Ekky Pratama, Moto2, Argentine MotoGP 2019

TMCBLOG.com – Dimas Ekky Pratama adalah Pembalap Indonesia yang Tahun 2019 membalap Full di Moto2. Namun untuk Musim 2020 ini Giliran Andi Farid Izdihar Yang jadi wakil Indonesia di Balap Grand Prix kelas Intermediate ini. Lalu Kemana Dimas tahun ini? Melihat dari umurnya, sayang banget Jika harus Gantung Werpak lebih cepat . . . AHM sendiri Via Direktur Marketing Pak Thomas Wijaya pernah Bilang bahwa Dimas Punya peluang untuk jadi Mentor di Astra Honda Racing School ( AHRS ), Jikapun kejadian jadi mentor di AHRS,apa Kegiatan aktif Dimas sebagai pembalapdi 2020 ini ?

Dari fihak Dimas Ekky sendiri belum ada keterangan resmi, namun ada satu team ARRC yakni Victor racing team yang secara gamblang menuliskan Postingan di akun resmi Media sosialnya bahwa Dimas Ekky Pratama akan jadi Bagian dari team mereka untuk turun di kelas Ultimate Asian Superbike ( ASB1000 ) Musim 2020 ini.

Yap, Saat nanti diresmikan, Dpat dipastikan Victor racing akan menggunakan dua pembalap Kencang dari Indonesia di dua kelas berbeda ASB1000 dengan Dimas Ekky dan SS600 dengan Yudhistira. Untuk sementara ini belum diketahui akan menggunakan Motor apa Dimas Di ASB1000 bersama Victor racing. Menurut Logika sih bisa pakai R1 seperti yang dipakai yang dipakai Yudhis Tahun 2019 lalu dan saat ini dipakai Tandem Dimas Li Zhengpeng . BTW Ini jelas termasuk Update Last Minute karena akhir pekan ini kita sudah akan memulai Race weekend Seri pertama di Sepang. Kita akan tunggu perkembangan lanjutannya sob.

Taufik of BuitenZorg

32 COMMENTS

  1. Kyknya dimas emang lbh cocok ke motor produksi masal ketimbang prototype.. pake motor apapun mudah2an dapat hasil yang bagus…

    Guest
      • Lebih parah sayangnya. DonTat bisa alasan motor cupu karena memanf kenyataannya cupu tapi masih bisa dapet poin. Sementara Dimas nol. Sori mbekha, faktanya seperti itu.

        Guest
  2. Masuk tim ini bayar kan yak ?
    Semoga bawa uang banyak dah biar itu tim kuat ๐Ÿ˜‚
    Baca penjelasan yudis kenapa dia turun kelas dari 1000 ke 600. Karena r1 tim viktor bener bener standar dan tim nya gak bisa menyediakan parts yg istilahnya bikin tambah kenceng tp tidak melanggar regulasi, makanya tahun kemarin susah buat 5 besar atau melawan motor tim tim besar.

    Guest
    • Tapi anthony West 2 kali hampir juara asia dengan tim dan sdm mereka yang kata West sendiri motornya lebih pelan dari kelas standar Australia lho. Di ARRC mah skill lebih pengaruh apalagi ASB1000 yang standar dab yang sesuai regulasi ga beda jauh, wong regulasi juga stock. Yudhis cuma alasan aja, dulu dia ikut Superstock Eropa aja juga di tolak timnya setelah sekali dua kali race kan? Ada yang ingat? Itu sudah membuktikan bahkan tim superstock Eropa aja males terima dia wkwkwkw

      Guest
      • @Cangkir
        seingatku cuma sekali yudhis balap STK1000 di portimao, gak jadi 2x ๐Ÿ˜‰
        beditupun kita patut berbangga. yudhis adlh veteran ARRC, skill juga bagus seperti saat wildcard di all japan STK1000 2017 lalu dan podium, bukti skill bukan kaleng2

        Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.