TMCBLOG.com – Produsen ban pada umumnya selalu berusaha memberikan ban Yang lebih baik dari tahun sebelumnya dengan menggunakan data data tahun sebelumnya. Begitu Pula dengan Michelin sebagai penyuplai ban tunggal Kelas MotoGP, mereka awalnya 2020 ini sudah bersiap mencoba ban dengan spek Yang lebih baik dari tahun sebelumnya dan sudah ditest pula oleh mayoritas pembalap. Namun Pandemi melanda dan Jadwal balapun berubah. Minimal ada 13 race seri eropa yang akan dilakukan Mulai 19 Juli 2020 nanti dan sekitar 5 tempat di antaranya menggunakan Model race dobel dua pekan secara berturut turut.

Namun baru baru ini Via GP-One Penanggung jawab Micheli Project di MotoGP Piero Tarramasso menjelaskan bahwa akan ada sinyalemen permasalahan mengenai ban terutama di awal awal Musim ketika hendak mulai nanti. Ketika ditanya Apa yang telah dikerjakan Michelin dalam beberapa bulan terakhir, Piero menjawab  “Kami terus bekerja, menganalisis data secara lebih rinci, memanfaatkan waktu. Kemudian kami menyiapkan tiga opsi berbeda sambil menunggu kalender dan ketika kita memperoleh jadwal ( Kalender race ) , kami dapat fokus pada sirkuit dan tanggal balapan. “

Ada hal yang menarik kedua ketika Michelin ditanyakan Seri apa yang kemungkinan akan dilakukan Tanpa Data yang meyakinkan “Hal yang langsung menarik perhatian adalah Jerez, ( awalnya) kita berharap untuk balapan di bulan Mei. Namun sebagai gantinya kita akan melakukannya pada bulan Juli, jadi dengan suhu yang jauh lebih tinggi, Kita akan menjumpai 10 atau bahkan 15 º C lebih tinggi dari biasanya, cukup banyak. Tentu saja. perubahan terbesar. “

Yap itu artinya Michelin sama sekali akan menjumpai situasi cuaca yang berbeda dengan data data race Jerez tahun lalu. Kasar kata, MotoGP Jerez 2020 terutama seri pertama adalah seri paling GHOIB buat Ban Michelin. Bukan hanya Michelin, pembalap pun akan merasa langsung seperti memulai dari Nol semuanya tanpa base setup paling mendekati. Marc Marquez terutama yang terbiasa memulai FP1 dengan basis Setup tahun sebelumnya tentu harus membiasakan dengan pola kehidupan Riset Normal Paddock gaya baru . Kalau gini mau nggak mau marc Harus Riset semenjak FP1.

Piero tarramasi menyebutkan jerez adalah Race seri yang paling membuat michelin Buta Karena berbedanya kondisi musim tahun lalu dan tahun ini. Selain jerez, Piero mengaku tak ada Track Lain yang memiliki perbandingan se ekstrim Jerez. namun begitu Michelin tahun ini secara umum telah memberikan catatan yang serius kepada team bahwa memang roda belakang 2020 punya lebih banyak Grip.  “Ban belakang baru memiliki banyak grip, jadi pembalap harus bekerja pada keseimbangan dan pengaturan motor, juga pengendara harus beradaptasi baik dalam pengereman dan akselerasi.

Dengan dua balapan akan ada lebih banyak waktu untuk memperbaikinya dan saya berpikir bahwa dalam balapan kedua, di mana semua orang akan hadir lebih siap, kita akan melihat lebih banyak fight. Saya tidak akan terkejut melihat 15 pembalap dalam satu detik dalam kualifikasi atau tiba di finish foto dengan 3 atau 4 motor, saya berpikir itu akan sangat spektakuler dan akan ada podium yang lebih bervariasi dari biasanya. Pengendara akan dapat lebih mengeksploitasi potensi sepedamotor dan ban plus kondisi lintasan juga akan lebih baik. “

Race Dobel dipastikan akan berlangsung seru terutama jika race pekan ke dua diadakan persis dengan kondisi cuaca yang sama persis. Ada banyak alasan yang akan membuat Potensi fight jarak dekat disinyalir akan lebih sering terjadi. Setup Motor yang lebih baik, Pembalap lebih familiar terhadap Motor, track dan Kompetitornya dan tentunya Kondisi asphal Sirkuit pada pekan kedua yang lebih baik karena sudah terlebih dahulu dilakukan race sepekan sebelumnya adalah beberapa sinyalemen variabel penyebab Race Kedua berpotensi lebih menarik.  . . namun apakah menarik juga dalam kaca mata Logistik Michelin ?

