TMCBLOG.com – Sobat sekalian, Pirelli Indonesia memanggil tmcblog untuk mencoba kembali salah satu produk unggulan mereka. Hari Kamis kemarin Pirelli Nanya apakah tmcblog ada Motor Matik yang siap diganti bannya? Wah kebetulan Suzuki NEX II masih pakai ban Lungsuran Dari vario 150 yang notabenennya ‘kedodoran’ karena Velg standar yang sempit dipakaikan ban belakang Ukuran 100/14. Singkat Kata tmcblog iyakan undangan ini dan langsung bawa Itu Nex II ke Warung Ban di Depok, ketemu Bro Jon untuk langsung swap Ban IRC Reborn ke Pirelli Diablo Rosso Corsa II Ring 14.

Dan Seperti Juga Versi Ban 17nya, Pirelli memproduksi secara lokal Ban Ring 14 ini dengan Patern, Kompon dan fungsionalitas yang sama dengan Pirelli Diablo Rosso Corsa II Ring 17. Paternnya mirip mirip ban semi slick, Ukuran hanya 90/80/14 baik buat ban depan maupun ban belakang. Secara umum Pirelli memproduksi ini untuk bersaing dengan Ban ban balap / tujuan performa ring 14 yang sudah lama hadir di pasaran seperti Ban IRC Fastipro 90/80-14 dan FDR Sport MP76 90/80 Ring 14 .

Namun karena ban ini keluar di akhir tahun maka ketinggalan timing untuk bisa ikut serta dalam Gelaran gelaran Balap matik seperti Yamaha Cup Race ataupun Honda Dream Cup . . lagi pula 2020 ini gelaran balap setop di paruh awal karena Pandemi COVID 19.

Secara umum Pirelli Diablo Rosso Corsa II Ring 14 ini memiliki karakteristik Compound Karet yang sama persis dengan ring 17nya . . empuk alias soft dari pinggir sampai ketengah. Secara umum pas tmcblog angkat dan perkirakan Bobotnya cenderung lebih ringan bila dibandingkan dengan ban ban Tubeless 14 inchi pada umumnya.

Sidewall Pirelli Diablo Rosso Corsa II Ring 14 ini secara umum lebih luas dari ban ban pada umumnya. Paling kentara pas tmcblog bandingkan dengan ban IRC reborn 90/80-14 yang persis sama dengan ukuran ban Pirelli dan terbukti Itu sidewall Pirelli Diablo Rosso Corsa II Ring 14 jauh lebih panjang dan luas sob . . silahkan cek deh di Video untuk lebih jelasnya.

Dan menurut tmcblog sidewall yang lebih luas plus bagian Bead atau Bead Filler atau bagian pinggir dalam ban yang memegang bibir velg yang umumnya lebih lentur dibandingkan dengan Ban ban serupa dengan ukuran ban serupa membuat satu keunikan tersendiri saat ban ini dibengkek bengkek. . . Saat dibengkek keluar maupun ke dalam, bagian ban yang mengalami pergerakan cuma di bagian pinggir tread, sedangkan sisi tengah tread cenderung statis atau diam tanpa berubah profil. . . silahkan sobat lihat Juga lebih jelasnya di Vlog.

Singkat Kata menggunakan alat khusus pemasang ban di Warung ban depok ( telp / wa 0812-8036-9769 ) Kedua ban ini masing masing kurang dari semenit ban lansgung terpasang di velgnya. Dan setelah terpasang tmcblog langsung bawa Pulang ke bogor Via Jalur Pondok Rajek yang lumayan penuh tikungan. Alhasil . . waaa serem sob, Gripnya benar benar Luar Biasa lengket dan stabil. Bukan artinya ini akan membuat kita semena mena cornering sampai rebah, namun paling tidak ini akan bisa membuat kita PD dalam melakukan handling Motor .

