TMCBLOG.com – Gigi Dall’ Igna adalah seorang ethusiast/hobbies sepeda gowes. Dengan latar belakang ini memang logis kiranya jika kita membayang kan bahwa otak Gigi terus bekerja memikirkan Desmosedici bahkan ketika bersepeda. Mungkin ia begitu terinspirasi oleh alat yang bisa menaikkan – merendahkan posisi seatpost (jok) dari sepeda gunung yang digerakan menggunakan sistem klep bertekanan 9-11 bar dan di kendalikan menggunakan shape shifter buatan Canyon & Brooded.

Yes saat kita lihat posisi rear end Ducati Desmosedici GP20 besutan Jack Miller lepas dari kurva tegah tikungan dan memulai akselerasi, terlihat bagian belakang (rearend/buritan) dari GP20 turun yang secara umum akan menurunkan CoG dari motor. Tendensi yang akan diperoleh adalah wheelie akan berkurang.

Sampai saat ini TMCBlog punya dua teori mengenai cara kerja ‘Ride-Height Adjuster‘ ini. masih belum jelas benar dan belum bisa mengkonfirmasi apakah ‘Ride-Height Adjuster‘ Ducati ini bekerja dengan cara yang mirip dengan holeshot device 1.0 dimana suspensi belakang dikompress sedemikian rupa dan ditahan atau cara lain (Holeshot Device 2.0). Cara lain yang mungkin dilakukan adalah membuat adjustable subframe dari Desmosedici GP20 sehingga sudut subframenya bisa bisa di turunkan dan ditahan menggunakan sebuah sistem pivot tertentu pada pangkal Subframe.

Opsi teori ‘Ride-Height Adjuster’ merupakan kelanjutan pengembangan dari Holeshot Device mungkin lebih masuk akal karena ini sudah seperti pengembangan yang berkelanjutan dari holeshot devices versi awal. Opsi teori dua tentunya akan menambah alat baru lagi.

Namun yang juga patut di ketahui adalah ‘Ride-Height Adjuster’ ini ternyata sangat kompleks dan tidak mudah sob. Jack Miller merupakan pembalap Ducati yang boleh dibilang paling jago menggunakan alat ini sekarang, namun secara logika itu dimaklumi karena Jack sendiri sudah menggunakannya semenjak MotoGP Thailand 2019. Nah dengan pengalaman ini ada satu perkataan Jack yang cukup mengagetkan bahwa ternyata ‘Ride-Height Adjuster‘ Ducati ini memiliki paling tidak 19.000 opsi Kombinasi setup

Buanyaaaaaakkk banget tuh dan ini jelas menarik karena dengan kombinasi sebanyak itu jika saja (bani andai andai) bisa di-setup secara otomatik menggunakan elektronik, maka hasilnya akan membuat ‘Ride-Height Adjuster’ berubah di setiap gerakan pembalap, nggak harus ditikungan dan/atau di straight saja. Namun seperti kita ketahui secara regulasi, alat seperti ini tidak diperbolehkan dioperasikan secara otomatik menggunakan elektronik.

Oh ya satu lagi, kalau Jack sudah menggunakannya semenjak MotoGP Thailand 2019 lalu, maka dapat dipastikan Johann Zarco dan Tito Rabat pun bisa memakai ‘Ride-Height Adjuster‘ ini karena keduanya menggunakan Ducati GP19, motor yang dipakai Jack di Thailand tahun lalu.

Taufik of BuitenZorg

59 COMMENTS

    • Terlalu banyak ngandelin tekh. Yang bikin ribet rider.
      Baiknya sept marc saja ,mampu menyesuaikan dan memberi kebutuhan apa yang diperlukan motor.
      Contoh , marques mengupayakan motor bisa melaju kencang ditikungan lebih merebah dengan mengandalkan tumpuan siku dan bahunya. Kalau ducati menyiasatinya dengan adjuster yang sampe 19 ribu langkah. Mending bekerja secara auto yang bekerja sekian detik dari hasil banyak sensor. Lah ini harus diadjust secara manual . Kalau motornya bisa stabil dengan adjuster ini namun ridernya gak merasa alami..ya susah juga .
      Aoa yang sudah ada dimotor dimanfaatkan dan wajib disesuaikan dan kalau perlu di improove lagi oleh ridernya.
      Jalannya balapan tidak didikte oleh banyak printilan yang cuma merepotkan.

