • Kok Takeo sih yang harus bertanggung jawab?

      Prinsip kerja HRC yang harusnya di salahkan* jika ingin cari kambing hitam etawa

      Dan pebalap harusnya sadar rcv motor yang tak mudah ditaklukkan !

      Dan harusnya dijadikan bachmark ketika mampu menaklukkan rcv untuk juara dunia (bagi pebalap newbie)

      Bukan lagu berpatokan figur pebalap, “Ahh aku bisa satu lintasan balap dengan si anu”

      “Ahh aku mampu overtake si anu”

      “Emejing aku mampu finnish di depan si anu”

      BASI … dan gak tercatat dalam sejarah mencatat catatan Dorna

      Guest
      • Menurut saya takeo atau puig harusnya jgn mengatakan harus seprti itu melihat bbrp pembalap selain MM mengeluh dan smpe ad pensiun dni. Bkin statement bakal berusaha buat rcv jd lbh friendly kek. Biar gak kliatan egois jd atasan. Ini motor tinggal kendarai,km hrs bisa..dia sj bisa juara. Nah nanti saat pembalap cedera dan pensiun. Blgnya apa?

        Guest
        • Lho khan emang orang jepang modelnya gitu pegang teguh filosofinya . Dan teknisinya pun mengamini .. inputan yg benar adalah inputan dari pembalap yg finish terdepan… Klo inputannya mo didengar ya finishlah terdepan maka inputqnmu akan dianggap benar?? Race emang egois masbro.. yg bisa juara itu cuma 1

          Guest
        • Yang satu dibayar buat jadi pemimpin tim, yang satu dibayar buat develop motor, mereka dibayar bukan buat jadi humas.

          No matter how “d1ck”ly they are, saya masih berpikir kedua orang tersebut cukup baik menjalankan tugasnya.

          Guest
        • Pebalap cedera dan pensiun itu merupakan risiko! Apa yang dilakukan HRC, memberikan perawatan dan tunjangan pensiun yang layak. Ga mau cedera, nonton balapan di tv. ga mau pensiun, jgn pernah jadi pebalap. Debat boleh, mencari alasan tuolol untuk membully, jangan!

          Guest
    • Lah pembalap kan dibayar utk balapan menggunakan motor yang pabrikan buat. Kalau masalah jatuh ya itu adalah resiko, tapi seliar-liarnya ide pabrikan saya kira mereka juga tetap memikirkan sisi keselamatan pembalapnya.

      Guest
  16. Bagus berrti sasis yg dibuat takeo ini , karena marc bisa merasakan limit ban … , Mungkin alasan itu haerce menolak untuk kenyamanan yg hakiki dimotor nya .. mungkin sblah terlalu nyaman jd mbah e sampek g ngerti kapan ban sudah limit jd nyungsep mulu ekekek

    Guest
  17. Dan 2020 M1 superior 4i tulen via Qua akan hadir jadi anti filosofi jalan sulit ngunda
    catet yo
    Ndak harus rumit
    Ndak harus rontok tulang
    Ndak harus keluarin sikil 200%
    Dll.
    Kalau embing minta data fakta
    2019 uda jadi bukti tanpa semua diatas
    M1 sekelas satelit via Qua20 uda bisa nempel yg katanya filosofi ngunda.

    Ngaaah ngaaah
    Catet lagi yo
    😂😂

    Guest
    • Karena di F1 bukan hanya mesin,tp ada aerodinamika,sasis yg terlalu rumit untuk digabungkan pengembangannya,meskipun honda ada divisi aerodinamika untuk dahon jet…dan saat ini yg berani full terjun di F1 dan motogp untuk saat ini hanya dahon(meskipun dulu yamyam pernah suplai mesin F1)..raksasa otomotif dunia audi-vw gk berani terjun,sedang toyota memilih mundur…

      Guest
  18. Marquez bukan Superman, Mahadewa atau apapun yang tanpa kelemahan, ..

