TMCBLOG.com – Adu mikrofon antara Honda dan Ducati terus berlanjut. Dimulai ketika Ducati mengeluh soal kondisi Italia yang tidak memungkinkan pengembangan motor sementara pabrikan Jepang bisa melakukan apapun yang mereka suka terhadap pengembangan mesin. Seperti biasa walaupun pabrikan Jepang ada tiga Honda, Yamaha dan Suzuki, namun sasaran bidik Ducati dari masa ke masa adalah Honda. Entah ada hubungannya atau nggak, namun permasalahan ini sampai membuat Dorna menerbitkan regulasi Khusus homologasi Virtual Mesin MotoGP di maret 2020 yang lalu. Setelah regulasi ketok palu, Honda hadir dengan elegan sambil membawa fakta bahwa pabrikan mereka lah yang sebenarnya yang paling siap menyambut musim kompetisi 2020 karena tanpa diketahui pabrikan lain mereka sudah menghomologasikan mesin di Qatar 2020 walaupun akhirnya kelas MotoGP dibatalkan saat itu.

Ini membuat banyak orang terhenyak, dan ini seperti sebuah jawaban elegan Honda atas sinyalemen tuduhan bahwa seakan Honda menjadi salah satu pabrikan yang diuntungkan dari mundurnya jadwal gelaran MotoGP tahun 2020 ini. Honda sepertinya tahu Ducati mulai membidik, namun mereka tidak langsung membalas. Biar pengumuman dari Dorna yang menjadi peluru balik ke Ducati. Honda main dengan tangan yang bersih dan bahkan tanpa melakukan serangan balik sama sekali saat itu.

Seperti kita ketahui fakta bahwa Honda merupakan pabrikan paling siap di Qatar beberapa hari yang lalu kembali dibentrokan ke Ducati dalam hal ini Sporting Director Paolo Ciabatti. Dan kala itu Ciabatti hanya bisa menjawab β€œTidak ada yang pernah berpikir ada orang yang ingin terlibat dalam permainan bisnis, tetapi ada situasi yang jelas untuk dihadapi: Eropa diblokir, dan Jepang terus bekerja seperti biasa. . . ” Sambil setelah itu menunjuk Alberto sebagai sosok yang suka membuat kontroversi yang sia-sia dan steril. Soal Puig yang suka kontroversi ini banyak sekali dinaikkan oleh media media motorsport di Eropa sebagai Judul headline yang hot.

Pesan Buat Ducati

Dan sepertinya Alberto membaca komentar Ciabatti Ini. Dalam Podcast MotoGP berbahasa Spanyol yang bernama Mapping-8, Alberto Puig menjelaskan perihal latar belakang mega-kontrak 4 tahun HRC dan Marc Marquez yang ujung ujungnya seperti ‘memberi kado pesan ke Ducati’.

“Kami harus menjernihkan satu hal. Perpanjangan kontrak 4 tahun Marquez (sebenarnya) tidak mengejutkan banyak orang selain pabrikan yang banyak berhubungan dengan situasi ini. Mari kita jernihkan. Adalah penting untuk bicara dengan jelas. Fakta bahwa kami telah mempertahankan pembalap terbaik di dunia selama 4 tahun telah mengacaukan sesuatu. Dan Anda, Anda adalah rival saya, Anda tak akan bisa mendapatkannya.” Begitu kata Albeto Puig yang dalam penjelasannya tidak menyebut nama pabrikan apa lagi nama personal yang ia tuju. Namun sebelum ini kita sudah mahfum kita bahwa Marc Marquez memang jadi salah satu incaran Ducati.

“Sebelum ini, kontrak hanya dilakukan per tahun, lalu kebiasaan berubah jadi setiap dua tahun, sekarang kami telah melakukan dengan empat tahun. Kami menjadi yang pertama melakukannya. Siapa bilang hal ini tidak akan jadi trend ke depan? Kita lihat siapa yang punya ketertarikan melakukan hal serupa ke pembalap yang paling menarik seperti Marc Marquez.” Begitu Puig mengakhiri kalimat yang bernada ‘challenge’ ini #Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

74 COMMENTS

  1. Tp stelah 4 tahun….ducati bisa berpikir 4 kali brooo….dn dlm 4 thun mungkin seseorang kan datang sbgai superstar baru…

    Guest
    • Super allien itu biasanya 1 dekade muncul, 10 thn.

