TMCBLOG.com – Minyak rem jenis apa yang sebaiknya dipakai DOT 3, DOT 4, DOT 5 atau DOT 5.1? Sebenarnya penyebutan minyak rem agak sedikit rancu secara sebenarnya cairan itu bukan sejenis ‘minyak’ oleh karena itu dikemasannya sendiri dituliskan ‘Brake Fluid ‘ atau cairan rem bukannya ‘brake oil‘. Jadi, cairan rem yang kita banyak ketahui memiliki beberapa jenis dengan penulisan DOT sebagai pembeda. DOT sendiri merupakan kepanjangan dari Department of Transportation yang memberikan standar terhadap titik didih dari cairan rem tersebut.

Specification Base Dry boiling point Wet boiling point
DOT 3 Glycol Over 205°C Over 140°C
DOT 4 Glycol Over 230°C Over 155°C
DOT 5.1 Glycol Over 260°C Over 180°C
DOT 5 Silicone Over 260°C Over 180°C

 

Kita bisa lihat di tabel yang TMCBlog peroleh dari Bike-Social di atas bahwa ada dua jenis titik didih (Boiling point): kering (dry) dan basah (wet). Dry Boiling Point adalah titik didih dari cairan rem ketika cairan tersebut masih dalam kondisi baru (baru dikeluarkan dari kemasan dan seal kemasan baru dibuka) sementara Wet Boiling Point adalah titik didih dari cairan rem ketika cairan tersebut sudah lama dipakai (sekitar 1-2 tahun) atau saat dipapar seharian dalam sebuah wadah yang terbuka. Sobat bisa lihat penurunan titik didihnya mencapai 60-80 derajat celcius, cukup banyak bukan? Oleh karena itu penting untuk selalu mengisi/mengganti cairan dari sistem rem sepeda motor kita dari kemasan baru.

Ketika kita melakukan pengereman (rem cakram ) maka gesekan antara cakram dan kampas rem akan menghasilkan panas. Panas ini ditransfer ke kaliper dan cairan rem (brake fluid) pastinya. Jika pengeremannya sangat dahsyat dan sampai membuat cairan rem mendidih maka akan hadir semacam gelembung udara yang bisa membuat kinerja rem terganggu (ngebagel) dan ini jelas berbahaya karena bisa membuat sama sekali kehilangan daya pengereman. Dari sinilah untuk kedua kalinya TMCBlog tekankan untuk tidak sembarangan mengisi/mengganti cairan dari sistem rem sepeda motor kita. Jangan ada kompromi sama keselamatan kita, segera ganti dengan cairan rem yang baru.

Sobat bisa lihat di daftar semakin angka DOT-nya naik maka titik didihnya pun juga naik, ini artinya semakin jauh span jendela kerasnya gaya pengereman kita. Jika mau dipakai untuk keperluan balap/racing yang pengeremannnya sangat keras maka rekomendasinya adalah DOT 5 yang memiliki titik didih tertinggi 260 derajat celcius. Namun ternyata DOT 5 ada dua jenis yakni DOT 5 dan DOT 5.1 . . Titik didih keduanya sama, yang membedakan adalah jenis dari cairannya yang berbasis silikon (DOT5) dan berbasis Glikol Ethylene (DOT 5.1) .

DOT 5 adalah cairan rem berbasis silikon dimana kelebihannya adalah cairan ini tidak abrasif terhadap cat, dan hal ini berkebalikan dengan Glycol. DOT 5 silikon tidak bersifat Higroskopis yang artinya tidak terus-terusan menyerap air (H2O) seperti Glikol. Hasilnya, DOT 5 lebih bersifat kompresibel yang feelnya dapat dirasakan seperti agak sedikit lebih ‘membal’ saat tuas rem ditekan. Dan patut ditekankan bahwa DOT 5 tidak direkomendasikan buat balapan.

Sementara cairan rem DOT 5.1 di desain untuk bisa juga melumasi bagian karet di dalam sistem pengereman. DOT 5 memiliki karakter cairan yang lebih konsisten pada temperatur rendah sehingga pas buat ABS (Anti-lock Brake System). Masalahnya DOT 5.1 ini lebih higroskopis dibandingkan DOT 4 sehingga harus lebih sering diganti. Dan yang pasti baca dulu manual book motor sobat sekalian dan isi sistem pengereman cakram hidrolik dengan cairan rem dengan jenis yang direkomendasikan oleh pabrikan. Dan penting juga untuk sobat yang sudah mengganti piranti pengereman motor kalian dengan master rem/kapiler rem/slang rem juga harus memperhatikan spesifikasi dari parts aftermarket-nya [untuk disesuaikan dengan jenis DOT brake fluid], sehingga  sanggup bekerja secara maksimal dan tidak membahayakan keselamatan ridernya.

