TMCBLOG.com – Di motor-motor Sport terutama yang bergenre motor dengan performa tinggi (Superbike) sering kita lihat bentuk dari lengan ayun (swingarm) itu bentuknya menebal ke atas dan ke bawah. Dalam bahasa teknis motor disebut Overbraced (menebal keatas) dan Underbraced (menebal ke bawah ). Normalnya swingarm bentuknya adalah batang panjang baik itu pejal ataupun hollow baik itu berbentuk kotak, maupun silinder atau bahkan oval silinder yang menghubungkan daerah pivot dengan as roda. Mengenai pergerakan naik dan turun swingarm ini ada hadir suspensi yang menghubungkan bagian lain dari swingarm dengan frame atau sub-frame bergantung pada model dan posisi dari suspensi tersebut.

Swingarm biasanya berupa batang panjang yang secara umum punya potensi untuk bend tertekuk karena antara titik tumpu dan titik bebannya terbentang jarak. Dan biasanya salah satu upaya orang untuk mengatur stiffness atau kekakuan dari swingarm adalah menambahkan brace di posisi bagian atas maupun di bagian bawah dari swingarm . . . Dan biasanya bentuknya adalah segitiga. Kenapa segitiga? Jika kita mempelajari engineering maka salah satu pelajaran yang kita dapat adalah bagaimana bentuk segitiga memiliki sifat kekakuan yang lebih baik dari segi empat, segi lima dan segi banyak lainnya.

Bentuk finishingnya berbeda-beda mulai dari hanya satu logam turbular, hasil proses CNC dari alumunium berbentuk batang brace sampai brace yang membentuk hampir menajdi satu bentuk swingarm seperti yang dipakai di motor balap prototipe MotoGP saat ini. Bicara balap motor prototipe dan Grand Prix, awalnya bentuk swingarm umumnya memiliki braceย  berjenis Overbrace dimana penebalan swingarm membentuk segitiga brace di atas.

Khusus di balap prototipe empat tak MotoGP, penggunaaan swingarm overbrace menjadi umum sampai pada musim 2004 ketika Masao Furusawa menghadirkan Yamaha M1 untuk Valentino Rossi yang sama sekali baru termasuk posisi dari bracenya yang menebal ke bawah (underbrace) . . . Saat itu boleh dibilang Yamaha merupakan sang pionir akan hal ini di era MotoGP modern. Honda sendiri pada musim 2004 dan 2005 masih memakai swingarm overbrace untuk RC211V mereka. Yang jadi pertanyaan kenapa Yamaha memilih underbrace buat MotoGP? . . Apa beda afek pemakaian underbrace dan overbrace?

TMCBlog berdiskusi dengan Mas Imam dari bengkel sepeda motor blog, beliau bilang salah satu yang bisa disinyalir sebagai keuntungan dari Underbrace adalah dibagian atas dari swingarm lebih ‘kosong’ jadi bisa leluasa dalam mendesain hal-hal lain yang penting seperti penempatan sistem knalpot Undertail atau perangkat lain seperti sensor temperatur yang biasanya diletakkan di bagian kolong bawah jok/seat.

Hal kedua yang TMCBlog sinyalir jadi keuntungan asalah soal posisi dari bobot/massa swingarm yang berhubungan dengan titik pusat massa (CoG). Makin rendah suatu beban mendekati permukaan bumi, maka COG akan turun dan membuat motor lebih stabil secara umum. Lalu dengan swingarm model underbrace terbukti lebih baik dalam menahan torsi mesin pada saat motor dalam posisi menikung, ketika motor berganti arah pada tikungan S (Chicane) dan ketika mengerem keras (hard braking), kemudian model lengan ayun ini sanggup menjaga kontak ban/traksi ban di atas aspal dengan lebih baik. Sehingga memberikan kestabilan yang lebih lagi saat cornering yang membuat rider lebih nyaman dan pede untuk melaju kencang saat menikung. Muaranya memang mencari speed corner yah, so gak heran deh motor-motor balap Superbike pun pasti mengubah model swingarm-nya menjadi model underbrace dari bentuk produksi massalnya yang overbrace. Jadi begitu sob, kalau sobat sekalian ada opini lain, silahkan ditulis di kolom komentar . .

Taufik of BuitenZorg

52 COMMENTS

    • motogp 2 tak dulu menggunakan overbrace, kemungkinan karena desain knalpot 2 tak yang ada lambung nya dan tidak bisa disatukan seperti knalpot 4 tak. jadi muncullah istilah swingarm banana. masih kebawa sampai awal2 motogp 4 tak, sampai Yamaha memulainya dengan swingarm underbrace.

      kenapa overbrace masih dipakai di motor masspro? karena banyak hal yg berkaitan dengan fungsional, maintenance dan durabilitas mungkin. seperti standar samping, standar tengah, dll

      Guest
      • mungkin next nya TMCblog bisa bahas di tach talk soal kenapa knalpot 2 tak tidak bisa digabung seperti knalpot 4 tak? kenapa ada lambung nya? dan apa ada kemungkinan mesin 2 tak akan digunakan lagi dengan versi yg lebih ramah lingkungan? karena ada isu motogp akan pake mesin 2 tak lagi di masa yg akan datang

        Guest
        • Lha mesin ktm yg 2tak direct injection kn lebih ramah lingkungan, tapi cuma dipasang di motor enduronya, coba kalo dipasang di sasis rc250, ajib tuh ๐Ÿ˜‚

          Guest
        • KTM 250 EXC TPI ya? Itu road legal gak sih soalnya ada embel-embel EURO 4 tapi di foto produk gak ada lampu sein sama kaca spionnya

          Guest
  1. kalau menurut saya selain itu, karena untuk menutupi rantai dan sprocket agar ketika kecelakaan, kaki pembalap tidak cedera karena masuk terjepit antara rantai dan sprocket wak. Salah satu aturan dalam dunia balap adalah menutupi bagian rantai dan sprocket sehingga meminimalisir kaki terluka jika terjepit.

