TMCBLOG.com – Di era Elektronik saat ini kebanyakan memang hampir semua hal maunya di selesaikan menggunakan elektronik, dunia yang hanya kenal dua angka digit saja kalo nggak nol ya satu. Begitu juga dengan Dunia teknis di MotoGP. Oleh karena itu semenjak Era MotoGP 4 tak Pabrikan seperti belomba menjadi yang terhebat dalam menciptakan State of The art technologi di MotoGP. Namun Memang beberapa tahun terakhir Regulasi membuat Perjalanan adu teknologi ini seakan terhambat oleh sebegitu basicnya teknologi yang dibawa dari kombinasi ECU dan Software Magneti Marelli yang menjadi Championship Electronic saat ini.

Bukan Karena Magneti Marelli Nggak bisa membangun teknologi hebat, namun pihak regulatorlah yang menginginkan hal ini. Tinggal sekarang bagaimana cara Pabrikan dalam menanggapi dan mensiasatinya. Dan yang akan tmcblog ceritakan ini terinspirasi dari apa yang diceritakan Mat Oxley terakhir di Blognya. Yakni Cara berfikiran terbalik atau mundur.

Jika Mungkin pebrikan lain Fokusnya berupaya untuk semaksimal mungkin memikirkan strategi algoritma paling efesien, Namun tidak Ducati. Otak Gigi Dall Igna bermain di sini, sepertinya ia sangat tahu bahwa kesederhanaan dari Elektronik Magneti Marelli harus disiasati dengan cara berfikir yang sebenarnya tidak terlalu diskrit . . artinya tidak dilawan menggunakan Digital, dilawan dengan berbagai perangkat analog.

Boleh dibilang memang semenjak awal Ducati menghadirkan berbagai macam Inovasi Baik itu Winglet yang bertransformasi menjadi Inner wing ( aero wing), lalu di susul Holeshot Devices, terakhir Shape shifter semua itu pendekatannya bukan digital, langsung ke analog. Walaupun memang saat misalnya pendesainan Aero Wing tetap menggunakan Simulasi Fluida dinamika yang penuh dengan algoritma Ngejelimet. Namun pada dasarnya saat solusi yang digunakan dipakai maka pendekatannya sangat Mekanik dan teknis sekali.

Sangat berbeda dengan pendekatan seperti misalnya seamless gearbox atau Torductor yang secara umum agak tersembunyi, namun berbagai penemuan Ducati ini boleh dibilang sangat kasat mata, walaupun alat seperti Ride height Adjuster/ Shape shifter sulit di terka bentuknya, namun saat digunakan terlihat dengan jelas bahwa Shape dari Motor berubah drastis. Devices lain yang penggunaannya diperlopori oleh Inovasi Ducati adalah swingarm atachment dan juga tutup ban depan dan belakang yang disinyalir juga memiliki fungsi aerodinamika . .

Taufik of BuitenZorg

36 COMMENTS

  1. Intinya Ducati cari jalan mudah?sulit?

    Gegara ECU Pirelli ini? Padahal ECU Pirelli ini udah begitu “tak asing” bagi Ducati…

    Ini semacam lika-liku laki-laki ..

    Guest
  2. Lalu kenapa semua pabrikan seakan”latah” ikut bikin + pasang Singlet di motor mereka?

    Simpel saja, mereka tau Ducati itu sangat faham ECU Pirelli, lalu kenapa buat Singlet??? Sesuatu yang janggal..

    Berarti ECU Pirelli ini harus di support Singlet bermacam-macam agar nurut dan motor bisa di Optimalkan power delivery +++

    Makanya ketika HRC “ambil pekerja ex ECU Pirelli” jelas ingin pekerja itu membantu menterjemahkan maunya ECU ini.

    Namun ketika Ducati-Audi sibuk di Singlet.. jelas ada keuntungan

    Makanya semua pabrikan “seakan-akan” ngekor cara Ducati… Padahal mereka hanya berusaha agar tidak tertinggal 1-2 langkah …

    Ducati cari jalan mudah,?? Atau cari jalan sulit???

    Kenapa Marquez yang tetep juara dunia,???

