TMCBLOG.com – Kenapa Yamaha berani mengurungkan Niat mengganti Part Klep (Valve) di dalam jeroan mesin Yamaha M1 MotoGP? Yap pertanyaan ini masih belum tmcblog dapatkan jawaban memuaskannya. Kalau Valve itu benar masalah Krusial dan merupakan akar masalah Yamaha M1 saat ini harusnya memang diganti. Namun Yamaha Masih mau memainkan setup Rev Limit di setiap sesi pada sisa 10 race weekend MotoGP 2020 ( Mulai Styrian GP)  . . Apakah ada masalah yang lebih mengakar dari Yamaha M1 dibandingkan dengan Material valve tersebut? Mari sama sama Kita coba analisa dan urai akar masalahnya  . .

Yamaha mulai dihadirkan Masalah tepat pada Dua race pertama MotoGP Jerez dan Andalucia yang secara umum Dengan situasi Suhu yang sangat tinggi merupakan race weekend paling ekstrim dalam Sejarah Race di Sirkuit Angel Nieto tersebut. Dan di sanalah Dua Mesin Yamaha M1 boleh dibilang ‘ nyerah ‘ dan Harus di boyong ke Iwata untuk di teliti lebih lanjut sampai akhirnnya mengerucut ke permasalahan Valve . . Apa benar itu akar masalahnya? MotoGP adalah Motor motor Prototipe yang rata rata menggunakan Mesin yang benar benar dipaksakan melengking sampai raungan Kitiran RPM tinggi. RPM tinggi ini berkorelasi positif dengan temperatur mesin, artinya makin di geber, makin tinggi temperaturnya. Adalah benar motoGP memiliki Sistem Liquid Cooled super Masif di balik Fairingnya, Namun jelas Sistem pendingin itu sangat bergantung pada seperti apa suhu lingkungan . . Ibarat Kata Kita mau meniup kopi Panas agar turun suhunya dengan semburan angin yang bersuhu 40-50° C, Maka kopi tersebut akan sulit untuk turun temperaturnya kan ? Begitu pula dengan mesin. Radiator, semasif apapun Luasannya tetap butuh angin dari arah depan untuk mendinginkan dan Jika anginnya tidak terlalu dingin, maka jelas proses pendinginan akan lebih sulit lagi/ tidak maksimal.

Namun Hal ini jelas berlaku umum, dalam artian Bukan Yamaha Saja yang mengalaminya, semua Pabrikan mengalaminya baik Honda, Ducati, Suzuki, KTM dan Aprilia. Tmcblog pernah dengar technical Guru Neil Spalding mendongeng bahwa Adalah memang struktur Mesin Inline 4 adalah struktur yang paling rentan terhadap masalah heat ini saat bertemu dengan cuaca ekstrim yang super panas. Yap Karena boleh dibilang hampir semua posisi dari kepala silinder dari engine berada di balik Radiator besar di mana Udara yang keluar dari radiator dapat dipastikan jauh lebih panas dibandingkan udara yang menerpa radiator. Ini pula lah yang diperkirakan menjadi Jawaban Kenapa Suzuki Tidak bermasalah, Ini pula lah yang memperlihatkan kenapa Cuma Fabio Quartararo doang yang sampai saat ini menjadi satu satunya Pembalap Yamaha yang mesinnya belum di bawa ke Iwata buat dibedah.

Kenapa Suzuki Tidak bermasalah, padahal sama sama Inline 4 Crossplane crankshaft ? Terlepas dari kemungkinan ada Policy untuk menurunkan rev Limit mesin mungkin sampai 500 rpm, Joan Mir Crash di awal Race jerez, dan masih cideranya Alex Rins sekana akan ‘ menyelamatkan suzuki ‘ dari terpaan Masalah serupa karena secara platform Mesin Suzuki dan Yamaha sama sama sangat rentan terhadap panas. Kenapa Quartararo Tidak bermasalah? Selain mungkin analisa setup fabio yang memang tidak terlalu menuntut top-end Power ( mesti Lihat grafik telemetri) mungkin Juga karena Sepanjang dua race di Jerez mayoritas Fabio Berada di depan. Posisi di depan ini memungkinkan radiator menerima Udara yang ‘ lebih fresh dan sedikit lebih rendah temparaturnya ‘ dibandingkan dengan udara yang diterima oleh pembalap pembalap lain di belakangnya.

Yap semua Pabrikan Mafhum akan keadaan Mother nature yang terjadi, Oleh karena itu Kebanyakan dari mereka melakukan balancing dengan cara tidka terlalu memaksakan mesin mereka meraung lebih tinggi lagi, karena jika mereka menantang mesin meraung lebih tinggi maka sejatinya itu akan mengundang musuh yang lebih mengerikan dibandingkan Sosok seperti Marc Marquez sekalipun . . yakni Panas/ heat . Tmcblog yakin Ducati, Honda, Suzuki, KTM semua mafhum akan hal ini dan melakukan Penyeimbangan. Dua race di Jerez sejatinya adalah Awal dari semuanya, Awal dari sebuah Musim yang pendek dan mereka hanya memiliki 5 sampai 7 Mesin per pembalap. Ini adalah sesuatu yang harus di-manage dan kalo perlu Mengalah di Dua race Awal Untuk mencoba bisa memiliki kesempatan menang di 12 race berikutnya. Dan ini lah yang sepertinya lepas dari pengamatan dalam Internal Yamaha Baik itu factory maupun satelit. Bisa jadi karena sudah lama tak mengalami kegemilangan, Yamaha Lupa bahwa ada sesuatu yang perlu pendekatan Keseimbangan dalam sebuah Musim Balap yang nggak hanya berakhir dengan satu sampai tiga Balapan doang.

