Pit Beirer – KTM

TMCBLOG.com – Dipercaya telah terjadi perubahan Keseimbangan kekuatan MotoGP 2020 di mana Honda Belum pernah naik podium dalam 5 seri, Ducati Tak lagi tak terkalahkan di Austria dan KTM terlihat melakukan semacam Quantum leap Yang begitu signifikan yang membuatnya mantab kehilangan berbagai kemudahan konsesi hanya dalam 5 seri pertama dari 14 Seri secara keseluruhan yang di rencanakan di Musim MotoGP 2020 ini.

Ketika ditanya soal Evaluasinya dari balap Spielberg 1 dan Spielberg 2, Direktur Motorsport KTM – Pit Beirer mengatakan ” Saya tidak pernah benar-benar ingin berbicara tentang keberuntungan dan kesialan dalam balapan. Namun sedikit kesialan mungkin kami alami di akhir pekan pertama Spielberg, karena setelah penghentian balapan (Red Flag) dan pemilihan ban belakang yang salah Oleh Pol ( Espargaro) pada start kedua, (Namun) itu diimbangi dengan sedikit keberuntungan di GP Styria. Pada akhirnya, nasib baik dan kesialan selalu saling menyeimbangkan. Itulah mengapa semuanya berhasil. “

Pit Beirer pun menjelaskan alasan teknis dan psikologis dibalik pemilihan ban Soft pada Restart race MotoGP Spielberg Austria 1 di mana Pol Espargaro memang kehabisan stok Ban Dengan kompon terbaik kala itu ( Medium) dan akhirnya mau nggak mau menggunakan Soft . . Kenapa  Ban Medium Bekas pakai 8 lap tidak digunakan Pol Espargaro di restart race ?

“Ban yang baru dipacu selama delapan atau sembilan lap, bisa jadi Overheat. lalu ( ketika masuk pit akan) kembali dingin, lalu hangat kembali. Perlu dua atau tiga lap lagi hingga ban bisa bekerja optimal kembali. Dan ban belakang baru, pada prinsipnya, siap digeber semenjak dari lap pertama.

Tapi kalau dipikir-pikir, kami sekarang juga percaya bahwa sepertinya Pol akan menjadi lebih cepat dengan ban medium bekas daripada dengan ban baru. Tapi itu juga cerita psikologis lain bagi pembalap ketika dia melihat ke kiri dan ke kanan dan melihat bahwa semua lawan memiliki ban baru. Pol percaya pada ban soft baru. Dengan “prosedur restart cepat” seperti itu Anda tidak punya waktu untuk membuat keputusan taktis yang dipertimbangkan dengan baik. Pembalap dan kepala kru harus membuat pilihan dalam waktu sesingkat mungkin.  . .”

Di akhir cerita Pit menjelaskan Bahwa KTM dan Anggota MSMA lain sedang membicarakan permasalahan pergantian ban dan Penambahan Bahan bakar saat dilakukannya Restart Race seperti ksus Spielberg 1 dan Spielberg 2 . . apakah Butuh diganti, atau dibiarkan apa adanya bekas pemakaian race run pertama atau opsi lain ?

” Ya, sekarang kami telah memulai diskusi menarik di MSMA atau Komisi Grand Prix dan mengklarifikasi pertanyaan apakah sepeda motor harus dibawa kembali ke garis start atau ke Parc Permé ( Pitlane) segera jika balapan dihentikan, dan setelah itu setiap peserta harus menggunakan hal yang sama yakni Berkendara dengan ban dan jumlah bahan bakar yang sama “

Karena pada dasarnya setiap tim bekerja selama dua setengah hari dengan strategi balapan, dengan kompon ban tertentu, dengan jumlah bahan bakar yang maksimal. Tapi dengan restart race Anda merusak semuanya. Dengan pengetahuan tentang apa yang telah Anda pelajari di bagian pertama Race, semuanya diubah setingnya dan kemudian dimulai lagi. Akan lebih adil jika tidak ada yang menyentuh motornya lagi. Kecuali jika panel hilang atau sesuatu yang mempengaruhi keselamatan. Tetapi jumlah bahan bakar dan pilihan ban tidak boleh disentuh setelah start pertama. “

Hmmm Boleh juga nih buat Bahan  diskusi, Kamu setuju nggak sob sama pendapat Pit Beirer ini ?

