TMCBLOG.com – GPOne mencoba melakukan klarifikasi terhadap pemberitaan MotoGP beberapa hari ini yang menyangkut nama-nama pembalap Ducati seperti Andrea Dovizioso dan juga mantan pembalap Ducati yang dirumorkan ada skenario balik lagi di tahun-tahun mendatang dengan motor Desmosedici GP ini. Orang tempat klarifikasinya adalah sosok Paolo Ciabatti Ducati Corse Sporting Director.

Mengenai soal Jorge Lorenzo, Ciabatti mengatakan kepada GPOne bahwa ia sama sekali tidak mengetahui apapun. Dan ini secara umum bagi TMCBlog pribadi jadi tambah membuat curiga . . Jangan-jangan benar-benar ada skenario Plan B yang disembunyikan Ducati yang menyangkut Dovizioso dan Jorge Lorenzo.

Lalu yang kedua mengenai update dengan Andrea Dovizioso. Andrea Dovizioso dikabarkan via Simone Battistella meminta sekitar 8 Juta Euro per-musim untuk perpanjangan kontrak 2021 nanti dan angka ini lah yang sedang dibahas dan di negosiasikan secara alot dengan Ducati. “Jadi kami menemukan titik temu sementara bahwa Ducati tampaknya cenderung menunggu lima Grand Prix pertama tahun ini sebelum membuat keputusan tentang Dovizioso. Oleh karena itu negosiasi belum berhenti tetapi, mungkin, kedua belah pihak berpikir bahwa lebih baik mengambil napas dan melewati dua balapan pertama Jerez, lalu Brno dan kemudian, setelah Red Bull Ring-2 kami akan bertemu lagi.”

Yap dari penjelasan Ciabatti di atas artinya segala penyataan sebelumnya yang mengatakan bahwa keduanya (Dovi-Ducati) sudah ‘close deal’ dimentahkan sendiri oleh Ducati. Namun kenapa sampai lama sekali? Dua race di Austria baru berakhir 23 Agustus 2020, dari sini terlihat bahwa kemungkinan pembicaraan kedua fihak yang di ‘pause‘ sementara baru akan dimulai kembali di akhir Agustus 2020.

Analsianya begini: Race Austria dari tahun ke tahun selalu dimenangkan oleh Ducati. Semenjak 2016, sampai 2019 100% kemenangan Seri RedBull Ring ini secara statistik selalu diraih Ducati oleh ketiga pembalapnya saat itu Andrea Iannone, Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso.

Andrea Dovizioso sendiri adalah pembalap Ducati yang paling banyak menang di Austria pada era modern MotoGP ini dengan 2 kali kemenangan (2017 dan 2019) . . Hmmm, ada udang di balik batunya kemungkinan adalah Ducati ingin memberikan Andrea Dovizioso sentuhan psikologis bahwa kemenangan adalah lebih penting dari sekedar angka UANG. Dan berharap pendekatan Dovizioso akan berubah . . Strategic juga nih kalo benar.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

25 COMMENTS

    • atau sebaliknya Wak, kan dovi ‘gampang menang’ disitu, lha kalo sampe kalah apalagi keluar podium…???

      Guest
      • Artinya kalau dari 5 seri itu dovi cmn bisa podium di austria berarti nilaimu tidak 8juta, tapi paket motornya yg oke, harus nego setengah bos. Hehehe

        Guest
    • Strateginya boleh juga Ducati.

      They already knew Marc still would be hard to beaten, and Yamaha squad (Vinales & Quart) have something really strong too, makanya nunggu beberapa seri sampe Dovi nyadar dan tau posisinya, and then put Dovi under jurus ultimate : “Tuh dari beberapa seri ini aja ente dapet poin berapa. Minta 8 juta-an, ayolah kita bisa bicarakan lagi perihal ini.”

      Bukannya men-diskredit kan Dovi, skill nya & pengalamannya terbaik di skuad Ducati saat ini. Tapi Ducati dengan segala kekuatannya sepertinya udah mentok karena belum nemu rider yang bisa maksimalin strong point dari motornye. Saya termasuk yang percaya kalo Desmo is still way better than RCV.

      Udah cukup greget banget ama si Dovi, terutama di 2017. Udah side by side poin klasemen ama Marc, perlu dicatat kala RCV masih letoy–keliatan banget. Tapi ambyar juga, guys. Tida jadi angkat tropi jurdun.

