TMCBLOG.com – Kenapa Alvaro Bautista lebih memilih HRC team ( waktuitu belum ada namanya ) ketimbang Tetap Di Ducati Aruba.it untuk musim 2020 ? Agak aneh dan agak nggak masuk akal karena Saat pertama diminta menjadi pembalap, Honda CBR1000RR-R belum jadi sama sekali dan Boleh dibilang Tomonori Sato dan Tetsuhiro Kuwata, masing-masing Pemimpin Proyek dan Wakil Presiden HRC yang datang langsung ke rumahnya di Talavera -Madrid hanya mengajukan tidak lebih dari sekedar ” Ide ” !! Kepada Motorsport, Bautista secara blak blakan mengatakan

” Sato San dan Kuwata San datang langsung ke rumah saya di Talavera (Madrid) untuk berbicara dengan saya, ini cukup menunjukkan kepada saya bahwa memang ada minat yang besar. Mereka mengatakan kepada saya bahwa mereka tidak bisa memberitahu apapun kepada saya tentang proyek pada waktu itu, tetapi mereka meyakinkan saya bahwa mereka sedang menyelesaikan satu Motor yang siap menang untuk SBK, dan tujuannya adalah untuk menang lagi.”

” Saat itu saya merasa sangat dihargai oleh Honda,  dan itu memotivasi saya untuk mengambil langkah itu. Di tim lain (Ducati) saya sebenarnya sudah tahu apa yang akan saya miliki tahun ini dan Honda memberi saya sesuatu yang baru yang membuat saya bersemangat, sama seperti ide yang pernah membuat saya bersemangat ketika saya pertama kali ditawari untuk datang ke SBK. “

Jadi saya berpikir: ‘Jika ini terjadi karena itu harus terjadi,’ dan saya mengambil risiko. Anda tahu bahwa ketika HRC menginginkan sesuatu mereka akan mendapatkannya. Jadi saya tahu bahwa cepat atau lambat kita akan memiliki opsi untuk berjuang untuk titel Juara dunia SBK. “

Seperti kita ketahui Di Musim 2019, Alvaro Bautista berada dalam Satu team yang namanya Aruba.it Ducati. Yap sebuah team yang sebenarnya semenjak Tahun 2014 merupakan Team factory Ducati di mana Ducati berkolaborasi dengan Workshop Balap bernama Feel Racing. Jadi walaupun berstatus Factory Team, Ducati Corse tidak turun secara langsung membuat Team-Kerja sendiri secara fisik seperti yang mereka lakukan di MotoGP dan seperti apa yang dilakuka Kawasaki Di WSBK. namun begitu Gigi Dall’Igna general Manager Ducati Corse saat itu tetap memiliki wewenang cukup kuat disana.

Sementara HRC team dibangun HRC boleh dibilang hampir sama dengan apa yang dilakukan Kawasaki Terhadap KRTnya. Honda membangun langsung team paralel setelah Project Motor CBR1000RR-R hampir selesai di mana alberto Puig Juga akhirnya memperoleh Tugas khusus di team ini. Jadi ya agak beda sedikit dengan Ducati-aruba yang mau nggak mau tetap saja nggak 100% Murni Ducati Corse. dan untuk perbedaan ini Alvaro Juga mencoba menggambarkan bedanya berada di Honda dan Ducati

” Honda membawakan saya seluruh factory berada di belakang saya. Sejujurnya saya merasa seperti berada di MotoGP, para insinyur, teknisi, cara bekerja, semuanya sama seperti dalam MotoGP, satu-satunya hal yang berubah adalah bahwa alih-alih Motor prototipe, di dalam box saya hanya memiliki Motor produksi massal “

(mereka ) Mendengarkan semua komentar saya, motorpun berevolusi dengan data dan indikasi saya, jadi saya perhatikan bahwa saya sedang membuat, atau mencoba membuat, motor yang berpotensi menang. Apa yang saya miliki sebelumnya (Ducati ) adalah Motor dan hanya itu, tidak ada evolusi, tidak ada sama sekali. Motornya bekerja dengan baik dan hanya itu. Di sini saya merasa seperti sedang mengerjakan proyek yang jauh lebih ambisius. ”  . . . Wah Ciabatti bisa panas nih kupingnya kalo dengar . .

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

33 COMMENTS

    • Coba knalpotnya standar aja tp dibobok sama kang knalpot biar mbeerrrr
      Tiap desibelnya menambah 0,2 HP

      Kalo masih kurang body dilepas semua biar ringan, pelek potong biar tipis dan enteng, mesin motor panasin dlu sehari sebelumnya jangan dimatiin biar kentjang makin panas makin kentjang

      Just kidding
      Cmiiw

      Guest
  1. Jgn berharap lebih
    Masih bisa gontok”an lawan geng ijo jg dah seru
    Baru musim selanjutnya kudu kompetitif
    Syukur kalo juara

    Guest
    • Artinya, perubahan pasti ada..
      Tinggal gmn arah development yg di “arahin” si Pebalap ini.. kalo ke arah bener ya syukuran bs kompetitif dan bs jd title kontender, tp kalo gbs jadi developer ya agak lama jg akhirnya dari kata kompetitif..