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

74 COMMENTS

    • Bahan bakar harus ditambah menurut saya,,
      Karena ada satu lap buat k pit,,
      Trs keluar pit lg k grid,,
      Sighting lap 1 putaran..
      Bener gt ga?

      Guest
      • Itulah sebab, bukan hanya skill dan motor, tapi faktor luck juga menentukan. Biarin aja jangan terlalu banyak yg di atur karena ini balapan motor prototipe.

        Guest
      • Saran nih, paling fair menurut saya tidak ada penambahan bahan bakar dan penggantian ban, dan juga gap antar pembalap saat last lap (sebelum red flag) harus diperhitungkan di starting grid saat restart. Misalnya kemarin gap antar pembalap di belakangnya (misal pos 3 dgn pos 4) >5 detik maka distarting grid minimal ada celah 1 grid. Mungkin berlaku akumulasi. Jadi grid yg terisi saat restart adalah grid 1,2,3, 5, dst.

        Guest
        • Klo ban oke lah jgan di utak atik. Klo bensin, mungkin bukan ditambah, tapi lapnya yg dikurangi 1 lap. Jadi pembalap ga khawatir kurg bensin. Klo starting grid saat restart ya kudu ada patokan resminya. Dan mungkin susah.

          Guest
      • bole juga sih mas.

        Yg jelas saya sangat setuju kalo ban tidak diutak-atik kalo redflag.

        Kondisi tricky pun sebetulnya sih cukup dari perbedaan jarak aja–yg tadinya sekebon lalu jadi sesempit starting grid–, karena kalo mau dikasih selisih waktu atau selisih jarak jadi kurang applicable, dan ribet.

        Guest
    • Setuju wak haji, restart race bener2 fairless semua bener2 tergantung situasi kondisi paket motor dan tim, kalo ada restart race seakan FP1/2/3/4 gak dihargai sama skali..
      Sikap2 ego rider yang bikin restart race juga harus dihukum berat karna itu irresponsible riding dari rider apalagi rider tau motor bermasalah dan menyangkut safety

      Guest
      • Usul pak pit sangat adil karena ketika balapan sudah red flag otomatis yg dikendarai tidak boleh diotak atik, biar setingan yg ada yg harus diberlakukan

        Guest
      • setuju banget, karena tidak adil, mreka yg power besar sangat d untungkan, kecuali mereka benar2 memanfaatkan hal itu untuk menang, pdhl pas race awal mreka di belakang

        Guest
    • Bukan kasihan/tidak…. Itulah gunanya engineer motor prototip berpikir keras dengan stok yg ada/alokasi, punya plan B jika ada sesuatu… Manusia2 pintar harus mengendalikan keadaan yg sulit… Bukan sebaliknya

      Begitu jg jika restart ulang motor tidak disentuh tim yg mengakibatkan peforma turun… Agar jg pembalap lebih bijak agar tidak menimbulkan crash yg seharusnys bisa dihindari yg bisa berakibat restart…. Istilahnya dihukum/dibully tim lain, penyelenggara, sponsor, maupun penonton seluruh dunia

      Guest
      • Sepert MM yg bisa mengendalikan dan mengarahkan si celeng supaya nurut, berbeda dgn YMH yg minta perfect dlm keseimbangan sempurna motor biar kenceng mudah nyaman tapi begitu diganggu manuver celeng2 V4 maka bubar kenyamanan berkendara kencang

