TMCBLOG.com – Nama ILMOR berasal dari gabungan dua pendiri perusahaan ini yakni Mario ILien dan Paul MORgan. Kita mengetahui bahwa Ilmor GP menggunakan motor prototipenya yang dinamakan Ilmor X3 untuk melakukan debut di balap Grand Prix sepeda motor tahun 2006 tepatnya di dua seri terakhir GP Estoril dan GP Valencia. Ilmor X3 adalah motor bermesin 800 cc dimana MotoGP 2006 adalah tahun terakhir regulasi kubikasi 990 cc. Jadi saat itu Ilmor 800 cc berjibaku melawan motor-motor dengan kubikasi berbeda hampir 200 cc di atasnya. Walaupun dua kali debut di GP 2006 lebih merupakan sebuah tes ketimbang kompetisi, Garry McCoy saat itu meraih dua point, dan tercatat sejarah menjadi point-point pertama motor prototipe 800 cc sepanjang sejarah MotoGP.

Ilmor GP sendiri hadir di MotoGP bukan dengan latar belakang kaleng kaleng. Mereka memiliki pengalaman di Formula 1 sebelumnya dengan bekerjasama dengan Mercedez-Benz memasok mesin untuk team Sauber F1 dan McLaren F1 sampai dengan tahun 2001. Setelah Mercedes-Benz memutuskan untuk membuat divisi pengembangan mesin sendiri bernama Mercedez-Benz High Performance Engine Ltd, Ilmor pun jadi lepas dari Mercedez-Benz dan membentuk Ilmor Engineering Ltd. Dengan berbekal pengalaman di F1 ini lah mereka berkolaborasi dengan perusahaan pembuat sasis asal Swiss, Suter Racing yang juga berpengalaman membangun sasis Kawasaki ZX-RR untuk mendevelop ILMOR X3.

Pict : MotoGP Technology 3rd ED

Mesin ILMOR X3 merupakan mesin V4 dengan sudut Vee antara pasangan silinder membentuk 70ΒΊ. Mesin yang dibangun oleh Ilmor GP sangat kompak dan menggunakan sistem Single Gear-train Driving untuk kedua sisi depan dan belakang pasangan silindernya. Pada debutnya di akhir musim 2006, mesin ini sudah menggunakan kopling kering, Pneumatic Valve Spring, dan elektronik yang merupakan pasokan dari McLaren. Satu yang juga unik dari motor ini mereka memiliki inersia Crankshaft yang sangat rendah kala itu dan baru dinaikkan pada musim 2007.

Pict : MotoGP Technology 3rd ED

Saat itu Mario Illen punya keinginan untuk membuat mesin yang dijejali Crankshaft Inertia serendah mungkin. Kita pernah tahu di sekitar tahun 2017-2018 kasus Yamaha M1 yang dijejali kruk as dengan inersia ringan ini. Motor mudah spin yang kesulitan handling yang disebabkan efek giroskopik crankshaft. Sepanjang dua race debut Ilmor di 2006, test dan race di awal 2007, para engineer Ilmor – yang memang banyak berbasiskan disiplin ilmu motorsport Formua 1 – bingung sama pembalap mereka saat itu; McCoy, Andrew Pitt dan Jeremy McWilliams. Para engineer ini sering banget mengulik respon karakter mesin di tikungan. Jurnalis David Emmett pernah menuliskan di tahun 2007 bahwa para engineer bertanya ke pembalap “Kenapa kamu nggak bisa mempertahankan RPM mesin di angka 15.000.”

Para engineer Ilmor pasti tahu bahwa semua power dan torsi yang dihasilkan pada RPM tinggi akan dibebankan pada karet yang bersentuhan dengan aspal, namun apakah mereka tahu bahwa saat menikung itu area kontak karet ban dengan aspal sangat minim? Yap pertanyaan bernada permintaan ‘gila’ untuk menggantung rpm di angka 15 ribu ini mungkin didasari pengalaman mereka bertahun-tahun membangun mesin balap di atas empat roda flat yang juga memiliki downforce melimpah sehingga walaupun rpm mesin ditahan tinggi di tikungan, keempat rodanya masih bisa menjejak maksimal ke permukaan aspal bahkan ketika menikung.

