TMCBLOG.com – KTM secara Pabrikan mengawali Awal tahun 2020 masih sebagai Pabrikan Konsesi Penuh yang mendapat berbagai kemudahan seperti Mialnya Jumlah Mesin Yang lebih banyak, Lebih banyak Kuota test (dibatasi oleh Kuota Ban ), Mesin Bisa diubah ubah semau mereka pada saat Normal ( tidak di 2020 ini). Secaraa umum Status Konsesi dari KTM ini akan segera Hilang saat Pabrikan ini secara umum telah menyentuh Nilai 6 Point Konsesi. Point Konsesi diperoleh jika Pembalapnya memperoleh 3 Point saat Juara satu, 2 Point saat Juara dua dan 1 Point saat finish Juara tiga. Dan sampai jelasng GP Styria, KTM sudah mengumpulkan empat Point Konsesi hasil Juara 3 Pol Espargaro di Australia 2019 dan Juara 1 Brand Binder di Brno.

Jelang GP Styria 2020, KTM Hanya Butuh 2 Point Untuk lepas dari status Pabrikan Konsesi Penuh. dan akhirnnya dengan Kemenangan Miguel Oliviera yang artinya ketambahan 3 Point maka Status Konsesi Penuh KTM Lasngung batal. Ia lansgung sejajar dengan Honda, Ducati, Yamaha, dan Suzuki. Dan tentunya meninggalkan Aprilia sebagai satu satunya Pabrikan yang masih konsesi penuh Tahun 2020 ini. . . lalu apa saja keuntungan yang dicabut dari KTM dan kapan dicabutnya ? Menurut regulasi Khusus 2020 MotoGP . .

  • Hak untuk menguji dengan Jumlah hari yang tak terbatas segera tercerabut. Jadi Nggak ada Lagi test test Privat KTM Sampai akhir tahun Nanti
  • Penggunaan Jumlah mesin per pengendara per musim yang Lebih banyak dibandingkan team team Non Konsesi dibatalkan pada musim berikutnya. jadi sampai akhir Musim 2020, Jumlah mesin ke-empat pembalap KTM masih 7 Mesin Per Pembalap
  • Pengecualian dari penyegelan mesin dibatalkan pada musim berikutnya, Mesin KTM Di Tahun 2021 harus dihomologasi dulu sama technical Director sesuai dengan regulasinya.
  • Hak untuk maksimal lebih banyak entri Wild Card per musim dibatalkan dari musim berikutnya.

Namun Secara umum beberapa hal Peraturan yang Mirip Pabrikan Non-Konsesi sudah dilakukan KTM di Musim special tahun 2020 ini Yakni Mesin di Segel dan Tidak ada Wild Card.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

47 COMMENTS

  1. Kita liat ktm taun depan bertaji ataw nyungsep setelah status konsesi dicabut.. dgn wp suspension dan sasis teralis nya..wadidawwww

    • kalo HRC musim depan gak mungkin konsesi bro, akumulasi poin kan per 2 tahun, jadi yang konsesi buat musim depan akumulasi poin musim ini(2020) sama tahun lalu(2019),

    • Kayanya ga ada, white power (dulunya) wp sekarang supply ktm tp mereka juga jual aftermarket buat motor garuk tanah utk pabrikan lain
      lucu nya shock apex pro nya wp ga ada cartridge terpisah di fork kaya showa BFF atau FGR nya ohlins.
      Menarik nih kalau dibahas.

  2. Tinggal liat KTM taun depan gimana tpi speertinya tetep keren soalnya ada daped, tinggal nunggu neng april tpi sayang mereka ngak sesultan ktm

  3. Ga ada markes pembalap lain keliatan menonjol. Imho motogp kastanya jelas lebih tinggi dari wsbk, pembalapnya luar biasa talentanya.
    Tapi begitu mm93 balik, langsung yang keliatan dia doang ?