      Dan belum ada rider pesaing yg sekarang menunjukan dia allien.

      FQ emang cepat dgn ymh, tapi dgn V4 belum tentu.

      MM itu sepeti Gohan diseri Super seiyan,

      Selalu bertambah keinginan untuk menambah kekuatanya jika hadapi musuh baru.

      Dan Jl dan Fq itu spt bejita.

      Guest
      • Betul itu…tp stlah 30 thn usia g akan berbohong…psti tensinya da ada pnurunan mski yaaaa…msih alien juga

        Guest
    • Yapp, stlah 4tahun marc jg gk akan “dijual”, kalo ada alien baru ya tandemin aja tuh ama ha er se

      Guest
    • Kejamnya waktu. Perasaan baru aja baca artikel tmcblog.com di tahun 2015-akhir, lalu 2016-awal.

      Banyak Fans Marc membanggakan karena anak bau kencur itu pas ikut kelas dewa langsung jurdun 2x berturut-turut.

      Dibalas :
      Pak Dokter lebih dari itu. 2x berturut-turut mah biasa. Gak spesial samasekali Marc. 2015 aja terbukti KO. Dan 2016 ini sepertinya masih jadi musimnya Yamaha juga. Pak Dokter pasti dapat gelar ke-10 tahun ini.

      Dan musim 2016 pun terus bergulir.
      Musim 2017 juga bergulir-bergulir-bergulir, dst.

      Gak nyangka juga sih waktu berlalu cepet banget

      Guest
    • Kejamnya waktu. Perasaan baru aja baca artikel tmcblog.com di tahun 2015-akhir, lalu 2016-awal.

      Banyak Fans Marc membanggakan karena anak bau kencur itu pas ikut kelas dewa langsung jurdun 2x berturut-turut.

      Dibalas :
      Pak Dokter lebih dari itu. 2x berturut-turut mah biasa. Gak spesial samasekali Marc. 2015 aja terbukti KO. Dan 2016 ini sepertinya masih jadi musimnya Yamaha juga. Pak Dokter pasti dapat gelar ke-10 tahun ini.

      Dan musim 2016 pun terus bergulir.
      Musim 2017 juga bergulir-bergulir-bergulir, dst.

      Gak nyangka juga sih waktu berlalu cepet banget

      Guest
  2. Challenge diterima dgn Ducati mengontrak Dovi 4 tahun,karena ketua mereka suka jadi Runner up πŸ˜‚πŸ˜‚

    Guest
    • Kasihan ya DOVI ZONG CUMA SELEVEL PEMBALAP KELAS 2 DAN GAK DIANGGAP,APLGI AD QUARTARARO🀣🀣🀣🀣,MAKIN TENGGELAM DAH,VI DOVI LO KAPAN NYADAR DIRI TRUS PENSIUN AJπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

      Guest
  3. Apa yg sedang terjadi saat ini adalah seolah2 ga ada pembalap anti Marquez. Dan sejauh ini mmg seperti itu.
    Dovi yg hattrick runner up pun masih jauh dari angan2 untuk menjadi rival sepadan Marquez.
    Fabio masih ranum, bahkan belum memenangkan sekalipun balapan.
    Bahkan pemenang Moto2 tahun sebelumnya pun masih seorang Marquez. Morbideli yg juara sebelumnya tidak bisa diharapkan, lebih buruk, rasanya malah seperti ga ada yg spesial.

    Dalam 7 musim terakhir sejak Marc datang, rasanya rivalitas yg bener2 sepadan hanya ada di diri Valentino Rossi dan Lorenzo. Itu pun hanya sampai 2016. Di tahun itu mereka juga sudah cukup berumur.

    Jadi tantangan untuk ngasih kontrak 4 tahun buat pembalap selain Marquez itu cukup gambling rasanya.

    Guest
    • setidaknya dengan meng-keep Marc hingga 4 tahun, Repsol team tidak perlu khawatir untuk (potensi) melawan Marc di masa-masa emasnya (under 32y) menggunakan motor pabrikan lain. Development motor relatif akan lebih terfokus.
      Setelah (4 tahun) itu HRC mungkin sudah menemukan & dapet talent-talent muda (Alien baru) yg lain yg mau coba untuk di “orbit” (toh juga udah satu 1 decade).
      Setelah masa emas itu, HRC mungkin juga udah tidak masalah untuk “melepas” si Marc.