Yang menjadi perhatian adalah kapan kira-kira butuh mengganti cairan rem? Jadi begini, di kebanyakan jenis cairan rem yang kita pakai, mayoritas Glycol based dan menyerap air sehingga lama kelamaan kinerjanya menurun, titik didihnya turun. Dan permasalahannya adalah kita tidak akan mengetahuinya saat penggunaan harian biasa saat gesekan menghasilkan panas di atas 140 derajat. Panas, cairan rem mendidih, menghasilkan gelembung udara, sistem rem ‘masuk angin’, lalu rem terasa bagel, sampai bisa menyebabkan rem blong . . wahh serem ya. Mungkin pemakaian normal alangkah baiknya mengganti cairan rem per setahun atau dua tahun. Buat balap biasanya bahkan setiap event rekomendasinya cairan rem diganti.

Taufik of BuitenZorg

46 COMMENTS

  1. Kalau minyak penggorengan dot perapa wak ekekeke katanya kalau dicampur minyak goreng yahut .. katanya sih .. belum tau nyoba

    Guest
    • silahkan, oli mesin juga sekalian tambahin minyak goreng biar makin “licin”. riset jutaan dolar oleh perusahaan global ternyata bisa dikalahkan oleh “engineer” Indonesia macem kupasm*t*r 😇

      Guest
    • Ekekeke ya g tau juga ya .. aku sendiri g pernah ganti cairan rem dan takut nyoba juga yg katanya dikasih minyak goreng ekekek

      Guest
  2. Mana yg lebih pas sbg referensi batas penggantian brake fluid?
    Pakai ukuran waktu (tahun), atau km jarak tempuh?
    Karena brake fluid ini baru bekerja saat motor dikendarai dan melakukan pengereman kan?

    Guest
    • medan & beban juga sangat berpengaruh kang, area pegunungan dgn tanjakan dan turunan extreem semakin mempercepat umur brake fluid

      Guest
    • Dr artikel diatas lebih berdasarkan waktu
      1. Dr metode penentuan standar dot yg wet boiling point ada syarat waktu tertentu
      2. Daya higroskopik tidak tergantung dipakai atw tidak terpakai

      Guest
  3. Mantab artikelnya…seseuai pabrikan aja…
    kalau dah diganti aftermarket juga hrs diperhatikan minyaknya..

    btw kpn nih R15, Vixion saatnya pakai ABS ….Nmax aja udah ABS 2 Channel…

    Guest
  4. Info penting dan menarik kang. Selama ini saya taunya hy menjaga kapasitas cairan rem agar tdk berkurang atau habis saja. Gak taunya ada masa kadaluarsanya juga. Gara2 hal ini saya hampir celaka saat turun pakai motor matic dari puncak “Cangar”di Jatim. Tiba2 rem jadi blong, tuas ditekan ringan sekali kayak kabelnya putus. Untung kecepatan masih pelan dan masih bs antisipasi. Dan masalahnya beneran krn rem kepanasan. Memilih jenis cairan rem yg bagus dan rutin menggantinya tidak boleh diabaikan.

    Guest
    • Kalo cangar masih sanggup lah supra fit ku, beberapa kali kesana masih ok. Tapi kalo turun dari bukit paralayang, wow, rem kaya udah ga ada gunanya.
      Belum pernah coba sih kesana naik matic, ngeri 😂

      Guest
    • klo cangar mah metic gk rekomen apalagi yg model combi brake, uda bnyak korban rata2 metic honda, harus istirahat dulu klo turun kebawah jgn langsungan

      Guest
    • Sebenarnya kalo rem kepanasan itu dari teknik brakingnya. Idealnya dikombinasikan dengan engine braking. Untuk yang belum terbiasa pasti agak kesulitan melakukan engine braking dengan motor matic karena caranya berlawanan dengan motor manual (motor matic harus digas sedikit untuk mendapatkan engine brake.
      Untuk teknik braking di turunan, jangan terlalu lama menekan rem tapi harus direm perlahan dan dilepas bergantian. Jadi seperti ABS, tapi pakai tangan sendiri dengan interval yang cukup agar suhu brake fluid tidak terlalu panas.

      Guest
    • Herannya ada yg percaya bisa buat nyembuhin gigi. Padahal efeknya ga main2, hingga berujung kematian karena infeksi.