        Guest
  1. opini saya: setelah red flag, motor dan rider jangan kembali ke pit tapi berhenti di grid start sesuai dengan posisi sebelum red flag. barulah teknisi masuk ke grid melakukan segala pengecekan (pasang tire warmer, setup, dll). rider masuk ke pit box meninggalkan motornya di grid (dijemur)

    Guest
  2. Nah lagi bahas ktm nih, ada yang masih bingung nih sama peraturan motogp.
    Wak status konsesi ktm hilang setelah miguel olivera juara kemarin. Salah 1 keuntungan yang dicabut adalah tidak lagi bisa melakukan test privat sampe akhir tahun nanti. Wak haji sempet bahas juga kan disalah 1 artikel.
    Tapi kemarin ko pedrosa malah melakukan test privat disirkuit yang akan dipake dirace berikutnya yak, yaitu di sirkuit misano.

    Guest
    • Kan dibatasi, bukan dihilangkan sama sekali… Yg tadinya unlimited (hanya dibatasi alokasi ban), sekarang jadi dibatasi jumlah harinya, dan mungkin yg dipake buat tes DP itu adalah jatah yg sudah dibatasi harinya tadi… kalo saya nangkepnya gitu…

      Guest
      • Nah iya saya penasaran wak, disaat kondisi seperti ini peraturan motogp abu abu.

        Kan 4 point utama ini yang hilang ketika status konsesi ktm hilang.

        *Hak untuk menguji dengan Jumlah hari yang tak terbatas segera tercabut. Jadi Nggak ada Lagi test test Privat KTM Sampai akhir tahun Nanti

        *Penggunaan Jumlah mesin per pengendara per musim yang Lebih banyak dibandingkan team team Non Konsesi dibatalkan pada musim berikutnya. jadi sampai akhir Musim 2020, Jumlah mesin ke-empat pembalap KTM masih 7 Mesin Per Pembalap

        *Pengecualian dari penyegelan mesin dibatalkan pada musim berikutnya, Mesin KTM Di Tahun 2021 harus dihomologasi dulu sama technical Director sesuai dengan regulasinya.

        *Hak untuk maksimal lebih banyak entri Wild Card per musim dibatalkan dari musim berikutnya.

        Saya fokus terhadap point pertama yang masalah test privat.

        Guest
    • Konsesi hilang, test private untuk pembalap resmi hilang, test private untuk test rider dibatasi kalau ga salah 3 atau 5 kali semusim, diluar test resmi pramusim. Cmiiw

      Guest
    • Itu karena test terjadwal jauh hari sebelumnya tanpa mereka tau bakal juara atau tdk. Bisa dilihat di blok nya IWB.

      Guest
  3. Yaa seharunya gitu,itu kan lanjutan dr race yg tertunda dgn sisa lap yg tersisa,pasti udah ditakar dan diperhitungkan harusnya udah cukup lah dgn sisa bensin dan ban yg ada kalo pembalapnya pintar pintar memanage jg

    Kalo isi bensin dan ganti ban lagi,setengah lap awal tadi kok rasanya jadi sia sia,cuma jadi penentu superpole jilid ke-2 doang

    Guest
  4. boleh lah nambah bensin kira2 1/2 liter,. kan kudu masuk pit, trus sighting lap 1 puteran n start..

    atau klo boleh gnti ban tp dngan kompon yg sm pas race. klo stok kompon yg sm abis,? yaa michelin kudu pnya cadangan nya..

    kan red flag bs d bilang force majure.. jd jngn ampe ada pihak yg d rugiin..

