TMCBLOG.com – Pantesan kencang, musim 2020 Dunlop kasih Ban depan Jenis baru untuk Moto2. Seperti kita ketahui semenjak hari Jumat laptime Record Sirkuit Losail Qatar Untuk kelas Moto2 terlihat sangat mudah tumbang. Di hari Jumat Joe Roberts langsung bisa membukukan laptime 1:58,421 dimana ini jelas lebih cepat dari Laptime Rekor sebelumnya 1:58,585 yang dibukukan pembalap Jerman, Marcel Schrotter tahun 2019.

Belum cukup Juga, Laptime 1:58,136 pun dibukukan di Saat Kualifikasi juga oleh Joe Roberts ( dan Luca Marini ). Ini langsung menjadi benchmark Laptime record Baru di Kelas Moto2 Untuk Sirkuit Losail Qatar ini. Selain dikarenakan pengetahuan para Engineer yang lebih bagus utuk setup mesin dan elektronik 3 silinder Triumph 765, salah satu Yang ditengarai menjadi penyebab meningkatnya performa motor di kelas ini secara umum adalah karena mulai mulai Musim 2020 Dunlop Kasih Ban depan Jenis Baru.

Yap Dunlop sebagai Suplayer Tunggal Ban Kelas Moto2 ( dan juga Moto3) menyuplai ban depan Baru. Keterbaruan dari ban Depan ini adalah Soal Komposisi Compound, Karkas Karet dan Juga Ukuran. Stephen Bickley, Senior Race Engineer Dunlop menjelaskan

” Ukuran Ban depan Moto2 baru adalah 125 / 75R17 lebih besar, menggantikan 120 / 75R17 pada ukuran sebelumnya, tetapi dimensi bukan satu-satunya perbedaan dengan ban baru. Jajaran ben depan depan 2020 menampilkan Compound baru dan Carcas baru yang digabungkan dengan teknologi Jointless Belt (JLB). Ini akan memberikan penguatan pada konstruksi ban yang mengontrol Ban saat di kecepatan tinggi dan meningkatkan ketahanan. “

Selain menghadirkan Ban Depan dengan spek dan Ukuran baru, Tahun 2020 ini Khususnya di Seri Austria dan Jepang Dunlop akan juga berencana Mengahdirkan Ban belakang Slick kompon baru Yakni Supersoft. Namun begitu Jika memungkinkan Ban ini bisa mulai dipakai sebelum Seri Austria.

Bagaimana kehadiran ban baru ini bisa berefek kepada Performa Motor? Seperti Kita ketahui tahun 2019 yang lalu di pertengahan Musim Dunlop Menganti Ban belakang Moto2 dengan Ban Yang memiliki dimensi lebih lebar, yakni dari 195/75R17 ke 200/75R17. Dan pada Musim 2020 ini Giliran ban depan yang mengalami update serupa yakni diperlebar.

” More grip area “

Jadi menurut tmcblog Update terakhir ini membuat Ban bekerja Lebih harmonis Untuk mesin 765 Triumph. Footprint atau area Jejak dari Motor akan lebih lebar/luas dan ini akan membuat Grip lebih baik terutama saat Cornering. Lebih cepat saat Cornering artinya Laptime akan lebih baik. Ini pun ditunjang oleh Kehadiran Compound Karet baru ban depan yang menurut Dunlop lebih bisa dipakai untuk mengerem lebih keras dan Lebih telat dibandingkan Spek ban depan tahun 2019 lalu . . . Wah kayaknya Bakalan banyak Rekor baru Musim Moto2 tahun 2020 ini.

Taufik of BuitenZorg

40 COMMENTS

  1. Dunlop bisa ga sih bikin ban pakai ukuran normal? Kesannya selalu cari jalan pintas gedein ukuran ban daripada pusing2 riset kompon. Motogp aja ban depan cuma 120/70 dan belakang 200/65, wsbk malah 195/55. Dulu jaman gp125 dan 250 ban masih bebas juga mereka selalu bikin ban gede sendiri, ban depan gp125 Bridgestone cuma 90/58 Dunlop 95/70 sekarang Dunlop moto3 malah 100/70, 90/80 dan 95/75. Gp250 pun begitu Bridgestone 155/60, Pirelli 160/70, Dunlop 165/70. Sekarang ini moto2 jadi lebih gede dari motogp, gw yakin spek ukuran moto2 lebih cocok buat wsbk. Ukurannya, bukan komponnya.

