TMCBLOG.com – Sobat Sekalian di Artikel dini hari ini tmcblog mau sobat lihat beberapa hasil pengujian empiris Yakni Adu Top Speed dari paling tidak 3 Model Sepeda motor yang dicoba oleh Majalah kenamaan Jepang Auto BY yang selalu bekerja sama dengan tmcblog yakni Honda CB125R, Suzuki GSX-R125, Dan Honda Monkey 125 . . . Sebenarnya tujuannya tidak untuk membandingkan CB125R dengan GSX-R125 karena memang kedua Motor ini tidak hadir untuk Pasar Indonesia, Lebih untuk mencari referensi Top Speed dari Motor mungil Honda Monkey 125 . .

Pengetesannya dilakukan oleh Satu orang saja yakni Test Rider Perempuan dari auto By baik untuk ke tiga motor ini dan dilakukan di sirkuit yang sama sob dengan gaya tuck in yang sama  . . dan hasilnya Yang diperoleh adalah

Suzuki GSX-R125 dibekali mesin 124,4 cc satu silinder DOHC 4 valve berpendingin cairan dan ketika digeber di straight diperoleh Top Speed On speedo 138 km/jam di rpm 11000 gear 6 . . wih hampir menyentuh 140 kmjam yaaa

Sementara itu ketika menggunakan Honda CB125R neo Sport cafe Yang tentunya tidak dilengkapi dengan Fairing (Gesekan udara lebih tinggi ) diperoleh Top Speed 136 km/jam On-speed di Gear 6 Hampir Red line ( maap Nggak kebaca berapa rpmnya ). CB 125R sendiri menggunakan mesin 125 cc satu silinder 2 valve SOHC berpendingin cairan.

Saat Test Ridernya menggunakan Motor mungil yang ngegemesin Honda Monkey 125 ternyata Bisa tembus top speed 123 km/jam On-Speedo. Mesin Monkey 125 adalah mesin yang paling  sederhana di antara ketiga motor yang ditest yakni mesin satu silinder ‘tiduran’ 124,9 cc dua klep berpendingin udara . .

Terlihat memang diantara ketiganya GSX-R12 paling tinggi Top speednya. Di luar Kubikasinya yang sama sama 125 cc, namun memang ketiganya sangat berbeda segmentasi. Patut di catat juga bahwa kesemua hasil top speed ini diukur menggunakan Spedometer dari masing masing Motor dimana tingkat keakuratan saat dibandingkan dengan pembacaaan speedometer berbasis GPS pun bisa berbeda beda . . . Namun dari sini terlihat bahwa walaupun mungil, Honda Monkey Bisa juga tembus di atas 100 km/jam ya ?

Taufik of BuitenZorg

48 COMMENTS

  1. Saya sebagai pemakai Supra x 125 merasa banggaaaaa karena mesinnya sama

    But wait, Supri saya j naik ke 110 aja dh kaya suara helikopter
    Gimana monkey ini
    Ada videonya Wak?

    Guest
    • Itu karena supra banyak body plastiknya, kalo monkey kan bodinya gak banyak plastiknya, apalagi produsen dan harganya juga beda.

      Guest
    • Suara helikopter itu muncul akibat kopling ganda yang udah aus. Biasanya selain aus rumahnya juga peyang makanya muncul bunyi wung wung wung. Udah penyakin khas bebek Honda itu sejak jaman Astrea Star. Buruan diganti.

      Guest
  2. Mesin legend 125cc 2klep sohc yg biasa ngamplengin 135cc 4klep sohc nya si komeng nih,,
    Si komeng udah diuntungin cc lebih gede,, klep lebih banyak, kompresi lebih tinggi masih aja kalah sama si 125ccnya si sonic

    Guest
  3. Honda CB125R dan Suzuki GSX R125 adalah contoh yang tepat untuk membuktikan bahwa DOHC SOHC atau overbore (kalo overbore sih dibilang bener ya bener tapi kurang tepat karena ada overbore tapi panjang strokenya besar) bukanlah faktor utama yang menyebabkan suatu motor lebih beringas di putaran atasnya. Lalu apa yang jadi penyebabnya? Paling utama adalah panjang stroke keduanya yang di bawah 50mm.

