TMCBLOG.com – Kecelakaan yang Maverick Vinales alami menjadi penyebab Race Direction memberhentikan race Styrian GP pada lap 16. Vinales yang mengambil keputusan cepat untuk melompat dari motornya yang meluncur kencang menabrak dan merusak air fence (pagar pembatas dari balon udara) sehingga balapan dihentikan untuk mengganti air fence yang rusak, demi keselamatan rider lainnya. Pasca insiden tersebut, Vinales mengkonfirmasi penyebabnya adalah masalah mekanis pada rem depan Yamaha M1 yang ia sebut ‘brake explosion‘.

Lap ke 16, Vinales berada di posisi 13, setelah sebelumnya ia juga merosot dari posisi 6 karena masalah rem yang ia ceritakan terjadi berulang-ulang sebelum crash tersebut. Mungkin inilah penyebab Vinales mengangkat tangan di lap 14. Menurutnya, rem depannya seperti sudah menyerah setiap menghadapi Turn 1 yang berkarakter cepat. Merasa tidak bisa melambat dari kecepatan 228 Kmh/saat memasuki Turn1 lap 16, akhirnya dia memutuskan untuk melompat dari motor. Pada kecepatan segitu otomatis motor meluncur terus tanpa kendali hingga menghantam pagar air fence dengan cepat dan menyebabkan M1-nya terbakar. Beruntung Vinales dapat langsung berdiri tanpa cidera.

Dia mengungkapkan pada awalnya mulai kehilangan tenaga pada pengereman motor di sekitar lap 3 atau 4, tetapi masalah tersebut kadang hilang namun tak jarang muncul saat race Austria 2 barusan berlangsung. “Saya mulai kehilangan tekanan pada rem depan. Saya mencoba dan tetap mencoba, lalu saya keluar [dari trek] satu kali.

“Saya melewatkan balap sebanyak tiga lap dengan sangat lambat, dalam waktu 1:26detik, lalu saya coba push lagi hingga 1:24detik, lalu lagi-lagi Saya balapan tanpa rem depan. Kemudian [Fabio] Quartararo, Valentino [Rossi] dan [Danilo] Petrucci menyusul saya. Tetapi tiba-tiba remnya bagus kembali, jadi saya bisa membuat laptime 1:24detik, saya banyak memulihkan posisi dari Valentino dan Fabio, lalu tiba-tiba di tikungan pertama remnya ‘meledak’, jadi Saya tidak mungkin melakukan apa-apa di sana.”

Vinales menuturkan bahwa kejadian yang baru ia alami itu adalah sesuatu yang tidak pernah ia jumpai selama karir MotoGP. “Normalnya mungkin remnya akan lemah sedikit, ketika itu terjadi saya akan mengatur setelan tuasnya, tetapi hari ini setiap lap saya menyetel tuas dari sudut ke sudut, namun saya tidak bisa mengubah apa-apa.”

“Saya pikir tekanan pada remnya telah hilang. Saya melaju kencang tanpa rem – niat pertama adalah lompat dari motor, karena saya tidak bisa menghentikan motor dalam kondisi seperti itu, mustahil!” kata Vinales yang melompat pada kecepatan 228 Km/h.

“Saya mengerti betul bahwa remnya rusak atau semacamnya, jadi saya memutuskan untuk melompat. Kami mengalami kekalahan dan juga kami menang bersama-sama. Kami akan mencoba untuk kembali lebih kuat – sekarang kami harus melupakan dua balapan di Austria ini, yang pasti itu adalah dua balapan terburuk yang pernah saya alami di MotoGP. Kami pantas mendapatkan sesuatu yang lebih baik, kami bekerja sangat keras sepanjang akhir pekan.” Ujar Vinales. -Nugi-

107 COMMENTS

        • Tapi harusnya race director bisa liat kan race track clean, (tdk terjadi clash dgn yg lain, gada yg mwnganggu d tack jga) hmmmmmm… Kasian inline 4 laah kl diajak lap dekat (tarung sedikit lap)

          Guest
        • Justru dengan dia melompat. Dia mengurangi resiko para pembalap sebenarnya. Ketimbang harus masuk ke pit dengan keadaan rem blong. Kan dia bilang sendiri “saya tidak bisa menghentikan motor dalam kondisi seperti itu, mustahil!” walaupun dia nantinya engine brake, ngga mungkin bisa langsung di kecepatan 228 km/h

          Guest
        • Dul dul…. dsar dudul, mbok mikir, wong keadaan darurat kok masuk pit. Dibaca artikelnya, diteliti dipahami. Posisikan dirimu sbg pembalap. Jd gk asal koar2 .