Pict : MotoGP Technology 3rd ED

Entah para engineer itu ngerti atau kelupaan juga makna dari putaran rpm tinggi itu artinya semua part yang berputar di jeroan seperti Crankshaft, Generator, dan Camshaft akan menghasilkan gaya giroskopik yang akan membuat susah untuk membanting motor saat berganti arah nikung kanan ke kiri dan sebaliknya.

Saat itu memang sepertinya banyak orang yang mengerti Formula 1 gregetan ingin mebuat mesin paling powerful buat MotoGP. Sebelumnya Cosworth di Aprilia membangun RS-Cube, lalu Ilmor . Jika Ilmor atau siapapun yang hadir dari Formula 1 ke MotoGP hanya bermodalkan pengetahuan menghasilkan power dan torsi mesin yang besar namun minim dalam mengerti secara menyeluruh soal dinamika mesin sepeda motor dan perbedaannya dengan mobil Formula 1 dalam hal pegendalian dan keseimbangan antara power, torsi dan grip ban maka akan sulit mereka untuk kompetitif.

Pada dua kali penampilan pada akhir musim 2006, McCoy membawa Ilmor X3 finish pada posisi terakhir P15 (pembalap lain DNF) dan mengoleksi total 2 Point. Di musim 2007 Ilmor X3 hanya hadir sekali yakni di GP Qatar dimana Andrew Pitt menyudahi race lebih dini dengan masuk Pit di lap ke 15 sementara McWilliams nggak ikut start. Ilmor langsung menyatakan mengundurkan diri dari Grand Prix setelah itu dengan alasan kesulitan finansial dan tidak tampil di seri kedua Jerez. #Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

50 COMMENTS

  1. dan syukurlah 2 unit motornya masih terawat rapi di swiss disimpan sm suter 😎 1 motor 2007 tanpa nomor di showroom markas, 1 lagi 2008 klo gak salah ex McWilliams di garasinya yg bbrp bulan lalu baru dipanasin…

    Guest
  2. Kalau gak salah ada yang komen dimotor ini juga ada sensor kemiringan yang akan memutus pengapian beberapa silinder untuk mencegah motor crash saat motor miring dengan sudut tertentu diwaktu tertentu, sayangnya fitur ini menjadi senjata makan tuan, menurut info saat menikung ditikungan tertentu fitur ini mematikan 3 silinder jadi sang pembalap balapan cuma pakai mesin 200cc
    Terus pabrikan ini kayaknya sangat memaksa memakai disiplin ilmu 4 roda F1 di moto GP

    Guest
    • Wah menarik untuk dibahas itu (udah blum ya)
      Kenapa Honda dengan Shuhei nya (yg juga dari F1) bisa sukses di MotoGp

      Guest
    • Shuhei Nakamoto padahal waktu di F1 adalah yg bikin performa HondaF1 jeblok hancur lebur…
      2006, RA106 rancangan Geoff Willis berhasil dapat 1 Pole di Albert Park dan 1 Win di Hungaroring lewat Jenson Button dan finis P4 di klasemen konstruktor…
      ehh 2007, pas Nakamoto masuk jadi chief aerodynamics gantiin Willis, mobil Honda RA107 bener2 mobil dengan efisiensi aero paling parah dan minim downforce…
      2008 sama aja, karena rata2 tim F1 mendesign mobil season berikutnya dari tengah tahun musim sebelumnya…
      sampai akhirnya hire Ross Brawn untuk buat mobil musim 2009, tapi Honda terpaksa mundur diakhir 2008 dgn alasan krisis ekonomi global…

      Guest
  3. Memang susah sih nerapin disiplin ilmu F1 ke MotoGP kalau hanya mengandalkan power sm torsi. Betul wak haji. Banyak faktor yg harus diperhatikan juga. Karena kodratnya MotoGP yg cmn punya 2 roda. Artikel nya as always, bermanfaat wak haji.

