TMCBLOG.com – Setelah sebelumnya kita menyimak detail dari motor prototipe Yamaha YZR-M1 2019 dan Honda RC13V 2019 , kini saatnya kita lihat satu lagi motor prototipe dari model tahun 2019 lagi yakni Suzuki GSX-RR. Motor ini adalah motor factory dari pabrikan asal Hamamatsu dan tentunya dikembangkan mayoritas di fasilitas rahasia Suzuki di sirkuit Ryuyo.

Saat Suzuki bertekad kembali masuk ke MotoGP tahun 2015 yang lalu, mereka meninggalkan konsep mesin semula yang berkonfigurasi V4 75ΒΊ ke mesin yang boleh dibilang memiliki konfigurasi mirip dengan yang dipakai oleh Yamaha yakni Inline-4 dengan firing order yang tidak umum yakni firing order yang disebut Yamaha sebagai reverse Rotating Crossplane Crankshaft. . . Namun ada bedanya sob . .

Sobat bisa melihat pula pada gambar di atas bahwa walaupun sama-sama mesin I4 memang ada perbedaan pendekatan desain sasis antara Suzuki dengan Yamaha dimana mesin Suzuki terlihat lebih miring ke arah depan beberapa derajat dengan sasis terutama soal pelat untuk menggantung mesinnya dimana jika Yamaha menggunakan sasis yang digabung menjadi satu dengan main frame sementara Suzuki mengandalkan semacam ‘thin blade’ yang berbahan kadang carbon atau alumunium sesuai kebutuhan.

Blade Carbon/alumunium ini dibaut kepada main frame dengan lima mur dan memegang mesin dengan satu baut berukuran lebih besar. Silahkan sobat lihat sendiri di bagian engine mounting, terlihat ada tiga lubang mur disiapkan di depan mesin. Ini digunakan oleh para teknisi untuk memvariasikan load dari mesin jika memang ada yang mau diubah bergantung misalnya dengan karakter sirkuit.

Dari foto juga sobat lihat bahwa Suzuki GSX-RR sudah menggunakan sebuah sensor torsi (torductor) jika kepo sama sensor ini sobat bisa baca lebih mendalam dari torductor ini di Link berikut ini

Mulai tahun 2019 dan dilanjutkan ke musim 2020, Suzuki menggunakan Double Barrel Exhaust yang sepertinya memang sesuai dengan karakter mesin Inline-4 Suzuki. Yamaha boleh dibilang sempat juga mencoba knalpot jenis serupa namun tidak terlalu pas dengan karakter mesin mereka, mungkin ada hubungan dengan sudut derajat dan setup sasis secara keseluruhan.

Perihal swing-arm, GSX-RR menggunakan swing-arm dari bahan alumunium dengan beberapa detail Carbon strengthened. Di 2019 juga GSX-RR memperoleh tambahan Swing-arm attachment yang berfungsi sebagai Tire Cooler.

Foto di atas cukup detail untuk memperlihatkan kepada sobat sekalian seperti apa jalur dari Ram Air Tunnel yang menyalurkan udara segar dari depan via jalur tengah headstock. bagian tengah dari main frame sudah dapat dipastikan bolong untuk menyalurkan udara dan sudah dapat dipastikan desain dari frame sudah pula memperhatikan efek lubang ini terhadap kekakuan frame secara keseluruhan.

Dari foto di atas dapatlah diperkirakan bahwa radiator bawah merupakan sebuah oil cooler. Hal ini diperkuat hadirnya mulut jalur pendinginan oli yang berada di bak oli dan dekat dengan filter oli. Sobat bisa juga melihat beberapa Probe sensor yang mengukur angka (kemungkinan) suhu/temperatur dari oli. Juga hadir Probe sensor O2 dari leher knalpot. Wihhh detail banget, untuk foto-foto lainnya bisa sobat lihat di bawah ini yaa.

Taufik of BuitenZorg

 

71 COMMENTS

    • Jika di moto3 sudah membuat reverse engine kenapa ya kira kira di motoGP yg i4 engga pakai?
      Bukankah katanya lebih bagus.?
      Mantap tu udara cepet masuk keluarnya pun bisa langsung plong..

      Guest
      • tidak sesedehana itu kayanya… moto 3 mesin 1 silinder, mau di miring kedepan atau ke belakang tetep bisa diapit kaki rider.

        Nah kalo mesin motogp inline 4, bayangin kalo misalnya silinder musti ditegakin buat naro intake dan injektor di depan silinder, otomatis sasis tengah makin lebar dong, makin ngangkang dah tuh rider motogp, nikung juga keganggu karena motor tambah lebar. CMIIW

        Guest
        • Sebenarnya bisa saja dengan mesin tegak , dengan sedikit perubahan twinsparnya. Hanya saja ,Suzi lebih memilih hal yang simple ,dengan sedikit miring k depan..maka bongkar pasang semakin gampang dan dengan sedikit miring tsb ,lumayan mendapatkan kemiripan ala2 V4 secara visual πŸ˜„
          Misal saja dikasih liveri repsol dan cuma sebatas gambar dan d samping ada Marc ,pasti kita semua mengira itu Rcv wkwkww

          Guest
    • Kemiringan mesin bisa diatur adjust ,hmmm boleh juga tuh buat ide modifikasi,mana tau malah bisa mendapatkan sesuatu efek yang positif .
      modal bikin braket buat gantungan mesin. Cooolll πŸ˜€
      Lebih cakep lagi , jika bisa dan sukses ngatur kemiringan mesin yang diinginkan secara Hidrolik , namun bagian2 lain yang berhubungan bisa menyesuaikan secara fleksibel.

