TMCBLOG.com – MotoGP Assen 2016 merupakan Momentum yang sangat diingat Oleh Pembalap Australia Jack Miller Yang kala itu membalap di team Satelit Honda Marc VDS. Dovizioso Start dari posisi Pole Possition kala itu. Awal race ,Kondisi Sirkuit di Declare WET Race, namun langit mendung. Lap ke 7 sempat hadir Dry Line, Namun di pertengahan race Yakni Lap ke 14 Hadir Red Flag dengan 3 terdepan Dovizioso, Petrucci, dan Rossi.

Restart Race dilangsungkan sebanyak 12 lap. Pedrosa dan Crutchlow crash. Dovi Crash, Rossi crash sewaktu leading , Smith Crash, Aleix Crash . .. Theater of Crash. Marc Marques memimpin. Lap 5 Miller memimpin setelah overtake Marc sampai akhirnnya Finish di posisi pertama.

” Saya kehilangan suara saya segera setelah melewati garis finish. Itu sangat menarik bagi saya, untuk seluruh tim, untuk Michael [Bartholomew]. Elektronik kami jauh di bawah Team Factory. Kami membutuhkan kondisi seperti ini ( Hujan) untuk melakukan apa yang kami lakukan. Lalu seperti Kita ektahui bersama, Milelr melakukan Selebrasi Minum menggunakan Sepatu Balapnya atau yang biasa di sebut ‘ shoey’. Suatu selebrasi yang pernah dilakukan Daniel Ricciardo Di Formula 1.

Pasca Selebrasi tersebut Ternyata Miller malah Kena denda Uang dari HRC yang dipotong dari Gajinya. Honda beranggapan Bahwa apa yang dilakukan Miller merusak Image Perusahaan. Kepada BTSport Jack berkataHonda mendenda saya karena melakukan ‘shoey’ selama pesta pasca lomba, Ketika saya menang. Saya berpikir, ‘Anda tidak bisa mendenda saya untuk ini'”

Sebenarnya kejadian ‘Shoey’ Assen 2016 bukan denda pertama yang diterima Jack Miller terkait dengan alkohol. Livio Suppo, yang merupakan manajer tim Repsol Honda sebelum kedatangan Alberto Puig, mengakui bahwa HRC pernah mengancam Jack karena terlalu banyak minum bir selama musim pertamanya di MotoGP, mengancamnya dengan penalti 20.000 euro jika tidak menyelesaikan akar masalah ini . BTW Jack Sendiri melakukan aksi serupa di Phillip Island 2019 ketika ia Berhasil raih Podium bersama Pramac Ducati dan bedanya ia nggak kena denda dari Ducati corse

Taufik of BUitenZorg

38 COMMENTS

  1. Menurut ku ancamam pertama memang masuk akal, melihat ketatnya persaingan tapi yang terakhir apa gk kebangetan ituπŸ€”

    Guest
  2. Mau prestasi? Ya disiplin lah..

    Gak disiplin/ketat aturan? Banyak berwacana? Ya kita sdh tau bgmn hasil prestasinya…

    Guest
  3. Aron canet juga kacau itu gaya hidupnya wkwkwk
    Sayang banyak atlet atlet berprestasi tp pada kurang disiplin dan ujung ujungnya kariernya yg kena. Bukan begitu iannone ?

    Guest
    • Aron canet. Yang abis winter break badannya jadi kaya ayam pedaging dan punya kaos item permanen itu ya.

      Guest
  4. Baru tahu,
    Ternyata sepatu balap bisa dijadiin tempat minum, abis kena ujan sama bau kaki ternyata minumannya masih enak, jadi pingin punya juga 😁

    Guest
  5. Japanese adalah world leading technology.
    Saudara dari timur. Bayangkan jika tuhan tidak menciptakan bangsa Jepang. Beruntung kita dulu dianggap sebagai saudara.

    Guest
    • ngomong apa sih, tertulis dalam sejarah kalau jepun kerjaannya cuma reverse engineering teknologi otomotif dari amerika dan eropa….. mereka cuma menyempurnakan, baca sejarah terbentuknya toyota dan hando …. bisa apa mereka tanpa as dan eu…..

      Guest
  6. Gimana kalo pas Winning Marquez tuang jus orange dan minum pake helmnya.. Ini bisa dobel dendanya dari HRC dan dari Shoei.. Hihihi.

    Guest
  7. walaahh gitu aja di denda…

    pantes pembalapnya pd gak betah,
    disiplin tak melulu membatasi emosional pembalap…

    Guest
  8. Jack mikir

    gue dah kerja keras menghasilkan prestasi, tp kamu masih menyiksa saya menghalangi hak saya…

    begitu batinnya

    Guest
  9. Terjawab sudah rasa penasaran gw kenapa ini bocah mukanya cepet banget tua, ternyata hobi minum. Btw pembalap yg pernah menang naik R3 juga lumayan hobi minum juga, ga cuma minum tapi dangdutan jg wkwkwk

    Just saying

    Guest

Leave a Reply to Vyzex Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.