” Masalah yang hadir saat memiliki banyak balapan dobel adalah logistik. Untuk setiap akhir pekan balapan, kami membawa 1.200 ban antara slick dan rain, tetapi tidak semuanya digunakan, biasanya antara 500 dan 550 ban, dan 2.400 ban tidak dapat dibawa sama sekali untuk Race dobel. Strategi kami adalah menghadirkan 1.200 dan kemudian, pada hari Minggu malam, berdasarkan jumlah yang digunakan, putuskan apa yang dibutuhkan untuk Grand Prix berikutnya.

Jadi, kami akan memproduksi ban pada menit terakhir dan ini adalah cara baru untuk bekerja. Perlu untuk menghitung waktu dengan baik, untuk membawa ban dari pabrik kami ke Jerez membutuhkan waktu 3 hari, ke Brno 2 setengah hari, tidak ada ruang untuk kesalahan. Bahkan untuk staf itu akan menjadi effort yang besar. Akan seperti balap triple-header setiap bulan, tetapi dengan bekal semangat , kami akan melakukannya.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

 

22 COMMENTS

    • Yesss pertamax di blog kondang.

      Wak jgn ngomongin ban2 ghoib donk. Apalagi soal michelin. Ntar ada bani yg tekozel-kozel kalo inget ban ghoib pesenan sore hari utk race besok. Awokawokawokawok

      Guest
  1. Tukang ban Michelin kekar2 yak. Ga kaya tukang tambal ban di mari macam Muke Gile yg ceking abis

    Guest
  2. “Ada banyak alasan yang akan membuat Potensi fight jarak dekat disinyalir akan lebih sering terjadi. Setup Motor yang lebih baik, Pembalap lebih familiar terhadap Motor, track dan Kompetitornya”
    Yakin? Ini kan sama saja, disatu sisi benar mungkin lebih banyak yg siap lebih rapat. Disisi lain pembalap top pun setup motor dia lebih baik lagi, lebih hapal. Tentu dia memangkas waktu jg. Anggap saja improf race ke2 rata-rata 1detik.iya yy start terakhir bisa maju satu detik, tapi yg depan jg sama bisa maju 1detik,ketemu gapnya sama. Malah kalau dasar kemampuan dia adalah 110% lebih baik dari pembalap pada umumnya. Maka dia lebih bisa improf. kemarin saja waktu setup kurang baik, belum terlalu kenal menang 1 detik nanti 1detik kali talent 110% bisa menang 1.1 detik. Iya kecuali yg juara 1 setingan & racing line sudah perfect, maksimal segitu ga bisa improf lagi. Nahh yg baris belakangnya bisa improf mendekat.

    Guest
    • Gw iyain dulu aja deh bro.
      Andai lu sempat baca ulang komentar yg lu tulis sndiri.
      Niscaya lu bakalan pngen edit.

      Wkwkw

      Guest
  3. Kalau besok udah kondisi normal, urutan sirkuit untuk race berubah-ubah tiap musim kira2 jadi lebih seru ga wak?

    Guest
  4. Bosan kalo Marc mulu yamg jurdun. Siapa aja lah asal bukan Marc.

    Gw baca di FB gossip tentnag MotoGP katamya kalo Dovi gaji ga dipenuhi doi mau pensiun. Ini gw bingung. Kan dia masih belum tandatangan karna alasan duit, lah kalo pensiun ga dapat duit mending kerja aja dengan gaji ga sesuai harapan dia. Berarti itu cuma gossip.

    Penasan gw ama Dovi lanjut ga di Ducati. Kalo ga Lorenzo nih yang gantikan.

    Seri Asia juga belum pengumuman. Udah bulan Juli juga.

    Guest
    • Kalo bosan jangan nonton bos!!! Simple!!! Sepertinya buat ente lebih cocok nonton liga dangdut, lebih banyak tantangan keseruan dan kejutan. Semoga terhibur!!!

      Guest
      • Sirik lo akun anonim!! Suka-suka gw dong kalo gw mau bilang bosen yg jurdun Marquez. Semoga aja Dovi atau Fabio yang jurdun.

        Guest
        • @ogun elu jg sirik aja sm markus. Penonton mental tempe, idola gk menang ngambek

          Guest
  5. Nah ini, feeling gw pasti nanti michelin ngasi ban ghoib buat si markeset biar menang di seri spanyol. hhhhhh cam kan itu

    ttd: fumiyem 😆😆

    Guest
    • Hahaha kasian para fumiyem ya om. Mereka dulu udh dighoib-in skrg nuduh org lain dighoib-in. Ghoib teriak ghoib. Pdhl mereka sndr yg ghoib

      Guest
  6. terdengar profesional banget ya michelin, effort mereka buat susksesin pekan balap perlu diapresiasi, meski kadang ujiannya berat juga

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.