TMCBLOG.com – Eksperimen ‘ Gurney Flap ‘ di Winglet KTM RC16 2020 MotoGP – Jadi ceritanya begini  . . . Pada hari ke dua Peliputan Test Pra-Musim MotoGP Sepang 2020, seperti biasannya karean memperoleh Previlage Karti pass yang bisa ngubek ngubek Pitlane, Maka tmcblog berjalan pelan pelan di depan masing masing Garasi team. Sehari bisa sekitar tiga kali tmcblog melakukan Hal ini. Jalan dari ujung ke ujung lain, mencoba mengemulasi apa yang biasa suhu suhu jurnalis seperti Neil Spalding dan Mat Oxley lakukan . . Diam, tapi mata ini menanar ke arah eksotiknya Motor motor Prototipe 2020 yang hadir di dalam Garasi paddock. Apa saja baik yang menarik, atau tidak menarik pokoknya ambil fotonya, karena bisa jadi berguna di kemudian hari . . dan ternyata benar. Ada satu Foto menarik yang tmcblog ambil di depan garasi KTM factory racing. Dalam foto itu jelas ada Dua unit Motor KTM RC16 Besutan Pol Espargaro sedang diparkir, belum menggunakan warna Livery Official, namun Perangkatnya sudah baru semua, Fairing, sasis, aerobody . . ahhh

Bolak Balik dilihat, Zoom in, Zoom Out ternyata tmcblog menemukan paling tidak ada satu perbedaan pada dua Motor KTM RC16 Pol Espargaro tersebut. Perbedaan itu hadir di Aero Wing depannya, berfungsi sebagai penghasil downforce untuk membantu Sederhanannya Algoritma Elektronik Magneti Marelli dalam membuat Strategi Anti wheelie.

Bukan perbedaan bentuk Aero Wing yang tmcblog peroleh, Namun di salah satu Motor, pada ujung bilah wingnya ada semacam ‘ tanggul ‘ kecil. Nah tanggul ini hadir di Bilah wing atas maupun bawah kanan maupun kiri. Apa yang sedang di lakoni Oleh KTM  ?? begitu tmcblog beguman dalam hati.

Langsung saja tmcblog share di akun Instagram @tmcblog dan benar saja, Sobat sobat tmcblog di sana berhasil aware akan hal ini salah satunya adalah Bro @dhofar016 yang awalnya sudah memperkirakan bahwa itu hal tersebut adalah upaya KTM menambahkan semacam gurney flap. Opini juga dikuatkan Oleh Postingan Nugie di Twitter yang sempat menunjukan hasil virtual Wind Tunnel dari pengaplikasian gurney flap ini . . yep, sangat mungkin KTM sedang bereksperimen dengan Gurney Flap saat itu. namun begitu, Gurney Flap itu sebenarnya apa sih ?

Kisah Mengenai Gurney Flap dimulai dengan Flash Back ke masa silam, Saat dimana seorang Pembalap Amerika bernama Daniel Sexton Gurney (April 13, 1931 – January 14, 2018) atau biasa dikenal sebagai Dan Gurney. Selain dikenal sebagai pembalap pertama yang menggunakan Helm Full face di Balap GrandPrix, Dan Gurney Juga merupakan seorang Penemu yang Visioner, yang boleh dibilang cukup mengubah sudut pandang Para engineer aerodinamika dalam mencari Tambahan grip ke ban Via Bantuan downforce, Ia adalah Pembalap pertama yang memperkenalkan ide Flap Aerodinamika yang akhirnya dikeluas dikenal sebagai Gurney flap.

Gurney Flap awalnya yang hadir berupa sepotong lembaran Logam bersudut dipasang kaku tegak lurus pada tepi wing belakang pada open-wheel racing car pada awal 1970-an. Perangkat ini dipasang mengarah ke atas untuk meningkatkan downforce yang dihasilkan oleh sayap untuk meningkatkan traksi. Dan Gurney mengujinya dan menemukan bahwa Flap tersebut terbukti manjur untuk memungkinkan mobil berbelok dengan kecepatan yang lebih tinggi, sementara juga mencapai kecepatan yang lebih tinggi di bagian lurus lintasan. Ini artinya Ban memperoleh Traksi tambahan yang berasal dari penambahan downforce akibat kehadiran Gurney Flap ini.

