TMCBLOG.com – Segera setelah pengadilan FIM memutuskan hukuman skors Andrea Iannone selama 18 bulan pada awal April yang lalu, pihak Aprilia via Massimo Rivola langsung memberikan support dan pembelaaan kepada pembalapnya ini. Namum saat itu statement dari Rivola dalam press release masih terkesan ‘sopan’. Untuk melihat seperti apa opininya menegnai kasus Iannone yang diputuskan oleh Pengadilan FIM bisa kita lihat setelah membaca hasil intervew Motorsport Tottal kepada dirinya berikut ini sob . .

Secara sinis dan agak sarkas Rivola memulai dengan perkataan “Kami mengalami 1 April yang menyenangkan. Sayangnya, itu bukan lelucon, meskipun 18 bulan vonis itu tampak seperti lelucon. Kontaminasi makanan telah diakui (oleh Pengadilan FIM), itu artinya (mereka) mengakui ‘kepolosan’ (kealpaan) pembalap.” begitu Rivola memberikan silogisme : Jika pengadilan mengakui kontaminasi makanan maka silogismenya mereka mengakui ketidaksengajaan Andrea Iannone.

Rivola melanjutkan silogismenya . . “Dalam praktiknya seolah-olah Andrea telah diberitahu bahwa dia bersalah (karena telah) pergi ke hotel untuk makan dada ayam, fillet atau apa pun, seolah-olah dia telah memesannya secara khusus. Jelas bahwa diskualifikasi 18 bulan sangat tidak proporsional.”

 . . Preseden yang buruk  . .

Di akhir interview Rivola mengatakan bahwa Ini bisa jadi preseden buruk MotoGP dalam menentukan hukuman bagi pembalap hanya dikarenakan sebuah ketidak-sengajaan yang bahkan sang pembalap tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. “Saya pikir untuk balap motor dan MotoGP, kasus pertama penmbalap yang dihukum karena tidak bersalah adalah memalukan. Ini adalah preseden yang buruk. Dalam atletik dan olahraga bersepeda, kita sudah memiliki cukup kasus doping, tetapi diskualifikasi untuk sebuah steak itu adalah konyol. “

Yes, pada dasarnya apa yang dikatakan Rivola ini bukan hanya sekedar memberikan pembelaan kepada Iannone, namun juga mengkritisi Pengadilan FIM dalam memberikan putusan yang dianggap bisa memberikan preseden buruk untuk masa depan pada kasus yang sama.

Taufik of BuitenZorg

37 COMMENTS

  1. Setuju bgt sama rivola, ini sebuah kasus “orang kalo 1 x berbohong maka akan berbohong terus untuk menutupi kebohongan sebelumnya” , motogp keliatan negatip bgt dlm.kasus ini, seolah2 memaksakan ada 1 kursi kosong. Ianonne keliatan frustasi, dan rivola terlihat sebagai seorang pemimpin yg melindungi, mungkin lebih mudah dan aman dngn mengganti pembalap lain namun rivola sangat menghargai kontrak pembalapnya walo ianonne sering bikin ulah

    Guest
  2. Jadi inget assen 2015 waktu ada yg motong jalan, kata drona gak ada hukuman karena gk ada pengaruhnya thd hasil balap
    Harusnya ainone juga dong, kan gk berpengaruh juga sama hasil aprilla kmaren
    CMIIW

    Guest
    • Komen goblog, pake doping dilarang klu mempengaruhi hasil kejuaraan. Klu ga mempengaruhi gapapa pake doping.
      Benci boleh goblog jangan.

      Guest
        • W tau komen lu mengarah ke rossi, makanya w bilang benci boleh goblog jangan.
          Kasus rossi di assen 2015 sama doping udah jauh banget bedanya. Yang namanya doping dimana2 peraturannya udah jelas.

          Guest
      • Ente baca dulu baru memberikan pendapat….
        Otak di Pake di kepala, bukan di pantat….
        Itu sengaja Pake doping apa tidak, kontaminasi makanan apakah bisa di hukum sebagai dipping dengan sengaja….