Permasalahan Yamaha M1 seharusnya sudah terlihat semenjak awal awal race weekend, Memang Signal paling kentara dari ‘nggak kuatnya’ Mesin Inline4 yamaha M1 melawan panas Jerez adalah ketika Motor Valentino Rossi tiba tiba stuck di Straight. Namun signal sebelumnya sebenarnya sudah terjadi ketika Maverick Vinales melaporkan Tanda Tanda permasalahan pada sesi sesi Latihan bebas. Dan Jika dalam Box Yamaha ada seseorang Senior yang ‘ benar benar mengerti’ Mengenai Mesin Crossplane Crankshaft, ia dipastikan Bilang bahwa  . . ‘ ini jelas ada yang nggak benar ‘  . . . dan jika ada pemikiran itu, maka dipastikan ada sebuah evaluasi dan bahkan sebuah policy Internal untuk ‘step back a lil bit’ turunkan rev limit sampai tiga sampai limaratus rpm, yang bisa turunkan suhu sekitar 3-5 derajat dan ini mungkin malah krusial untuk menyelamatkan Yamaha dalam sisa race weekend mendatang. Namun siapa kira kira orang senior ini ? Lin Jarvis ? Bukan bermaksud untuk mengecilkan sosok besar seperti Lin jarvis, Lin Walaupun sudah sangat lama bersama Yamaha, namun Ia lebih banyak berkecimpung di event Balap, bahkan ia pernah mengasuh Tim Yamaha Factory untuk Rally Dakar, dipercaya ia tidak begitu tahu mendalam banget mengenai Teknis Mesin Inlien 4 Crossplane crankshaft dengan segala filosofi dan karakter alaminya. lalu Siapa orang itu ?

Satu Saat MotoGP techical Guru Neil Spalding pernah bercerita Bahwa untuk menceritakan hal ini kita harus flashback cukup lama. Yamaha walaupun saat ini dikenal sebagai pabrikan pembuat Sepeda motor, namun sebenarnya mereka pernah memiliki sejarah membuat mesin mesin mobil kencang untuk Brand Toyota. Mereka pernah menjalankan Project Formula 1 selama 8 tahun yang awalnya berkolaborasi dengan Cosworth sampai akhirnnya menggunakan mesin desain yamaha dengan 5 valve per-silinder  . . dan bahkan ada sinyalemen Kuat ada banyak andil Yamaha di Desain dari Lexus LFA. Di era ini Yamaha bermain sebagai Manufaktur dari mesin Mobil berperforma dengan pasar yang sangat Niche namun Boleh dibilang ini lah yang salah satu menjadi basis pengetahuan mereka dalam membangun mesin 4 tak MotoGP di 2000 awal. Diceritakan ada salah seorang pemuda cerdas nan brilian baru saja lulus dari universitas dan orang tersebut langsung mengangani Project prestisius mesin 5 valve per silinder yang bottom endnya menggunakan teknologi Cosworth sementara Top-endnya mengguankan teknologi Yamaha. Mesin ini adalah mesin project Formula 1 Yamaha  . . ketika project ini selesai sekitar tahun 1995, pemuda ini kembali ke Jepang dan Menangani mesin mesin Streetbike.

Nah beberapa tahun setelah itu seperti Kita ketahui terjadi perubahan Platform balap kelas Primer Grand prix dari 500 cc dua tak ke 1000 cc empat tak MotoGP. Saat itu Yamaha punya keinginan awal adalah membuat Motor MotoGP empat tak yang memiliki karakter seperti motor 500 cc. Oleh karena itu di awal GrandPrix bisa kita lihat di Artikel artikel sejarah MotoGP tmcblog, Yamaha M1 awal masih menggunakan Sasis yang identik dengan Sasis YZR 500 dua tak mereka. jadilah Mesin empat tak 942 cc dengan Karburator saat itu. Mesin ini sebenarnya Kencang sangat, namun masalahnya ada Mesin yang lebih yang lebih gila dari Pabrikan sebelah yakni Honda RC211V dengan Mesin 5 silindernya. Dan Setelah menganalisa permasalahan Ke-kompetitifan ini, Yamaha awalnya melakukan perbaikan dengan FI, namun tetap nggak bisa melawan kedigdayaan Honda Kala itu, sampai akhirnnya Yamaha  memutuskan untuk mengevaluasi dan Mundur kembali ke Drawing Board Untuk membangun mesin baru. BOD yamaha berfikir bahwa , mereka akan berulang tahun ke 50 saat itu dan harus ada sesuatu karya yang spektakuler dan yamaha mengutus seorang yang sangat ahli Vibrasi Masao Furusawa. Seketika itu Juga Furusawa-san memutuskan untuk membentuk sebuah tim untuk mewujudkan mesin tersebut. Dan salah seorang Pemuda yang ia tunjuk masuk ke tim adalah pemuda cerdas yang sudah kita sebut di awal . . ia ialah Kouichi Tsuji.