    Tapi saat ini dia yang mampu bertahan dan explore rcv untuk juara dunia

    Bukannya tidak mungkin Marquez akan habis masanya untuk mampu bertahan handle Rcv

    Sama ketika era Rossi yang menakjubkan dengan selebrasi, dan tangganya dingin Jeremy burgess dan ciri khas start yang BURUK hingga mundur teratur kebelakang, dan overtake 1 by 1 kompetitornya, dan mic yang bersuara emas

    Kontradiktif bila tetep Keukeuh rcv di developed khusus Marquez dan hanya Marq yang mampu handle, lantas membuat asas praduga Marquez bukan manusia itu fakta. ?? Karena tak ada manusia yang mampu handle Rcv ?

    Yang bener secara statistik data adalah rcv di buatnya khas filosofi honda, namun Marquez dapet handle untuk juara dunia MotoGP lalu Crutchlow mampu Podium

    Guest
  19. @wak haji,…
    Menurut ku Diluar 2 aspek, engine +pars lainnya dan rider who ride it. Aspek kondisi internal rivals dan regulator punya pengaruh sendiri dalam (=goal) championship.
    Btw, aspek engine terlihat jelas parameter nya = top speed ~ acceleeration. Dan, actualnya Ducatilah yg mempunyai ini. Berarti kan scr langsung/tak langsung diakui sebagai no.1, tapi begitupun sejak tahun 2007 (=stoner) gak bisa berbuat lebih…?
    Dilintasan, form faktor utama adalah Rider. Kira2 ada gak, rider yang selevel dgn marq (walau berkombinasi dgn mesin no.2/honda). Jadi silogismenya, jika Marq (+) kombinasi dgn ducati apa yang terjadi…??
    Nah, ini yg mau aku singgung, sebenarnya para rival (honda+Marq) bisa dikata apple to apple gak sih?, kalo jawabanya Tidak, berarti fenomena (Honda+Marq) standarisasinya terlalu tinggi (spt disinyalir salah satu bos ducati).
    Am I right…..??

    Guest
  20. @mikir @mewek
    Membelah diri?
    😂😂
    Untuk Ndoko bukan mbing
    Jadi Ndoko gabakal nandai kamu dek

    Catet yoo?
    😂😂

    Guest
    • Mikir emangnya napa? Komen gak muncul2 … Ada yang ngilang … Teepaksa belah diri … Padahal komentnya gak senaif loe

      Guest
  21. Tiap taon kok tunggu taon depan pasti superior.. juara atu.. jurdun… tp zong… 😂😂😂.. beye2…
    Oprex regulasi wae.. biar lebih dekat sm hodan..

    Guest
  22. Klo udah iri dengki mau dibikinin artikel berjilid jilidpun ttp kagak bakal mau ngakuin klo sekarang masanya markes+honda dan selalu aja ngeles, molai anak emas dorna, ban ghaib, gk brani pindah pabrikan sampe motor gk nyaman, padal fakta kongkrit udah jelas 2013-2019 (kecuali 2015) jurdun, entah kedepan model apa lagi alesannya
    Padahal suatu saat masanya markes juga pasti berakhir diganti masa keemasan bibit unggul dan pabrikan lainnya

    Guest
  23. bicara soal “idealisme”.. kenapa Honda ngebiarin AHM untuk melunturkan image CBR 150 series pada k45g/n memakai konfigurasi engine square/overstroke?? kan ideal nya motor sport fairing itu kencang dan powerfull, bukan soal irit2an juga.. kenapa ini malah jadi napas pendek2, tenaga datar, limit di 10,500 rpm.. ini motor sport apa bebek.. oke it’s just 150cc.. but, this is sport bike bro! mungkin jika mendiang Bp. Soichiro tau klan CBR nya ada sperti ini, dia hanya bisa geleng2..
    yah memang AHM mungkin beda pandangan utk kelas 150cc itu untuk harian, ga peduli mau itu brand kasta motor tertinggi honda apapun, sayang sekali untuk nama CBR itu, jadi tidak eksklusif dari segi harga dan prestige nya..

    tuk AHM, please kembalikan mesin OVERBORE pada tipe sport produknya, jangan ambisi kejar market saja, tapi VALUE pada produknya