    Jadi tolong jangan pada beranggapan lagi kalo DOHC bagus di atas dan SOHC bagus di bawah.

    Guest
    • Ya itu salah satu faktor, DOHC unggul d putaran atas n SOHC unggul d putaran bawah dri segi valvetrain tetap gak berubah, dg luas piston yg sma 4 valve DOHC luas area intake lbh besar dri pada 2 valve SOHC walau diameter valve sohc lbh besar, tpi selain itu banyak faktor lain jga secara mekanis yg mempengaruhi

      Guest
      • Tapi paling utamanya ada di panjang stroke bro. Dalam konteks unggul di putaran atas atau bawah ya. Stroke pendek membuat batas aman kecepatan piston bisa berada lebih tinggi di putaran atas. Dengan demikian bila ditambah dengan DOHC, baru akan semakin mantab seperti yang sudah bro jelaskan. Bila stroke panjang tapi pakai DOHC, apalagi berfokusnya pada performa maka malah agak sia2 potensi DOHC nya.

        Guest
        • kalau kita memakai faktur stroke piston sama jga, luas piston lbh besar klep lbh besar tetap 4 valve dohc luasan area intake lbh besar d banding 2 valve sohc jdi powernya lbh punya potensi lbh besar n mesin berteriak lbh tinggi
          Biarpun stroke rendah pakai 4 valve dohc tetap potensi power lbh tinggi dri sohc 2 valve dg bore x stroke sama, hanya saja potensi d putaran atas tidak d maksimalkan
          Ini d luar profil cam ya

          Guest
      • Menurut saya malah bukan serta merta panjang strokenya… okelah stroke pendek itu membolehkan rpmnya jadi tinggi karena piston speednya lebih rendah.
        Tapi lebih ke profil camshaftnya. Kalau disetel ‘agresif’, ya dia bakal punya tenaga yang main di atas, kalau disetel ‘lembut’, dia bakal punya torsi lebih diputaran bawah, terlepas dari seberapa besar limit RPM yang disetel pabrik.

        Guest
    • gak hanya stroke dan bore
      lihat juga limiter dan Kurva mapping dll..

      lihat tuh Yamaha produk nya kebanyakan produknya stroke lebih panjang tp bawah middle sampa atasnya Ngacirrrr ngisi terus..ngerih kalu limiter sedikit aja dinaikin lg..

      Guest
    • Dg konfigurasi yg sama,baik strok maupun bentuk camsaft dan faktor lain yg sama….DOHC lebih bisa melayani kebutuhan di rpm tinggi karena DOHC dibuat agar tdk terjadi overlaping atau naik turunnya klep lebih bs terkontrol.ketika SOHC digunakan untuk balap dan melayani 4 klep,maka makin banyak penyesuaian part agar tdk terjadi overlaping klep

      Guest
    • Iya memang masih SOHC dan kocaknya dulu sempet rame kalo motor sport itu harus DOHC….ckckckck…..padahal CB125R dan CBR125 itu masih pakai SOHC 125cc 2 klep pula.

      Guest
  4. wak, kalo ngomongin top speed real kan bisa aja pake rumus rpm x ratio gear x diameter roda itu.. iya ga sih?

    Guest
  5. Balapan drag gini, gsx menang banyak
    Kitiran mesin lebih tinggi, klep lebih banyak dan paket fairing bikin lebih mudah membelah angin walaupun ketambahan berat fairing
    Tau lah ya mesin cs125, msh bejaban dgn mesin generasi baru tp menang di bobot yg ringan
    Honda monyet, ga kebayang itu mesin getar nya macam apa.

    Guest
  6. pertama bobot bandul.. lalu serahkan smua pada rasio gear..
    motor 100cc bsa aja dibuat 150km/j tinggl bnyakin aja jumlah gear yg berkesinambungan biar tenaga mesin smua kesalur rata

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.