TMCBLOG.com – Brembo baru saja menghadirkan beberapa fakta fakta menarik untuk mengedukasi semua orang mengenai seluk beluk pengereman terutama di MotoGP. Hal pertama yang mereka informasikan adalah mengenai material dari Cakram Rem depan  yakni karbon. Kenapa Karbon digunakan sebagai material Cakram Rem MotoGP? Ada tiga alasan Utamanya sob menurut Brembo :

Kita tentu pernah bicara soal Sprung dan Unsprung Weight. Cakram sama seperti juga velg dan ban merupakan bagian dari unsprung weight. Salah satu Konsep dalam membuat kendaraan memiliki performa handling yang bagus adalah meminimalisasi Unsprung weight. Semakin kecil unsprung weight maka akan memperkecil kerja dari suspensi untuk membuat ban dari Roda tetap berada di daerah kontaknya dengan permukaan jalan.

Jadi alasan pertama Pemilihan Karbon sebagai Material juga diukur dari sudut pandang meminimalisasi Unsprung weight. Menurut brembo Densitas atau berat jenis Karbon sangat rendah. Berat jenis Karbon seperempat dari berat jenis material Besi-tempa dan di bawah seperlima dari berat jenis baja. Ini artinya untuk dimensi yang sama, Karbon jauh lebih ringan dari Besi tempa dan Baja, dan ini jelas membuat Unsprung weight jadi lebih rendah pula. Silogismenya, Jika Unsprung weight rendah, maka handling motor lebih baik.

Sebagai Alasan kedua Karbon dipilih juga dikarenakan memiliki koefesien pemuaian terhadap panas yang kecil. Koefesien Mulai Panas dari Karbon Hanya satu perduapuluh koefesien muai panas baja dan satu perlimabelas dari koefesien muai panas Besi baja. Ini artinya pemuaian karbon ( perubahan dimensi) karena pemanasan terjadi sangat kecil dan ini penting untuk konsistensi Performa dari Feel pengereman.

Alasan ketiga penggunaan karbon sebagai material Cakram pengereman depan adalah Karena Karbon Memiliki titik leleh yang sangat tinggi Yakni 3.000 ºC bila dibandingkan dengan titik leleh Besi tempa yang 1.200 ºC dan Titik Leleh baja yang berada di angka Temperatur 1.800 ºC. Ini artinya dengan Material Karbon, Pembalap memiliki limit pengereman yang jauh lebih luas. dalam artian pembalap bisa bejek rem bercakram Karbon lebih lama dan lebih keras dibandingkan dengan Rem dengan Cakram bermaterial besitempa maupun Baja.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

34 COMMENTS

  1. wak haji, saya request artikel mengenai Rasio Gear pada motor² balap MotoGP..dong

    apakah boleh diubah-ubah sesuai layout sirkuitnya juga , mohon dibikin artikelnya… Thx

    Guest
    • Kata salah satu pembalap yang pernah di motogp dan WSBK, untuk faktor pakem sebenarnya cakram baja juga bisa sama pakemnya, cuma konsistensi kepakemannnya yang berbeda.

      Guest
    • Ditakutkan nggak sampe di temperatur kerja dari karbon
      Soale buat harian kan ngeremnya santuy

      Administrator
    • Bisa tapi di coating skotlet carbon doang,jadi kalo mau awet jangan dipake sering sering 😂😂😂
      Kan disini yg penting gaya, fungsi belakangan

      Guest
  2. makanya pembalap yg ga pernah juara tu mesti pada di kemplangin satu satu.. buang buang duit aja balapan

    Guest
  3. Di mobil2 supercar/hypercar modern udh lazim dipasang cakram carbon. Kenapa di superbike belum ya?

    Guest
  4. Harganya mahal banget cui rem karbon, kalo ga salah tembus 10rban pounds, harga remnya aja udah stgh harga motor superbike..😅

    Guest
  5. Halo, sebagai info tambahan

    Sebenarnya bukan fully carbon yang digunakan sebagai material rem (jangan dianggap sama dengan carbon fibre yang dipake dibody kendaraan).
    Carbon brake rotor sendiri menurut ane dibagi menjadi 2 tipe, ada yang memang racing use only dan normal road usage certified (biasanya disebut carbon ceramic brake, walaupun menurut ane gimmick marketing doang karena komponen penyusun aslinya ya material komposit polymer).

    Contoh yang racing use kita sudah tau dipake di motogp dan F1, serta beberapa kelas balap lain yang memperbolehkan regulasi tsb.
    yang normal road usage sendiri biasanya digunakan sebagai piranti opsional maupun standar di hi performance vehicle, biasanya mobil seperti Lambo, Ferrari, Audi, Porsche, Bugatti, dll.
    Perbedaan secara umur dan komponen penyusun salah satu poin menarik.
    Kalo yg race use, Karbon dan silikanya lebih besar sepertinya dibanding yg road use. Dengan sifat hi temp. resistance lebih baik dan suhu “kerja tinggi”
    kalo yang road use certified biasanya wear resistance lebih baik + temperatur kerja yang lebih tinggi dibanding baja.

    Race use:
    + lebih ringan
    + suhu kerja tinggi (kalo belum panas biasanya melempem)
    – cepat aus
    – low temp = low friction, artinya kalo dingin rem melempem.

    Road use:
    + lebih ringan dibanding baja
    + wear resistance tinggi (contoh real yg ane tau, di audi Q7 V12 TDI 2011, sampe 8 tahun pemakaian belum butuh ganti kampas rem/brake set ya mungkin juga karena mobilnya low millage)
    + useability tinggi karena range temperatur kerja lebih luas dibandingkan dengan rotor baja
    – lebih berat dari race use rotor/brake set.

    Kekurangan rem CCM (carbon ceramic material katanya engineer di Brembo) ini sendiri adalah mahal, dan harus ganti 1 set. Gak ada cerita SOP rem ini bisa ganti kampas tanpa ganti rotor. Biasanya dirancang aus bersamaan (sama cerita dengan chain gear sprocket set motor) jadi sekali ganti kampas harus ganti rotor yang biasanya disertai bleeding sistem dan replace brake fluid.

    Artikel menarik buat mencerdaskan kita semua, lanjutkan kang taufik dan tmcblog. Tidac menimbulkan pertikaian diantara netizen.
    Salam, RD.

    Guest
  6. Benar sekali kalau karbon, tapi tidak ada karbon yang aman. Tentunya karena untuk basis Moto gp mungkin saja tidak bisa diterapkan untuk daily use karena penggunaannya yang singkat dan biaya …

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.