    Guest
  24. pantesan waktu mesin Hodan suruh ngikutin sasis McLaren malah hasilnya zonk,giliran sasis yg ngikutin mesin Hodan baru deh Verstappen bs unjuk gigi
    Mbah Shoichiro emang ahli mesin sih,awal sebelum perusahaan hodan lahir, Mbah Shoichiro tawarin piston buatannya ke yoyota kalo gasalah tapi ditolak oleh yoyota,akhirnya Mbah bertekad untuk bikin perusahaan sendiri buat buktiin kemampuannya(mungkin ada dendam juga kali ya,bahkan sampe sekarang selalu saingan),kalo saja waktu itu dia diterima kerja di yoyota mungkin raksasa Hodan gak akan ada

    Guest
  25. Logika yang gak masuk akal..
    Motor paling sulit di motogp itu yamaha,,
    Sangat susah ngepush mendekati limit di tikungan. Karena powe yamaha sangat jauh lebh kecil dari rcv honda.
    Kalo bilang rcv motor susah dari sisi mana?
    Ecu sudah di kmbngkan .
    Power berkali kali mnghkn ducati.
    Rcv motor mudah.kalo gak mudah gak akan gampang nyalip di lurus.
    Jadilah fans motogp yang cerdas.gak termakan narasi.

    Guest
    • Nah itu bener, m1 motor yg paling sulit dan pasti sulit menang. Hanya rider alien yg bisa juara dengan m1. Apalagi juara dunia, eh juara galaksi deng, kan yg bisa naklukin m1 alien. Speed kalah, akselerasi kalah, hard brake juga kalah. Tapi kan nyaman. Rider ga harus jumpalitan. Kok beda sama Jono pemikiranmu nak?

      Oh ini cuman ngimpi.

      Skippin aja!!!

      Guest
    • Sulit menang Dengan Sulit ditaklukan Bukannya itu berbeda ya ? M1 itu sulit menang . Kalo RCV itu Sulit ditaklukan . Spt Yg pernah disinggung. Butuh 20x jatuh untuk mengerti RCV. Butuh Effort 200% Buat Menang Menggunakan RCV. Kalo M1 ? Si rookie Of the year buktinya . Dia Diremehkan tapi nyatanya Ada dibarisan depan

      Guest
    • Kalo bilang rcv motor susah dari sisi mana?
      ————–
      Dari sisi data kemenangan pebalap Honda Saiful 😂😂

      Lo ga nonton MotoGP sih

      Ada artikel mengenai MotoGP langsung di skip gitu ada tulisan Marquez

      Hahahaha 😂😂

      Kelamaan di goa

      Guest
    • Ya terserah lah mw pke logika loe kek. yg jelas Ngem1 cm ngandelin efek alami mesin inline + late braking alias mesin banci

      Guest
  26. Penonton seperti sy cuma bisa nonton MotoGP via tv sesekali nobar, melancong negeri seberang

    Okey punya idola, tapi respect terhadap Juara dunia tanpa nyari alasan gak masuk akal untuk nyinyir mampus

    Moto2 2011 sy senang sekali ketika Stephan Bradl Juara dunia, kalahkan Marquez tapi respect ketika matanya hampir buta

    Kenapa sy lebih sukak Bradl, cuma karena faktor sponsor Marquez yg Repsol, sy curiga nih orang golden boy Dorna heheheh, Karena cuma dia yg bawa Repsol

    2012 diam diam suka Marquez ketika dog fight dengan lawan mainnya seperti pol espargaro, Iannone, hmmm.. juara dunia Moto2 di Marquez tapi masih ganjel ahh kompeni bisa aje tuh pasti motornya beda sendiri (yaotL Suter juara /rajin Podium Marquez doang)tapi respect gak nyariin alasan lebih dan Bodoh untuk nyinyir mampus ke Marquez

    2013 rookie langsung Juara dunia kalahkan teammate nya yang udah fasih berbahasa Rcv, masih berfikir Ahh udah rule Rookie dihapus kan untuk diaplikasikan pada nya, udah gitu pake teknisi Stoner wkwkwjwk