      Guest
  1. Maaf nih wak haji tanya, itu rantainya g pernah dikasih pelumas ya.? Kok warnanya bisa karatan/teyengen gitu.?

    Guest
  2. motor motogp atau superbike yang dibuka “baju”nya itu memang menarik dan mengundang kekepo’an yang semakin bertambah..

    Guest
  3. Suzuki ini klo bikin motor prototype bgs mesin & body nya. Begitu bikin produk masal, desainnya kaku & semaunya.
    Ga fleksibel sama mood kebanyakan konsumen. Makanya ga akan bisa jd motor laris.
    Pas ada motornya di region lain bagus, ga di sama in sama region lainnya, ga global produk. Yg desainnya jelek, jd global produk.

    Lihat donk honda, konsumen pgn dual keen headlamp, dibuatin & ciri khas hondanya tetep ada.

    Guest
    • Petinggi Suzuki terlalu kolot. Andai saja mereka dengar masukan para penggemarnya, pasti Suzuki akan laris di segala penjuru dunia.
      Ayo Bangkit Suzuki. Rakyat sudah lelah dengan monopoli si sayap jomblo.

      Guest
  4. fix,, Suzuki cuma butuh Rider yg lebih kompeten seperti Marc Marquez, biar bisa juara,,, motornya udah keren gini,

    Guest
  5. Setahu gw, Suzuki tdk menggunakan crossplane crankshaft.
    Kalau uneven firing mmg yes!
    Tapi kalau crossplane crankshaft no..
    Cmiiw

    Guest
    • Ada yang bahas di artikel lain crossplane crankshaft malah sudah dipakai duluan di Indycar bahkan Ford Mustang V8. Intinya Yamaha tidak memegang paten crossplane crankshaft. Tapi kini dipakai jadi bahan marketing Yamaha sendiri seakan akan Yamaha adalah penemunya

      Guest
      • @dista..mirip dgn “bluecore”..kalo pabrikan lain matenin teknologi (contohnya Suzuki punya SR-VVT)..eh Yamaha matenin “filosofi” alias cuma matenin “nama”..
        epic tu pabrikan guyon..

        Guest
        • Crossplane bukan nama patent, mesin mobil banyak yg pakai termasuk ferrari

          Iya gsx ini flatplane crankshaft tapi firing nya uneven

          Guest
        • Ferrari malahan pake flatplane alias konfigurasi mesin inline 4 biasa (180 derajat) bro
          Gampangnya gini, kalau V8 buatan Amerika biasanya crossplane (Ford Mustang, GM LS Series), kalau Eropa biasanya Flatplane (Ferrari, Lotus). Output suaranya juga jelas beda banget, crossplane lebih grunty, kalau flatplane melengking. Di YouT*be banyak lah komparasinya. Perbandingannya mirip lah kalau seumpama kita compare antara suara yamaha R1 2009+ dan, GSXR1000 misalnya.

          Kasarannya sih, crossplane milik yamaha itu setengahnya mesin V8 amerika yang ‘sisi kiri’.

          Guest
      • semuanya itu sebenarnya teknologi lama yang diaplikasikan pada mesin modern. bahkan desmodromic pun bukan ducati penemunya, meski sekarang populer dipakai ducati

        Guest
    • Crossplane crankshaft mmg sudah lama diaplikasikan di mesin konfigurasi V, terutama V8.
      Tapi untuk mesin konfigurasi inline, Yamaha lah pelopornya.

      Dan mesin Suzuki bukan crossplane crankshaft.

      Bedakan unevent firing order dgn crossplane crankshaft.
      Mesin unevent firing order belum tentu memakai crossplane crankshaft.

      Guest
  6. Wkwkwk

    Selagi mesin angkot marzuki belom pernah juarah tetep aja namanya kasta badut sirkuit

    Wkwk

    Guest
  7. simpel keren ga ngikut yamamah.. mreka pnya filosofi sndiri.
    pa lg liat enginer berjejer gitu pke baju ada wrna putih, jdi kyak dokter lab mau bkin cyborg..
    asli keren, walo pas liat derajat mesin jdi keinget satria 2tak..

    Guest
  8. Motor motor berkonfigurasi inline desainya memang cantik baik itu suzuki maupun yamaha…,kesannya racy look…,beda dgn motor2 berkonfigurasi V yg terlihat kaku

    Guest
  9. Di 2019 juga GSX-RR memperoleh tambahan Swing-arm attachment yang berfungsi sebagai Tire Cooler.

    Emg pembaca disini dani alridge wak πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.