      Kan wes podo inline4 nya dgn KRT sbg acuan nya..

      Guest
  2. mungkin maksudnya panigale V4R motor yang sangat bagus dari lahir gak perlu banyak perbaikan untuk bisa melaju cepat

    Guest
    • Itu Good news nya.. bad point nya “luu harus menang dgn motor apa adanya ini” alias tanpa di oprek2 lagi.. wkwkwkwk kasian.. trs gunane kru sak bajek gawe opo ti dukati.. wes wesss

      Guest
    • kalau R mah cuman nama,, yang paling penting itu sudah berapa lama ikut kompetisi dan sudah berapa prestasi yang didapat, dari situ sudah menunjukkan kualitas motor dan tim.

      Guest
  3. Makin hari perkembangan waktunya makin cepet juga, jangan terkecoh sama besarnya power, justru bisa jadi bumerang kalo ga bisa handlenya, power besar kalo persentase besaran torsinya hanya di putaran atas aja, akselerasi keluar tikungan butuh treatment khusus.

    Guest
  4. sayangnya Bautista emang cocoknya pake V4 Engine.

    kalo pake seandainya, yang didevelop RVF1000R dengan perpaduan Teknologi RCV dan Fireblade mesin V4 ditunggangi Bautista. kayaknya mantap tuh.

    atau jangan2 rekrut Pol Esp ini emang tujuannya gitu? bangun RVF1000R V4 sasis trellis ala RC16

    Guest
  5. Klo mau menang nih motor mesti bujuk stoner buat jadi ridernya coz pernah jadi tester nya jaman jadul dulu yg timeset nya hampir setara motogp. Cuma dia yg bisa bejek nih motor sampe limit terakhirnya.
    Coba bujuk beliau disaat temanin mancing, ngobrol masalah mancing tapu endingnya tawarin jadi rider. Kali aja mau.

    Guest
    • Stoner itu orangnya Moody. Kalau dia mau ya mau, enggak ya enggak.. seolah ga da yg bisa paksa atau bujuk dia, Alias semua trgantung moodnya bro..😅mengenai motor yg di tes waktu klo ga salah rcv1000r yg dijual ke team satelit, kalau kata nakamoto san ditangan stoner catatan waktunya 0,3s dari team pabrikan. Edun ga tuh.. gap nya cm setipis itu sm factory hhe.. entah ini taktik agar motor yg dijual laku atau mmng cuma stoner yg bisa, namun team dan pebalap yg waktu itu ridernya alm.nicky di LCR mengeluh klo apa yg dikendarai gk sesuai dgn ekspektasi. Boro² bisa nempel rider factory, NH mlah sering finish jd juru kunci. Malahan team satelit lain yaitu NGM Forward M1 yg mesinnya nyewa sm yamaha mlah sering finish 5 besar lewat aleix espargaro waktu itu. Jadi mmng bisa dibilang.. hati² bahwa motor entah itu sehat atau sakit.. bisa lain cerita klo stoner yg bawa. Tapi diluar dri dia. Ya jngan coba² 😅😅😅

      Guest
    • Yess.. brti mmg sdh diset dr awal alex hanya nutup kekosongan jatah hohe.. dan jatah alex di lcr dlu 2 thn.. mknya mereka adem2 bae….😁 pemirsahnya yg saling gebuk dimari…

      Guest
  6. Ya mau gimana? Ini wsbk, sasis baru = motor baru, alias harus nunggu versi homologasi baru lagi kalo mau rubah sasis. Terbukti input Bautista didenger Ducati. V4R RS20 punya rangka baru. Wsbk ga kaya motogp minta sasis baru langsung jadi. Kalo langsung ganti rangka auto diskualifikasi karena rangka adalah komponen yg harus standar, cuma boleh diperkuat itupun nambah las2an baru ato tempel karbon doang.

    Guest
    • Fyi aja kala itu cuma mounting mesin yg dirubah, dan memang itu boleh. Bukan ganti rangka, itu itungannya cuma rubah settingan rangka.

      Guest
  7. wait n see ajasi. kalau memang benar HRC 100% ya udah tau tujuannya apa. dan ga perlu nilai sekarang liat aja progresnya.

    Guest
  8. tapi kenyataanya gak bisa bertarung di baris depan emang CBR nih salah pengembangan dari awal harusnya pakai mesin V honda itu identik mesin V twin

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.