    Tapi salut buat Marquez mampu membuka mata sy bahwa rookie mampu juara dunia langsung dibayar kontan heheheh dengan motor yang sulit ditaklukkan yakni Rcv

    Dan membuat sy respect (saja) tanpa mengidolakan sosok Marquez tapi kagumnya mendekati sy mengidolakan Marq

    Apalagi ditambah dengan rekornya dan juara dunia berikutnya

    Hmmm menikmati pertandingan MotoGP era Marquez membuat sy bersyukur

    Guest
    • Dan generasi inilah paling enak bisa update berita MotoGP tanpa harus nunggu majalah motor atau akhir musim beli beli majalah yg berisi kaleidoskop MotoGP tahun sebelumnya dan tahun mendatang yg dikeluarkan oleh salah satu tabloid.. harganya lumayan Haha

      Terimakasih tmcblog enak dibaca dan dipahami oleh orang macam sy

      Guest
    • Setuju kalau ini, sejak di GP125 sampe moto2 gw ngerasa ada yg spesial dimotor Markes. terlebih ketika di moto2 dia start dari paling belakang bisa juara padahal moto2 kan bisa dibilang motor kencengnya “sama” tapi setiap di track lurus dia bisa aja nyelip. Tapi ketika masuk MotoGP semua prasangka buruk terbayar lunas. Marc sangat cocok dengan RCV dan menjelma sebagai Predator Alien, Saya akui kehebatan Marc dan Honda tanpa menyembah mereka. Nikmati saja MotoGp beserta drama yang tercipta

      Guest
    • @dirt

      Hahahaha aneh kan? Marquez mampu nyalip di straight padahal motor OMR (engine)

      Tapi berjalan beriringan waktu statement Rossi membuka mata sy bahwasanya bobot tubuh lebih ringan mampu mengatur kemenangan lebih nyata

      Haa

      Guest
  27. Padahal artikelnya Wak Haji itu udah netral banget, menjelaskan secara detail terkait teknis beserta hukum fisika dan tetekbenggeknya. Tapi kalau dasarnya Sales ya tetep cucuk2an merasa sesembahannya paling istimewa.

    Guest
  28. Bagi Honda, Marc itu berkah tp sekaligus tamparan. Berkah karena dgn Marc lah Honda mengambil kembali kejayaannya. Tp jg tamparan akan egonya yg kelewat bengkak. Kita ingat konflik Honda vs Rossi yg rebutan klaim: mana yg lebih dominan, motornya atau pembalapnya. Dan Marc menampar muka Honda dgn keras, sekaligus menyelamatkan muka Rossi.

    Guest
  29. “maka RC213V akan selalu godek godek di tikungan”..
    O pantes beat pop gw godek godek kalo nikung. Turunan rcv rupanya 🤦🏻‍♂️

    Guest
  30. Udahlah gda gunanya adu argumen,, tiap motor punya filosofi masing2. Mau pke yg cara A atau B pasti mereka punya tujuan yg sudah ditentukan.
    Mau adu argumen sampe berbusa pun ga akan berpengaruh.
    Tapi masalahnya emang ada yg sengaja mancing2 nih, dg mengangkat brand yg dia puja dan menurunkan brand yg dia benci. So.. sebenernya yg trobelmekernya ini siapa sih??
    Klo ada yg bikin trobel ya pasti ada yg konter

    Say no to #kasetrusak
    Say yes to #thinklogically

    Guest
  31. bahasa paling mudahnya adalah RC213V atopun motor protorype honda sebelumnya adalah motor yang memilih pembalapnya, bukan pembalap yang memilih motor tersebut, filosofi itu semakin menguatkan bahwa RCV ini motor “gifted”, bukan sekedar motor yang bisa semua pembalap menaklukan atau mengendalikannya, dari RC211V RC212V sampe RC213V udah klihatan siapa yang bisa outstanding kendalikan RCV dan siapa yang engga. vale dani casey marc adalah rider yang dipilih RCV terlepas mereka juara dunia atau tidak tapi mereka mampu konsisten di depan pake RCV, bukan masalah skill rider karna rider di motoGP punya skill smua

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.