TMCBLOG.com – Pada umumnya saat ini kita mengenal ada dua Jenis pendingin pada mesin Sepeda motor Yakni Pendingin udara dan Pendingin cairan. Memang ada Pendingin Oli, namun pada dasarnya itu lebih merupakan pengembangan lanjutan dan Tambahan baik dari pendingin udara maupun Pendingin Cairan. Pendingin Oli kerap dikombinasi baik dengan pendingin udara dan Pendingin Cairan. Di artikel ini kita akan bahas bagaimana jenis pendingin mesin bisa berpengaruh pada emisi yang dihasilkan Oleh Mesin tersebut.

Jika kita bicara mengenai mesin berpendingin udara, Ciri khas mesin ini adalah memiliki dimensi yang lebih bulky karena mesin jenis ini menggunakan Sayap ( fin ) yang berfungsi sebagai pelepas Panas. Yap sistem pelepasan panasnya sangat sederhana, Pasif dan boleh dibilang Less-Maintenance. Mesin berpendingin Udara sangat bergantung pada udara disekitarnya dan ini membuat Pengendalian Emisi untuk mesin berjenis ini umumnya lebih sulit.

Temperatur mesin dipastikan berbeda antara saat digunakan di musim Panas dan Musim hujan, terlebih lagi jika di negeri yang memiliki empat musim yang ada musim dinginnnya. Sobat bisa bayangkan pada mesin pendingin udara, campuran antara udara dan bahan bakar yang baru masuk Via Intake akan di ‘panaskan’ berdasarkan temperatur di sekitarnya. dan Kita sangat tahu bahwa pada saat temperatur dingin, Udara cenderung lebih rapat ( densitas tinggi ), udara lebih kaya Oksigen

Sementara itu saat temperatur panas, maka Campuran udara – bbm yang masuk akan mengembang dan Kehilangan Karapatannya. Biasanya Motor akan terasa lebih kehilangan Power pada kondisi seperti ini karena Udara tidak rapat, Campuran Udara-bbm menjadi Lebih ‘ kaya ‘ ( kebanyakan komposisi bensinnya ) . . Power motor akan ngedrop. Cara ngerasainnnya mudah, Sobat silahkan Bawa motor berpendingin udara di siang hari jam 12 Yang panas dan bandingkan dengan bawa motor jam 12 malam . . . pasti riding tengah malam akan terasa ngebutnya, Bukan hanya karena jalanan lengang, namun memang ada pengaruh dari Densitas udara yang membuat Pembakaran menghasikan ‘Power lebih’.

Untuk mesin berpendingin udara terlihat ada perbedaaanya saat riding di Suasana panas dan Suasana dingin. Pembalap di Track Bisa meminta mekanik buat melakukan re-Jetting Karburator atau set-up FI, agar tetap bisa memperoleh Performa yang stabil, apapun kondisi yang dihadapi di Track. Namun Pengguna Harian cenderung hanya ingin langsung pakai motor, tanpa memikirkan hal ini tho?

Ok ada pertanyaan lanjutan, Sekarangkan Sudah era injeksi kang, di mana mesin bisa secara umum bisa melakukan setup Throttle Body secara Otomatis setelah mengetahui kondisi sekitar melalui sensor sensornya. Itu adalah benar, Dan sistem injeksi bisa melakukan itu. Namun tetap saja Sistem Injeksi tidak bisa mengembalikan Kuda kuda ( horse power) yang hilang akibat menurunnya densitas dari udara ketika mesin berpendingin udara menjadi sangat sangat panas.

Alasan lain adalah Karena mesin berpendingin udara harus bertemu dengan situasi yang sangat panas dan situasi yang sangat dingin, maka ia butuh pelumas yang bisa bekerja di rentang suhu yang lebar. Orang orang bilang tipe ini adalah Oli jenis Wide-range Multi-Grade. Dan Oli jenis ini punya karakter lebih menderita saat cuaca panas karena mereka cenderung lebih mudah menguap saat kondisi cuaca panas.

sumber : didiknh.com

Belum lagi mereka akan bertemu dengan masalah engine clearance. Menurut Kevin Cameroon, Crankshaft umumnya terbuat dari baja, sementara Crankcase dari alumunium. Kedua material ini memiliki koefesien pemuaian terhadap panas yang berbeda di mana Alumunium umumnya memulai 3 kali lebih besar dibandingkan baja ketika bertemu dengan panas.