    • Kemarin waktu pertama race 2020 Marc Marquez kan ada, nyatanya FQ20 terlihat menonjol, & sekarang KTM terlihat menakutkan buat team lain, & suzuki juga semakin baik motor nya,
      Saya yakin nanti begitu Marc Marquez mulai ikut race lagi, tetap persaingan ketat , & Marc akan kesulitan karena team lain membaik speed nya

        • Wajar ga di sorot, udah terlalu jauh, ga ada yg ngejar, yg disorot pasti yg lagi ngejar.
          Didepan sendiri ya ga menarik.
          Sudah 2 tahun ini saya kalau nonton MotoGP jarang sampai selesai.
          Udah jarang menarik, tapi musim ini menarik, poin di klasemen juga Deket, jadi semangat nonton nya.
          Tahun depan kemungkinan akan sangat menarik, melihat kecepatan motor KTM & Suzuki musim ini , karena tidak ada pengembangan mesin.

  4. Tapi kerasa banget sih, MM gabisa race langsung itu semua pembalap lain pada semangat racenya pada jauh lebih napsu dari yg kmrenkmren adem ayem.. Pada aji mumpung ahahaa

  5. Kayaknya pressure dari redbull udah tinggi jg, makanya KTM bela2in genjot riset ny biar lepas dari konsesi, keliatan di trek lurus KTM ini bisa nempel ducati tanpa harus nyolong angin di belakang ny kaya suzuki dkk. Power segede itu dah mulai bisa di kontrol sama frame semi trellis ny.

    Kalo petrucci ato si iker gak perform 2 tahun kedepan bisa aja mreka di tuker sama MM93,

  6. Komentar di tmcblog.com terasa adem, yg komen juga penuh dengan isian teknologi, jadi terasa berguna buat pembaca semuanya.

  7. Semoga setelah dicabut konsesinya tahun berikutnya gak terjadi kaya suzuki. Pernah salah pilih mesin dan terkena masalah dalam 1 musim setelah konsesinya dicabut

    • Ya gak mungkinlah brow,wong tahun depan mesinnya sama dengan tahun ini tdk ada pengembangan untuk semua pabrikan,jadi saya pikir 2021 ktm tetep kompetitif,gak tahu klo 2022

      • Gak mungkin gimana ??
        Justru masih tanda tanya. Ktm baru klop di 2 sirkuit, yang mana 2 sirkuit tersebut ktm sudah melakukan pengetesan lebih awal. Dan yang perlu diinget banyak sirkuit yang tahun ini dihapus, tahun depan ketika sirkuit itu pada masuk lagi masih jadi tanda tanya bagi ktm. Bisa cocok atau tidak ?

    • Ini bercanda atau apa? Meskipun bercanda, pembaca awam akan terkecoh.. Orang awam belum bisa bedain Asia Putra Perkasa (APP)-Kingtown Tian Ma (KTM) dengan KTM AG

  8. coba di rekap dua tahun terakhir dari GP Styria minggu lalu ke belakang. Silakan di rangking, berapa Honda? Yamaha ? Ducati ? Suzuki ? KTM ? Aprillia?
    sejauh yang saya tahu, poin konsesi itu berlaku 2 tahun.

    2019 dari 19 race, MM93 11 P1 = 3 * 11 & 7 P2 = 2 * 7
    2018 ada 18 race.

  9. Yakin Boss MukGil?
    H*nda di 2019 saja melalui MM93 sdh dapat 33 poin konsesi dari 11 podium.
    cukup menggaransi sampai akhir musim 2020 usai dan 2021 sampai pertengahan kedua (6 race terakhir).

  10. Bgmn cara Dorna/FIM dlm mengawasi/mencegah dilakukannya private test super tersembunyi? Lagipula tiap pabrikan pny sirkuit pribadi & test rider, blm lg klo misal motornya dikamuflase jd superbike..

  11. boleh minta “Rules” untuk berkomentar di sini g? soalnya dr kmarin ilang mulu .. komentar sya termasuk normal2 aj padahal ..

  12. Redbull juara dimana2.. Tapi minuman energi pilihan +62 tetep Kuku Bima dan Extra Joss..

    Tapi di segmen bottled Energy Drink, Redbull a.k.a Kratingdaeng penguasa marketnya.. M150, Proman, kalah jauh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.