          Guest
    • Darurat piye dul, beberapa lap sebelumnya sudah ada tanda2 rem tidak berfungsi.. motor rewel mbok ngrumangsani.. minggir dul dudul

      Guest
    • Situasinya agak sulit, ketika yamaha selalu memiliki pembalap cepat di pramusim mereka selalu merasa ok (padahal semu karna cepat di single lap doang), dulu waktu rosi belum merasa klop tp vinales selalu cepat, yamaha menganggap itu kelemahan rosi, giliran qurtararo datang vinales&rosi udah ngeluh tp f1/4 bisa cepat jd seolah motor udah oke.

      Guest
    • Kalau denger bunyi motornya sepertinya engine brakex tidak membantu pengereman, terakumulasi sekian lap… Cmn dugaan sih, hehehe..

      Guest
  1. masih berharap bisa nyelesaikan balapan, walaupun membahayakan diri dan orang lain….saalut plus kasian ama mvk nih…

    td gw pgn ketawa ada komen

    pol ama miller klo adubalap gak ngotak…tapi asli bkin deg2an ngeri jatoh aja…mudah2an makin wise aja kedepannya…

    Guest
    • Brembo oh brembo..ngeblong jg..apkt dunia..wkwk
      Tu semua pmblp yamaha geleng2 pas masuk pit pd komplain rem gk bkerja optimal..dtmbh rev limit rpm.. 2020 wadidaww banget n yamaha

      Guest
  2. Waah mesin ancur ga tuh?? Minimal soket2 di mesin ikut kebakar ga??
    Klo ancur alokasi mesin kek gmn wak??
    Makin suram keknya yamaha musim ini

    Guest
  3. Mirip motor yg master remnya dah bocor,,olinya berkurang…kadang ngerem,,kadang ngeloss…harus dikocok dulu baru ngerem

    Guest
  4. Dia sudah tau bersalah dgn rem depan dan mlwatkan beberapa lap dgn sangat lambat beberapa kali melebar (juga) karna rem sampai sempat angkat tangan…. knpa tidak masuk pit saja?? Kan sudah tahu rem itu sangat krusial dan dengan rem rusak bisa mengganggu kslamatan diriny dan pembalap lainny… mungkin itu adlh sikap pntang menyerah dan kegigihan tpi dan saya apresiasi itu tpi menurut saya tetap melanjutkan blapan dgn kondisi rem sperti itu adlh keputusan yg tidak tepat…

    Guest
    • sikap pantang menyerah ??
      yg bner aj bro.. klo tau itu motor membahayakan knp ga masuk pit, setidaknya utk save mesin, alokasi mesin mreka udh miris bgt kan

      Guest
    • kok bisa ya Yamaha itu jos di awal lalu keok tiba2 ? apa krn faktor sirkuit ? dan tetiba rider KTM jd tokcer..

      PS : btw enak baca komen dimari..
      isinya difilter jd kita msh bs dpt ilmu/diskusi ttg otomotif.
      kalau di warung sebelah itu udh kyk kebon binatang.

      Guest
      • Dah jarang om buka warung sebelah, semua alay, padahal dulu kang iwak ga alay gtu , gw termasuk pembaca jaman jebot d dua warung ini. Sekarang cuman warung ini yg tiap hari tak tengok.

        Guest
        • Sama,sekarang cuma baca TMC sama kobayogas doang kalo pengen cari tau berita mobil 😁

          Guest
        • kalo kobay dia gk ngejer harus sering update beda dengan sebelah yang terasa dipaksa beritanya.
          mana bahasanya kesana kemari

          Guest
      • Diposisi MV sulit masuk pit, saat bagus2nya kesalahan bukan datang dari pembalap. Andai waktu awal disalip rossi udah ga berfungsi sama sekali mungkin akan parkir motor, tp remx bagus lagi jd lanjut, ditambah posisi championship ga tertinggal2 amat ya gas terus

        Guest
        • dia ngerasa gejala gagal rem beberapa lap sebelum crash berulang kali. bijak klo dia segera masuk pit tapi disini justru lanjut gas.klo dia masih bisa menggunakan kepalanya dengan benar dia ga bakal lanjut karena potensi rem blong makin besar.

          Guest
        • Mungkin dia gak mau kehilangan potensi nambah pundi2 poin championship di musim yg aneh dan sedikit ini

          Dan ane rasa keputusan untuk lompat dr motor itu udah dipikirin setelah gagal rem satu dan dua,jika terjadi lagi,bukan seketika terlintas sebelum masuk T1

          Tapi memang akan lebih aman dan baik jika balik ke pit sih,Sgt disayangkan

          Guest
      • Wkwkwkwk, klo saya buat hiburan aj mas, gk ada ilmu yg d dapat dr lapak sebelah, isinya sales otak kosong pd berantem n sengaja di ternak sama yg pny warung