      Guest
      • wadaw gila,obat di apotek masih banyak kok malah milih barang yg jelas2 bukan buat tubuh

        kalo getah tanaman apa gitu buat nyembuhin gigi ane pernah denger,tapi kalo pake cairan rem ya niat bundir 🤦‍♂️

        Guest
  5. Menurut pendapat ku sih, lebih baik kalo beli motor, pilih yg udah pake rem cakram depan belakang. Berkaca dari pengalaman sendiri, kalo motor udah berumur, rem tromol mesti bermasalah. Kalo udah kena velg racing, masa harus ganti sepasang velg baru? Kan mahal.

    Guest
    • ane belakang teromol baru 9 tahun tuh motor masih pakem, yg penting tau kmpas rem nya, cara pasang dan setelannya doang gampang, pas yang cakram malah udah mau yang ke tiga ganti piringan

      Guest
  6. mungkin bisa dijelaskan lebih lagi mengenai “bagel” ini feelingnya seperti apa, karena banyak versi untuk pengertian bagel ini. semoga yang baca artikelnya bisa makin tercerahkan.

    oh iya alasan DOT 5 tidak direkomendasikan untuk balap kenapa ya? apakah karena feel “membal” nya?

    Guest
  7. win win solution cari dot 4 yang punya dry and wet boiling point paling tinggi seperti PTT dot 4 brake fluid, 270* dry, 174* wet

    Guest
  8. coba wak, mungkin bisa dibahas minyak rem yg dipakai motoGP, soalnya motoGP pake carbon disc brake yg temperatur kerjanya antara 200-800*C. kira2 bahan dasarnya sama atau enggak ya? terus masa pakainya juga gimana untuk keperluan balap 😄

    Guest
  9. Brake fluid 5.1 bisa dipake di motor matic (beat) wak aji? Saya ada BF mo*ul 5.1 masih banyak tapi umurnya udah sekitar 5 tahun, kira2 masih boleh dipake?

    Guest
    • Minyak rem kalau botolnya sudah dibuka pasti menyerap air dan teroksidasi. Jadi sebaiknya habiskan minyak rem yg sudah dibuka.

      Guest
    • Udh kadaluarsa oom, apalagi sudah buka segel
      Mending pakai yg msh baru. Krna piranti keselamatan tdk boleh ditawar mutu nya, terkait DOT juga kalo bisa sesuai rekomendasi pabrikan. Takut2 kalau kandungan kimia nya tdk sesuai dan bisa merusak seal2 karet didalam paket rem

      Guest
  10. Bahas oktan bbm juga wak, soalnya msih banyak yg keblinger, katanya makin tinggi oktan makin bagus buat mesin apapun motornya

    Guest
  11. apakah aman bila tercampur antara DOT 3 dan DOT 4,
    habis servis master rem, di tambahin minyak rem DOT 4 oleh mekanik, saya tidak tau cairan rem pertama itu DOT 3 atau 4, dan di rumah minyak rem hanya tertulis DOT 3 atau DOT 4.

    mohon pencerahannya mas topik

    Guest
      • klo bahan dasar sama glycol, maka untuk mencapai titik didih yg berbeda pasti aditivenya lain bang, makane brake fluid klo di tambah tidak Rekom, kecuali darurat ada kebocoran ditambah dengan jenis dan merk yang sama. dengan jenis sama beda merk saja akan timbul sludge, apalagi beda jenis pasti ujung ujungnya timbul sludge

        Guest
  12. Jika mau dipakai untuk keperluan balap/racing yang pengeremannnya sangat keras maka rekomendasinya adalah DOT 5 yang memiliki titik didih tertinggi 260 derajat celcius.
    Dan patut ditekankan bahwa DOT 5 tidak direkomendasikan buat balapan.

    Iya saya maksud, maksudnya buat balap standar 5, tapi 5 ada dua, dot5(.0) & 5.1. yg 5.0 tidak untuk balap.
    Tapi kok dibaca gimana gitu?

    Guest
  13. Kepinginnya skuter metik ane pake minyak rem DOT 5, tapi di bengkek bengkel dimarih koq belum ada yang jual ya?
    Beli nya dimana ya?

    Guest
  14. Nais artikel tambah ilmu … Wakaji + om nug … Bahas liquid coolant juga dong … Jd penasaran sama per liquid an di kendaraan

    Guest
  15. klo bahan dasar sama glycol, maka untuk mencapai titik didih yg berbeda pasti aditivenya lain bang, makane brake fluid klo di tambah tidak Rekom, kecuali darurat ada kebocoran ditambah dengan jenis dan merk yang sama. dengan jenis sama beda merk saja akan timbul sludge, apalagi beda jenis pasti ujung ujungnya timbul sludge

    Guest
  16. yang lebih durable yang mana ya Wak ? Masih belum paham bedanya 5 dan 5.1, taunya kalo mau aplikasi otomatis “hardware”nya di upgrade juga #CMIIW

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.