TMCBLOG.com – Tidak disangkal lagi bahwa kendaraan sekarang sedikit demi sedikit sedang beralih ke Mode Penggunaan Energi Listrik ( EV). Brand Brand Mainstream Seperti Big 4 Brand jepang sudah terlihat menghasilkan beberapa produk EV mereka, sebuah tanda jalan menuju Full elektrifikasi kendaraan. Namun begitu Bukan berarti riset terhadap Sumber sember energi terbarukan lain berhenti. salah satunya adalah Riset penggunaan Sumber tenaga dari Hidrogen Fuel Cell.

Hidrogen Fuel Cell ini juga termasuk menarik karena emisi yang dihasikan hanya merupakan H2O alias air. kapan kapan Kita bahas lebih mendalam mengenai Fuel Cell ini ya sob, namun di artikel yang mau tmcblog hadirkan kali ini kita akan lihat bagaimana Honda menghadirkan Desain paten Motor sport dengan Bahan Bakar Hidrogen Fuel Cell. Dari gambar 1 Bisa sobat lihat desain Motor sportnya cukup Bulky, Bersasis twinspar, Suspensi depan Upside down, suspensi belakang Monoshock, berpenggerak Gardan . . namun Daerah mesin diganti sistem Full Cell.

Dari gambar terlihat bagian engine (36) diganti menjadi tempat Fuel Cell yang akan mengubah Potensi energi yang terkandung dalam Hidrogen menjadi Listrik. Sementara itu Bagian di Bawah Jok dihadirkan tabung (42) tempat penyimpanan Hidrogen yang didinginkan menggunakan Proses adiabatik

Yap pada dasarnya Motor ini adalah Motor listrik, namun sumber Listriknya diperoleh dari memproses Hidrogen dengan Oksigen menggunakan Dua elektroda Katoda dan anoda . . mirip seperti baterai pada umumnya. Fuel Cell akan mengahsikan Listrik, Air dan sedikit panas. nah tenaga Listriknya ini yang digunakan Motor sebagai penggerak.

Kelebihan Fuel Cell dibandingkan dengan Baterai Listrik biasa adalah proses isi ulang nya dimanaย  proses isi uang Hidrogen (Cair ) lebih cepat dari pada Proses isi ulang listrik dari baterai. Jikalau merlihat Gambarnya yang lumayan serius, tmcblog yakin desain yang dihadirkan akan dihadirkan secara real, Minimal dalam bentuk Konsep dalam acara pameran Otomotif mendatang . .

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

23 COMMENTS

  1. Yg lebih realistis untuk dikembangkan, elektrolisa air menjadi hidrogen dan oksigen.
    Hidrogen untuk supply udara pembakaran mesin.
    Hasil tenaganya pun besar.
    Kenapa tidak ada yg mendevelope?
    Padahal sudah ramai sekitar 2005.

    Guest
    • Maksudnya hidrogen buat pengganti bensin sebagai bahan bakar gitu?
      Itu kalah efisien dari fuel cell dan masih menghasilkan emisi Nitrogen Oksida, jadi bukan ide yang bagus, kalau tujuannya membuat kendaraan yang ramah lingkungan.
      Kalau buat bikin motor balap sih kurang tahu juga, soalnya tabung penyimpanan hidrogen itu jauh lebih makan tempat daripada tangki bensin untuk jumlah energi yang sama. Meskipun secara teori hidrogen memang punya energi 2 kali lipat dari bensin untuk berat yang sama

      Guest
      • Hidrogennya diinject ke intake motor bakar yg ada sekarang.
        Saya pernah pakai sekitar setahun lebih di vitara.
        Mesin jadi lebih efisien. Lebih irit (1:15) dan bertenaga (start jalan bisa langsung pakai gigi 2 tanpa ngeden).

        Cuma elemen elektrolisanya yg ga tahan. Udah pakai sus seri 3 dan seri 4 tetap aja kemakan.

        Guest
        • Ga bakal komersil utk lightweight vehicles om. Bobot tangki/tabung, dan bobot baterenya sendiri udh terlalu besar (ingat fuel cell ga bakalan lepas dari batre karena batre bakal kepake sebagai voltage buffer).

          Makanya om elon musk ketawa2 bilang ini fool cell. Ini contoh video yg membuktikan fuel cell sulit dikomersilkan: https://www.youtube.com/watch?v=f7MzFfuNOtY&t=780s

          Guest
  2. kug menakutkan sekali yaa…
    apalagi bobotnya …..

    lebih adem lihat penemuan dr smk dan universitas Institusi lembaga tanah air…

    Guest
  3. Karna nyatanya tidak semudah teori. dulu toh hasilnya belum bisa murni, hanya ditambahkan ke pembakaran bensin jg.
    Masalahnya ada 2 (atau sebenarnya 3)
    Pertama (katanya) part part standar motor tidak cukup kuat menghandle besarnya tenaga.
    Kedua hasil nitrogen dari elektrosisasi (yg dulu pakai tabung kecil) hasilnya sangat minim (masih kurang untuk pembakaran murni)
    Ketiga & yg paling utama
    Mereka sebenarnya belum bisa mengatur takaran yg pas.
    Kebanyakan hanya diinduksi, kenyataannya belum tau Berapa hasil yg diperoleh, berapa yg disuplai, berapa takaran.
    Kalau bensin kita bisa mengaturnya lewat bukaan karbu, semprotan injeksi, atau gas kita bisa mengatur bukaan nozel. Gas yg dihasilkan tak tertakar.

    Guest
  4. Hmm pantes aja pabrikan pabrikan jepang terlihat gak begitu antusias dengan kenndaraan tenaga baterai.
    Karna mereka sudah maju beberapa langkah mengembangkan mesin tenaga fuel cell dan tenaga hidrogen.
    Toyota Mirai udah masuk tahap mass production, bahkan udah ada “sekuel” nya.

    Guest
  5. Sbg informasi tambahan, Indonesia punya prototipe kendaraan fuel cell dari 10 tahun yang lalu…
    Namanya Antasena, kendaraan prototipe 3 roda ini dibuat untuk mengikuti Shell Eco Maraton di Sepang, bersamaan juga dengan Sapu Angin ITS. Yang buat juga kawan2 ITS kok. Project Leader dari Material ITS dengan bantuan dari Teknik Mesin dan juga Mekatronik PENS Surabaya.

    Guest
  6. Toyota yg paling getol sma bb fuel cell ini padahal dari segi infrastruktur dan politik lebih cenderung (banyak) ke EV..sampe sampe sekarang ini toyota malah buat divisi khusus di china (gabungan dari beberapa perushaan) buat ngembangin fuel cell..Honda sendiri punya Honda Clarity tapi tidak fokus sama promosi dan penjualannya
    Malah si Honda E yang dipromosikan seriusan

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.