        Guest
    • Ane jg udah males ke warung sebelah. Pernah ane sedikit mengkritisi beberapa judul dan isi artikelnya yg menurut ane agak kurang pantas eh komen ane dikarungin. Dan kynya komentator di sebelah itu banyakan sales. Dari segi bahasa masih lebih sopan anak smp dibanding mrka. Hehe

      Guest
  5. Gejala2 abnormal ituh seharusnya udah cukup untuk dia berfikir agar masuk pit.. Karena jelas punya potensi membahayakan diri sendiri dan merusak race orang lain.. Terlebih pabrikan motor itu2 aja yg failure mulu

    Guest
  6. Sejak 2007 mungkin musim inilah pmblap spanyol d motogp benar2 ambruk tidak pernah mnang sekalipun dlm 5x race berturut… dan musim ini adlah musim terburuk honda di motogp pling tidak mulai thun 85 dimna 5 race pertama dilalui tanpa podium…..

    Penyebab keduanya ini sama ykni marc marquez cedera dan tidak bisa ikut blapan

    Guest
  7. nunggu rider yamaha lainnya angkat bicaradeh..kayaknya mereka juga ada masalah teknis td entah rem ato apalh

    Guest
  8. bs gw bilang rider paling apes dan paling beruntung di 2 serie austria si MV12. Beruntungnya pertama hampiiir aja kena sambaran motor zarco di race austria ke 1, dan ke dua hampiiirr aja dia celaka lagi karena masalah teknis rem depan yg bermasalah. Beruntung maverick masih selamat dan tanpa cidera setelah melewti 2 kejadian horor tsb.
    Apesnya performanya tidak membaik sm sekali.

    Guest
  9. Berarti ada hubungannya dengan setup gamble yg dia bikin.. Mungkin setupnya mendistribusi berat lebih ke depan supaya mementum meningkat (more top speed) tapi dikompensasi braking yg dua kali lipat dari setup normal..

    Ternyata komponen brakingnya gak sanggup..

    Guest
  10. lihat wajah Mir kyknya tegar banget dia,,
    Gue juga kasian liat Vinales, tapi seharusnya kalo dia benar2 mengutamakan safety seharusnya dr gejala awal dia udah masuk pit saja,

    Guest
    • Kejadian Austria kan sempat selip kopling, terus setelah 3 lap hilang. Dan dia bisa nyalip beberapa rider malah.

      Glitch beginian sering dihadapin pembalap. Jadi dia mikir mungkin bakal hilang sendiri dan syukur syukur nambah satu dua point’ sekedar finish.

      Menurut gw sih wajar. Namanya rider fighting demi point di akhir musim.

      Dia kan ga bisa menilai problem motor secara akurat sambil balapan.

      Rider lain juga pernah mengalami hal yg sama. Winglet tinggal sebelah, merusak balance… Rem gak 100% dan jalan terus …

      Bahkan dari ceritanya sendiri dia bilang problem rem sempat hilang sebelum meledak. Jadi penilaian soal ini masih bisa dilihat dari berbagai sisi.

      Denger nggak apa kata dokter Costa ? “Harusnya dipasang pin bukan pelat. Saya heran bahkan tidak dimintai pendapat soal ini ? ”

      Itu keputusan maha penting yg diambil dalam semingguan.

      Bisa salah…

      Apalagi menilai kinerja rem sedang glitch apa nggak sambil balapan.

      Harusnya saat dikasi ke rider itu sudah full ready dari mekanik

      Masak jenis kaliper Brembo yg mesan Maverick sendiri…. ? Kan gak mungkin.

      Guest
  11. Hrsnya crew chief bisa jelasin via data telemetri.
    MotoGP 2020, thn nya pabrikan Eropa kah?

    Jagoan dr Jepun tinggal Suzuki

    Guest
  12. ….comentnya dah mirip blog sebelah tidak kritis membedah masalah …..apa grup sebelah dah ngk ada panggung ….mau menang atau kalahngk rugi nonton jg gratis ….

    Guest
  13. Kaliper sekelas brembo d motobiji aj msh ngeblong jg..wadidawwww ulala bibeh..
    N yamaha motorny harus mandi kembang 7 rupa kl dsni..hehe

    Guest
  14. Nah yang jadi masalah vinales langsung kena pas race disini remnya bermasalah. Kalo taro dari minggu kemarin pas seri austria 1 sering melebar karena gagal pengereman dan pas seri austria 2 semalam juga sama kasusnya. Itu sempet beberapa kali disorot komentator dan direplay ketika taro melebar.
    Apakah taro mengalami kejadian kaya vinales ? Remnya kadang hilang kadang muncul ?
    Harusnya yamaha langsung selidiki dari kasus taro minggu lalu. Karena rem lebih vital daripada klep yang rame diberitakan.