Dengan pengalaman Tsuji San di Formula 1, Furusawa memintanya ” Saya butuh kamu disini, saya butuh kamu untuk mendesain sebuah Mesin yang merupakan ‘ Mark 2 ‘ nya MotoGP ! “ dan setelah itu Salah satu yang diajukan Tsuji san adalah desain Mesin 4 silinder Crossplane Crankshaft. Dalam perjalanannya 2004 Mesin CP4 ini masih menggunakan 5 valve persilinder sampai akhirnnya disederhanakan sedikit menjadi 4 valve per silinder. Dan pada dasarnya basis desain dan basis konsep 2004 -2005 dari yamaha M1 ini lah yang masih digunakan Oleh Yamaha M1 sampai Musim MotoGP 2020 ini dan bahkan 2021 nanti. Motor ini seperti juga Karakter CP lainnya tidak pernah menghasilkan Power dengan angka yang Biadab !!

well memang seperti itu, namun mesin CP4 ini memiliki karakter Akselerasi bagus. Di Mugello Yamaha M1 selalu kalah 10 km/jam di Long straight, namun mereka bisa lebih cepat dari motor motor lain di Spot spot Short Straight . . yap karena akselerasi dan Mid range Power mesin CP4 ini memang benar benar bagus Faktanya CP4 yamaha M1 berhasil membungkam hegemoni V5 Honda RC211V di 2004 dan 2005. Dan Tsuji-San ada di Box yamaha Saat itu selama hampir lebih dari 15 tahun. 2016 yamaha bermasalah karena perubahan ECU, ban , software dan lain lain dan ujung ujungnya dilanjutkan dengan fakta bahwa Tsuji-San harus mundur dan menempati tempat yang baru di divisi Mesin Kapal ( Marine ) . . banyak Orang mengira pasca mundurnya Furusawa dari team tidak ada lagi orang yang mengerti Banyak mengenai CP4 ini di Kubu yamaha, namun ternyata salah, Tsuji-san memang Bukan ‘bapak Crosplane Crankshaft’ , namun dia secara umum adalah salah satu yang tersisa dari Insinyur pendesainnya kala itu dan secara umum ialah yang mengawal mengawal CP4 M1 semenjak furusawa tidak ada lagi di Box . . Dan tanpa mengecilkan Peranan sosok sosok muda seperti Takahiro Sumi, Setelah 2016 Praktis, secara umum tidak ada Orang yang benar benar mengerti secara sangat sangat mendalam karakter dari mesin CP4 ini. sampai sampai nggak tahu permasalahan sebenarnya dan musuh sebenarnya dari yamaha m1 di jerez bukannya Hanya ducati, Bukan hanya KTM, suzuki dan Bukan hanya Honda, namun HEAT

there is a price to pay for everything you gain

Jerez bermasalah, itu adalah Warning . . namun sepertinya yamaha tidak terlalu aware sampai segini dalam. Andalucia masih dikejar . . gassssss terus, jangan kasih pabrikan lain ampun dan akhirnnya . . Semua podium disikat habis oleh Yamaha dan ini menyebabkan yamaha menguasai hampir semua posisi Championship baik pembalap, team , manufakur, team independent, pembalap independent . . you name it . . Namun ada pricenya . . Panas secara detail Molekular dipastikan akan mempengaruhi struktur internal dari part alami apapun. struktur struktur kristal yang mungkin sobat sekalian bisa pelajari dalam mata Kuliah pendahuluan Fisika Zat padat ( solid state Physics ) ditengarai berubah dan itu dipastikan akan menjadi tanda Selama-nya ( baca hampir permanen) karena jeroan dalam Mesin jelas Tidak bisa digonta ganti oleh yamaha berdasarkan regulasi Non-konsesi yang mereka sandang. Dan hasilnya adalah . . Tiga pembalap kehilangan masing masing satu mesin, ditambah lagi dengan permasalahan pengereman, clutch . . yap ini adalah Harga yang saat ini harus Yamaha Bayar untuk sebuah policy di awal Musim untuk Langsung gass pol tanpa terlalu melihat dan menganalisa situasi termasuk bahaya laten Mother nature yang mengintai itu ( Panas/ heat ).  Jika saja ( Mode bani andai andai ) Kouichi Tsuji ada di sana, dia pasti aware akan hal tersebut, di pasti akan aware terhadap heat dan dengan Jabatan super tingginya saat itu ( senior general manager ) ia tentu akan punya keleluasaan untuk mem-veto Strategi setup mesin Semua Yamaha M1 kala itu . . Mundur sedikit untuk maju lebih kuat di Seri seri selanjutnya.

Jika sobat sekalian, Dua seri Jerez ini memang seri paling ekstrim dalam kalender MotoGP 2020. Tidak ada seri thailand dan malaysia yang superpanas, membuat sisa 12 seri MotoGP di eropa sisanya dipastikan akan jauh lebih ‘ sejuk’ dibandingkan bahkan dengan seri seri mereka tahun 2019 yang lalu dan Sobat bisa bayangkan bahwa Yamaha seperti melupakan rasio 2 : 12 ini . . namun Nasi sudah jadi Bubur ayam yang sudah diaduk . . yang penting gimana terusannya ?  kalau sudah begini harus sudah ada Management lainnya yang bisa mencover kemungkinan permasalahan bisa lebih parah di Race Race selanjutnya. Dan kemungkinan terparah adalah salah satu Pembalap Yamaha sepertinya akan memperoleh penalti dengan start dari Pitlane karena mereka harus menggunakan mesin tambahan ke-6 . . . dan Mohon maaf buat para Fans Maverick, karena salah seorang yang secara Fakta Mungkin harus dikorbankan untuk start dari Pitlane ini adalah Maverick Vinales

