TMCBLOG.com – Jika dikesempatan yang lalu, Ducati Sporting Director Paolo Ciabatti memperkirakan MotoGP tidak akan dimulai sebelum Juni / Juli 2020 ini mengartikan bahwa bahwa sebenarnya Ciabatti Pesimis dengan Rencana beberapa Seri ke depan, Minimal 3 seri Jerez, LeMans dan Mugello. Penundaan akan menyebabkan Seri yang tertunda akan ditempatkan di akhir Musim dan tentu itu akan ada Tresholdnya dimana akan menyebabkan kegiatan akan sangat padat dan diperparah dengan tantangan perjalanan antar benua yang tentunya selain akan memforsis Sumber daya dan Kekuatan mental-fisik Seluruh team berikut perangkat yang membawa ‘perabotan lenong’ kesono dan kesini . .

Jika Paolo Ciabatti saat itu memperkirakan bahwa MotoGP 2020 akan diadakan 13 seri, Namun Gigi Dall Igna bahkan jauh lebih ekstrim lagi. Menurut Gigi, keadaan saat ini sementara Wabah COVID-19 menerpa dan membuat habit bekerja pundah menjadi bergaya Work From Home ( WFH) tidak bermasalah karena pada dasarnya orang orang MotoGP biasa bekerja dari mana saja. Namun permasalahannya adalah Pabrik Yang stop Produksi baik Produksi Massal maupun Line Produksi Khusus seperti Ducati Corse yang memperoduksi part motor motor Prototipe seperti Ducati Desmosedici GP20.

“Beberapa hal bisa dilakukan dirumah, sesuatu seperti misalnya simulasi. Namun untuk membangun Mesin kita butuh Ruangan, Butuh orang yang harus hadir di departemen Racing, merakit mesin dan menyiapkan Percobaan. Selain Simulasi Kita juga butuh pengetesan di Tarck dan Orang di Departemen racing merakit mesin dan pergi ke Track Untuk melakukan Pengetesan. jadi pada dasarnya (saat ini) tak banyak Yang bisa dilakukan “

Optimis tapi tetap Realistis

Seperti Kita ketahui dalam beberapa Kesempatan Carmelo Ezpeleta selaku CEO Dorna Sport pemegang Hak siar MotoGP dan tentunya Promotor selalu optimis untuk bisa melakukan banyak Race di Musim 2020 ini dan Bahkan sampai 19 race walaupun memang harus membalap di Akhir tahun, namun Ternyata Dall’Igna berfikir hal itu tidak realistis.

” Niat Dorna setelah pembatalan race di Qatar adalah untuk tetap berupaya melakukan Race sebanyak yang bisa dilakukan, Namun menurut saya itu bukan seperti itu Kasusnya sekarang ini. Jujur menurut saya adalah tidak mungkin mempertahankan semua Seri balap. SebelumyaΒ  adalah benar untuk mencoba ( berfikir kesana), namun kita tidak mengerti betapa seriusnya masalah ini. Sekarang kita menghadapi situasi terkini (di mana) tidak mungkin untuk meneruskan arah ini. Ini sudah bukan lagi merupakan Ide yang realistis. Jelas bahwa kita menghadapi masalah serius dan tentunya Logika Normal tak bisa lagi digunakan, Kita harus menggunakan akal sehat “

jadi apa yang harus diperbuat ? Untuk saat ini Seorang Dall’Igna sendiri tidak memiliki proposal jelas mengenai harus seperti apa MotoGP 2020 ini.Β  “ Menentukan apa yang baik untuk dilakukan adalah terlalu dini : situasinya terus berkembang dan program yang bisa kita buat hari ini, mungkin esok harus diperbaiki total. Adalah Masuk akal untuk menunggu sejenak dan memperhatikan situasi ketika kita memiliki setidaknya skenario yang bisa diandalkan “

10 Seri pun Masih Kejuaraan Dunia

Pernyataan Dall’Igna Masih terlalu Umum dan terkesanΒ  . . jadi maksudnya? Apakah Ini artinya MotoGP 2020 akan tidak ada sama seperti Kondisi Perang Dunia ? Kepada GPOne Dall’Igna menempik pendapat tersebut ” Jujur, saya tidak berfikiran sampai ke sana. Bahkan dengan Jumlah Balapan yang lebih sedikit menurut saya tetap menjadi Keinginan semua orang untuk MotoGP 2020. Ini Opini saya, Saya Optimis. Hanya 13 dari 19 race? Bahkan jika harus dilakukan lebih sedikit dari angka ini, saya tidak malu menyebutnya sebagai Kejuaraan Dunia. Wajarnya dengan 10 balappun masih cukup imbang untuk dikatakan sebagai Kejuaraan Dunia. Bersikeras dengan 13 kali race juga tidak masuk akal, Dengan situasi yang seserius ini peraturan bisa saja berubah untuk kebaikan dari sistem “