      Sementara itu, sampe saat ini yg dilakukan tim Duc-duc untuk mendapat pembalap utama, (yg terlihat jelas) hanyalah dengan membajak pembalap “yg udah jadi”, dan bekas dr tim pabrikan jepang dengan iming2 tawaran kontrak besar.

      sebelum CS kabur, ngontrak NH
      NH mandek ngontrak VR
      VR mendek & kabur, ngontrak AD
      AD mandek, ngontrak JL
      JL “kabur”, mau coba ngontrak MM, JM malah dibiarin disatelit

      ga dpt MM, FQ diincer ,
      ga dpt FQ, MV diincer,
      ga dpt MV, AR diincer en ga dpt juga
      payah nih si “tukang” bajak pembalap dr tim Jepang

      Guest
  4. Masih penasaran, jawaban counter dari tim merah negeri mafioso gimana..?

    Masa cuma sebatas blokir doank, g ada balasan lainnya..?

    Guest
  5. Honda seperti takut banget kehilangan Marc Marquez, sampai-sampai dikontrak 4 tahun bahkan Puig mau Marc sepanjang kariernya ada di Honda.
    Apa Honda tau dibakal kesulitan tanpa Marc Marquez ? πŸ€”

    Guest
  6. Menohokk…
    Dipikir pikir lagi ducati terlihat cerdik, tapi tidak main pintar.
    Kenapa tidak bergrilya?
    Harusnya mereka legawa.. Mengakui rival lebih baik, lalu berusaha lebih baik. Tanpa menonjolkan faktor A, B / C yg paling dominan.
    Pembalap? Kalau memang suka, punya uang tembak sejadi jadinya tanpa perlu pendekatan mic. Dan jangan lupa, perjenjangan itu perlu jangan hanya berharap ampas pabrikan lain.
    Jempol buat honda..

    Guest
    • kalau mau kuat2an duit susah cuy, soalnya repsol honda juga banyak duit
      nah makanya mereka juga main mic, sayangnya sekarang yang pegang repsol honda jago juga dalam urusan per-mic-an wkwkwkwkwkwk

      Guest
  7. Sombong banget Puig…

    raut muka gak bisa boong, marq kelihatan no enjoy …
    alih2 adikknya diangkat jd tandem….

    Guest
    • Definisi sombong itu gimana si? Wkwk kalo mbahas petinggi2 motobiji, justru petinggi2 ducati yg memulai ajang psywar ala italiano di mic. Petinggi pabrikan paling kalem sizuki

      Guest
  8. honda dengan team racing mandirinya seneng nih punya org macam alberto, mirip suppo tp dengan gaya matador, suppo lebih kalem (mafioso) tp sama2 bisa menjawab! memang kontrak 4th marc dengan team racing mandiri honda itu hal biasa, lumrah…yg ngerasa jengah dan risih siapa di sini, hayo tunjuk tangan??!!!

    Guest
  9. Honda blockpass manuvee Ducati. Dengan kontrak 4 tahum kalaupun Ducati bisa dapetin Marquez ibarat tambang udah tinggal keraknya doang. Ducati paling cepet dapetin Marquez saat usia dia 32 tahun, udah terlalu tua buat adaptasi ke motor baru dan di saat yang sama HRC malah bisa dapetin bibit muda karena Quartararo di tahun itu baru 25 tahun. Cerdik juga. Intinya HRC cuma mau nunjukkin, kamu gak bisa dapetin Marquez kemudian menang mudah.

    Guest
    • Memang benar, taro itu didikan hodna dan nanti pasti akan ke hodna di team kedua biar beradaptasi mesin V baru akan dimasukkan team utama oleh HRC.
      Semua pembalap di dunia berebutan ingin nyemplak RC213V tapi HRC harus mengaudisi dulu.

      Guest
  10. Punya akselerasi & pengereman terbaik se-grid motojipi. No doubt gak ada masalah kalo mau adu tarikan di straight. Honda yg meningkat tajam di 2019 aja masih belum cukup untuk jabanin keperkasaannya.

    Belum nemu pembalap yg klop aja sih kayanya. Biar bisa nyombongin diri ke Puig.