        Guest
    • @93
      Yg gw singgung di sini lebih ke rosinya sih, gimana2 namanya motong jalan ya hrusnya kena pinalty, di game aja klo ke gravel dikit kena pinalty waktu lha ini kagak, entah pertimbangan tertentu atau karena dia seorang icon

      Guest
    • Ikut komen. Antara kasus doping ianone dan potong kompas Rossi memang berbeda. Tetapi ada sebuah kesamaan mendasar. Yaitu ketidak sengajaan yg terbukti dan disepakati itu tidak sengaja. Ianone tidak sengaja makan makanan yg mengandung senyawa identik seperti doping, rossi katakanlah tidak sengaja potong kompas. Tetapi ketidak sengajaan yg satu dihukum yang satunya tidak.

      Guest
      • tidak sengaja gimana, jelas2 ditubruk dari dalam sama si …..
        ahh sudah lah logika sepertinya tidak berlaku

        Guest
        • @nedar

          “tidak sengaja gimana, jelas2 ditubruk dari dalam sama si …..”

          ya kan brrti emang tidak sengaja, makanya dorna nggak kasi hukuman. Tp Ianonne yang juga nggak sengaja makananya terkontaminasi malah kena hukum.

          sama2 nggak sengaja, satunya kena hukum satunya enggak, itu poin masalahnya

          Guest
    • iya mad, menurut gue juga gitu
      mungkin ada benarnya kalo motogp itu setingan,
      yang juara diseting sama punya motornya
      yang kalah diseting sama yang menang
      yang hukum diseting sama yang punya kuasa
      😁

      Guest
    • ha3.. ga tau nih hater, apa2 kog mesti yg disangkutin sama si itu..sering baca artikelnya apa, komen jg apa kdg g nyambung, yg penting serang!! ha3

      Guest
  3. Gw kurang tau peraturannya gmn
    Serta bagaimana kata2 n kalimat lengkap hasil keputusan sidang
    Kalo dr artikel sebelumnya
    Hakim memutuskan hukuman 18 bulan skorsing krn fakta yg bersangkutan positif doping
    Dikurangi dr tuntutan jaksa (4 th skorsing) krn ada kemungkinan sumber doping dr makanan atw ketidak sengajaan
    Kalo dr situ, asumsinya mau sengaja atw tidak sengaja, jika positif doping maka akan diskorsing
    Hanya saja jika tidak sengaja hukumannya akan lebih ringan

    Guest
  4. Tpi saya berani bilang sih 50% atau lebih pembalap MotoGP Pernah Memakan Steak Yg mungkin sama Dengan Ianone Makan dan kemungkinan Positif Doping Tanpa Sengaja Itu jga Ada

    Guest
  5. Harusnya seperti motor yg podium dilakukan scrutineering setelah balap…. Lha klo pembalap yg menghasilkan poin 3 besar, 5 besar atau 10 besar

    Guest
    • Sepemikiran.
      Karena setau saya sistem samplingnya random. Ya kalo random yg dianalisa malah pembalap yg waktu itu 0 point misalnya, buat apa juga.

      Guest
      • Makanya itu. Kalau mau fair sebenernya sampling 3 pembalap ya yang naik podium. Kan katanya doping menaikkan performa. Kalau pembalap jurukunci di tes buat apa? Sama aja kaya ibarat yang menang Marquez tapi yang di scrut motornya Rabat.

        Guest
      • Kalo scruit (motor) tiap yg balapan & podium dilakukan semua.
        Tapi kalo dopping dilakukan acak.
        Sampai saat ini itu yg berlaku…

        Guest
  6. Kayanya keputusan fim udh bener. Atlit profesional biasanya punya ahli gizi. Ahli gizi udah seharusnya kasih informasi makanan yang boleh sama ga boleh dimakan.
    Kesengajaan dan ketidaksengajaan di ukur dari mana?

    Guest
    • Yang jelas ga mungkin ahli gizi menemani dan memilihkan makanan buat rider 24/365

      Ga mungkin juga rider disuruh cuma boleh makan makanan buatan sendiri dari sumber terpercaya. Mereka keliling dunia dan bertemu dgn ribuan supplier makanan dari berbagai dunia. Apa nanti harus bawa bahan makanan dan chef sendiri ?

