TMCBLOG.com – Di sektor aerodinamika, pada Sepang Test 2020 yang lalu TMCBlog melihat bahwa KTM bukan hanya melakukan development pada sisi penghadiran downforce sebagai upaya menghadirkan grip ban depan motor saat memulai akselerasi menggunakan Aero-wing (winglet). Mereka juga melakukan riset di sisi lain dari aerodinamika dengan menghadirkan detail sisi pinggir samping dari Front Cowl yang terlihat bergerigi (saw teeth-edges) seperti bekas gigitan ikan hiu.

pict : Craig Scarborough

Yap apa yang sedang di riset oleh KTM sepertinya memang mirip dengan apa yang juga pernah diriset dan kini jamak dipakai oleh manufaktur Formula 1 pada jaman sebelum Cockpit Halo diperkenalkan. Silahkan lihat di foto atas ini, Mercedes AMG Petronas Formula 1 team memiliki detail serupa di mobil balap mereka yang dikemudikan oleh Lewis Hamilton, lebih tepatnya pada bentuk windscreen di kokpitnya.

Menurut pemilik foto pertama tersebut, yakni Craig Scarborough (seorang ahli teknis Formula 1) di Twitter “Its an aero trick to reduce driver head being buffeted. NR used to use it then LH copied. Detail ini di F1 digunakan pertama kali oleh Nico Rosberg [cockpit windscreen dengan bentuk saw teeth edge] lalu digunakan oleh Lweis Hamilton dan terakhir Valtteri Bottas pun terlihat menggunakannya. Fungsinya untuk mendefleksi jauh-jauh aliran udara yang akan menerpa/melewati helm pembalap. Jadi udara akan ‘pecah’ terlebih dahulu sebelum menerpa helm. Hmmm make sense.

Dalam kasus KTM RC16 2020 tentunya detail saw teeth-edges di fairing bagian depan ini menurut TMCBlog digunakan untuk ‘memecah’ aliran udara yang meninggalkan sisi samping fairing menjadi kecil-kecil atau dengan kata lain aliran udara di sana menjadi tidak begitu ‘deras’. Sehingga efek akhirnya membuat turbulensi yang menerpa bagian samping benda setelahnya (misalkan daerah tangan rider yang menggenggam handlebar) menjadi kecil atau alirannya melemah. Kecilnya turbulensi berarti pula kecilnya gesekan udara (less drag).

Perbedaan aliran udara pada model baseline [atas] dengan saw tooth pattern [bawah]
Pada dunia penerbangan, saw tooth pattern seperti ini [juga sering disebut Chevron Nozzle Design] digunakan pada mesin jet turbin generasi terbaru demi mereduksi tingkat kebisingan suara mesin jet. Masalah utama pada desain ini adalah, meskipun desain tersebut dapat menyebabkan pengurangan kebisingan selama pesawat take-off, desain nozzle seperti ini juga dapat menyebabkan hilangnya daya dorong (trust) yang cukup besar selama lepas landas dan juga selama terbang (cruising). Artinya vorticity atau aliran vortex (pusaran udara) setelah melewati bidang yang berbentuk saw tooth pattern / saw teeth-edges tersebut akan pecah dan juga melemah. Kecilnya gesekan udara tentu berguna untuk mempercepat laju motor. Nahhh memang segala-galanya berujung pada performa dengan cara menghadirkan perubahan dan perkembangan sekecil apapun dalam upaya untuk memangkas laptime sepersekian detik. MotoGP level!

 

Taufik of BuitenZorg

23 COMMENTS

  1. Kalo masalah Hodan, bensin yg ngepres dgn Marquez lewat garis finish itu udah teratasi belom ya?
    Siapa tau ada pengembangan PGM-FI yg lebih irit lagi tapi gak mengurangi vervorma ,kan lebih berguna untuk kemaslahatan bersama daripada sharkbite ini?

    • Fairing KTM itu arahnya buat kenyamanan rider, karena diatas 100km/h aja udah kerasa tekanan angin, naik R6 lama cuma 180km/h aja tangan jadi cepet lelah berasa ada yang dorong karena fairingnya sempit. Maka dari itu motor balap prototype biasanya fairing di depan tangan lebih lebar biar tangan pembalap gak cepet lelah kena tamparan angin. Tapi kalau fairing depan lebar gitu kan hambatan angin jadi lebih besar, kalau sempit tangan pembalap kena dorongan angin, dibuatlah inovasi KTM ini biar tetep bisa pake fairing sempit tapi tangan pembalap gak harus nerima beban tambahan. Perhatiin deh superbike pasaran dulu kebanyakan masih utamain look sementara motogp lebih ke fungsi, tapi superbike baru macam CBRRRR, R1 dan V4 sudah aplikasiin fairing lebar di bagian depan handlebar. Kalau superbike macam ZX10RR dan Aprilia RSV4 yang masih desain lama belum ada bagian ini.

  2. Pasti pedrosa geram kenapa fairing bergerigi ini baru diterapkan sekarang, kenapa ga dari zaman dulu waktu doi masih aktif balapan (sambil bayangin helm pedrosa godek² waktu gas pol di trek lurus mugelo) ?

    • Menurut gw kalaupun Pedrosa geram sama hal sepele dia bakal lebih geram kenapa motogp cuma diturunin ke 800cc, nanggung kenapa gak sekalian aja 600cc biar RC212V bisa lebih kecil dan lebih ringan lagi.

    • masalah Pedrosa itu bukan saat straight tapi mindahin motor untuk/saat rebah ,dgn badan kecil pasti akan lebih susah
      apalagi tikungan saling balas kanan kiri kanan kiri kaya cota pasti bikin dia lebih menderita(winglet pun dia milih yg kecil kecil bentuknya biar ga makin berat kena downforce)

      armpump nya aja sampai akut,sampai” jika operasinya gagal auto gantung helm waktu itu

  3. Sebentar lagi bakal muncul juga thrust vectoring di knalpot motor MotoGP…
    Kan keren tuh, moncong knalpotnya bisa kembang kempis dan naik turun seperti jet tempur…

    • jd kamsudnya hembusan knalpot motogp bs di jadikan tenaga dorong kaya mesin jet gitu?
      terus bisa afterburning juga dong ?

  4. bisa di compare gak wak sama design fairing yg sengaja menutup area handlebar dgn terpaan angin yg sengaja di belokan di banding design KTM yg keliatan di terpakan anginnya ke area handlebar ?

  5. Ujung bulu Burung Hantu memiliki jumbai halus, meminimalisir gesekan dengan aliran udara sehingga terbang tanpa terdengar saat menyergap mangsa. Itulah kenapa dia dinamai Burung Hantu, gak ada hubungannya sama setan. Lah malah bahas Burung hahaha

  6. saya rasa ini smart waak?
    entah apa lagi yg di F1 bisa diaplikasikan di motogp.
    pertanyaannya ? siapa yang mau ngikut(follow) pabrikan.
    apakah ini legal? dan ini sudah ada hak patennya kah?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here