    Eh, sekarang aja spesialis runner up udah congkak bet ya gimana kalo jurdun. Gatau kayak apa dah sombongnya 🀣

    Guest
  11. tp tetep harus di ingat bos diatas langit masih ada langit, tak ada jaminan yg diatas akan terus diatas dan yg dibawah akan trus berada di tempat itu krn pengendali kehidupan itu bkn ente.

    Guest
  12. Yamaha hanyalah butiran debu, ga usah ikur campur lawan pabrikan pabrikan besar, nanti bangkrut πŸ˜‚

    Guest
  13. Biasa tu duel debat Honda vs Ducati. Ndak di balapan maupun di perdebatan, Honda Dan Ducati tampak saling serang satu sama lain. Ya memang duel Honda vs Ducati spt duel abadi kedua pabrikan tersohor di MotoGP. Ya krn Honda ingin jadi pabrikan nomor satu di dunia makany berani2ny serang terang2an ke Ducati. Padahal jelas2 klo soal power d trek lurus, masih menang Ducati. Tapi Honda sudah jelas kalah power dengan ducati, ya ngaku kalah aja!!! Bukanny ngaku kalah tapi honda malah masih berani serang Ducati dan menganggap Honda lebih baik dr Ducati dalam setiap balapan MotoGP. Ya lebih baik di setiap balapan era MotoGP sekarang ini krn skill Marq Marquez yang akhirny bisa trus membawa Honda utk terus juara dalam setiap balapan MotoGP. Ingat, Rajanya horsepower tu tetaplah Ducati!!! Honda kalah power ya udah ngaku kalah aja!!!! Honda tu memang terkenal licik dan sombong!!!!

    Guest
    • @Ivanz

      Horsepower aja ga cukup lah om buat juara dunia

      Lain cerita kalo ducati balap liar ngedrag lawan Mio oberbore berhadiah cabe-cabean wakakak

      Guest
    • namun nyatanya motogp itu balapan circuit
      bukan drag race
      HP itu penting tp bukan segalanya
      yg paling baik itu motor balance
      apa gunanya lu unggul rata2 4km/jam di trek lurus (yg cuma ada sedikit) TAPI kalah rata2 12km/jam nyaris di TIAP tikungan ??

      jika CUMA make perhitungan HP maka rider M1 sekalipun akan sangat jarang jurdun karena motornya dr dulu terkenal dangan kehebatan sasisnya ketimbang HP.
      Nyatanya duc-duc kesayanganmu itu rider jurdunnya baru SATU kali dikelas motogp dan itupun cuma diera 800cc serta itupun perlu bantuan rider ber skill alien macam Stoner pula
      Hon-hon licik sombong ??? yakin ga kebalik ??
      Dovi yg banyak juara 2 aja sempat tidak diapresisasi ama manajemen duc2 karena dianggap tidak serius dan tidak berani nyentuh limit
      klo hon-hon pelit & efisien sih iya (maklum korporat besar)

      Guest
    • Orang yg gak tau sejarah MotoGP ya gini. Honda itu pabrikan besar yg sudah mencetak banyak juara dari motoGP jaman dulu. Ducati cuman pabrikan baru di motoGP yang sudah besar kepala cuman gara2 bisa jadi Runner up 3 kali. Padahal kalau di flashback ke jaman dulu mereka gak ada apa2nya dibandingkan MV Agusta yg sama2 dari Eropa yg sudah banyak mencetak juara seperti Honda.

      Guest
    • lo baca komiknya pendiri honda a.ka. Soichiro Honda aja dulu bro jangan seenaknya komen seperti ini…

      Guest
    • Kapan ya Honda nggak ngaku kalah power dibanding Ducati, mereka mengakuinya kok, kalo nggak ya nggak mungkinlah mereka mengumbar ke publik untuk 2019 kemarin salah satu fokus mereka itu optimalisasi akselerasi di straight untuk ngimbangi power Ducati, makanya ada trail and error mulai dari gigi 1 dan 2 mereka.

      Guest
  14. Alien yg katanya cuma ada 1x dalam 10-15 thn . Biasanya akan selalu jurdun dr kelas 125cc dan 250cc kyak rossi. Dan marquez jg sama. Quartararo bukan apa” Cuk. Aliennya msih main minimoto skrg baru hadir ke publik setelah mm usia di atas 30 thun.

    Guest
  15. Ducati itu pingin nya Rossi pensiun di Ducati secara Orang Italia dan Pabrikan Italia marquz mah bisanya pake honda gak sebanding sama Rossi

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.