TMCBLOG.com – Honda Rebel 500 merupakan Motor Jenis Cruiser-Bobber yang banyak dipilih Oleh Konsumen Indonesia, dan Faktanya Motor ini boleh dibilang merupakan Salah satu produk BIG WING Yang paling Laku dan paling banyak terjual ke End User. Salah satu alasannya adalah karena motor ini punya banyak karakter yang sesuai dengan Trend kegiatan eksplorasi Turing gas tipis tipis maupun tebal tebal dan Juga secara dimensi motor ini memang sangat User-friendly dengan postur kebanyakan Konsumen Indonesia  . . Plus satu lagi, harganya Juga masih di bawah 200 Jutaan ( OTR 189 juta rupiah saat ini ) . . .

Pict : autoby

Honda Bilang bahwa Rebel adalah Sosok Urban Cruiser with Low Riding Style . . tampangnya memang benar benar seusi namanya yakni rebel atau ‘ pemberontak ‘ simpel, basic seperti membawa jiwa orang orang nggak nggak mau terlalu banyak diatur mengenai apa yang harus mereka hadirkan di Fisik Motor. Namun begitu. Motor ini bisa bergaya Lebih Trans-Continental yang lebih kental aura Cruisernya hanya dengan sedikit ubahan Plug-and Play. salah satunya dengan WindShield terbaru buatan Kijima – Jepang.

Pict : autoby

Di Gambar memang Kijima menggunakan Model rebel 250, namun secara dimensi sama dengan rebel 500, sehingga windshield Trans Continental itu Juga bisa diaplikasikan ke Honda Rebel 500 tentunya. Melihat Style windshieldnya, Secara instant memang membuat tongkrongan Honda Rebel Jadi berbeda. Windshield atasnya mengalangi terpaan angin ke bagian Dada rider. Bentuknya yang lebar juga akan membuat posisi handle jadi lebih nyaman saat turing jauh karena windshield juga meminimalisasi terpaan angin ke bagian tangan.

Pict : autoby

Di Jepang Harga Satu set Windshield ini dibanderol 45 ribu yen atau sekitar 5 jutaan rupiah sob . .. Worthy Nggak segitu ? udah mudahan Menginspirasi Para Pelaku Custom Indonesia

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

14 COMMENTS

  1. Sebenarnya, bukan angin yang menerpa/menerjang badan rider, tetapi badan rider yang bergerak maju menerjang udara yang sedang “diam”.

    Guest
  2. Sebenarnya, bukan ngebut/melaju kenceng yg membahayakan, tapi kalau dari “bergerak” tiba-tiba “diam” itu yg bahaya.

    -Jeremy Klakson

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.