    Hahahaha 😂

    Guest
  3. Lama-lama MotoGP makin primitif,bisa bisa kesalip sama motor superbike mereka cuma terkungkung harga jual yg dibatasi saja,kalo harga teknologi termutakhirnya bisa dikompromi cepat atau lambat akan terjadi

    Guest
    • Bukannya primitif

      Tapi kasih ruang motor massal di input part MotoGP,

      Nanti klo udah dirasa cukup, regulasi di open lagi untuk pabrikan berkreasi di MotoGP.

      Toh operator nya sama, jadi hanya settingan timing aja yang di atur

      Guest
  4. bicarakan winglet,holeshot device,SSG,torduktor.
    pertanyaannya?
    yg ngaku2 pioner anti ngekor penemuannya apa?

    Guest
      • Protol, bengkok, amburadul, gredeg2, dohc acakadut, ngikutin 4valve tp dgn opset 7cc, bunglon colour, bodi bergetar ria, beha2nya dll..

        Guest
      • yang lebih parah nya knalpot double muffler ala suzuki jga di ekorin.
        padahal mereka slalu bacot suzuki Inline 4 kw2an,(angkot).

        catatan sendiri kok dilupain

        Guest
        • mereka itu ya mereka yg selalu suruh catet catet dan catet. barangkali ente orng baru di warung ini jdi gk ngerti

          Guest
    • Yamaha itu pelopor penggunaan swingarm terbalik loh, walaupun kalo di masspro ga bisa dipake karena keganjel catalytic converter jadi kebanyakan pake swingarm banana biasa

      Guest
      • Ayo kita runut satu-satu
        Pneumatic Valve= Aprilia RS3Cube
        Traction Control=Aprilia RS3Cube
        Ride By Wire=Aprilia RS3Cube
        Mounting Sasis Memeluk Mesin=Honda RC211V
        Big Bang=Honda NSR500
        Swing Arm model terbalik=Yamaha YZR-M1
        Crossplane Cracksaft=Yamaha YZR-M1
        Winglet=Yamaha YZR500
        SSG=Honda RC212V
        Torductor=Honda RC213V
        Silahkan tambahin

        Guest
        • @baginda, yg lagi dibahas bukan siapa yg menemukan tapi siapa yg awal mulanya menerapkan di MotoGP, kalo yg dibahas siapa yg menemukan Aprilia pun bukan yg menemukan Pneumatic Valve karna udah duluan ada di F1

          Guest
  5. bapaknya Motogp alias “founding father” juga lagi galau pembalapnya angin2an,

    Sebaik apapun motor si bapak kalo yg naik angin2an ya targetnya cuma “bangga juara 2 dengan kedua ridernya”

    Mungkin sebenernya si bapak juga lagi dilema di sisi lain dapet tekanan dari bossnya boss (Audi group) yg dah nagih kapan mau jurdun tp apalah daya saat ini mayoritas dana yg di kucurin kepake di motor dulu, selagi belom nemu pembalap konsisten yg bisa di colong.
    Wkwkwkwk..

    Guest
    • Kalo mau dapet pembalap bagus dan bisa jurdun, yg di ubah bukan winglet TAPI rubah dulu tuh manajemen tim model MAFIOSOnya.

      Guest
  6. Untuk mengalahkan lawan kita harus lebih baik.
    Lah repotnya kalau sudah merasa lebih baik dari lawan,
    padahal baru juara 2.
    Kita sudah lebih baik ko, dia saja lagi beruntung.
    Motor kita lebih hebat, dia mengambil keuntungan dg belum pembekuan mesin.
    Lalu mereka membuat motor lebih baik dari motor mereka kemarin. Mereka lupa kelemahan dibanding lawan karna merasa lebih baik..

    Guest
  7. makin analog makin sulit untuk pembalap lain menari berirama dengan marc di race minggu, apalagi sepanjang 20 lap dapet salam tempel dari marc, antara gemes mo ladenin tp harus fokus ma analog yg harus di pencet sana sini nantinya…

    Guest
  8. Mungkin krn hny Ducati yg tdk perlu mengaplikasikan analog utk masspro nya yg tdk sebnyk pabrikan lain, dan pabrikan lain msh memanfaatkan R&D dari GP utk masspro. Dan masa depan utk masspro adalah digital..

    Guest

Leave a Reply to Muke Gile Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.