Hal lain yang tmcblog rasakan juga soal Pengereman. Walaupun tidak ada yang disetup khusus di rem, namun entah kenapa terasa rem jadi lebih pakem . . waaa, Bisa jadi ini karena ada hubungannya dengan Grip Karet dengan asphal yang lebih lengket itu . .

waduhhh, Secara umum memang dengan soft Compound bila dipakai harian dengan intensitas sering dan ekstrim ban ini akan cepat haus, namun buat motor yang dipakai jarang jarang sih katanya satu dua tahun karetnya bakalan tetap bisa awet nih. . . Ini ban Balap yang harganya Rp 300 ribuan per Ban, namun dipakai Harian koq enak banget ya, recomended deh !!

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

27 COMMENTS

    • Ya jelas bwahaya bro…kan g ada jalur pembuangan air seperti type all terrrain.
      Sori r nya sengaja 3, biar cetarrr

      Guest
  1. Udah nyoba fdr tipe sport soft compound wak.. keren dan mantap emang handlingnya, bahkan dibandingkan tipe di bawahnya (fdr sport evo). Ini pemakaian 2 tahun masih tebel ban depan.. kalo belakang jgn ditanya, bobot metik kan suka ngabisin ban blkg.. ane coba tahun 2013 lalu.. skrg g tau deh brp an hrgae..

    Guest
      • Battlax yg mana? Kalo tipe yg pernah dipake balap disini pake kawat. Memang udah kebiasaan Pirelli bikin ban pake nylon buat sidewall. Pirelli Superbike juga pake nylon doang (yg depan).

        Guest
      • Justru ban balap sidewall lebih tipis, liat aja ban moto3 ukuran 90/80-17 bandingkan dengan ban balap Rosso Corsa 2 dgn ukuran sama. Alasan sebenarnya ya karena Pirelli mendesain ban ini sesuai peruntukan yaitu balap matic dan bebek yg nikungnya ga pernah serebah motor balap beneran jadi kontur V Pirelli lebih landai dibanding ban balap lain. IRC, FDR, Battlax, Corsa, Mizzle semua desainnya pure balap tapi bisa disimak saat dipakai bebek dan matic ban bekasnya PASTI ga kemakan semua beda saat dipakai di sport 150.

        Guest
  2. matic kok ada segala ban “balap”🤣

    motor ibu ibu aja pke ala ala balap segala

    ada ada aja strategi marketing

    Guest
    • Kenyataannya dinegaramu balap motor ibu ibu di lapangan lebih rame ketimbang balap moge yg lu liat di tv. 100% pembalap gp dari negaramu juga lahir dari balap motor ibu ibu. Gimana produsen nolak bikin ban balapnya kalo pasarnya subur?

      Guest
  3. Saya pakai di R25 cukup yang Pirelli Rosso Sport ii 150/70, belum level pakai yang Diablo super corsa, kemahalan hehehe…

    Guest
    • kebetulan ane mau coba rosso sport juga di R25, gripnya gimana?
      kasih urutannya deh dari ban² yang uda pernah ane pasang:
      -road losser 110/70(B) + 140/70(B)
      -battlax s20 110/70(R) + 150/60(R)
      -pilot street 110/70(R) + 140/70(B)

      Guest
    • Sebelumnya saya Pakai Corsa Platinum R93 160/60, grip Ok tapi ukuran ini kegedean buat saya, Ban terasa ngayun-ngayun.
      Ganti Pirelli Rosso (yang bener kepasang 150/60) ini lebih enak seh, ga kegedean dan ga ngayun, Grip kering Oke, hujan juga oke ga pernah ngesot ban nya. Nikung lumayan rebah untuk amatir seperti saya juga pede kok..

      Yang lain yang sampeyan sebutin saya belum pernah coba..

      Guest
  4. soft compound emang enak sih wak apalagi pas baru pasang. maunya miring2 terus. tapi dipake harian (sy 32km PP sehari) paling cepet 6 bulan dah minta ganti. ini brand lain sih. blm coba pirelli

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.