    Guest
  15. Kalau dilihat dari penuturan vinales, sebenarnya maslah rem sudah ada sejak free practice dan kualifikasi, tapi kenapa masih terjadi saat race…apakah keluhan pembalap tidak diperbaiki/nggak digubris…

    Guest
  16. Kenapa yamaha mengalami masalah rem terus2an,?
    Apa ini kebetulan ataukah knp,?sebab pemasok pengereman juga 1 merek.
    Harusnya setelah minggu lalu fabio hampir celaka,brembo harusnya mengeluarkan hasil analisanya biar kita juga dapat lebih paham.

    Trus kira2 kondisi mesinnya gimana yah,?hancur/baik2 saja,?

    Guest
  17. Kemungkinan rem terlalu stress… Letinggalan jauh di top speed diimbangi dengan late brake, jadinya beban kerja rem lebih tinggi dari motor lain. Atau engine brake ga terlalu berfungsi jadi deselerasi murni hanya mengandalkan rem. Cmn dugaan 😀😀

    Guest
  18. Joan Mir komplen dia bilang kalo emang Maverick tau bermasalah dengan rem (terbukti dengan mengangkat satu tangannya) seharusnya Maverick masuk ke pit. Joan akan diskusikan ini dengan panitia keaelamatan pembalap.

    Kalo kata Maverick diartikel ini dia masih balap karma rem kadang ga OK trus OK lagi.

    Kalo menurut gw sih Maverick seharusnya masuk pit aja daripada membahayakan pembalap lain dan dirinya sendiri, udah tau awalnya rem bermasalah malah maksa tetap balap. Jadinya motor terbakar kan. Kasian Joan gegara kesalahan Maverick dia ga jadi podium.

    Yang gw bingung kenapa Pol ga dihukum? Sedangkan Jorge Martin turun satu tingkat jadi P2. Kan sama-sama track limit? Oia track limit itu hanya ada saat menjelang finish kah? Apa track limit juga ada di jalur sebelum mendekati jalur finish?

    Guest
    • ini juga yg dikomplen sma Brivio, Mir..di presscon Suzuki yg dibahas ini..katanya kalo exceeding track limit while speeding (narik gas) harusnya kena penalty..kalo posisi breaking karena kepaksa melebar for some reason baru lah gpp harusnya

      Guest
      • Beda bro, kasusnya duel jadi kepaksa keluar track untuk tdk memaksa masuk ke racing line miller. Cmn di kasus martin jg kurang adil menurutku, karna yg dinilai di last lap aja, beda dengan saat balapan masih berlangsung ga langsung pinalti saat kena track limit, mestinya kalau mau adil tiap pembalap setelah dapat warning baru kena pinalty. Jadi kalau di last lap cmn sekali itu kesalahannya ya ga dihukum

        Guest
    • Pol lagi Duel 3 pembalap. Kalo Kasus Jorge Martin Harusnya Lu Bandingin Sma Vinales di sirkuit Sebelumnya Karena kondisinya mirip2 .

      Guest
      • Nah betul banget martin vs vinales itu lebih cocok dibandingin masalah trek limit. Dan liat postingan ig motogp asli mau tampol aja itu adminnya, malah diupload masalah limit trek dan dibilang kontroversi. Bukannya mikir dah dan negur race direction

        Guest
    • Melebihi track limit lalu dianalisis DIRUGIKAN gak?. kalau time di sector itu lebih lambat dari rata-rata. maka dirugikan. gak punishment lagi

      Guest
  19. AM73 confirm katanya lihat ada part item jatoh dr motor MV12..sepertinya part rem

    Anyway di crash.net ada yg komen katanya kalo Brembo memang menyediakan disc yg sama, tp calippers nya tiap pabrikan boleh milih, standar atau Hi capacity, katanya Yamaha satu2nya pabrikan yg ga pake Hi capacity..
    Bner ga ya..kalo bener kok gila..pabrikan katanya gede kok kaya privateer

    Guest
  20. Kalo liat dari statement alex rins yang masalah perangkat pengereman, fix vinales salah dan bisa kena komplain para pembalap nih. Bisa kena hukuman si vinales karena mempertaruhkan keselamatan.
    Brembo udah menyediakan perangkat pengereman baru khusus sirkuit ini dan tingkatannya lebih tinggi dibanding yang std. Brembo menyarankan pake itu tp vinales malah pake perangkat pengereman yang standar.

    Guest
  21. Menolak tewas…kmrn hmpr dihantam motor, skrg jatuh > 200km/h. Sdh paket motor nanggung, kmrn anomali kopling, skrg rem blong, entah bsk apa lagi…
    Btw alokasi mesin aman?

    Guest
  22. 2 kali M1 bermasalah di saat krusial, tapi entah apa yang ada dibenak penunggangnya, satu kali fogging oli di lintasan, kali ini loncat tepat di depan pembalap lain. Momen frustasi saat mengejar ambisi.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.