    Guest
    • Sebelum jadi sponsor michelin udah tau keuntungan dan kerugian ketika mereka jadi supplier ban motogp.
      Kalo masalah meyediakan ban cadangan dengan compound tertentu emang udah kewajiban mereka lah.
      Masalah ban cadangan soft, medium atau hard itu tergantung kebutuhan pembalapnya.
      Koplak nih ceker, isi spitenk

      Guest
  5. Harusnya juga final total time tambahin gap antarpembalap waktu sebelum restart. Jadi fair ngga kehilangan selisih waktu. Jadi ngga cuma beda grid restart doank

    Guest
    • betul..
      posisi grid waktu start ulang agak di beri jarak antar pembalap sesuai dgn gap sebelum red flag.
      misal kasus Spielberg race 2 kemarin grid star joan Mir di row dpn karena mempimpin dgn gap 2 detikan. baru di row 3 (mungkin row 4) nakagami & miller dst sampe pembalap terakhir. cmiiw

      Guest
      • Kalo soal pelarangan penggantian parts terutama ban sih ane setuju
        Krn rasanya nggk fair kalo harus ada yang ganti ban, pelarangan penggantian parts ane setuju

        Tapi kalo soal gap waktu restart rasanya kurang efektif kalo menggunakan metode seperti itu karena siapa tau ya ?
        Respon pembalap kan beda2 bisa jdi row 4 belum waktunya start karena sudah memuncak adrenalinnya terus kelepasan dan nabrak row di depan

        Just my opinion

        Guest
    • Ribet amat, ngitungnya satuan waktu? Satuan meter? Sekarang satuan meter diitung ditikungan apa ujung straight? Beda. Satuan detik? Selisih 1 detik dg kecepatan 0km (start) itu berapa?

      Guest
      • balik kayak dulu saja, time trisl…. waktu posisi start line tetep sama seperti lap terakhiir sebelum lap redflag

        Guest
    • Yang ditambah total time setelah race berakhir. Misal gap sebelum red flag 3 detik. Final race pemenangnya waktunya 45 menit 30 detik. Tinggal tambah jadi 45m 33s. Jadi juara 1nya total combined time before dan after red flag

      Guest
  6. Iya. Mending balik aturan jaman 2000 – 2006,

    Jarak saat red flag dihitung utk ditambahkan saat race ulang jika podium.

    Guest
  7. Seharusnya sih seperti itu…ban dan bahan bakar jangan diutak-atik…
    Dan satu lagi gap waktu antar pembalap jangan ikut direstart, jadi race setelah restart seperti semacam balapan time attack…

    Kalau ga gitu kasian pembalap yang lagi leading jauh sebelum red flag…keunggulan waktunya hilang karena restart…

    Guest
    • Justru memang ini yang di cari Dorna biar balapan gak monoton kaya orang touring, biar ada cucuk2an lagi dari start kedua. Kan rating makin naik setelah ada insiden dan makin banyak salip2 setelah start lagi.

      Gw setuju sama boss ny KTM soal bensin dan ban, tapi soal start kedua ini udah bagus dan bikin rating makin naik ekekekekek..

      Sekali lagi, orang2 di luar sana pengen nonton balapan dan bukan nonton orang touring di sirkuit. Esensi dari balapan adalah salip menyalipnya selain konsistensi dari awal sampe akhir. Semua orang punya kesempatan yg sama dan ini cukup fair.

      Guest
      • Kalau buat penonton sih seru aja, bisa nonton duel, tapi bagi pembalap jelas ga fair…

        Justru kalo time attack balapan bisa lebih cepat lagi…akan ada banyak pembalap yang menggeber habis motornya demi mengejar waktu…

        Kalau anda liat MotoGP tahun 2000an, anda akan liat bagaimana Rossi menggeber habis motornya setelah restart demi mengejar gap beberapa detik dari pimpinan lomba sebelum red flag…dan bagaimana pimpinan lomba mempertahankan keunggulan gapnya agar tidak disalip waktunya…

        Guest
        • Ya kalo emang ngerasa kenceng, tinggal ngacir lagi aja. VR46 sama MM93 aja bisa ngejar sampe kedepan lagi dari posisi belakang di masing2 era keemasan nya.

          toh si boss KTM cuma kasih saran soal bensin dan ban lah netizen yg maha benar malah ngasih aturan sendiri buat nyamain gap sebelum red flag. Gak di bola gak di motogp netizen nya emg lebih jago dari pemain dan penyelenggaranya kalo dari segi bacottt!!!

