TMCBLOG.com  – Pembalap WSBK 2020 telah menyelesaikan test Dua hari mereka di Sirkuit Catalunya, Barcelona – Spanyol kemarin. Jika di hari pertama Scoot Redding berhasil Mengungguli Rea dengan selisih waktu 0,184 detik . . maka di Sesi Test kedua ini Giliran Jonathan Rea yang menggunakan Kawasaki Ninja ZX-10RR berhasil mencetak laptime tercepat 1:40,45 di sesi pagi hari atau sesi ke 3, mengungguli Redding ( 1:40,606) yang menggunakan Ducati Panigale V4R dengan selisih laptime 0,156 sekaligus menjadi yang tercepat Secara Overall selama dua hari pengetesan di sirkuit Catalan ini.

Secara umum Laptime tercepat yang diraih Oleh Jonathan Rea ini (1:40,45) cukup mengejutkan karena bisa lebih cepat dari Latime tercepat race MotoGP Catalunya 2019 yang dicetak Marc Marquez 1:40,507 di atas Honda RC213V MotoGP. Namun masih jauh dari Laptime tecepat race Overall yang dicetak Jorge Lorenzo tahun 2018 di atas Ducati Desmosedici dengan 1:40,021 dan bahkan Laptime record All Time sementara 1:38,680 yang juga ditorehkan Jorge di 2018.

Tom Sykes membawa BMW S1000RR terbaru berada di posisi ke tiga tercepat dengan laptime 1:40,956 diikuti Alex Lowes dan Toprak Razgatlioglu ( Yamaha R1 ) di posisi Top 5. Menarik melihat Rider top 7 memperoleh Latime terbaiknya di sesi Pagi atau sesi ke 3 sekitar jam 9 sampai 10 pagi. . yap sesi terbaik ini terpaksa harus ditinggalkan Honda kemarin. Baik Alvaro Bautista maupun Leon Haslam Tidak Turun ke Track sama sekali saat Sesi Ke tiga, keduanya hanya diizinkan untuk mulai di trek pada jam 14 siang . Kenapa ?

Pembatasan perjalanan diberlakukan di banyak negara. Karena itu, Honda Racing Corporation menahan diri untuk tidak mengirim insinyurnya ke Barcelona untuk uji coba superbike dua hari. Dengan ini, maka terpaksa semua komunikasi dengan tim dilakukan melalui email, telepon, dan konferensi video antara Catalunya – Asaka .

Ketika kondisi terbaik ditawarkan di Circuit de Catalunya pada Kamis pagi antara pukul 9 pagi dan 10 pagi, Honda tidak siap. HRC team saat itu malah sedang melakukan obrolan telekonverence yang dilakukan hingga waktu makan siang untuk mengevaluasi data dan menyelesaikan masalah yang diperoleh pada test hari sebelumnya.

Taufik of BuitenZorg

Hasil Test Hari Kedua Catalunya WSBK 2020

No Rider Bike Sesi 3 Sesi 3
1 Jonathan Rea (GB) Kawasaki 01:40,450 01:41,991
2 Scott Redding (GB) Ducati 01:40,606 01:41,737
3 Tom Sykes (GB) BMW 01:40,956 01:43,121
4 Alex Lowes (GB) Kawasaki 01:41,137 01:41,969
5 T. Razgatlioglu (TR) Yamaha 01:41,218 01:41,784
6 Eugene Laverty (IRL) BMW 01:41,494 01:42,725
7 Michael vd Mark (NL) Yamaha 01:41,679 01:42,778
8 Loris Baz (F) Yamaha 01:41,884 01:41,881
9 Chaz Davies (GB) Ducati 01:41,936 01:41,903
10 Leandro Mercado (RA) Ducati 01:42,042 01:42,024
11 Garrett Gerloff (USA) Yamaha 01:42,432 01:42,121
12 Leon Haslam (GB) Honda 01:42,126
13 Sandro Cortese (D) Kawasaki 01:42,956 01:42,187
14 Federico Caricasulo (I) Yamaha 01:42,694 01:42,333
15 Maximilian Scheib (RCH) Kawasaki 01:42,436 01:43,737
16 Alvaro Bautista (E) Honda 01:43,261
17 Sylvain Barrier (F) Ducati 01:44,682 01:44,752

32 COMMENTS

  1. Rea dikasih superbike murahan yg di tuning KRT aja bisa sekenceng ini apalagi tahun depan dikasih replika ZX-RR yg minimal peak rpmnya mendekati V4R dan sasis lebih kompak dan lincah khas motogp.

