TMCBLOG.com – Rumor Perubahan Mesin skutik Honda dari awalnya 149 cc 2 klep berpendingin cairan menjadi mesin 156,9 cc 4 klep ternyata bukan hanya berhembus untuk Next New Honda PCX saja, namun sampai ke varian dengan difersifikasilain yakni salah satunya Honda Click atau di Indonesia terkenal dengan nama Honda Vario 150 . .

Semenjak tahun lalu Honda sudah mempersiapkan  ‘150’  barunya yang mengalami perubahan signifikan. Dari awalnya Mesin skutik 150 cc ini memiliki dimensi bore x Stroke piston 57,3 x 57,9 mm ( sama dengan Vario 150 dan PCX 150 ) berubah menjadi berdimensi Bore x stroke  60 x 55.5 mm . .

Yes dari awalnya mendekati Square menjadi lebih becitarasa Overbore dan membuat Kapasitas melonjak menjadi 156,9 , yes offset sekitar 6,9 cc. Dan dengan ini Honda menamakan mesin baru ini menjadi mesin eSP + (Enhanced Smart Power Plus)

Masih belum diketahui apakah bentukan fisik akan berubah juga, akankah Ketambahan Frame Baru jenis eSAF sampai akan kah ketambahan FItur teknologi baru misalnya HSTC githu  . .? Kita tunggu bersama  . .

Yes Via GreatBiker terlihat Publik Thailand sangat gencar menyambut persiapan kehadiran New Click ini . . Dan Umumnya karena Market Skutik Indonesia lebih besar dari Vietnam, Biasannya Perilisan antara Suatu Produk Honda antara Indonesia dan Thailand itu tidak terlalu jauh berbeda timingnya, dan bahkan biasannya Indonesia malah duluan.

Taufik of BuitenZorg

32 COMMENTS

    • Gak gitu.

      Ironis justru.
      Matic nya overbore, sport fairingnya overstroke.

      Kebolak-balik.
      Sama aja kayak yamamah.

      Maticnya kenceng, sport prototipe nya nyaman.

      Guest
  1. Tidak bisa untuk tidak membeli nya
    Ambrollll rekening bni nya caakkk
    Semoga bini pun meleleh jadi betah di rumah aja

    Guest
  2. Wah… bisa bikin kasta sport 150cc AHM turun kasta nich… lha skutiknya aja pakai overbore 156cc… tp ko sport tulenya malah near-overstroke.. untung masih ada jargon DOHCnya

    Guest
    • Begitulah 😂
      Entah knp mesin overbore yg dulu alih-alih disembuhin klotok-klotoknya, malah di suntik mati.
      Ngekor sebelah jadiin overstroke, capek-capek dan mahal-mahal desain baru lagi. Paham sih Hodna memang suka jalan yg rumit. Tapi identitas overbore nya CBR jadi hilang wkwkwk

      Ni nanti kalo konfigurasi offset 6,9cc dipakek CBR juga (dapur pacu salome) bakal kocak juga sih. Overbore-overstroke-balik lagi overbore.
      Kalo mesin “near-blokM-square” nya bisa ngomong dia bakal bilang : am I joke to you, Hodna?

      Wkwk

      Guest
      • mungkin biar rpm bawahnya enak gan, ane masih makai cb old yg overbore sesasinya masih oke kalau klotok2 dari tensioner tapi punya ane aman2 aja tapi boros bbm 1liter 35km aja

        Guest
  3. Kalau patokannys 150 cc, H dan Y sama sama offside. NMax vva offside 5cc, untuk mesin baru honda tsb Offside 6,9 cc.

    Kalau NMax 155 dijadikan patokan, maka harusnya NMax tidak offside 5cc, tapi tepat 155cc (dianggap standard 0) dan honda yg offside 2cc. Kalau menganggap Mesin baru honda tsb ‘cuma’ offside 2 cc, maka perhitungannya tidak menganggap kelebihan yg 5cc pada NMax.

    Salam damai Indonesia.
    #thinksmart

    Guest
    • Sh150 sdh pakai 4 katup, biasa saja. Honda ada ISS, ada side stand switch, ada ACG starter juga biasa saja. CB 150R sdh DOHC juga biasa saja. Tidak harus niru merk sebelah

      Guest
        • Kalau yg diproduksi di indonesia, duluan yamaha sih. Tapi, intinya, kalau honda mau, pasti bisa, secara sumber daya sangat mungkin. Tidak perlu juga bilang Y nyontek H untuk SSS, ISS dan ACG nya, justru konsumen diuntungkan. Takut kejadian mio vs beat, fino vs scoopy, terulang, dgn cc 125 vs 108 pun, gak berdaya.

          Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.