    Guest
    • jadi jika pake overbrace maka perlu ada cover tambahan lagi di bawah (seperti cover rantai di motor enduro) dan akan jadi penambahan bobot dan biaya. jadi lebih baik dibikin underbrace saja. Aman dan fungsional.

      Guest
    • Untuk di kelas MotoGP adalah Yamaha yang pertama mengaplikasikan underbrace..

      Tapi untuk motor produksi masal sepertinya bukan…setahu saya ninja krr udah pake duluan…mungkin sebelum itu ada lagi…

      Guest
    • Yg pertama Rotax
      Jadi Yamaha mungkin terinpirasi Rotax 250
      tapi Yamaha yg pertama punya ide bikin sasis twin spar dengan proses DieCast dicetak dengan tekanan tinggi

      Guest
    • Wkwk jangan gitu ah, mngkin di beneran gk tau. Deltabox mah nama dagang doang ๐Ÿ˜‚ nama generiknya ya twinspar

      Guest
  2. Sekalian tanya mas kenapa sekarang tidak lagi mengunakan sistem singelarm di balap kelas prototype, apa karena kos atau kebanyakan keburukannya

    Guest
  3. Jadi model shock dengan link ke arah bawah juga punya Tujuan yg sama dengan underbrace ya wak? Menyalurkan tekanan bobot motor serendah mungkin yg berkaitan juga ke COG motor itu sendiri

    Guest
    • Jadi model shock tanpa per, ban cacing, sasis tengah ditekuk punya Tujuan yg sama dengan underbrace ya wak? Menyalurkan tekanan bobot motor serendah mungkin yg berkaitan juga ke COG motor itu sendiri
      Bla bla blahhh

      Guest
      • Sorry bro, gak nyinggung ban cacing ya saya. Dan gak Ada teknologi cacing do motogp, klo shock dengan sistem link pasti da dipastikan Ada di motogp.

        Guest
  4. Kalau kebawah punya kelebihan segitu banyak lalu kenapa motor maspro malah pakai yg keatas?
    Apa punya keunggulan itu artinya mutlak?
    Kenyataannya didunia ini hampir tidak ada yg mutlak. Baik disatu sisi kadang ada sisi lain yg model sebaliknya lebih baik.
    Contohnya ‘Supertrack’ RX King. Kebanyakan keatas.
    Keunggulan keatas lebih baik untuk menopang beban. Makanya kebanyakan jembatan tambahan di swimarm diatas.
    Keatas jg itu atinya slot bawah aman. Ini berguna untuk penempatan part lain, jelas standar tengah, atau biat mereka yg pakai knalpot kolong.
    + untuk motor harian ini artinya lebih aman dari poldur.
    Kalau yg kebawah NinjaRR dari lahir udah pakai yg kebawah

    Guest
    • O iya ya… Mungkin Disesuaikan saja, ambil yang tengah. Sebaik baik perkara adalah yang tengah. Dan yang utama untuk masspro itu klo gak salah ngirit bea produksi.
      Klo buat drag bisa semeter lebih. Dan gak da lengkung lengkungnya sama sekali.

      Guest
  5. Tapi yg menarik (kalau ada yg notice) di wsbk pada pakai underbrace sedang endurance (contoh s8h) pakai overbrace bahkan tim factorynya

    Guest
  6. Underbrace lebih rigid alias kaku, kalau overbrace lebih lentur. Ga ada alasan lain selain ini, gw pernah baca alasan Ducati beralih ke underbrace ya karena ini.

    Guest
    • Jd kelas motogp kejar lap time secepat2nya emg butuh kaku n stabil gt ya?
      Klo kelas endurance lbh butuh agak lentur walau lbh kaku jg sih dbanding standar pabrik agar pembalap jg g gampang capek mungkin ya. lbh kompromi pd kcepatan n ketahanan motor n pembalapnya?

      Guest
  7. Sorry oot, baca iklan suzuki “nyalakan nyali”.
    Lokalkan saluto aja ga bisa, nyali nya dmn?
    Bikin r250 & brugman 180 aja, ga kelarยฒ msh pasang tag ‘nyalakan nyali’.

    Salut buat para insyiyur motogp.
    Mmg the best of the beast.

    Guest
  8. untuk mengisi artikel tech talk dan sejarah, bisa juga dibuat artikel mengenai motor motor prototype dan atau kalau motor balap beberapa ujicoa jaman dulu.
    saya inget sekali ketika Abe pakai motor M1 dengan knalpot tunggal di buritan atau juga saat M1 coba buat tangki bensin di belakang.
    lebih menarik untuk diskusi.

    Guest
    • Kalo soal M1 test 2003 nya Abe, yg knalpot undertail double rear shock breaker udah pernah Iwb bahas masbor.
      Sabar yah, kan masih ada utang bahas sejarah Honda RC211V nih. Hehehe..

      Editor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.