Namun Jika Pun Ini harus kejadian, Yamaha harus benar benar sensitif , selektif dan sangat mengetahui dimana race seri yang paling tepat untuk melakukan strategi ini ( penambahan 1 mesin) Mereka harus memilih secara tepat Di seri mana penambahan alokasi mesin ini dilakukan. Atau dalam kata lain di mana mereka harus melakukan dengan ‘ Harga Yang paling rendah ‘. Dan berdasarkan analisa morfologi dan karakter sirkuit, Value Race weekend paling rendah yang bisa Yamaha korbankan adalah seri di Spielberg Red Bull Ring Austria. Dalam artian, kasar kata Biarkanlah Maverick Vinales Start dari Pit lane, karena memang performa Yamaha di sirkuit ini secara statistik memang sulit untuk dibela mati matian. Yap karena karakter sirkuitnya Nggak terlalu matching dengan Karakter alam dari mesin CP4 Yamaha M1. Sementara boleh dibilang 9 seri selanjutnya sampai terakhir di portimao Portugal Yamaha m1 boleh dibilang bejaban dengan Apapun motor Kompetitor. dan lagi lagi . . . kesempatan ini juga dilewatkan  . . Tinggal sekarang kita akan melihat seperti apa Strategi lanjutan Dari Yamaha. Boleh dibilang saat ini satu satunya pembalap Yamaha yang sangat memiliki kans meraih Titel Juara dunia adalah Fabio Quartararo. Sisa alokasi mesinnya masih banyak dan Juga talentanya yang mumpuni . . apakah yamaha akan menjalankan Strategi back Up di mana akan ada tiga pembalap Sayap? eh gak boleh ya pakai kata kata sayap kalo Yamaha ? . . ganti deh . . apakah yamaha akan menjalankan Strategi trisula yang dibentuk tiga pembalap  ( Vinales-Rossi-Morbidelli) untuk melindungi aset paling potensial mereka saat ini Fabio Quartararo untuk merengkuh titel Kejuaraan ? Kita simak di 9 seri terakhir eropa ini sob . . . silahkan dikunyah kunyah

taufik of BuitenZorg | @tmcblog

166 COMMENTS

  1. Sekedar share
    Semakin tinggi kecepatan angin,suhu semakin turun.
    Suhu udara yg masuk ke radiator bisa turun sampai 19° di kecepatan 80 km/ jam

    Guest
  2. Kok di email artikel nya g full lagi Wak? Jadi seperti dulu lagi
    Menurutku pribadi sih lebih enak full, bisa baca langsung dr email

    Guest
  3. Ternyata ada hikmah nya juga pembalap Suzuki jatuh di seri 1 dan 2 MotoGP, mesin nya jadi awet, jadi ga kena efek mother nature…hehehehe…
    Jadi bukan karena mesin Suzuki nya yng awet, tetapi karena mesinnya ga sempet di bejek sampai habis di seri 1 dan 2 karena DNF, itu artinya DNF membawa berkah…hahahaha…

    Guest
    • imho, blum tentu seperti itu. klo sampean inget dengan “mapping” yg suka kelihatan ketika race bisa jadi adalah jawaban dari bagimana mereka memanage control mesin mereka secara langsung dan satu lg yg perlu kita ingat bahwa mereka punya banyak pengalaman khususnya soal ketahanan mesin dan itu juga dibuktikan dengan banyaknya gelar juara dunia EWC yg sampai saat ini belum terkejar pabrikan jepang manapun.

      Guest
    • top speed suzuki lebih tinggi dari yamaha, bisa jadi mereka punya sistem pendinginan yang lebih bagus, dulu katanya wak haji sempet nyium aroma wangi di garasi suzuki sewaktu tes pramusim, itu diduga semacam aditif untuk bahan bakar. Jangan jangan itu salah satu cara yang lebih efektif untuk mendinginkan internal mesin terutama valvenya

      Guest
      • Mereka juga kencang di tikungan cepat . itu menurutku suzuki telah memperkuat bagian” di dlm mesin . seperti pakai bahan karbon misalnya. 😁

        Guest
      • GSX-RR punya topspeed tinggi karena faktor mereka bisa akalin regulasi yg mereka sebut mechanical VVT, bikin noken as bisa lebih lambat membuka di rpm tinggi tanpa andil elektronik, ya mirip2 sistem VVA lah bedanya GSX-RR sistemnya mekanis yg cuma bergantung dari rpm mesin. Makin tinggi makin telat noken membuka. Akhirnya mereka bisa set timing noken yg galak di rpm bawah toh rpm atas udah kebantu VVT mekanis mereka. Jadilah GSX-RR mesin inline yg performanya sangat mirip V4, ga cuma jambakan torsi doang yg mirip V4 kaya M1 selama ini. Sistem ini daplikasiin jg ke GSX-R1000 baru yg masih screamer.

        Yamaha bisa aja tiru Suzuki, tapi harus bayar hak patennya dulu wkwkwk

        Guest
        • yamaha bukannya uda pakai pneumatic? klo pneumatic kan tinggal set aja kapan klep mau buka, mau buka berapa lama. bahkan timingnya bisa lebih fleksibel, bener ga? ato ga bole?

          Guest
        • @martin
          semua motor motogp pakai valve pneumatik kecuali ducati, tapi pneumatiknya haya sebatas pengganti per doang, bukan pneumatik seperti yang dipakai di mesin mesin produksi.

          Guest
        • Buka tutup klep masih diatur noken as, bener tuh kata si Var pbeumatic cuma sebatas gantiin peran per klep.