    CBR1000R3 dari samping doang kerennya, dari depan gambot banget apalagi pas live di seri pertama sempet side by side sama R1 Garrett Gerloff, masih jauh lebih ramping R1 padahal sama2 inline.

    Guest
      • Bener salah satunya ya karena R3 ada inner winglet, tapi R1 bisa ramping jg karena dia pake half side rairing, bagian bak magnet dan bak kopling sengaja ga ditutup biar fairing samping tetrp ramping, karena kalo ditutup bakal segembrot inline lain. Cuma BMW S1000RR yg paling ramping seinget gw, cuma dia fairing full jadi dari depan masih nampak berisi, biarpun ga segendut ZX ato CBR jg, ya karna itu tadi dia mesinnya inline paling ramping.

        Guest
  2. Gile ya motor mass prod bisa menyamai laptime prototype..

    Motornya yg bagus apa Rea-nya yg kualitasnya setara alien MotoGP??

    Guest
      • baca lagi dengan cermat lebih cepat dari 2019
        lebih lambat dari motogp 2018 (cuman lebih lambat 0.429 detik brohhh), TAPI motogp 2019 juga lebih lambat dari motogp 2019

        Guest
      • baca lagi dengan cermat lebih cepat dari 2019

        Rea lebih lambat dari motogp 2018 (cuman lebih lambat 0.429 detik brohhh), TAPI motogp 2019 juga lebih lambat dari motogp 2018

        Guest
        • Mungkin karena lawan2 Marquez 2019 pada kena karambol Lorenzo jadinya dia ga terlalu gaspol waktu itu

          Guest
      • Tapi bro. Rea pake motor mass pro. Harga yg ga sampe 50 ribu euro cuma selisih 2 detik dari harga motor yg 1,5 juta euro itu lumayan ga malu2in banget.

        Guest
        • selisih 2 detik per lap di kali 22 lap = 44 detik jauh ketinggalan sama moto gp bro

          Guest
        • emang balapan cuma 1 lap bro?????kali 22 lap udah 44 detik ketinggalan jauh kalau satu race….1 lap beda 0.5 detik aja udah jauh bedanya bro

          Guest
      • Jalas kalah jauh sekebon. Biar gimana jg beda kelas.
        Apalagi itu alltimenya 1:38 nya Lorenzo

        Tapi untuk ukuran motor masspro laptime segitu sih emang membanggakan.

        Guest
    • mungkin ada bagusnya situ nonton video di channel YT bung Eno Anderson deh.
      bagus2 ulasannya
      cari ulasan : “Gimana kalau Kawasaki ikutan MotoGP”
      biar situ dpt perbandingan, betapa jomplangnya laptime WSBK dan MotoGP

      Guest
  3. Lihat noh foto crew mekanik Honda,orang2 Eropa tinggi amat yak😭😭😭😭,cbr 1000 rrr yg gede aja tingginya cm seperut mekanik😭😭

    Guest
  4. R1 mungkin motor inline 4 ter ramping dan mudah handlingnya di sini, tapi kayaknya terkendala performa mesin crossplane crankshaft nya yang mana tenaga pada mid to top masih kalah dengan motor inline 4 screamer biasa macam S1KRR dan ZX10RR, emang dari literatur yg ane baca, mesin inline 4 scrramer aslinya lebih bagus buat putaran tinggi, better scavenging apalah itu lupa. Sedangkan crossplane dikatakan lebih “heavier” jadinya power kurang.

    *coba Yamaha mau balik ke inline4 konvensional macam R1 generasi sebelom 2009

    Guest
    • Sulit berbicara tentang perengineeringan.
      Seorang penonton dan pengamat hanya mampu berbicara dengan kata-kata, sedangkan seorang engineer dan mekanik harus berbicara dengan angka.

      Motor yang cepat, stabil, tahan panas, superior, dan kuat, mereka menentukannya selalu dengan angka yang ditetapkan sebagai sebuah ukuran untuk menjadikannya.