Ini artinya saat cuaca panas dimana Oli lagi ‘encer encernya’ , akan memiliki tantangan dimana mereka akan mengisi Clearance bagian mesin yang sedang ‘ lebar lebarnya’  . . Mungkin dari sinilah juga hadir masalah Noise pada mesin berpendingin udara.

Namun begitu Saat ini masih banyak sekali Sepeda motor diproduksi mengunakan Mesin berpendingin Udara baik dengan alasan fungsional seperti hanya dipakai Cruiser dengan kondisi temperatur lingkungan cenderung stabil, alasan Cost produksi, Alasan Kepraktisan ( mesin mesin Trail Banyak yang pakai Pendingin udara), dan lain lain. Dan memang pada dasarnya sistem Pendingin cairan membutuhkan jauh lebih banyak ketelitian dalam proses perakitan mesin, butuh alat dan elektronik lebih banyak ( cost lebih besar)  dan Butuh effort maintenance lebih dibandingkan mesin berpendingin Udara.

Umumnya Mesin Berpendingin udara tidak pernah memaksakan Mesin mereka memiliki kompresi tinggi karena kompresi tinggi cukup berhubungan linear dengan panas. Oleh karena itu juga Mesin berpedingin udara pun secara fungsional lebih ditujukan pada mesin mesin dengan karakter pergerakan Piston lebih ‘santuy’ . . kalau butuh Mesin dengan Rev lebih tinggi, Umumnya kita butuh sistem pendingin lebih bisa mengcover panas/ temperatur tinggi dan salah satu solusinya adalah pendingin cairan.

Taufik of BuitenZorg

 

37 COMMENTS

  1. yakk kita tunggu komentar dari para pemilik LC engine yg sempat lalai merhatiin coolant engine nya dan curhat mesin jebol.
    lalu perdebatan aer AC, aer ledeng dan coolant
    wkwkk

    Guest
  2. Dan 1 lagi, secanggih apapun pendingin radiator gak akan maksimal kalau: 1. airnya habis lupa ngisi dan 2. orang bodoh yang radiatornya ditutupi cover gaya-gayaan yg lobang nya cuma seuprit 😆

    Guest
  3. Yg pake radiator banyak yg overheting wak. Kalau di buat santuy. Kalau yg pake kisi kisi speed n satuy ttp balance.. 😁

    Guest
  4. Sekarang bukan mesinnya yg bising tapi bisa rantai,atau kipas radiator nya yg lebih bising dr suara mesin,hehe

    Guest
  5. Terimakasih Yamaha indonesia telah menghadirkan vixion 2007 , jadi g dibegoin honda dikasih teknologi purba, tp knp skrg yamaha pelit, dan honda jd g pelit lagi walo masih mahal, ayo yamaha seperti dl lagi

    Guest
    • Zaman dl megapro lebih mahal beberapa ratus ribu dibandingkan vixion,waduh luarbiasa dulu yamaha, kalo skrg kok harga mirip2, apa ya kartel?

      Guest
  6. Wah berarti ane bukan tipikal yang bisa “santuy” walau hanya dengan mesin pendingin udara
    Karena tiap kali pake Revo 110 RR – R ane selalu ane geber tiap gearnya

    Guest
    • wadoww Revo koperasi nih 😆 sekali geber bahkan ninja pun bisa kabur (takut ditagih cicilan) wkowkowk

      Guest
      • Motor 1000cc pun kalah sama revo bang!! Malah banyak yg puter balik gara2 liat penunggang revo pke jaket kulit sepatu pantofel