          Guest
  4. Yamaha harus memanfaatkan momentun absennya marcquez. Tp kalo marques g ada problem. Mungkin momentum itu hanya sekedar angan2.

    Guest
    • Tull itu.mumpung markeso absen.kesempatan bagus itu,soalnya kalo taon depan marqeso tentu balas dendam habis2an.kmrin d jerez z klo g jatuh yg kedua kali.mungkin dah d babat jg si taro.lawong dr posisi 17 z bs ngejar mo nyalip vina

      Guest
  5. Seru nih kalo udah mulai berita detektif technical gini. Mungkin bisa dilanjutin knp tuh kopling yamaha masalah atau kelebihan n masalah tim lain.

    Guest
    • Sesuai artikel wak Haji, Part M1 (selain klep) mungkin saja kena dampak HEAT juga.

      Hanya memang yg paling signifikan bikin M1 ngempos ya si KLEP itu.

      Guest
  6. Artikel t.o.p bangetttzz wak…
    Apakah yamaha bisa menghadirkan furusawa dan kouichi tsuji lg buat mahakarya terakhir yg fantastis mark 3 mereka wak??..turun gunung kl bhsa dimari

    Guest
    • Nah iya, mirip kebodohannya marc musim ini, tapi marc akan belajar dan g akan melupakan ini, dan bangkit menjadi monster tahun depan dngn syarat sensitivitas lengannya bisa kembali 100% entahlah apakah bisa normal lagi

      Guest
    • dan mungkin, seandainya, apabila, bisa jadi, seumpama, yamaha main aman di jerez maka marc marquez gak akan panik dan bikin kesalahan sendiri

      Guest
      • Di Jerez, Marc cuma mantengin Fabio, Fabio, Fabio.

        Dia ampe lupa kompon belakang michelin tahun ini bisa nyundul-nyundul ban depan hahah 🤣

        Guest
  7. kuliah pagi tmcblog, boleh disimpulkan karena tetap memaksa pada 2 seri awal dengan cuaca yg sangat panas sehingga berdampak pada bagian dalam mesin karena mengalami panas yg berlebih

    Guest
  8. Haram ada team order Wak, bolehnya team order negara walau lintas brand… Inget perkataan bani anu waktu jolor jurdun 2015..
    Jadi zarko harusnya yg bantu quartararo, bukan wingman eh gak boleh pje sayap ya dari kubu garpusuling

    Guest
    • Makanya lahirlah CP yang bisa membuat Rossi dan Lorenzo jurdun malah ada Era cuma Rossi dan Lorenzo yang sering berjibaku didepan sampai finish

      Guest
  9. Jelas sekali artikel kali akan bernuansa banyak diskusi nih, karena bertopik “management”.

    Sebagai pembuka opini, ulasan diatas (menurut ku) memperlihatkan keadaan isi Daleman ymh. Baik dari sisi manajemen organisasi man power-nya maupun sisi teknis nya.

    Sederhana nya, terjadi bottle-necking di alur kebijakan. Demikian juga, ulasan di sisi teknis diatas terlihat arah pengembangan M1 terjadi stuck, jadi terlihat ngambang. Dari data terlihat dari periode 2000-an hingga sekarang… (Bermula dari anak muda yg cerdas)

    Dengan mengajukan opini, bahwa dibutuhkan seorang dirigen yang “kuat” (red=termasuk punya hak veto) dan juga Ace-driver yang “jelas” maka arah pengembangan yang dijadikan acuan juga jelas.
    Sehingga memberikan gambaran bahwa, issu : ‘mark-centris’ di box hnd adalah ‘pilihan’ keputusan manajemen dalam menentukan langkah mereka.
    Cmiiw

    Guest
    • Senada kata have poncharal di artikel sebelumnya, M1 ya gitu2 aja, cuma evolusi belasan tahun tertupi skill alien lorenzo rossi in their prime, mereka tua/cidera letoy, sebaliknya KTM dngn passion ready to race disokong dana sultan redbull tiap pekan ada evolusi bahkan revolusi dngn berubahnya chassis pralon menjadi pipa penyet

      Guest
  10. Tahun depan sepertinya mesin i 4 harus merubah desain penempatan mesinnya.. Meletakkan head cilinder mesin menghadap kebelakang.. Jadi agak jauh dari radiator.. Mungkin ini solusinya.. Xixixi

    Guest
  11. Masalah pengereman Maverick pun jg gitu,padahal sejak FP dia udah merasa ada yg gak bener,malah diterusin

    Apa styria jg gak ada sosok Koichi Tsuji?

    Guest
  12. IMO, sepertinya Suzuki lebih siap dalam menghadapi masalah limit mesin . Sejak diperkenalkan dashboard messaging system, beberapa kali kita melihat message untuk merubah engine mapping saat balapan, terutama setelah para ridernya push di awal lap. jadi Bisa dalam mapping mereka, memang disiapkan mapping untuk “endurance mode”.

    Mungkin Yamaha juga melakukan hal yang serupa -mungkin juga tidak, tapi yang Hampir tidak terlihat message thd pembalap Yamaha terkait perubahan mapping (CMIIW) selama race berlangsung. Terlepas dari hal tersebut, kl FQ20 bisa memperoleh hasil cukup bagus dengan motor yang dilengkapi limiter, sepertinya masalah ketahanan mesin kecil kemungkinan jadi batu sandungan buatnya

    Guest
  13. Apakah kejadian 2015 bakal terulang kembali…
    Kans Marquez memang sudah hampir tertutup untuk juara dunia, tapi dia bisa menentukan siapa juara dunianya…

    Guest
  14. Kesalahan atu pabrikan dan kesalahan seorang Markes, jg merupakan peluang bagi pabrikan n rider lain lhow..