      Guest
        • Mirip kasus M1 sebelum Simbah dateng…
          Disitu banyak fitur gak guna, dan oleh simbah fitur gak guna itu dibuang… Bikin puyeng rider saat beraksi Memacu tunggangannya…
          Kikuk… Kikuk…

          Guest
  1. Pertanyaannya “19.000 opsi Kombinasi setup”
    19.0000? Mustahil diingat.
    Ada kata kombinasi? Berarti lebih dari 1 setingan.
    Mungkin 136 step depan, 140 step belakang?
    Itu pun masih terlalu banyak untuk diingat 1-1.
    Mungkin 140mm jadi kurang lebih bisa turun sampai 14cm belakang?
    Cuma mencet 14x ditengah tikungan pun masih terlalu banyak.
    Mencet sekali tahan? Bagaimana menentukan kombinasinya?

    Kalau di sepeda itu tombol 1 buat nglepas kunci kan?
    Didudukin ya turun, pas (maaf) bongkong diangkat ya naik?

    Guest
      • Kalau pada sepeda memang hidrolik,
        Yg jadi pertanyaan gimana nentuin ketinggian level 1 atau 18.999?
        Iya kalau 0 atau 19.000 sie gampang tinggal dipolin.
        πŸ˜€

        Guest
    • Masih kurang canggih ,harus nya dengan 19 ribu tsb udah bisa diperintah oleh suara .
      Up 2 ! Naik 2 tahap..Up 5 ! naik 5 tahap..up 15 ! Naik lagi 15 dst . πŸ˜‚

      Saatnya pengen turun
      Down 1 ! Turun 1 tahap…down 5 ! Turun 5 tahap dst πŸ˜‚

      Setelah lewatin garis Finish rame2 cari Air…hausssss haussss πŸ˜‚

      Guest
    • Bukan, maksudnya 19.000 itu, settingannya ada dan memang 19.000 jenis. Ada 2 artian, turunnya posisi jok ada 19.000, atau posisi turun dan naik digabung jadi 19.000. Jadi yang aku maksud adalah, ridernya hanya mengoperasikan naik dan turunnya jok dalam 2 kali pencet atau 2 tombol saja. Tapi ada 19.000 jenis, nah itu bisa terserah pembalapnya, atau kombinasi mekanik dan pembalapnya.

      Itu yang menurutku pribadi, yah mungkin 11-12 sama Sistem DRS yang ada pada DTM (balap mobil silhuet di jerman). Disitu DRS bisa diatur kemiringan bukaan Spoiler belakangnya. Tapi memang gak sampe 19.000 kombinasi sepertinya.

      Nah, kalo diaplikasikan misal gini. Dalam keadaan normal tanpa naik atau turun anggap saja, gak dipake di kondisi titik 0. Nah, ketika diturunkan dan dinaikkan misal pembalap minta settingan -5 dan +2, nah itu bisa dilakukan. Kemudian misalnnya pembalap minta settingan -10 dan +0, atau -2 dan +5 itu juga bisa. Nah maksud kombinasinya adalah ada beragam kombinasi naik dan turunnya jok ini. Kalo ada 19.000 berarti bisa dibilang posisinya bener2 detail dan bener2 mengutamakan keakuratan. Hanya saja kembali lagi kepada pembalapnya. Karena memikirkan kombinasi ban untuk race day saja kadang masih sulit, apalagi ditambah memikirkan kombinasi naik turunnya jok ini, hehehehe.

      Guest
    • Sebentar….
      Memang ini sepenuhnya terntang jok?
      Ride-Height Adjuster
      Ok ini tentang jok
      Tapi apa ini semua tentang jok?
      Mungkin idenya jg dari jok sepeda
      Tapi bukankah ada pengaplikasiannya tentang sok?
      Kompresi yg memengaruhi tinggi rendahnya motor secara keseluruhan. Bukan sekedar joknya?
      Kembali ke Holeshot, iya ini kan holeshot 2.0
      Turun ya kompresi sok yg bikin jok rendah bukan?