Sementara ini tmcblog belum sempat menemukan data data Kuantitatif dari Hasil eksperimen Gurney Flap. Namun tmcblogs empat membaca satu Jurnal ilmiah ( Journal Of Aircfraft ) dengan Judul “Lift Enhancement of an Airfoil Using a Gurney Flap and Vortex Generators” karya Bruce L Strom dan Corry S jang . . Yap di Jurnal ini tertulis ” Lift Enhancement ” karena memang arah tujuannya ke pesawat etrbang yang butuh Liftforce, kebalikan dari Downforce. Itu artinya data data Liftforce yang diukur pada eksperimen windtunnel dari Gurney Flap dalam Jurnal tersebut juga merefleksikan juga efek downforce pada pengaplikasian Gurney Flap aerodinamika Motorsport.

Winglet pada MotoGP, seperti juga Wing pada F1, bekerja berkebalikan Secara umum bekerja berdasarkan prinsip Fisika Bernoulli yang memang setali tiga uang dengan cara kerja sayap pesawat terbang. Jika sayap pesawat Terbang di desain agar menghasilkan gaya tekan ke atas ( lift ) agar Pesawat bisa terbang ke atas, maka di winglet di MotoGP gaya yang diharapkan terjadi bekerja berkebalikan arah yakni gaya tekan ke bawah oleh karena itu disebut downforce yang berguna untuk memberikan tekanan kepada Roda depan agar tidak wheelie saat akselerasi  . . . so Rumus antara downforce dan lift-force di aerodinamika itu mirip . .. Rumus gaya angkat/ Lift itu adalah

dimana :

  • Cl : Coefesient of Lift yang berhubungan lurus dengan Angle of Attack, kemiringan dari sudut dari bilah wing
  • 1/2ρ : Densitas ( kerapatan udara )
  • v : Speed ( kecepatan )
  • S : Luas dari sayap

Dari rumus diatas terlihat bahwa besarnya downforce akan berbanding lurus dengan besarnya Koefesien angkat ( Coefesient of Lift ) atau kalau di downforce adalah Koefesien tekan ke bawah

Nah pada percobaan yang dilakukan oleh Bruce L Strom dan Corry S Jang,  Cl pada Grafik saat Wing diberikan Gurney Flap nilainya di atas Cl saat wing tidak menggunakan Gurney Flap . . dan sadisnya adalah  . . . Nilai Koefesien angkat/ koefesien tekan ke bawah bisa mencapai hampir dua kali lipatnya bila dibandingkan wing tanpa Gurney Flap. Ini artinya dalam Bahasa MotoGP Downforce bisa dua kali lipat dari Aero wing tanpa Gurney Flap.

Sementara grafik di atas dibacanya adalah Variasi dari Koefesien angkat/ Koefesien tekan ke bawah yang terjadi saat ketinggian dari Gurney Flap di Variasikan. Semakin tinggi, maka berdasarkan eksperimen koefesiennnya makin tinggi, atau dalam Bahasa MotoGP, Downforcenya makin besar. Patut sobat Ketahui Gurney Flap yang memang awalnya ditemukan di dunia Motorsport saat ini malah banyak digunakan di Dunia pesawat terbang bahkan sampai ke helikopter segala.

Balik lagi Ke KTM RC16, Jika dilihat dari bentuk ‘ tanggul ‘ kecil diujung Bilah Aero winglet sepertinya memang KTM berupaya bereksperimen dalam memvariasikan jumlah downforce yang dibutuhkan tanpa banyak mengubah bentuk desain awal dari Aero wing. Untuk sobat  ketahui bahwa Tanggul Flap di ujung wing etrsebut bisa divariasikan lebih lanjut Oleh KTM dengan banyak opsi seperti menambahkan sedikit demi sedikit ketinggiannya atau memaju-mundurkan posisi tanggul Flat tersebut dan mencari keseimbangan jumlah Downforce yang dibutuhkan Oleh Motor.

Kurang downforce artinya Motor gampang wheelie, kebanyakan akan membuat Ban depan suffer karena kepanasan akibat terlalu banyak gaya tekan ke bawah yang dideritanya. Yang tmcblog lihat di Garasi Paddock KTM saat itu Mungkin hanyalah satu upaya dari banyak upaya KTM membuat RC16 kompetitif sesegera mungkin.