      Next year, and next year nya lagi udah terlambat. RCV nya udah keburu makin kuat dan makin cocok ama kepengenan Marc.
      Jadi, yaa siap-siap aja bang Dovi disunat anggaran gajinya. wkwkwkwk

      Guest
    • Yg saya khawatirkan nantj ducati kalah cepet dengan KTM… jika nanti KTM deal pisah dgn pol otomatis KTM mesti gerak cepat cari pembalap pengganti yg setara atau malah yg lbh baik dr pol untuk melanjutkan misi KTM, dan seandai bener terjadi KTM pisah dengan pol saya yakin pembalap yg pertama di incar pasti Dovi, petrux bakal jadi opsi kedua seandainya gagal mendapatkan dovi,dengan catatan kl dovi blm deal dgn ducati…

      Guest
  1. dovi dah mulai diambang pembuangan oleh ducati, kalau ada tim lain berani bayar gede bisa untuk persiapan pensiun duitnya.

    Guest
  2. ato bisa jadi hasil GP austria dijadiakan dasar Ducati untuk menerima atau menolak pengajuan dari pihak Dovi

    Guest
  3. Lha kalo di Jerez dan Brno Dovi jeblok gimana?gajadi dan lirik hohehoheho?
    Atau tetap pilihan utama Dovi tapi bayaran turun drastis dr angka penawaran sebelumnya

    Guest
  4. sepertinya dovi di posisi nothing to lose, kalau ducati beneran mau, ya bayar 8jt, kalau gak ya gak papa, masih ada ktm, kalaupun harus pensiun juga gak masalah.

    nampaknya dovi sekalian mencurahkan egonya yg sering dianggap kalau pembalap ducati menang (cuma/lebih) karena motornya

    Guest
  5. Kayanya cuma Cal yang ga laku pemberitaan. Cuma dia yang ga dapat seat tapi ga da pemberitaan.

    Dovi di Ducati aja udah. Daripada diambil Jorge. Buat fans Ducati mah ga peduli siapa pembalapnya. Bakal mereka dukung. Beda dengan fans Yamaha. Mereka cuma mau Vale seorang.

    Guest
  6. 8 juta semusim cuma buat bayar pembalap medioker? Gw jadi paham kenapa ada rumor CLBK Lorenzo – Ducati. Ya Ducati paati mikirlah dibanding bayar spesialis runner up ga punya kemampuan develop kan mending clbk Lorenzo aja sekalian. Harga sama 8 juta gw rasa Ducati ga keberatan kalo dptnya Lorenzo, apalagi kalo ternyata value Lorenzo sekarang kisaean 4juta semusim. Apa ga mending mereka paksa Lorenzo balik kucing? Wkwkwk Dovi ada di posisi riskan sebenernya, kalo tempat di KTM keduluan Petrux, dia ga bisa kabur dan mau ga mau terima dibayar berapa aja ama Ducati, apalagi kalo Lorenzo ngrecokin bursa, Lorenzo iseng nawarin harga diskon ke Ducati udah deh Dovi cuma bakal gantiin Iannone di Aprilia dengan bayaran seadanya wkwkwkwk

    Guest
  7. Kasian banget jolor yang juara dunia di yamahe. Dibayar mahal di ducati tapi ga ada seujung kukunya pembalap murah medioker kayak komen diatas ane. Dibayar mahal mahal cuman dapat juara seri, runner up juga kagak. Juara dunia kelas alien kalah ama pembalap medioker yang dibayar murah kata komen atas ane. Apalagi mau dibandingin ama pas dovi di honda, seujung kuku dovi yang pembalap medioker aja gak ada apa apanya. Pembalap alien juara dunia di yamaha di honda cuman jadi penggembira lebih miris dari karel abraham. Lempar handuk lagi pas di honda wah bener prestasinya ga ada seujung kukunya pembalap medioker yang namanya andrea dovioso what a shame hahahhahaha

    Guest
    • Kalo Ducati ga bayar Lorenzo Dovi ga pernah menang lagi mulai 2017 tong. 2019 aja sepeninggal Lorenzo Ducati perlahan mulai turun lagi level kekompetitifannya, malah hampir disusul Vinales. Kaya gitu lu ga terima Dovi disebut medioker? Wkwkwk di Honda aja cuma jadi ayam

      Guest
      • Iye betul dovi di honda jadi ayam. Jolor dihonda konsisten 10 besar aja kagak malah konsisten nemenin karel abraham. Lempar handuk lagi artinya apa? Lebih jelek dari ayam kan? Telur yang ga bisa jadi ayam alias jadi telur busuk, . Kenyataan yang pahit bagi jolor maniak

        Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.