TMCBLOG.com – Massimo Rivola mengakui winglet Aprilia RSGP 2020 terinspirasi dari mobil F1. Yap, seperti yang kita ketahui bahwa sudah semenjak tahun 2019 sosok Massimo Rivola hadir full time di kubu Aprilia MotoGP. Rivola yang sebelumya dikenal sebagai orang penting di Ferrari, menjabat sebagai CEO Departemen Racing Aprilia dimulai sejak bulan Januari 2019. Perekrutan seorang Rivola yang sudah paham dengan seluk beluk dunia balap tercepat dan tercanggih sejagad dunia ini [Formula 1] memang menjadi bagian dari perubahan cara pendekatan di dalam tubuh Aprilia guna dapat mengembangkan proyek MotoGP mereka lebih cepat dan lebih baik lagi.

Sosok yang pernah menjadi orang penting di divisi balap Ferrari khususnya Formula 1 dimana dirinya menjabat sebagai kepala Ferrari Driver Academy (FDA) ini mengatakan secara umum kepada GPOne perubahan apa yang terjadi semenjak dirinya hadir di Aprilia  “Tentu setelah kedatangan saya, beberapa orang lainnya masuk (ke Aprilia), baik dari dunia roda dua maupun roda empat. Hal yang menarik adalah bahwa budaya yang berbeda membantu membuka pikiran Anda dan ini tentu saja, jika Anda tahu Anda bekerja dengan baik dalam tim, akan membawa manfaat.”

Ketika Massimo Rivola dicecar pertanyaan apakah ada hubungannya antara Formula 1 dengan penampakan RS-GP terakhir, ia menjawab “Jika kita melihat sayap depan, sebenarnya ya (tertawa). Serius, MotoGP adalah MotoGP dan harus tetap demikian. Tetapi Anda dapat memanfaatkan beberapa konsep dari mereka yang mempelajari aerodinamika secara mendalam di Formula 1.”

Terakhir mengenai Andrea Iannone, walaupun memang berat, namun Rivola masih sangat berharap Iannone bisa bebas dari tuntutan penggunaan doping. Iannone akan melakukan hearing session dengan FIM pada tanggal 4 Februari ini dan walaupun butuh waktu maksimum 45 hari untuk menentukan keputusan, namun Rivola meminta Iannone untuk terbang ke Malaysia hari kamis untuk berjaga-jaga jika kemungkinan ia bisa dan diperbolehkan melakukan test pra-musim yang dilakukan mulai hari Jumat di Sepang.

Taufik of BuitenZorg

39 COMMENTS

  1. Biasanya Aprilia bentukannya bagus, sumpah kali ini jelek banget ngikutin Ducati dan fairing depan radiator kayak kepotong ngikutin KTM.

    Guest
  2. Asal pas cornering gak ngegerus dinding ban aja karena kuatnya pressure winglet yg terlalu besar
    Mobil kan gak perlu miring2 jadi dikasih downforce berapapun hayuk aja mau itu pas speeding atau belok

    Guest
  3. Ketikanya banyak yg ngaco.. ada orangutan,penyanyi kayak dapet translate di google terus langsung di naikin jadi berita tanpa dicek dulu jadi banyak kalimat yg tdk sesuai penempatanya

    Guest
  4. Pantesan tidak pakai hold shot lagi ternyata di ganti dengan winglet Segede mobil F1 , kegunaannya untuk startnya lebih bagus, track lurus lebih stabil , downforce lebih menggigit tapi harus di akali dengan ban super hard agar tidak cepat habis. nah yang penasaran buat speed corner dan belokan patah2 apakah gak lebih berat mengarahkan moncong depannya ??

    Guest
      • Start di depan itu wajib…

        Start bagus itu langkah final terakhir buat kompetitif.. ketika jurus terkahir digunakan masih kalah.. rombak total…

        Guest
  5. Ntar tong..kalo semua team sudah tanpa konsesi..Ecu bisa dibalikin ke inhouse lagi,motor kmbali design ganteng tnp singlet…. nahh tinggal liat ecu mn yg paling canggih d motobiji😂😂..

    Guest
  6. Nntnya pasti itu winglet makin banyak kisi-kisi kaya yg di bemper F1. Makin ribet, makin mahal karena pastinya nnt di riset di wind tunnel. Udah balikin lagi Software inhouse, pake unified software niatnya biar murah, malah jadi mahal. Karena namanya adu teknologi, di batesin kaya apapun insinyur bakal cari bagaimana jalannya

    Guest
    • Memang kan begitu, pembatasan menghasilkan improvisasi, mengeluarkan uang yang banyak tentunya.. Efeknya tim kecil menjerit, jumlah peserta berkurang… Begitu deh

      Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.