      Guest
      • Ahli gizi/nutrisi kasih informasi ya ga mesti ngikutin trus mantau makanan atlitnya juga kaliii. Mereka punya pengetahuan tentang makanan yang umum ditemui sehari2 yang mengandung streoid. Sama kaya kasus ianonen yang katanya steroid masuk ke tubuh dari steak. Itu termasuk makanan yang umum ditemui sehari2. Hal2 kaya gitu harusnya udah jadi informasi yang diterima ianonen dari ahli gizi/nutrisinya.

        contohnya gini “bro jangan makan steak, steak mengandung steroid. Klu makan steak dikit aje”.

        Klu nanti semua atlit profesional “tidak sengaja” makan makanan yang ada steroidnya gimana?

        Keputusan udah dibuat, dan imho keputusannya udah tepat sesuai hukum/peraturan yang ada.

        Menurut w klu ada yg perlu di revisi berapa batas/kadar steroid yang boleh ada di badan manusia ini yang harus lebih jelas.

        Guest
        • kasus iannone sepertiny lebih ke makan makanan yg terkontaminasi, bukan yg “mengandung” doping.. jadi biar ada ahli gizi juga gak ngaruh sepertinya

          Guest
        • G ada itu bro, obat sakit saja ada yg mengadung steroid dan tidak ada lembaga olah raga yg memberikan detail obat apa saja yg mengandung dan mana yg tidak.
          Itonobat lho, yg jenis & jumlahnya jauh lbh sedikit dari variasi makanan ..
          Termasuk FIM….

          Guest
    • Atlit punya ahli gizi? Jangan samakan balap motor dengan olahraga olimpiade yang makan aja dijatah. Gw bukan soktau tapi setau gw pembalap cuma punya mentor dan itu ga setiap saat ada disisi pembalap. Ada juga yang mandiri tanpa mentor fisik macam Stoner, Hayden, Melandri.

      Guest
  7. Disini memang gw liat FIM ga pernah mengedepankan asas praduga tak bersalah. Anthony West (ngakunya) ga sarapan dan cuma minum minuman fitness kena, Iannone (ngakunya juga) cuma makan daging berbumbu macem2 khas Malaysia kena juga. Yang paling parah sih dulu Noriyuki Haga lagi hot2nya mau juara dunia tetiba positif kena doping. Banyak publik Jepang saat itu menduga ada unsur politis.

    Guest
  8. Ianone ga usah balap aja. Kan 6 bulan hukuman. Lagian gw ga suka sama nih anak. Waktu di ducati ngerugiin dovi mulu. Egois mainnya. Mukanya juga belagu. Mending aprilia ambil pembalap lain.mendig jadi model aja lah masa ia atlit oplas wajah emang mau jadi artis apa. Kalo crash tuh muka plastik bisa penyok kali.

    Guest
      • Banyak kali pembalap bagus. Bradly juga bagus. Ducati aja ga suka ianone karna beretika buruk. Etika penting bro. Lagian ianone udah dapat bayaran 2020 makanya aprilia pertahankan, rugi dong…….

        Guest
        • Gw berusaha cari nama pembalap yang bisa bawa Desmosedici menang lagi untuk pertama kalinya setelah terakhir Stoner ga ada nama lain selain Iannone. Juga udah liat semua balapan yang ada RS-GP ikut berebut podium ga ada selain balapan PI 2019, pun yang bawa Iannone. Attitude Iannone buruk tapi Aprilia butuh skill dan inputnya.

          Guest
  9. Berarti benar omongan ianone yg bilang berkat ianone aprilia jadi makin lebih baik. Berarti dasar espargaro aja tuh yg baper malah bilang iannone ga menghargai hasil kerja insinyur dan team aprilia. Espargaro sangat pandai berailat ludah nih ornag. Padahal emang berkat ianone, terbukti petinggi aprilia si rivola dukung ianone karna aset.

    Btw rivola ini baru awal 40an udah jadi CEO. Pesat karirnya ningkat ya. CEO Ducati udah kakek-kakek banget. Jangankan CEO GM dan direktur diducati aja dak tuir-tuir.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.