Update: TMCBLOG sempat bertanya ke pada salah seorang F1 Design Engineer (Aerodynamics) bernama Mark Lane apakah yang dilakukan oleh KTM ini merupakan Upaya Ekeperimen Gurney Flap, dan Ia menjawab Absolutely correct ( Tepat Sekali )  . . . silahkan dikunyah kunyah sob, semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

28 COMMENTS

  1. Insinyur aerodinamika F1 jago nih soal yang beginian…
    Bajak aja insinyur aerodinamika F1 seperti yang dilakukan Aprilia…

    Guest
  2. ko saya sejak awal aga sangsi dengan efek aerodinamika dengan penampang yang tidak seluas wing F1 misalnya yang lebar dan bertumpuk tumpuk.
    Kalau melihat Aprilia terbaru memang lebih logis dalam mengkail Downforce, secara permukaan yang bersentuhan dengan gaya gesek juga lebar…
    Tapi jg saya tau, bahwa efek kecil sekalipun memang sangat diperhatikan.
    Namun juga, Motor dengan winglet membuat penampilannya jadi kurang menarik.
    btw, kalau blogger atau wartawan yang wara wiri dan bebas jepret menggunakan lense super tele untuk foto motor, pernah ga dihubungi suatu tim untuk diminta (dengan imbalan) beberapa gambar detail motor lawan ? ibaratnya jadi intel..

    Guest
    • Pesawat aja belok dan naik turunnya cuma bermodal bagian kecil di sayap dan ekor yang seukuran penggaris kayu 1 meter SD. Kecil banget dibanding dimensi pesawat tapi bisa bikin pesawat muter2 ga lurus doang.

      Guest
      • sepertinya saya kita kudu ngeluarin simulasi atau hitungannnya agar ketahuan efeknya seberapa besar, walaupun di atas itu ada link mengenai hasil pengujian yang dilakukan dalam percobaan wind tunnel dan bahkan tulisannya masuk ke Jurnal Internasional

        Administrator
    • @mamah tua, semua tim sudah paham resiko paddock terbuka dan ada jurnalis yg bebas ambil foto, termasuk “intel tim lain”.
      Jadi setiap tim siap dg resiko itu, semua yg nampak kasat mata pasti akan dikepoin habis2an.
      Komponen rahasia? Pasti diumpetin sedemikian rupa, gak bakal diumbar

      Guest
    • kalo pake lensa super tele malah nggak dapet imagenya, kan deket objeknya 😀
      Saya sih nggak pernah begitu, lagi pula foto saya kan biasa saja 😀

      Administrator
    • coba mi download aplikasi wind tunnel free di android . .. lumayan fun buat lihat efek dari dinamika fluida di aero gini

      Administrator
  3. Btw, katemi gk ada rencana nglanjutin bikin RC8 yak? Padahal yg terakhir IMO desainnya sangar, kaku tapi khas

    Guest
    • MotoGP banyak banget variabelnya . . kalau hanya based on desain sangar . . ini tujuannya penampilan di depan orang atau performa di tarck ? . . menurut saya, parforma di track akan jadi prioritas, walaupun misalnya paling parahnya desain sangat ‘cupu’, cmiiw

      Administrator
  4. ATM. amati, tiru, modifikasi. Amari sayap terbaik, tiru, modifikasi sampai jadi ciri khas KTM. kalau diliat sekilas masih copycat RC213V, tapi dengan improvisasi KTM malah jadi ciri khas KTM itu sendiri.

    Guest
  5. Sasisnya ngk pipa lg cuma lebih d modifikasi menyerupai twinspar.. Kalau masih lembek jg ne motor harus ubah ke twinspar bae sasisnya,itu jika ceo ktmnya ngk keras kepala

    Guest
    • Mungkin WP harus bajak orang kalex atau rekrut karyawan Suter/FTR biar bisa segera bikin twinspar. Ducati aja di era Rossi pake Kalex, Kawasaki ZX-RR dan Ilmor malah murni bikinan Suter.

      Guest
  6. Wah haji…Gurney flap ini apakah termasuk dr komponen kesatuan winglet? Maksd saya..secara aturan kan winglet diatur khusus? Dr design bentuk,ukuran dll.trus harus lolos juga dr tim tek is dorna. Kalo itu tdk diatur kusus brarti legal dong klo nantinya tim moto gp nerapinnya lalu bisa mngubah2 ukuran dan angle attact dr gurney flap selama dia tidak di luar di wenglet atau selama dia tempatnya didalam ngumpet winglet?tim jadi lebih leluasa

    Guest
    • ya sudah pasti, gurney flap ini akan jadi salah satu kesatuan dari Homologasi desain, Jadi setelah misalnya KTM menggunakan nya untuk race, Di regulasi terbaru 2020 ini saat Ngelepas Gurney flap saja artinya sudah menggunakan aero body baru, cmiiiw

      Administrator

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.