    Note: Kesalahan Rainey di 1993 hingga crash sampe harus pensiun adalah peluang yg bikin Doohan jadi alien satu-satunya sejak 1994 smpe 1998..

    Guest
    • Selain main di limiter rpm, kemungkinan mereka main di fairing” dalam” buat mengalirkan angin langsung lebih banyak ke mesin.mungkin itu sebab mereka mencabut permintaan pergantian part

      Guest
  15. Yamaha mengandalkan pengetahuan F1 di masa lalu.

    Lha Honda F1 saat ini sanggup berjibaku melawan dominasi Mercedes..

    Guest
    • emng bner sh mercedes petronas dulunya tim honda, yg dilepas cma aset tim aja data ya gak…
      dlu brawnGP bsa jurdun pdhal tim baru, itu karna principalnya si ros brawn yg emng ahli strategi..
      dimana ros brawn vs adrian newey ibarat rival di kancah balap F1, dgn skill masing2..

      trs skrg mercedes dgn pengalaman jauh lbh bnyak bkin supercar ktimbang honda, ya susah klo dibilang metik hasil riset honda.
      honda aj slama di F1 ga bisa apa2

      Guest
      • Berapa tahun lihat F1 mas….?
        Kalo barubsetahun 2 tahun sih wajar saja elu ngomong gitu…..
        Tapi kalo ngaku penggemar F1 sejati yg tau pertarungan sena-prost, ya berarti elu amnesia….

        Guest
      • Honda selama di F1 ga bisa apa2? Baru kemaren sore nonton F1?
        Honda punya sejarah bareng McLaren di tahun 90an.
        Skrg jg Honda sudah bagus, meskipun masih kalah sama MB, tapi lebih baik daripada mesin Ferarri atau Renault. Pembalapnya jg beberapa kali podium

        Guest
    • honda f1 skrg bagus karena mobil rancangan redbull aja yg bagus,,mobil rancangan adrian newey slalu bagus,tapi mesinnya ttp gak nolong buat ngejar mercedes

      Guest
  16. Lengkap, padat, dan bergizi Khas TMCblog.

    Secara istilah mungkin semenjak pergi orang orang yg kenal luar dalam, arah development M1 jadi hilang haluan, terlebih ECU yg gak se advance inhouse dulu.

    Dulu mungkin dari hasil rekonstruksi struktur internal YFR masih belum membuahkan hasil mungkin ya wak, soalnya seperti yg wak haji bilang. Problemnya masih belum selesai dan terlihat stuck, greget juga tiap taun dengernya tire degradation lagi dan lagi.

    Guest
  17. Wakaka, jd inget makul metalurgi semester 1, heat transfer semester 3. Anyway analisa y g terpikirkan sebelumnya good job. Ibaratnya disaat banyak pabrikan ngerem, untuk mendapatkan paling gak 16 poin + 16 poin + 16 poin, yamaha (kok teknisinya g sampai jangkauannya menghitung fatigue dari material enggine M1) tanpa sadar memilih opsi 25 poin + 10 poin + 0 poin. Ya mungkin itu tadi krn sudah gak ada founding foundernya M1

    Guest
      • gimana soal wangi ghoib di padock suzuki diartikel yg lama? bisa jadi experiment mereka untuk mengatasi panas berlebih. pabrikan satu ini improve bgt tapi kita ga pernah liat detil apa aja yg berubah dari motornya. contoh kecil kaya hole shot device pabrikan lain pada terlihat baik fotonya saat race atau saat berada dipadock, tapi pabrikan satu ini malah ga kelihatan.

        Guest
    • Nah itu mungkin ada kaitannya dngn wangi ghaib di Paddock suzuki, soalnya pas praktek metalurgi dl untuk hardenes permukaan logam jenis cairan sangat mempengaruhi struktur kristal

      Guest
  18. Ada pepatah ” kehancuran karir seseorang adalah awal karir dari y lain” , yamaha mengandalkan motor yang bisa dipakai semua orang eh bermasalah, honda mengandalkan motor yang bisa melayani skill pembalap Alien, eh malah cidera, then everyracer become gangsta

    Guest
    • May be iya, tapi sejarah membuktikan Honda paling berhasil dalam gp500 maupun MotoGP….
      Karena balap pengaruh 1% sangat menentukan menang apa tidak…..
      Terlepas pembalap, dalam sejarahmpun Honda mencatatkan juara konstruktor paling banyak pula….

      Tahun ini memang sepertinya Lg nyunsep, tapi balap MotoGP bukan hanya tahun ini saja bukan…..?

      Guest
  19. Vangkee..artikelnya berat banget..
    Tapi jadi ngerti kenapa m1 begitu struggling.
    Btw,,di jerez kemarin..pembalap yamaha buka berapa segel yah?

    Guest
  20. IMHO, yamaha butuh “pawang” Dalam menangani filosofi mesin CP mereka, kombinasi dari generasi senior dengan mekanik baru mungkin. Mungkin bisa menjadi pengurang permasalahan yamaha kedepannya

    Guest
  21. Jadi dngn suhu ekstrim akan ada perubahan struktur kristal lagi, dan dngn cairan kusus sebagai carrier ” healing material” bisa menyusup ke dalam material dan memperbaikinya saat kembali dingin

    Guest
  22. mungkin lo ya,mungkin mesin cp nya m1 ini dah mentok,dah keluar semua potensinya sejak pertama lahir,jadi ya ndak bakal bisa meningkat lagi.

