TMCBLOG.com – Salah satu pembalap yang terlihat sangat energic dan sangat nggak sabar memasuki race weekend MotoGP yang baru akan dimulai 15 hari Ke depan adalah Maverick Vinales. Pembalap yang telah mengamankan Seat Factory Yamaha sampai akhir Musim 2022 ini mengatakan Kepada Cycle World bahwa Ia Yakin bahwa ia bisa memperjuangkan Posisi yang diperhitungkan Oleh pembalap lain di tiap serinya. Yap alih alih menggunakan Kosa kata Juara atau Podium Maverick dengan berati hati memilih kata yang menarik ‘ posisi yang diperhitungkan ‘ di mana kesalahan sedikit pun menurutnya harus dihindari

“Mengingat program yang ketat, Kesalahan tidak diperkenankan. Ini akan menjadi pertarungan yang sulit, dan keseimbangan akan menjadi kuncinya. Di satu sisi kita harus berhati-hati dalam sesi latihan bebas dan tidak push 100 persen, untuk menghindari risiko cedera. Tetapi dalam balapan, kita harus menyerang dari seri GP pertama. Dengan lebih sedikit balapan yang dijalankan, tidak akan ada waktu untuk kalah, jadi kita mungkin perlu mengambil lebih banyak risiko mulai dari putaran pertama. “ . . . Ini Jelas menarik, Full Gas ambil lebih banyak resiko saat Race sementara juga tetap menjaga ritme dan menghindari kesalahan.

Quartararo tidak ‘otak atik’ Yamaha M1

Maverick Vinales mengatakan  bahwa salah satu faktor penyebab kesulitan di Musim 2019 adlah karena ia bermasalah di Awal. Bukan karena masalah teknis, namun lebih ke masalah non-teknis seperti misalnya jump-start di Austin Texas. Maverick mengatakan bahwa Ia dan M1 punya potensi yang besar namun banyak Hal non teknis mengganggu. Salah satu yang ia juga pelajari di Tahun 2019 adalah cara Fabio Quartararo dan team melakukan Pendekatan terhadap motor.

Quartararo, Valencia MotoGP test, November 2019

Menurut Maverick, Hal menarik dan Patut menjadi bahan pembelajaran baginya adalah bagaimana Team Fabio tidak terlalu banyak mengubah basis dari Yamaha M1. ” Bersama tim pabrikan, ada banyak faktor lain yang perlu dipertimbangkan selama akhir pekan balapan sehingga satu hasil bisa menyesatkan. Sebaliknya, tim Fabio tidak menyentuh motor — mereka tidak mengubah apa pun. Itulah kuncinya dan kami belajar dari mereka. “

Rossi tetap senyum walaupun di situasi Sulit

Mengenai Valentino Rossi, Maverick menganggap eksistensi pembalap Juara dunia 9 kali GP ini adalah sebuah Motivasi baginya ” Valentino memiliki pengaruh besar dalam MotoGP dan juga dalam organisasi Yamaha. Saya pikir kami telah bekerja sama dengan baik, dan kami belajar banyak. Saya mengerjakan tugas saya dan mendapatkan kepercayaan serta posisi saya di tim berdasarkan hasil yang saya peroleh di lintasan. Ketika saya bergabung dengan Yamaha, saya belum bisa cepat dari awal dan ia banyak membantu saya. Tapi Rossi telah menjadi idola saya sejak saya masih kecil dan bagi saya, bersamanya adalah sebuah motivasi tambahan”

Ketika ditanya hal apa yang dia pelajari dari Rossi, Maverick Menjawab ” Musim 2018 adalah musim yang sangat sulit bagi kita semua ( Yamaha ) . Saya belajar banyak dengan melihatnya, dan khususnya keahliannya untuk tetap positif dengan tetap menampilkan senyum lebar di wajahnya bahkan ketika ada masalah. Saya masih sangat kesal ( ketika mendapatkan Hasil buruk) . Pada akhirnya itu karakter saya, tetapi saya telah belajar untuk menghadapinya. Saya pikir masih dibutuhkan temperamen itu, tetapi saya akan menyeimbangkannya dengan senyum di wajah saya. Saya juga sadar bahwa kami adalah tim dan bahwa kemenangan adalah hasil dari banyak faktor. “

Taufik of BUitenZorg | @tmcblog

31 COMMENTS

  1. Semestinya yg mesti dipelajari itu Marquez memperjuangkan champion di 2016 saat Marquez kurang diperhitungkan dikarenakan RCV yg bermasalah, skandal sepang, lepasnya gelar 2015 dan masih banyak lagi namun lihat mentalitasnya di 2016.

  2. Betul sekali,MV harusnya jangan terpancing mengendarai M1 scr agresif ngikutin MM hingga out of limit. Cukup sesuaikan gayant balapnya seperti saat latihan. Apalgi sdh pke holeshoot saat start bakal bisa melejit didepan. Ini yg membuat mv lebih percaya diri. Krn saat awal start dmn ban masih baru,mv g brni push hard.

