TMCBLOG.com – Massimo Meregalli, Team Manager Monster energy Yamaha MotoGP berbicara banyak mengenai situasi terkini saat Covid-19 melanda. Mengenai potensi bahwa MotoGP 2020 akan dibatalkan secara total, Meregalli mengatakan bahwa pastinya masalah ini adalah masalah buat semua orang tahun ini dan berlaku di semua bidang, bukan hanya di olahraga balap motor. Maio mengatakan bahwa seluruh komunitas MotoGP akan melakukan segala yang bisa dikerjakan untuk kembali ke jalur track sesegera mungkin, bahkan mungkin dengan menunda rehat di akhir musim.

Beberapa hari yang lalu Direktur Ducati Corse, Gigi Dall’Igna mengajukan idenya untuk mengatasi krisis MotoGP terutama soal finansial yang tentunya akan hadir akibat dari resesi ekonomi global yakni dengan menyiapkan hanya satu motor per pembalap per seri balap MotoGP. Dan ketika ide Gigi ini disampaikan ke Maio, Ia langsung mengatakan bahwa ia menentang ide yang dilontarkan oleh Gigi tersebut.

” Secara pribadi, saya menentangnya, karena sepeda motor nya (sendiri) sekarang sudah siap. Memang benar bahwa kita dapat menghemat dengan suku cadang, tetapi mengingat investasi saya melihat ini lebih sebagai masalah daripada sebagai keuntungan.”

Saat ditanya soal yang bisa menjadi kunci untuk menghemat finansial MotoGP musim 2020 ini, Maio menjawab; “Sudah pasti bahwa kita tidak akan dapat melakukan 19 balapan, jadi (dengan pengurangan seri) ini mungkin sudah menghemat. Kita juga dapat mempertimbangkan untuk pergi ke sirkuit dengan staf yang dikurangi. Tapi saya tidak suka ide sepeda motor tunggal, bahkan dalam kategori lainnya. Saya melihatnya lebih sebagai masalah daripada sebagai manfaat: fakta bahwa akan berpotensi kehilangan sesi atau akhir sesi karena kesalahan kecil / crash akan sangat membahayakan secara teknis dan serunya tontonan. “

Jadi seperti itu sob, kalau boleh TMCBlog simpulkan, pada dasarnya menurut Maio tidak perlu pembatasan jumlah motor di paddock adalah karena motornya sendiri sudah jadi dan sudah siap, plus menurut Maio dari sisi finansial yang dikeluarkan untuk spare-part jauh lebih kecil dibandingkan dengan potensi finansial yang hilang akibat hilangnya greget, keseruan serta rating MotoGP di televisi . . Kalau menurutmu gimana sob? # Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

25 COMMENTS

    • Kl jadi diterapkan maka kita tdk akan melihat lagi push limit di sesi kualifikasi ala marques, krn kl jatoh wah bs gak masuk Q2

      Guest
    • Ngapain lari ke marquez sih
      Itu baru orang duc dan yam yg beropini.

      Honda blm memberi statement sedikitpun.
      Sbegitu takutnya honda haters dan marquez haters.
      Bahkan saat honda dan mm93 blm ber statement sudah dibuatkan estimasi opini yg sdemikian spekulatif

      Guest
  1. Sepertinya kubu jepang sedang panas sama kubu itali..
    Apakah ktm bakal membela kubu itali atau diam saja..?
    Apakah honda & suzuki bakal melawan kubu itali..?

    Mari ditonton di tkp..

    Guest
  2. Ide ducduc utk melumpuhkan mamakes dan hodna terbilang terlalu konyol. Lagian kan udh dibekuin smp 2021. Mau alasan apa lg? Tim kok kebanyakan alasan. Petinggi ducduc gak ada yg bener emang

    Guest
  3. Dana dr audisport dipotong besar besaran kali karena efek wabah ini,makanya gigi ketar ketir gk bisa sediain 2 motor per pembalap, apalagi yg disuplai 4 pembalap sekaligus

    Puyeng mikirin dana sparepart,2021 bisa gulung tikar ditengah musim 😂😂😂

    Guest
  4. Ducati kn lagi susah riset ama produksi karena bnyak kryawan yg gk bisa kerja, jadi bagi mereka dgn satu motor per seri ya hemat banget, bagi yg udah siap semua ya gk ngaruh,

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.