    Review singkat Mazda 2 Sport AT 2012
    https://youtu.be/9zWwzPBvyys

    Guest
  4. Power saja gk cukup buat sekelas motogp karna minim grip beda dgn f1. Kalo buat power gila saja sekelas honda sangat mampu tp apa g mikir efeknyaπŸ˜‚

    Guest
    • ya sama aja mas, di F1 power aja nggak cukup, aero juga penting. Ferrari tahun kemaren power paling gede, tp cuman jadi runner up kan? (padahal kita tahu aero SF90 tidak termasuk buruk)

      Guest
    • ente kira F1 cukup sama power gede doang?
      SF90 power paling gede tahun kemaren, tp yang juara Mercy.

      Guest
  5. Macam mana naik motor trus nikung di 15000 rpm? Mau liat pembalap high side tertinggi dalam sejarah?

    Guest
    • Mesin KR5 dari KTM, bukan Proton. Yang unik adalah sejak dulu KTM selalu berusaha copy Honda. Sekarang RC16 aja dimiripin sama RC213V.

      Guest
  6. inersia Crankshaft yang sangat rendah + nikung dengan rpm 15.000 = ban slide parah = dnf

    Kok para engineer nya Oneng Banget yak
    kecil kemungkinan ada rider yg bisa begitu, yg ada pasti dnf lah rider mereka
    Apa mereka terlalu fokus riset mesin hingga lupa faktor lainnya seperti ini
    Apa g di ketawain sama engineer lainnya kalau tw perkataan mereka, gile bener

    Mungkin Lo y Mungkin, rider yg suka ngesot2 kaya mm or cs pasti bisa mengimbangi kl disuruh engineernya begitu
    Y salah satunya McCoy yg punya riding style ngesot2 pun bisa dapat angka

    Guest
  7. Mungkin dulu kl mereka dapat ECU Asimo HahReCe bisa kali jadi motor papan atas
    Wong stopie sambil nikung j bisa, apalagi cuma ngesot2 doang
    Wkwkwkwk

    Guest
  8. Ini motor cocok di bawa kang tahu yg suka ngesot2 di gunung Akina……yeah

    Wait wait wait
    Di belakang kok langsung ada yang nyanyi……..

    Dejavu i been this place before…….
    πŸ˜‚βœŒ

    Guest
    • Higher on the street
      And I know it’s my time to go
      Calling you and the search is mystery
      Standing on my feet
      It’s so hard when I try to be me uoooh!

      Guest
  9. Mereka terlalu jumawa,berpikir mereka dr F1 akan mudah untuk menang di MotoGP padahal kenyataan di lapangan beda

    5tak itu juga gagal ya?

    Guest
  10. Oy Wak ini mesin 5 stroke juga bukan?
    Kalau y kok pakai v4 y?
    Kl di YouTube kebanyakan pakai 3i atau kelipatannya
    Atau mekanismenya berbeda?

    Guest
  11. Garry McCoy tukang sliding dapet motor yg over power, kalo dilanjut mungkin bakal kesenengen, tp ya jadi lupa kalo lagi balapan.

    Guest
  12. Mungkin itu mesin kalo ditempelin di sidecar akan lebih pas, partner buat bantu beloknya juga harus responsif
    Tapi biasanya cukup pake mesin 600 sih biar gak terlalu bahaya buat pilotnya πŸ˜…

    Guest
  13. Saya malah dulu ngiranya Ilmor ini pake mesin ZX-RR tapi dengan sasis sendiri pas liat buritan sampai ke tangkinya yg mirip ZX-RR, ternyata mesinnya juga bikin sendiri.
    Oh iya kalo ga salah dulu Moriwaki juga pernah bikin motor pake mesin RC211V juga ya?

    Guest
    • Keliatan mirip karena sasis dan fairing buatan Suter. Masing2 fairing agak beda dikit karena baik Kawasaki maupun Ilmor develop sendiri dari yang awal dibikin Suter, kasarannya pabrikan masih poles dan finishing sendiri fairingnya pakai sentuhan mereka.

      Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.