    • Sudah sering dijelaskan eh para komentator dan Wak haji disini…

      Yamaha Emwan kalo sendirian seperti saat latihan atau memimpin sendirian di depan bakal sangat kencang..tapi kalo berada dibelakang pembalap lain, bakalan keteteran…keunggulan speed corner yamaha bakal di blok oleh pembalap di depannya…sedangkan mau adu speed di track lurus agak sulit…

      Makanya Lorenzo saat start selalu berusaha kedepan secepat mungkin dan meninggalkan rombongan…

      • Well explained brother. Ketika ke blok yg berperan bukan soal smooth cornering, tapi power n torque, makanya JL klo bawa M1 sekali didepan lsg ngacir, karena klo dah kejebak susah. Tapi itu cuma satu sisi, banyak sisi lain. Salah satu Yg utama M1 kudu kuat juga di sirkuit kelokan patah dan sirkuit yg ngumbar speed

  3. Bersembunyi dibalik kata bijak,setelah dijalani ternyata banyak keoknya dibelakang MM93 dan rekan setim.
    Lihat aja bertahan sampe berapa seri.hehe

    • Maverick tidak segan untuk belajar. Itu bagus.
      Ane pikir sosok kayak dia terlalu underrated di mata penikmat MotoGP.

      Padahal lagi-lagi dia jadi rider Yamaha terbaik. Statistiknya dari kelas capung juga termasuk rider kelas atas kok.

  4. di Team factory Yamaha banyak fokus insinyur mekanikal ??, apa gk ada terlalu melihat diluar mekanik tentang strategi balap, mental, racing line / gaya balap pembalap, dulu para insyinyur gak melihat manajemen ban lalu sekarang dibentuk…

    btw Vinales gaya balapnya seperti lorenzo halus dan tepat sasaran kalau dia aggresif malah berantakan….
    pegang M1 yg agressif ya VRossi dan Fabio…

  5. Mungkin Vin maksud itu base setup dari motornya sendiri yang sama Qua gak diubah ubah walau saat itu balap ke sirkuit yg tight Jerez, atau yg flow Mugello, atau juga yg stop and go macem RB Ring.

    Kalau yg bro Tobey masuk perubahan mungkin itu maksudnya development, kalau gak ada development ya jalan ditempat dong hehe.

    • Iya toh ada pepatah, keluar dari zona nyaman.
      Secara paket M1 bukan motor yg All rounder, jadi perubahan baik setup atau development motor diperlukan.

      Tapi ini Vinales lagi merenung melihat dia sama Mbah Rossi kebanyakan development dan setup yg diacak acak, jadinya bablas angine seperti tahun 2018 – 2019

    • ini adalah pendekatan subjectiv dari Vinales..
      menurut vinales kasarnya begini:
      setiap dia mencoba part baru/set up baru, yang mna tujuannya untuk mrmaksimalkan hasil, dia malah merasa harus memulai adaptasi dri nol lagi. jadi gak kelar²

      kemudian ada fabio yang setupnya minim perombakan besar, tidak mendapat update part, malah jauh lebih bisa memaksimalkan motor.

      kemudian di paruh kedua, vinales mencoba pendekatan dengan cara quartararo. dan terbukti berhasil kan? paruh kedua vinales mendapat hsil yang lebih baik

  6. Sebenernya motor dgn wheelbase terpendek n terpanjang d motogp itu motor apa wak?
    Paling tidak dianalisa lewat foto dgn perbandingan yg sama kn bs jd bahan perbincangan yg menarik wak
    Selain itu bisa jg perbandingan kemiringan teleskopik depan,komstir,panjang/kemiringan swing arm yg nyata2 bisa d liat mata trus bahas kelebihannya apa..
    Kn komentator wak haji dsini pinter2 semua hehe

  7. Kalo ngebandingin reaksi Vinales pas crash gara gara Morbidelli n Bagnaia bagaikan langit n bumi ama reaksi Alex Marquez waktu crash gara gara Baldassari

    • Gmn reaksi Vinales waktu crash gara2 Lorenzo?? (Catalunya 2019)

      Alex Marquez crash oleh Baldasarri ketika leading point championship, dan mengakibatkan turun posisi di klasemen… kira2 gmn dia harus bereaksi??

      • Dijelaskan juga ama dia sesudah crash, Lorenzo bukan anak baru kayak Pecco atau Morbi. Lorenzo world MotoGP champion. Satu satunya orang yg ngalahin Stoner Rossi Pedrosa dan Marquez di championship… Harusnya dia tau.

        Btw Vinales nggak mendorong Lorenzo, kayak Alex mendorong Balda yang masih tergeletak diatas gravel.

        Itu sangat berbahaya, Mau situasi championship segenting apapun, tindakan Alex bisa bikin cedera atau memperparah cedera rider lain. Walaupun rider itu buat kesalahan.

  8. Ga tau tapi masih ragu sama ni pembalap. Musim ini sama kaya musim2 sebelumnya. Bagus winter test, pede sama musim yg mau dijalanin. Begitu race dimulai melempem…

  9. Sang penakluk mesin 125, 250, 500, 800, dan 990.
    Tak terkalahkan. Hanya usia yang mengalahkannya.
    Salute ….!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here