    Guest
    • Dunlop offside… kesian rider Moto2..
      mesin lemot plus ban besar..
      bakalan kaget ke MotoGP…
      Kalau gini bukan lagi balapan berjenjang…

      Guest
      • Sejak moto2 diluncurin juga udah bukan balap berjenjang sebetulnya. Masa abis naik prototype 125cc 2 tak atau 250cc 4 tak, kemudian naik motor custom yang pakai mesin cbr standar? Dulu awalnya Dorna mau bikin moto2 open, tapi karena yang tertarik bangun mesinnya cuma Aprilia bahkan sampai ada spyshoot nya, Dorna putar otak. Kan tujuan moto2 biar ga jadi omr Aprilia lagi, dipilihlah ide mesin tunggal. Jadi siapa aja boleh ikut tapi mesin seragam. Dari sini sebenarnya esensi kelas intermediet udah ilang. Sampai sekarang aja yang jadi papan atas selain Marquez siapa? Toh runner up maupun juara dunia sejak 2011 – 2019 selain Marquez lulusan GP250 semua. Bukti nyata bahwa penjenjangan via moto2 ga berhasil, sampai-sampai Dorna larang tim2 satelit ambil debutan dari wsbk takut lulusan moto2 ga laku. Imbasnya ya Van der Mark, Toprak, dan bahkan Rea ga dapet tempat. Padahal sebelum era moto2 tim2 satelit ambil papan atas wsbk karena ga kebagian papan atas GP250 yang diambil pabrikan. Gw yakin kalaupun ada lulusan moto2 selain Marquez sanggup juara dunia atau minimal runner up, ga lain ga bukan karena lulusan GP250 udah pensiun atau mulai menua. Jadi moto2 secara level gw rasa memang udah beda dunia. Ibarat moto3 itu tangga dasar, harusnya naik itu ke tangga selanjutnya eh malah lompat ke samping kiri, naik ke motogp bukan tinggal napak lebih tinggi ke tangga selanjutnya malah harus lompat ke samping kanan lagi dan butuh effort lebih.

        Guest
      • One hot lap/time attack emang lebih kencang tpi race paceny lebih lmbat. Lihat aja waktu total pemanang moto2 qatar 2019(baldasari) dan pemanang 2020 (nagashima) fastest lap race 2020 juga lebih lambat dari musim 2019

        Guest
        • Maka dari itu. Mesin 675cc 3 silinder 140 DK dipasangi ban lebih gede dari ban 1000cc 300 DK, pasti bakal banyak power loss di ban. Idealnya 3 silinder cukup 180 aja ban belakangnya, tinggal kompon aja yang menyesuaikan. Cuma kayanya Dunlop males riset kompon, cari jalan pintas gedein ban. Memang sih kontak jadi lebih luas, otomatis nikung lebih tebah tapi ga akan bertahan lama. Tetep aja race keseluruhan bakal lebih lambat karena ban yang lebih berat.

          Guest
  2. Makin enak jadikan black mbeek… jika nanti spining ban blkg ttep trjadi di team motogp…. bekas karkas di amplas habis ban moto2

    Guest
  3. Lama lama..
    moto2 pake mesin SBK 1000cc massal aja… biar kaoskaki bisa ikutan…

    MotoGP mesin prototype 1000cc
    Moto2 mesin massal 1000cc

    Guest
    • WSBK buat ganti moto2, menarik sih tapi nanti “moto2” jadi lebih rame. Siapa sih yang ga mau se paddock sama motogp? Pasti banyak pabrikan maupun privateer turun di moto2 secara cuma tinggal pakai motor sbk. Tapi apa Dorna mau? Ga bakalan dah. Si botak aja bilang wsbk cuma B class.

      Guest
  4. Dunlop pasti dapat masukan dari anak-anak ninja Hatori, yang dimana 250cc 2silinder aja harus besar bannya agar makin moge look Cok…

    Uhuyyy 🔊

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.