      Guest
  2. Gigi, inovasi tiada henti, pengembang aprillia rscube mutakhir di eranya, tapi sasis busuk, edwards n haga pun nyerah, sekarang di ducati desmo, tapi pembalap yang kurang jamu,

    Guest
  3. berarti benar yah terinspirasi dari jok sepeda yg bisa di setel ketinggiannya melalui tuas untuk menyesuaikan kondisi medan/track

    Guest
  4. Wak, saya punya teori lain kalo seat height adjuster itu fungsinya buat ngerubah attack angle dari front fairing dan winglet. Dipake pas lurusan supaya topspeed ducati naik. 2019 topspeed gp19 udah ditempel sama honda kan, nah mungkin engine gp20 sudah berada di limit nya maka aerodinamika yg dimainkan. Monggo didiskusikan 😁

    Guest
    • Saya kog kepikiran begitu juga ya, digunakan waktu straight membuat sudut aero nya pas jd gaya gesek dengan udara lebih tipis. Ditambah dg nilai plus cog nya sebagai antiwili, kombinasi yg epic!.

      Guest
      • Tinggal kita tunggu besok race di Qatar kapan seat height adjusternya aktif, di lurusan atau keluar tikungan? Terus kyk gimana sangarnya topspeed Ducati

        Guest
  5. Tanda2 frustasi adalah menciptakan teori halu. . konspirasi tingkat tinggi. Hal itu dikarenakan otaknya gak mampu lg berfikir secqra rasional . πŸ€£πŸ˜‚

    Guest
  6. Nanya wak… Yg diatur regulasi gak boleh dikontrol rlektronik itu untuk suspensi ya? Defenisi suspensi itu hanya yg memegang poros roda atau berlaku untuk semua spring /konstruksi peredam lainnya? Jangan2 alat ini punya kontrol elektronik tp yg dikontrol bukan bagian terlarang dalam regulasi. Apakah memungkinkan demikian?

    Guest
  7. Pertinyiinnyi, kalo cuma pencet tombol berarti ada electrical/motor aid dong? Meskipun meskipun penggeraknya kawat apalagi pake hidrolik dan pneumatik

    Sah gak yang seperti itu?

    Guest
  8. Diliat dari tombolnya apa iya itu bisa memutar kawat seling .. secara dimensi tombolnya kalau diperhatikan nonjolnya g seberapa … Malah menonjolan tombol tiga buah yg ada disamping nya .. yakin bisa memutar kawat tuh .. apa sebenarnya selang nya itu diisi dengan kabel listrik tp dibentuk kayak gitu agar semua pabrikan g curiga ,, kalau masalah dorna sih tau sendiri lah inovasi dukati mana ada yg ditolak selagi pabrikan lain g protes … Ada sependapat g nih ?

    Guest
    • “Kemungkinan ” itu kontrol elektronik tp yg dikontrol bukan bagian yg terlarang .. besok tungguin aja klo pas crashh atau spisut saat race sapa tahu kebongkar .. trus rame2 pada pake..

      Guest
  9. Kalau alasannya septi, Dorna harusnya wajibin ini buat semua pabrikan. Jangan yang mekanis tapi yang otomatis. Karena pasti bisa mengurangi highside. Karena sampai sekarang, highside selalu jadi momok pembalap dan seringkali highside ga pake sinyal tau2 mental gitu aja.

    Guest
  10. inovasi terooosss juaranya kapan???

    basi saya dengar inovasi ducati, yg terinovasi lah yg terkencang lah tapi cuma gitu gitu aja

    Guest
  11. 19000 / 19000000 setup termasuk beda2 sock blakang tp yg disiapin buat race kan paling 3 setup. Tiap sirkuit beda karakter. Koment paling telat ini wak, dikasih giveaway dong.. Wkwkwkwk

    Guest
  12. Klo pakai Hidrolik bisa memungkinkan banyak opsi setup…, karena dropper seatpost punya saya bisa di adjust menyesuaikan tinggi rider…
    Contoh : spek total panjang seatpost 400mm, Travel 150mm, travel dsni adalah jarak main seatpost, bisa di adjust sesuai keinginan hingga mentok tinggi 150mm, Klo dropper seatpost yg mekanik biasa bukan hydrolik gak bisa main sesuai keinginan, langsung mentok ke 150mm…
    Owh iya harga dropper seatpost hydrolik lumayan mahal di banding yg biasanya…

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.