      Begitu rumitnya dunia perengineeringan yang kita sebenarnya tidak mengetahui apa-apa.

      Guest
    • Mungkin untuk mengakalinya agar bs sejajar dgn screamer di putaran tinggi bisa dgn pneumatic Valve layaknya M1 tapi cost nya akan membengkak

      Guest
      • R1M yg di jual indo aja 600 jutaan lebih, klo pake spek yg agan bilang di atas mungkin bisa 1,2 M klo di sini. terlalu high cost

        Guest
      • Lebih efisien pake cam ala GSX-RR. Makanya GSX-RR karakternya lebih mirip V4 dibanding M1 yg atasnya memble. Btw komentar @Tony persis komentar gw pas bahas Milwaukee jaman pake R1M, memang kelemahan CP adalah torsi badak tapi top end ngeden. Dan itu udah bawaan crossplane yg torqy. Ibarat kata di mesin 1 silinder, crossplane itu kaya mesin overstroke sementara screamer kaya mesin overbore. Dari suara juga udah keliatan baik 4 silinder crossplane maupun 1 silinder overstroke lebih ngebass dibanding 4 silindet screamer maupun 1 silinder overbore yg cempreng. Udah jadi karakter mesin 4 tak, semakin ngebass suara adalah pertanda jambakan torsi makin badak. Karena makij tinggi putaran mesin makin cempreng itu suara mesin. Beda sama 2 tak mau dia punya karakter torqy ato hi-rev ga bakal terlalu kentara dari suaranya.

        Guest
  5. ZX rea masih pake ban pirelli based on produksi massal.
    Geng motogp pake michelin spek prototipe.

    Zx rea masih pake rem konvensional.
    Geng motogp pake rem full karbon spek prototipe.

    Membayangkan ZX rea di install michelin spek prototipe +rem full karbon spek prototipe.

    Bisa kah memangkas laptime lebih dekat lagi?

    Guest
    • Ga terlalu. Tengok Avintia Kawasaki punya Barbera dulu. Itu malah sasisnya udah prototype dan mesin dibikin bigbang biar akselerasi mendekati V4.

      Guest
    • Tapi dr kesaksian Bautista dia malah lebih suka kompon Pirelli loh dibanding Michelin motogp

      Belum lagi harus setting ulang sasis,kaki kaki,power mesin untuk menyelaraskan dgn bannya (jika zx10rr mau pake Michelin,begitu pula jika motor MotoGP pake Pirelli)

      Tapi kalo cakram carbon bisa lah mendongkrak pengereman,lebih mahal gitu loh

      Guest
      • Asumsi sederhana gw sih Michelin bikin ban motogp seirit mungkin karena mereka suplay ban motogp ga dibayar, beda sama Pirelli harus total karena banya juga wajib dijual massal. Jadi Pirelli bikin sebaik mungkin biar di pasar kejurnas juga mereka banyak yg beli, sementara Michelin bikin ban motogp sebaik mungkin dgn anggaran dana seirit mungkin. Makanya banyak yg komplain bahkan di awal2 sampe meledak. Sepengalaman gw memang diantara ban superbike, Pirelli yg SC02 aja udah setara sama ban tersoft merk lain spt Michelin 2CT+ sama Metzeler Racetec K0 tapi dgn durability khas ban slick kompon keras. Kalo Metzeler K0 ban depannya yg enak banget. Kalo Battlax V02 belum pernah nyoba sih. Jadi di ban produk massal Pirelli memang jos, ga heran Bautista suka.

        Guest
    • Ga bisa apple to apple gitu sih, algoritmanya beda. Hehehe

      Tapi klo merasa hebat ya tinggal daftar di motogp buat uji nyali buat mesin prototype.

      Guest
    • bro ngimpi elu gg usah jauh2….dulu waktu kawasaki masih ikutan motogp ada tajinya gg???dama sekali gg ada kan…itupun motor prototype…hasil satu lap test gg bisa buat patokan wsbk bisa ngimbangi gp…liat hasil laptime gp sama wsbk di catalunya…perlap ketinggalan 1 detik…klo race 22 lap udah 22 detik…..jauh sekebon ketinggalannya bro…rea paham itu ..makanya dia gg berani ponda gp drngan pabrikan lain…gg mampu

      Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.