    Guest
  23. Yang bikin penasaran nih, siklus naik turunnya yamaha selalu terulang tiap tahunnya dalam beberapa tahun terakhir.
    Ketika musim berjalan normal, yamaha sering banget superior diparuh musim pertama dan masuk paruh musim kedua malah inferior terjadi penurunan.
    Pas covid ini sama juga, terlihat superior 2 race awal disirkuit yg sama segitu masuk ke sirkuit lain terlihat inferior.
    Taro memang ada diposisi puncak klasemen tp yg perlu diingat, pembalap lain belum ada yg konsisten. Ketika pembalap lain non yamaha mulai konsisten dirace berikutnya, yakin dah bakalan kena kudeta posisinya taro dari puncak klasemen.

    Guest
    • Wkwkwk tetangga juga sama.
      Malah yamaha bisa dibilang lebih siap dibanding tetangga masalah penyeragaman ecu, yamaha riset di tim crt ngm forward pake mesin lama m1. Lah tetangga malah bikin rc213vs yang mana bedanya jauh sama rcv 🤦‍♂️
      Tetangga juga bermasalah sama ban. Ban depan michelin gak sekeras ban depan bridgestone walaupun itu compound hard.
      Jadi yak gak cuma yamaha yg kena masalah itu

      Guest
      • Apalagi sekarang kompon ban belakang malah dibikin lebih ngegrip lagi,yg membuat inline lebih diuntungkan dan V lebih dirugikan karna udah ngga bisa belokin ban belakang waktu mau masuk tikungan

        Guest
  24. Prank ala Durno
    epzel: pug piye kie
    ga seru nek ngkez mnangan teross
    Pug: lha karepmu piye?
    epzel: mbok ngkez kon istirahat sik
    Pug: yohh

    Pug: ngkez nek kowe absen 5 seri piye?
    Ngkez: wani piro.
    Pug: kok wani piro. Adekmu tak lebokne hrc. Kowe entuk kontrak hrc patang taun. Malah takok wani piro
    Ngkez: whuo a55u lek. Yow wess
    sendiko dawuh..

    Guest
        • mungkin lebih tepatnya Suzuki menggunakan Mesin Inline 4 dengan firing order 270 deg . . yang kalau di yamaha dikenal dengan nama Crossplanecrank . .
          Jadi CP adalah firing oder odd 270 deg atau 90 deg . . ini kasusnya mirip dengan Sasis jenis perimeter yang dinamakan Oleh yamahasebagai deltabox
          Contohlain : Secara umum Honda saat ini juga pakai mesin twin dengan konfigurasi yang dinamakan oleh yamaha sebagai CP2 yakni di Vultus, di X ADV dll

          Administrator
      • Betul wak.dia yg sukses bawa yamaha jurdun berkali kali bersama rossi sm paduka hohe .di gantiin jarvis yamaha mlh memble

        Guest
    • Waah ngga dapat kesimpulan dr artikelnya nih!,kayaknya mereka lebih menyesal ngga dapat “penerus” Koichi Tsuji yg kenal luar dalam mesin CP4 didalam Paddock MotoGP, dibanding pembalapnya

      Guest
  25. bukannya justru mesin V itu yang paling bermasalah sama heat?
    oke udara panas dari radiator meniup ke silinder, kalau mesin v justru silinder belakang lebih parah lagi karena dapet ketambahan heat dari silinder depan. coba deh di cek kasusnya mesin V, khususnya yang masih air cooled (dan mostly carburetor feed).

    Guest
    • biar pun v pasti jarak dekat antara rumah klep nya masih ada celah berjauhan dan kemiringannya juga ga bener2 V ada toleransi sudut kemiringan

      Guest
      • @Jamie
        berarti sampean belum paham maksudnya saya, semua itu dilihat dari sifat naturalnya.
        kalau situ ngomongnya gitu, ya ngapain wak haji ngomongin panas dari radiator niup ke silinder mesin? toh uda dikasih liquid cooled.

        Guest
  26. Mau tanya Wak, apakah yakin fabio semumpuni itu untuk mengemban tugas jd ujung tombak? dari foto2 yang beredar didunia maya ditiga seri terakhir terlihat raut wajahnya seperti org baru putus cinta, hopeless dan gk tau mau ngpain seperti semua diserahkan pada tim mekanik dan para insinyur untuk bikin motornya bisa perform lg. Tapi lihat Vale yang tetap berusaha sekuatnya untuk dapat hasil balapan yang maksimal

    Guest
    • Beda coy mentalitasnya, lu pasti sering liat rossi kalo lagi susah2nya kaya di ducati kesorot kamera masih senyum dadah2..

      Guest
    • Zarco setiap seri dari FP1 aja udah cemberut mulu tapi hasil race lumayan, Pol Espargaro ekspresi mukanya seolah dia yg paling kenceng tapi bukannya menang malah bikin masalah sama rider lain mulu untungnya dibelain steward terus. Ekspresi muka ga bisa gambarin mentality secara eksak, memang bisa tapi ga mutlak. Yg keliatannya tertekan belum tentu down di race, yg keliatannya tenang belum tentu balapannya bisa rapi dan kompetitif.

