TMCBLOG.com -Tahun 2018 Fenomena Jorge Lorenzo memang Sulit dimengerti. Seketika ia merasa mengetahui cara menaklukan motor ( GP18), Maka dengan instant Performa dan Raihan Race akan berbalik 180 derajad, Dari Frustasi menajdi kemenangan. Yap dari luar terlihat seperti membalikan telapak tangan, walaupun sebenarnya di balik itu Jauh lebih kompleks. Gelar Juara Seri MotoGP Mugello, Catalunya dan Austria 2018 diraih, itu belum dihitung raihan P2 Di GP Brno.

Namun memang sayang, Eforia kemenangan race seri Lorenzo kala itu memang terasa ‘ Hampa’ , ‘ Getir ‘ dan Tidak 100% meluap. Kalau ingin melihat Bagaimana Management Ducati Benar benar 100% menikmati kemenangan dan meluapkan segalanya silahkan Lihat Bagaimana emosionalnya Davide Tardozzi ketika Andrea Dovizioso Menang Di Austria 2019, Dari sanalah mungkin bisa di ambil komparasi. TMCBlog sendiri pernah berbiincang Dengan Manuel pecino beberapa Kali di Sepang soal Lorenzo dan Ducati.

Manuel Berkali kali mengatakan bahwa Aktor Utama yang mendatangkan Jorge ke Ducati memang GiGi Dall’ Igna, Dan walau bagaimana pun Gigi berupaya mempertahankan Anak emasnya ini, namun Mungkin saat Rapat management ia sulit mempertahankan Argumennnya Untuk mempertahankan Jorge di depan Domenicali, Tardozzi, ataupun Ciabatti dengan hanya berbekal data data 2017 dan satu dua seri awal MotoGP 2018  Lorenzo yang masih Under-perform.

” Saya kenal ia semenjak awal karirnya, ia merupakan Pembalap yang penting buat saya, Kami memenangkan dua Juara Dunia di kelas 250 cc. “ Begitu Kata Gigi Dall’Igna ketika memulai pembicaraan mengenai Jorge Lorenzo ketika diInterview oleh MotoGP.com. Dan mengenai persoalan 2018 dimana akhirnnya Jorge epas dari Ducati ia berkata ” Kadang kita harus mengambil keputusan sebelum memiliki semua data yang dibutuhkan. Dan kadang itu bisa menjadi keputusan yang salah, namun kami tidak dapat melakukan apa apa lagi tentang hal tersebut “

Pict : MotoGP.com

” hari dimana ia mengucapkan selamat tinggal tentu bukan merupakan Hari terbaik buat saya, dia memberi kami banyak emosi hebat selama karirnya dan kami akan merindukannya “ Memang Kalo kata orang, Penyesalan memang hadir di Belakang, Kalau di depan itu namanya pendaftaran . . .

Taufik of BUitenZorg

51 COMMENTS

  1. Pembalap bertalenta dan pekerja keras namun kurang beruntung..
    Di yamaha di anak tirikan..
    Di.ducati juga demikian..
    Di honda layu tak mampu mekar..

    Good luck 99

  2. Cukup lah, udh naik 3 motor proto yg berbeda udh cukup mengetahui bagaimana karakter masing2 ditambah juara dunia juga. Jadi salah satu legenda motogp juga

  3. Gara² motor celeng tulangnya remuk… Sebentar lagi mamakes pasti nyerah juga… Seberapa lma dia kuat naik motor celeng… Wkwkwk

  4. Rekrut lagi aja si Lorenso, Sekarang biar dia istirahat dulu satu musim biar pulih,
    Kenapa kalau diluar negri pensiun kok kadang bisa berkarir lagi di pekerjaan yg sama ya Wak, kalo di Indonesia pensiun itu bener bener berhenti & ga akan kembali sampe kapanpun

    • beberapa hari lalu ada berita pensiunan BUMN pada dapat prioritas lebih kalau usaha jadi sub kontraktor..
      pensiunan TNI masuk politik praktek kolusi nepotisme

  5. Di balik hegemoni Marquez bbrp thn terakhir, memang gorengan2 berita dan analisa ttg betapa perjuangan “hampir sukses”nya bbrp individu/pihak/tim lain (rival), harus selalu diangkat…

    kalo nggak, MotoGP jadi sepi….?

    #dan juaranya tetap Marquez/H*nda

  6. andai JL tetap di Yamha dia bisa jadi tidak akan pensiun dini karena cederanya.
    M1 dengan kemudahannya tidak menjadikan dia harus pontang panting.

  7. Dovi rider kelas 2, di Repsol aja cuma menang sekali disaat seorang Pedrosa menang berkali-kali wkwkwk. Performa Dovi cuma nunjukin kalau DesmoGP motor terbaik, cuma sayang ridernya kelas 2 semua

  8. Cuman sedihnya, setelah pensiun kok dekat dengan artis indo yg itu ya di bali. Semoga tidak berlanjut hubungan mereka. Kasihan, uang pensiun nya bisa di plorotin di pengadilan ntar 🙁

    • Gak lah oom, dapat lagi triple crown msh bisa mengobati kekecewaan. Paling jd tertunda utk bikin rcv lebih friendly user, tp selama msh ada Marc agak mustahil sih

    • Level kecelenya ga sengenes duc, honda nasih sabet triple crown.. nyeseknya paling di personalnya puig.. ga boong, pasti awalnya expect tinggi sm jorge.. tp dibalik keberuntungan, ada kesialan.. gitulah honda.. beruntung ttp juara, kena sial krn jorge bolak balik cedera

  9. Itu bukan dikarungin bro2 semua. Sistem komentar baik di wordpress atau platform lain sama aja, yaitu: ketika kita komen, komen kita langsung muncul di browser kita selagi coockies/cache di browser kita belum expired. Selama cache belum expired, kita bisa liat komen kita muncul tp komen kita belum langsung go public, bakal lewati moderasi dari admin dulu, kalo OK kata admin, komentar kita muncul. Tp kalo komen kita ngga sesuai SOP admin, bisa admin delete atau admin edit dulu. Hilang muncul itu karena, pas cache belum expired, agan2 liat komentar tp pas cache expired komentar ilang. Setelah ilang, komentar agan lolos moderasi admin ya muncul lg komentar nya.

  10. Keinginan ducati terlalu kuat utk bisa champions di motogp dgn rider italya itulah knp ducati slalu di bawah honda,,,, meskipun mereka skrg di atas yamaha tp blm bisa di sebut pabrikan papan atas klau blm bisa melapaui prestasi honda si motogp?? itulah knp hampir semua pabrikan eropa di motogp slalu target utama mengalahkan HONDA bkn suzuki apalgi yamaha?????

  11. jgn dikira dovi tdk ad andil atas hengkangnya jl..
    saat jl di ducati sering panas hubungan dg dovi dan kekny terjadi kompetisi dlm tim pabrikan 04 vs 99.. di ducati dovi lbh kuat kedudukanya dibanding jl.. tp secara perfoma jl punya dasar alien sedang dovi msh rider standart
    apalagi petrux gk ad yg bs diharapkan lbh mending ianonne.

  12. Ducati lebih percaya sama pembalap garis lurus yang nunggu straight baru berani nyalip..dah saatnya ganti ndesodopi dengan yang lebih bernyali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.