          Guest
  8. Di Formula 1, kejadian seperti ini sudah sangat biasa, pimpinan lomba yang sudah terlanjut memimpin jauh di depan bisa kembali nol jaraknya jika safety car keluar lomba, dan semua tidak ada yang protes seperti di moto gp

    Guest
    • kalau memang mampu menang lomba, tidak perlu risau restart ulang balapan. balapan kok takut restart berarti gak yakin mampu menang

      Guest
      • lagian yang protes start ulang itu penontonya om, 😁 ini aja yang diusulin sama bos KTM jangan ganti ban sama jangan tambah bensin doang

        Guest
    • Itu kan di F1 jaman baheula…. di F1 sekarang kalo safety car keluar, jarak nya ga bisa rapat lagi…gap nya harus sama sebelum safety car masuk…

      Guest
  9. Cuma gara gara kasian sm yg gk jd pofium
    komentarnya jd ribet ribet soal restart,
    Kalo mmg bisa ngacir tinggal ngacir lagi,
    repot amat

    Guest
  10. Atau gini aja, berhubung ECU udah seragam, itu diremot aja sama race director biar pit speed lilimiter aktif ke semua motor, jadi lembalap muter muter di track dengan kecepatan rendah sambil nunggu aman. Adil kan? gak bisa ganti ban atau nambah bensin, gap antar pembalap masih sama, dan pembalap juga gak kasian harus start 2 kali, soalnya start itu bagian yang paling bikin grogi buat pembalap 😁

    Guest
    • Nah ini..masuk akal juga…mirip dengan safety car di F1 saat ini…
      Muter-muter sirkuit dengan kecepatan yang tetap dan jarak yang tetap sambil nunggu sirkuit diberesin…

      Guest
  11. Bukan hanya itu..
    Soal JARAK (REAL GAP) tiap pembalap juga mesti disamakan posisi akhirnya sebelum masuk pit. Jangan malah hanya berdasarkan urutan posisi.

    Guest
  12. Solusi paling gampang rolling start untuk restart nya..kalo di f1 ada SC setelah SC masuk pit,pebalap langsung geber..dan untuk f1 rolling start jarang langsung overtake 2 posisi..di motogp kayaknya overtake juga gk langsung 2 posisi/naik 2 posisi..gk seperti restart normal,yg dr posisi 6 bisa langsung posisi 1 setelah tikungan pertama..

    Guest
  13. Peraturan konyol sih yg memang hrusnya berubah..demi fairness dan keseruan..kalo gitu terus prmbalap akan cenderung “nyimpen ban” pada trek2 yg pernah ada insiden/terkenal berbahaya..berharap durian runtuh daripada berjuang sengit adu laptime ngabisin ban di fre practice dan kualifikasi

    Guest
  14. Nonton MotoGP hanya sekitar 30 menit tapi dramanya lama banget. Dari akun gosip FB, Instagram sampe koran online. Pemberitaan juga panjang lebar.

    Gw dulu cuma nonton doang, ga pernah baca koran online tentang MotoGP, ga pernah follow IG pembalap. Dengan gw follow pembalap, follow IG gosip MotoGP dan baca blog wak haji, gw merasa mengenal lebih dekat dengan pembalap walaupun pembalapnya ga kenal gw. Ada kedekatan. Kaya tak kenal makan tak sayang. Sekian curhatan gw.

    Guest
  15. Setuju sih,sebab restart sendiri sudah cukup bikin deg2an dan jika masuk pitlane semua jadi ga asik kecuali kondisi flag to flag

    Guest
  16. Aturan itu dibuat oleh manusia dari hasil kesepakatan atau suara terbanyak pihak-pihak yang memegang kewenangan.

    Kita para penikmat dan pihak2 yang tidak punya kewenangan sekarang hanya bisa menyuarakan masukan atau opini, siapa tahu dipertimbangkan dan bisa men trigger adanya perubahan.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.