Taufik of BUitenZorg

42 COMMENTS

  1. 10seri balap, yang menang 6 x udah auto jurdun , kecuali race di lakukan 2x di sirkuit yang sama mungkin lain cerita itupun kalau waktu nya cukup, karena normal nya motogp melakukan balapan dengan 3 kelas berbeda dalam 1 hari

    Guest
  2. daripada jadwal digeser2 terus,
    kenapa tidak seluruh race GP 2020 di reschedule saja?
    jadi supaya semua tim bisa lebih gampang mengatur peralatan lenong mereka

    Guest
  3. Kesimpulannya karena markes yg ttp jd juaranya… Maka rival beropini seenak udele dewe.. Yg penting setres akut tersalurkan.. Intinya mekaten wak..

    Guest
  4. wajar sih ya orang eropa khususnya italy pesimis karena di sana covid-19 lagi ganas-ganasnya, bahkan di italy sekarang korban jiwanya terbanyak di dunia.

    Guest
    • Karena dari awal mereka ngeyelnya kebangetan soal covid-19 … Ahh cuma flu,batuk, masih tetep nongkrong, kumpul, dll

      Akhirnya Italia yang lebih gede dikit dari pulau Jawa, merebak Coronavirus secara cepat…gara-gata ngeyel dan kurang antisipasi warganya. Bahkan lebih cepat dari China.

      Guest
    • Kata ahli medis China yg ke Italia untuk mengevaluasi disana,katanya lockdown disana masih belum se efektif di China sana dimana masih banyak orang Italia yg keluar rumah dan transportasi umum masih banyak yg aktif

      Guest
    • Ow gitu,,, kalo gitu ternyata orang italy itu ga disiplin juga ya
      Semoga di negara kita ga sampai separah seperti di italy, Aamiin..

      Guest
  5. Intinya italia kemaren msh menganggap remeh si virus..
    Sekarang kalang kabut dankorbannya malah terbesar.

    Guest
  6. Ngoahaha

    Jangan dong!!
    Nanti kalau si biru jurdun bareng
    Ngefbeha Ngeles ngalor ngidul

    πŸ”ͺπŸ”ͺ

    Guest
  7. Realistis aja lah, kalo kita liat update daftar negara beserta jumlah pasien, justru negara-negara Eropa yang jadi tuan rumah motogp punya pasien tergolong banyak dan sampai sekarang grafiknya terus naik. Gw rasa motogp 2020 terutama seri Eropa udah end. Kalau mau maksain 2020 tetep ada motogp, gw rasa dengan kondisi Eropa saat ini 10 seri itu cuma di 1-2 sirkuit paling yang memungkinkan Qatar sama Argentina. Apa iya 5 seri di Qatar 5 seri di Argentina? Wkwkwk

    Itu Eropa ya, anggap aja mereka lebih cepat pulih juni udah pulih, tapi Asia? Malaysia, Thailand, bukannya merendahkan tapi dari segi kesehatan memang 11-12 sama sini, disana pasti lebih lama pulihnya karena pejabat dan warganya ngeyel macam dimari. Ga udah bilang Itali ngeyel, kita lebih ngeyel. Itali mending fasilitas kesehatan memadai, lah kita? Yang di periksa corona kebanyakan yang kaya. Yang miskin ya cuma dianggap masuk angin. Kalau mati dianggap mati usia.

    Guest
  8. Halumu terlalu berlebihan nak..tahun kemarin menang 2 seri..mau jurdun..silahkan pilih 10 seri dengan poin maksimal untuk satu rider yam yam..dan bandingkan dgn perolehan rider dr tim lain..sudah jurdun kah?atau optimis karena winter test?dr tahun 2017 juga selalu cepat waktu winter test..

    Guest
  9. Mending Ga Usah Race Sekalian Full Musim 2020 Tahun Depan saja 2021 , karna sekarsng wabah Civid 19 Luar Biasa bahaya bagi penyelenggara ,bagi team ,bagi Raider asli keselamatan lebih utama !!!!! πŸ”΄πŸ”΄πŸ”΄πŸ”΄πŸ”΄πŸš«πŸš«πŸš«πŸš«πŸ“’πŸ“’πŸ“’πŸ“’

    Guest
  10. Mending Ga Usah Race Sekalian Full Musim 2020 Tahun Depan saja 2021 , karna sekarsng wabah Civid 19 Luar Biasa bahaya bagi penyelenggara ,bagi team ,bagi Raider asli keselamatan lebih utama

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.