      Guest
  27. Mainkan 2 strategi ….
    1. Siapa yg klasemen paling logis bertarung di jurdun akan dibackup rider yamaha yg lain….. Saat ini fabio

    2. Siapa yg alokasi mesin masih fresh dgn poin tertinggi akan dikawal selalu didepan oleh rider ymh…. Para sayap akan geber habis2an rev limit demi kawal rider potensial yg ditunjuk sesuai analisa tim

    Klo kemungkinan ini dijalankan maka ada beberapa mesin ambyar maupun nambah alokasi (start pitlane)

    Guest
  28. Wah saya sangat setuju ulasannya ini. Nun baiknya yamaha bukain mesin baru buat maverick di misano saja. Jadi biarkan vinales bisa mengejar lawan yang tentunya diatas kertas kewalahan disini kecuali suzuki. Hingga saat next race vinales bs lebih baik balapannya.

    Guest
  29. wak khusus ketika yamaha ngajuin buat bongkar mesin, honda sama ducati yg paling alot…sampe maunya bener2 dibuka secara terperinci…
    makanya apakah yamaha takut ilmu mesin nya kena contek insinyur tim lain wak….

    Guest
  30. yep itu emng bener, yamaha pernah bkin prototype mesin F1 walo ga pernah dipake tp setidaknya mreka pnya pngalaman bkin mesin super high performance dan knpa masalah klep aja mreka smpe bgni..
    dan dgn toyota betul sekali yamaha jg kerjasama, mreka kebagian tunning di bagian intake biar mobil LFA itu bersuara khas sperti toyota mau..
    dan sederet penglaman yamaha nth knpa yg bkin sya pribadi heran, soal klep aj smpe bgni.. sedang sujiki yg sma2 i4 ga bermasalah..

    jd inget pernah liat sejarah sujuki di kancah balap.. mreka pernah membuat motor balap yg cma pke oil cooler sbgai pendingin, sedang tim lain harus pake water cooler..
    apa dri pengalaman itu sujuki sdkit lbh tau soal metalurgi ktimbang yamaha.. who knows..

    Guest
    • panas di eropa jangan dibadningkan dengan Pnas di sepang dan Chang. Di Asia tenggara panas dan lembab, sementara di eropa panas dan kering, cmiiw

      Administrator
  31. cakep yah, artikelnya, suka iri ama orang yg pinter nulis, pinter mengolah kata, berbicara jg enak pastinya…..berapa ratus komen yg dikarungin wak, om nug…ngakuuu yooo..artikel begini gak mungkin adem2 kaya diatas…hahaha

    Guest
  32. pembuktian Yamaha adalah saat Race di sirkuit yang ramah buat Yamaha. Apabila gagal juga, itu artinya Yamaha selamat tinggal musim ini.

    Guest
  33. Terlepas hilangnya pawang,
    Saya menduga Vinales juga menjadi penyebab tambahan dalam bermasalahnya M1,,di preseason selalu terbaik,nyatanya setelah mulai balap,baru kelihatan masalahnya,sedangkan Rossi selalu bilang M1 masih bermasalah di banyak titik,Rossi sangat paham M1,dia rider pertma yg bawa M1,ya wajar aja Carlo pernat masih bela dia

    Guest
  34. Kurang masuk akal klu head of mechanic yamaha motogp yang sekarang ga tau seluk beluk mesin m1. Mereka engineer2 terbaik loh. Apalagi mereka orang jepang, yang terkenal one of the best human source yang gila kerja dan attention to detailnya tinggi.
    Yakali kalah pengetahuan sama netijen 😝

    Guest
    • banyak kok orang2 pinter yg takeover kerjaan tpi kurang menguasai yg dikerjakan…butuh banyak untuk mempelajarinya…simple aja…dikerjaan saya banyak begitu…apalagi sekelas m1…kompleks bngt

      Guest
  35. Mantap artikelnya wak, panjang dan berbobot. Ane suka artikel kaya gini. Liat komen nya jg adem ayem. Ada kemungkinan ga ouichi Tsuji dipanggil lg yamaha factory racing buat mengatasi emwan yg banyak problem?

    Guest
  36. Maap wak, tp terlalu banyak “jika” dan “mungkin”..base assumption nya terlalu banyak..jd kaya terlalu Yamaha defense mode, menurut saya sih ga bisa mengambil faktor yg dialami semua orang seperti: ban, heat, etc..YFR tim besar loh btw..agak terlalu silly kalo memasukkan faktor2 seperti itu dlm root cause..lalu ketika yg lain no problem jadi muncul asumsi: mungkin mreka ga gaspol kaya Yam..wah ini bisa jadi bias lama2 kalo menurut saya..karena tidak ada supporting datanya.
    Kita berangkat dr fakta yg benar2 fakta aja, Yamaha got engine problem, historically pernah ga Yamaha engine problem? well itu ga jarang lho..bahkan yg ducurcolkan Pembalapnya tiap taun konsisten seputar performa mesin.
    Bertahun2 belakangan ini ga ada yg baru dr development M1, atau paling tidak ga kliatan banyak progressnya, nnti akan ada yg blg: mungkin internaly Yam tau ada mslah endurance di mesin yg ga bisa di di solve makanya ga bisa riset nyoba naikin engine performance..well sama2 mungkin bisa gitu juga kan sama aja mungkin..

    Guest
  37. Artikel bermutu lagi dari wak haji, daging semua isinya, sampe kaya baca novel di bagian artikel favorit, pelan2 bacanya biar tercerna dan dipahami dg baik..

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.