        Guest
        • Wkwkwk 1000cc..
          Jaket item+pantopel+revo (mending pilih puter balik) udah menang pamor ya skrg ketimbang rompi ijo+pantopel (pilih trobos ajalaaaahhh)

          Guest
  7. Bacanya kayak yg nanggung wak, ada part 2 nya kah?
    Soale cuma pendingin udara tok iki yg dijelasin..
    Pendingin cairan msh kentang (jg sekalian pendingin oli wak). Sama 1 lg, kisi2 radiator apa bs dipake fungsi jadi kisi2 oil cooler (yg ukurannya cenderung lbh kcil drpd kisi2 radiator)?? Krn sama2 almunya wak (tp volume oli yg ditmbahkan jelas bertambah bengkak).
    Soale oil cooler fu ku wes krg ngatasin pendinginannya (mengikuti spek mesin). Pngen tak gnti radiator e mx (tp tetep befungsi sbg oil cooler)

    Guest
  8. Motor metik kaya beat, mio, dll pendinginannya lebih handal wak. Pakai kisi2 jd maintenance free dan forced cooling dr kipas mesin. Mau di ajak pelan atau kebut tetep adem, makanya jarang nemu motor metik overheat.

    Guest
  9. Klo mesin berpendingin Gas, ada ga ya Pak? Seperti sistem AC (refrigerasi) tp tujuannya buat mendinginkan mesin.

    Guest
    • Mesin itu butuh suhu ideal Om, gak terlalu panas dan gak terlalu dingin ,PAS. Kalo terlalu dingin, kerja mesin kurang maksimal karena tidak mencapai suhu kerja yang optimal, begitu juga sebaliknya.
      Saya rasa kalo pake sistem refrigerant AC, suhunya akan terlalu dingin untuk mesin, butuh penggerak sendiri, konstruksinya pasti lebih kompleks, banyak makan tempat, dan butuh perawatan ekstra.

      Guest
  10. Mesin ninja rr ku itu pendingin cairan tapi kalo macet2an, jarum suhunya naik sampai 3/4. Pas jalan lancar ketiup angin baru normal lg jarumnya… sistemnya hybrid ini… LOL…

    Guest
    • krn bbm masih dingin dr penyimpanan bbm bawah tanah pom bensin, sesudah jalan brapa kilo kena panas mesin jd memuai

      Guest
  11. nah ini jelas lah kenapa malam hari bisa betot throttle lebih padet drpd siang, krn udara lebih padet krn kaya oksigen dan bbm lebih padet krn suhu tangki dingin

    Guest
  12. Lihat gbr mesin vixi, wajar vampir oli. Yg didinginkan cuma bagian head cilinder.

    Sementara mesin gsxr & cbr, radiator mendinginkan semua bagian cilinder dr bwh ke atas. Ada jalur water jacket nya.
    Cmiiw.

    Ini jg bisa jd artikel yg mencerahkan wak.

    Guest
  13. Riding malam hari terasa lebih ngebut banyak faktornya Wak, bisa jd densitas udara. Tapi faktor jarak pandang yg minimum jg akan membuat sensasi ngebut (cepat). Harusnya komparasinya antara saat terik mentari & setelah hujan, sama2 siang hari. Dan yg diamati adalah filling sensasi jambakan powernya, bukan ngebut & tidak ngebut nya.😎

    Guest
  14. Pengalaman turing kedaerahan pegunungan ni wak, prnah punya & make mesin angin sepoy2 MP primus & tiger, sm scorpio tangki kotak seri 5BP yg katanya buildup jepun, feelingnya mesin MP/tiger jarak 150km awal speed cruising 80-100km/h rasanya kyk ketahan tenaganya, tp bgt jarak sdh >150km baru tenaga terasa padat suara knalpot pun lbh bulat
    Scorpio malah saat dibetot cruising jarak 150 malah flat tenaganya & suara mesin cenderung kasar
    Bbm sama2 pertamax, oli shell helix hx5
    Intinya, nyata adanya bila jenis metalurgi mesin yg dipake tiap2 pabrikan mempengaruhi performa 😁😃

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.